Aku melihat semuanya dengan mata kepalaku sendiri…

Kulihat mereka semua menangisiku

Aku berteriak memangil mereka

Aku menangis menyadari mereka tak mampu lagi mendengarku

Kami-sama, aku ini sudah meninggal?

Kami-sama, benarkah itu?

Jika memang benar, bisakah kauijinkan satu hari saja berkumpul bersama mereka?

Sepertinya tidak bisa ya? Karena untuk beberapa saat aku hanya membisu dan tak mendengar satupun petunjuk darimu.

TAPI KENAPA HARUS SEKARANG?

KENAPA TAK BESOK LUSA ATAU LUSA NANTI SAJA SAAT AKU SUDAH MENDAPATKAN GELAR SARJANAKU?

KENAPA HARUS HARI INI?

Aku ingin membahagiakan kedua orangtuaku… melihat Kak Neji menikah… melihat Hanabi menjadi seorang mahasiswi…

Sepertinya aku tidak bisa bernegosiasi denganmu Kami-sama…

Baiklah… beri aku waktu beberapa menit saja, setelah itu tolong tunjukkan jalan untukku benar-benar pulang..

Aku ingin pamit

Aku tak ingin mereka sakit

Aku ingin berterimakasih

Dan berkata "Ayah, Ibu, Kak Neji, Hanabi… Kepalaku tak sakit lagi, badanku tak lemah lagi, kalian tak usah mengkhawatirkanku karena Kami-sama akan menjagaku dengan baik"

Kami-sama, berjanjilah untuk mengabulkan ini… berjanjilah untuk menjaga mereka selagi aku kembali ketempatmu…

Aku ikut berpelukan ditengah mereka..

Yang berkumpul dalam kamarku yang kini sempit karena kami berlima..

Mereka tak sadari kehadiranku

Namun kuyakin mereka merasakan kasih sayangku..

Selamat tinggal Ayah, Ibu, Kak Neji, Hanabi…

Aku pamit.

"Hinata"