Me
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T
Pairing : sakura - campur(lho?) blum ada kepastian..
Warning : Sakura pov, Gaje, ooc, abal, typo, bisa menyebabkan pusing, sakit kepala bahkan masuk angin...?
Sakura pov..
Saat kuberjalan menuju kampus tidak begitu berubah dari kehidupan lamaku, tetapi disini masih ada yang tersenyum kepadaku saaat aku tersenyum pada mereka. Tapi yah hanya ku gunakan untuk berbasa-basi. Saat ini senyumku sangatlah mahal aku hanya tersenyum kepada orang-orang yang kukenal. Tidak seperti dulu, kita harus belajar dari pengalaman bukan?
Yah bisa dibilang hari-hariku saat di sini bisa dibilang lebih baik dari sebelumnya, walau jauh dari orang tua aku merasa senang. Akhirnya sampai dikampus. Haah... inilah kampusku Universitas KONOHA. Universitas paling elit dan paling ternama di Jepang. Aku harus bangga masuk ketempat ini setelah diejek dengan kata "Mustahil kau akan masuk disana, kau tak akan berhasil." Dan sekarang ku buktikan bahwa aku bukan pecundang seperti yang mereka bilang, aku sangat beharga, jauh dari perkataan mereka.
Haha.. aku tersadar dari lamunanku saat seorang laki-laki menabraku hingga aku terduduk dilantai. "Ah, maafkan aku Sakura" katnya seraya mengulurkan tangannya untuk membantuku. "Tidak apa-apa, Kiba." Jawabku sambil bangkit dengan sendirinya tanpa menghiraukan niat Kiba yang ingin membantu. Lalu aku berlalu menuju kekelasku. "Dinginnya" kata kiba pelan tapi masih terdengar ditelingaku.
Bukan inginku disebut 'dingin' oleh Kiba, tetapi saat melihatnya aku jadi malu dan sering bersikap acuh padahal aku ingin mengobrol banyak dengannya. Aku juga sering malu sendiri karna menganggap dia Sasuke cinta pertamaku sampai saat ini padahal tidak ada kemiripan sama-sekali antara Kiba dan Sasuke. Lagian aku juga sudah terbiasa dianggap dingin oleh penghuni-penghuni kampus. Katanya aku terkesan kurang bergaul dan menutup diri. Padahal aku tidak begitu! Buktinya mereka semua banyak yang mengenalku berarti aku tidak tertutup donk. Ah, baiklah aku hanya ngin membela diriku sendiri.
Aku teruskan perjalananku menuju kelas, yang ku harap pelajaran segera berakhir dan aku bisa pulang sesegera mungkin. Seperti biasa saat menuju kekelas menyapa dan tersenyum secukupnya.
...
Saat pulang adalah surga terbesar didalam hidupku, karena aku bisa bersantai dan merilekskan otot-otot syarafku yang tegang karena banyaknya beban dan tanggung jawab pribadi yang ku pikul.
Ah, sudahlah saatnya bersantai. Aku ambil buku yang tadi pagi sempat ku baca, yah. Mengingat masa-masa saat hatiku hanya tertuju pada satu arah.
...
Seneng, seneng, seneng, Ah.. hatiku melayang-layang saat ini. Satu kata yang tidak akan pernah kulupakan seseorang mengatakan bahwa aku cantik, ingat C.A.N.T.I.K dan siapa yang mengatakannya dia adalah Sasuke. Seorang Sasuke.. Ahh,, baiklah aku tahu bahwa aku memang berlebihan. Tapi ayolah jarang-jarang aku sesenang ini. Aku berharap besok hari akan sama menyenangkannya dengan hari ini.
...
Sa-su-ke, nama ini tidak lepas dari ingatanku. Aduh tolong aku Tuhan, aku tidak sanggup menyimpanmya sendiri. Aku ingin menceritakannya kepada Shion. Tapi apakah Shion dapat dipercaya. Hei Sakura apa yang kau pikirkan Shion adalah sahabatmu, dan seorang sahabat tidak akan pernah menghianati sahabatnya bukan. Dugaankupun benar tidak sia-sia aku menceritakannya kepada Shion dia berjanji tidak akan pernah membocorkan rahasiaku ini termasuk pada Sasuke sendiri. Terimakasih Tuhan kau memberikanku seorang sahabat yang begitu baik.
...
Kenapa, kenapa, hiks..hiks.. kau selalu memberikan cobaan padaku Tuhan. Aku-aku capek selalu berada diantara masalah. Oh.. bisakah aku mendapat ketenangan sedikit saja. Aku ingin mengakhiri hidup saja, tapi itu akan menambah masalah yang ada. Atau aku kabur saja dari rumah, tapi kemana?. Aku haruscerita pada Shion kau tak sanggup menaggung beban sendiri.
...
Hari ini aku kuatkan untuk bercerita kepada Shion agar beban pikiranku berkurang. Aku tidak sanggup lagi berada diantara Nenek dan orang tuaku yang terus bersitegang. Ada saja hal yang salah yang dilakukan Nenek dimata orang tuaku, begitupun sebaliknya. Tanpa ada keinginan untuk saling memahami satu sama lain.
...
"Dan akhirnya aku yang jadi korban permasalahan mereka sampai saat ini dan itulah awal permasalahan yang akan memutusakn tali persahabatan yang sedari dulu hanya aku sendiri yang ingin menjalinnya." Lirihku pelan sambil tersenyum miris.
Tok, tok, tok,
'Ah, paling kamar sebelah yang diketok'
Tok, tok, tok,
'Ah, mengganggu saja, ga tau kalau orang mau istirahat'
Tok, tok, tok,
'Ayolah Ino buka pintu kamarmu, aku tidak tahan lagi dengan suaranya' batinku tapi aku terlalu malas untuk bersuara. Aku seperti kehabisan tenaga.
Tok,to...
"Sakuraaaa, itu tamu mu cepat bukakan pintu!" suara Ino menggelegar membuyarkan konsentrasiku.
"Hmm." Lalu aku membukakan pintu,siapa sih yang kurang kerjaan mengetok pintu diwaktuku yang berharga ini. Aku terkejut saat membuka pintu. Aku hanya menaikan alis pengganti salam.
"Hah~ " dia membuang nafas.
"Ah,, maaf, maaf. Tunggu sebentar." Aku berkemas secepat kilat memakai celana jeans dan jaket tidak lupa mengambil netbook dan dompet lalu kumasukkan kedalam tasku. Ah Sakura bodoh. Kenapa kau bisa lupa sih kalau kau harus kerja kelompok bersama Gaara. Bisa-bisanya kau ketiduran setelah membaca buku itu. Ah bayangkan sekarang jam berapa? Sudah telat dua jam. Bisa jatuh deh martabatku. Huh~ aku mendumel sendiri.
"Ah, maaf Gaara sudah membuatmu menunggu lama."
"Hn, tak apa."
"Kenapa kau repot-repot menjemputku, coba sms atau telpon saja."
"Aku tidak tahu nomor ponselmu"
"Lalu?"
"Di perpustakaan aku bertemu Sai yang melihatku sendirian dan menunjukkanku tempat kostanmu."
"Oh, maaf." Aku berfikiran harus berterimakasih pada pacar Ino itu.
"Tak apa" jawabnya datar.
"Hmm."
Di perjalanan menuju perpustakaan kami saling diam. Aku tidak tahu harus berterimakasih atau kesal pada dosen yang membuat aku dan Gaara menjadi satu kelompok. Berterimakasih karena seorang Gaara yang teerkenal dengan sebutan 'Prince Of Ice' tidak akan marah dengan kejadian kecil seperti ini. Dikatakan kesal? Bagaimana tidak, dua orang yang mendapat julukan 'ICE' disatukan dalam satu kelompok. Berdua saja! Aku jadi sangsi apakah tugas ini akan selesai tepat waktu.
Tbc
.
.
.
Yeah, yeah, yeah..
Maaf kalau pendek.. hehe.. dan maaf kalau sudah mengecewakan kalian,,
Makasih bagi yang sudah meriview : The Portal Transmission-19, Aurellia Uchiha, Rene Nightray, dan Rainasa-chi..
Terimakasih banyak...
Akhirnya Violet7orange update setelah sekian lama *bangga#plak*
Akhirkata.. terimakasih dan Review please..
