My Wedding

by

Kyuubiechan

Naruto : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuHina, NaruHina, SasuSaku

Genre : Romance. Drama. Family. Hurt/Comfort

Warning : Agak kacau mungkin FF-nya, masih ada TYPO disana-sini, atau huruf yang salah dan istilah-istilah yang digunakan tidak sesuai en el-el.

Inspired : Still Marry Me ( Indosiar )

Kalau ada kesamaan dan kesalahan mohon dimaafkan dan dimaklumi . Thx ^^

Langsung saja, tidak berbasa-basi lagi, silahkan dibaca bagi yang berkenan. Kalau tidak mau tidak ada unsur pemaksaan disini. #nadanya sedih ui . . . ;(

SELAMAT MEMBACA . . . \^o^/

*. My Wedding .*

Chapter 2

.

.

.

Saat ini, tampak seorang wanita berambut indigo, sedang duduk rapi disebuah restaurant terkenal di Konoha City, bernama La Retoule. Ia tampak gelisah menanti kedatangan seseorang. Sekarang mata lavendernya terus melirik kekanan dan kekiri, kesamping dan kedepan, memastikan seseorang yang akan datang ketempatnya agar nantinya ia tidak akan terkejut melihat orang tersebut.

Hinata, Hyuuga Hinata namanya. Kali ini pandangannya sudah mulai lengah akibat menunggu lama. Sesekali ia melihat kepintu restaurant, dan sesekali pula ia melihat kesamping kaca untuk melihat orang-orang yang sudah hilir mudik kesana-kemari, keluar-masuk membawa barang belanjaan mereka. Hinata saat ini berada di sebuah restaurant yang berada satu atap dengan sebuah maal terkenal dikotanya (rumah kali satu atap. hehehe ^^), maal yang sebentar lagi akan menjadi miliknya, maal yang biasanya tempat ia berfoya-foya menghabiskan uang ayahnya, tapi sudah 5 bulan ini, ia belum pernah lagi menginjakkan kedua kakinya dimaal Uchiha Dapartement Store ini. Sesekali pikirannya sudah mulai melayang,

'Seandainya ayahnya tidak jatuh bangkrut.. Seandainya ia tidak bersikap seperti orang yang suka menghamburkan uang.' pikir Hinata yang sudah menyesali semua tindakannya selama ini, yang selalu bersikap kemewahan. Tapi kali ini Hinata sudah belajar untuk hidup seperti orang biasa dan mulai mengerti arti makna sebuah uang. ( hahahahahhaha . . . G' nyambung ya . . ? :P ).

#Sasuke's POV

Sasuke sudah berada tepat didepan pintu restaurant. Matanya yang hitam dingin dan tajam, melihat kesuatu tempat. Dilihatnya seorang wanita sudah duduk manis yang belum menyadari kedatanggannya. Diperhatikannya wanita itu dari ujung kaki sampai ujung kepala, sampai tepat kearah mata lavendernya yang kosong. Sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.? Itu lah yang difikirkan oleh Sasuke.

#Normal POV

Sasuke sudah berada tepat didepan Hinata. Dilihatnya Hinata masih dengan pikiran yang kosong. Sasuke kemudian duduk dihadapannya, kemudian berdeham agar Hinata menyadari kehadirannya,

"Ehm,"

Hinata yang terkejut melihat kesamping mencari suara yang ia dengar barusan, ia tidak menemukan siapapun, saat melihat kedepan, Hinata terkejut melihat seorang pria, seperti ia terkejut baru saja melihat suatu penampakan yang sangat menyeramkan.

Sasuke yang merasa tidak senang melihat tingkah Hinata seperti itu berkata,

"Kenapa terkejut melihatku seperti itu,? Apa kau tidak senang dengan kehadiranku disini,?" tanya sasuke kemudian yang merasa diperlakukan seperti itu. Hinata yang bingung dengan keadaan ini terus berfikir

'apa yang dilakukan pria ini disini?'

.

.

Sasuke masih tetap diam dan terus melihat tingkah Hinata, menunggu wanita itu mengeluarkan suara walau ia tau gadis itu tidak mungkin mengeluarkan suaranya, maybe,?

Hinata tersadar dengan pebuatannya kemudian berdiri, dengan terbata-bata dan salah tingkah, Hinata menundukkan kepalanya meminta maaf,

"Go.., gomen." ucapnya terbata-bata, Sasuke yang melihat reaksi wanita itu hanya menghela nafas panjang.

#Hinata's POV

'Apa yang dilakukannya disini,? Bukankah dia pemuda waktu itu,? Sasuke, kekasih si rambut pink,?' pikir Hinata dalam hati. Dilihatnya dengan seksama Sasuke lebih dalam, kemudian menggelengkan kepalanya lalu bergumam lagi, 'Tidak mungkin kalau dia adalah tuan muda Uchiha,?'

#Normal POV

Sasuke yang melihat gadis dihadapannya hanya diam memandang Hinata dengan seksama, akhirnya menghela nafas sambil mengambil sebuah kertas yang dibawanya sejak tadi. Sasuke memberikan kertas tersebut kepada Hinata, Hinata yang bingung lalu mengadahkan kepalanya untuk melihat Sasuke dengan seksama, belum sempat ia bertanya Sasuke sudah menyela,

"Baca semua surat perjanjian itu, kemudian tanda tangani kalau kau menyetujuinya, jika kau merasa itu kurang adil maka kau boleh menggantinya sesuai dengan keinginanmu." ujar sasuke menjelaskan dengan nada super cueknya.

Hinata yang tidak mengerti maksud dari perkataan Sasuke, mencoba mengerti dan menuruti perintah Sasuke.

Hinata membaca dengan seksama.

Setelah membaca, Hinata melihat Sasuke tak percaya dengan semua ini.

"Ka,,kau,?" nada Hinata terkejut, tak mempercayai sikap Sasuke yang sudah kelewatan menurutnya.

Mata lavendernya sudah mulai berubah, seperti sedang memendam sebuah perasaan amarah yang tidak dapat dipendung lagi. Sasuke yang menyadari raut wajah Hinata yang sudah mulai berubah yang tidak mempercayai tiundakannya, akhirnya ia berkata.

"Baik kau sudah membacanya, jadi bagaimana apa kau setuju dengan surat perjanjian tersebut.?" tanya sasuke kemudian, melihat Hinata yang sedang memikirkan sesuatu.

Saat ini Hinata benar-benar tidak mempercayai dengan semua sikap Sasuke, bagaimana ia bisa berfikir seburuk ini, dan juga Hinata merasa terhina sebagai pihak yang dirugikan dan dipermainkan.

"Kau tau bukan, kau menikah dengan ku hanya sebagai jaminan, jaminan untuk membantu ayahmu untuk melunasi hutang-hutang perusahaan kalian yang sudah hancur 5 bulan yang lalu. Kau juga tau bahwa aku memiliki seorang kekasih, jadi aku tidak akan mungkin meninggalkannya maupun menghianatinya. Masa depanku sangat cerah dan aku adalah pewaris tunggal dikeluarga Uchiha setelah kakakku Itachi menghianati ayah, bukankah kau sudah mendengar ceritanya,? Jadi aku harap dengan keadaanmu yang diam sekarang kau menyetujui dengan perjanjian ini.?"

Hinata yang tak habis pikir dengan semua ucapan sasuke yang seolah menganggapnya rendah kemudian membela diri,

"Go,,gomen Uchiha-san, bukan maksudku tidak setuju dengan semua ini, tapi ini sudah keterlaluan. Aku mohon maaf, aku tidak bisa." ujarnya dengan nada agak sedikit tenang. Sasuke yang tak percaya dengan perkataan Hinata merasa terhina kemudian mencela Hinata,

"Kau fakir aku menyukaimu,? Kau fakir aku menyetujui perjodohan ini,? Kau fakir aku pemuda yang bodoh, dengan mengikuti keinginan ayahnya,? Aku disini hanya ingin ayah ku mengakui ku dan memberikan aku semua sahamnya, dan tentunya setengah dari saham tersebut akan ku berikan untukmu asalkan kau mau bekerja sama denganku.!" bentak Sasuke kemudian dengan nada yang agak sedikit lantang, membuat semua orang yang berada disana melihat mereka.

Hinata yang tak percaya dengan semua ucapan Sasuke, merasa sakit hati kemudian pergi meninggalkan pemuda yang dari tadi terus membentaknya.

Sasuke yang tak percaya diperlakukan seperti itu hanya dapat berdecih sambil menyipitkan keduanya matanya menatap tajam kepada wanita yang sudah meninggalkannya.

.

.

.

Dikediaman Hyuuga, Hinata membanting kedua pintu rumahnya, Hiasi yang berada dihalaman belakang tersontak kemudian mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Hiasi sudah berada diruang tamu, dilihatnya sekeliling ruangan tak ada satu pun orang disana, kemudian Hiasi pergi kearah kamar putri semata wayangnya, dilihatnya Hinata sedang membanting-banting bantal sambil menyebut-nyebut nama seseorang, Hiasi yang bingung kemudian pergi mendekatkan telinganya kebalik pintu, agar mengetahui apa yang menyebabkan Hinata menjadi seperti ini.

"Baka. Pria itu benar-benar. Dia pikir siapa dia.?" kesal Hinata mengingat perlakuan Sasuke kepadanya tadi.

"Aiz.. Kenapa aku membawa kertas brengsek ini.!" dengan nada sesal dan tak tahan lagi dengan semua ini, ia berdiri, diambilnya kembali tasnya yang berada di atas kersi, di bukanya pintu kamar secara paksa, tampa ia sadari ayahnya dari tadi sedang mencuri suara dari balik pintu.

Hiasi yang terkejut melihat Hinata kemudian mencoba untuk bertanya,

"Apa yang terjadi,? Kau mau pergi kemana Hinata.?" Hinata tidak memperdulikan pertanyaan ayahnya kemudian pergi lagi kesuatu tempat.

.

.

.

Sekarang Hinata sudah berada dimaal yang ia kunjungi barusan. Hinata pergi menuju looby utama, kemudian bertanya kepada wanita yang menjaga lobby tersebut,

"Maaf., ruangan direktur Sasuke, en,, maksudku Uchiha-san dimana,?" wanita yang bertugas dilobby itu kemudian menjelaskan kepada Hinata, Hinata mengerti dengan penjelasan wanita itu, kemudian berterimakasih lalu pergi menuju kearah tempat yang sudah dijelaskan.

Dilihatnya Sasuke saat ini sedang sibuk menjelaskan kepada bawahannya, layaknya seorang direktur yang sedang memerintahkan bawahannya.

Hinata kemudian berdecih dan berdacik pinggang sambil menggerutu dalam hati,

'Pemuda ini, benar-benar menganggapku seperti mereka juga,?' pikir Hinata.

Sasuke menyadari bahwa seseorang sedang mengawasinya dari kejauhan, diperhatikannya kesekeliling mencari tau siapa yang sedang mengawasinya. Kemudian matanya terarah pada gadis berambut sepanjang bahu sedang memperhatikannya dengan tatapan yang sangat tajam, sambil melipatkan kedua tangan didadanya. Sasuke tersenyum, seolah mengetahui tujuan si wanita untuk datang menemuinya.

"Maaf, hari ini sampai disini dulu. Aku ada sedikit urusan. Sekarang kerjakan tugas-tugas kalian yang sudah ku perintahkan." perintah Sasuke dengan nada dingin, kemudian meninggalkan mereka semua, dan berjalan kearah wanita itu berada.

Saat ini Sasuke tengah tersenyum licik seolah membayangkan bahwa ia akan menang dengan wanita itu.

"Ikut aku." perintah Sasuke sambil menarik tangan Hinata untuk menaiki lift.

.

.

Sesampainya diruangan Sasuke, Hinata mengatur nafasnya yang sangat kelelahan, sambil meletakkan kedua tangan dilututnya.

"Ada apa denganmu,?" tanya Sasuke kemudian melihat raut wajahnya Hinata sudah berubah menjadi pucat pasi.

Hinata melihat pria yang sedang bersamanya ini, menggerutu dalam hati

'Pria ini benar-benar menjengkelkan dan sangat tidak berperasaan, aku ini sangat lelah brengsek.'

"Ke,, napa, ti,,tidak, gunakan,, lift disana saja,, lebih pratis." ujar Hinata terkopoh-kopoh sambil menunjukkan lift.

Sasuke yang mendengar ucapan Hinata dan melihat lift elevator yang ditunjukkan Hinata, wajah Sasuke berubah menjadi pucat pasi, matanya yang onyx berubah menjadi sangat takut mendengar saja sudah takut apa lagi jika ia menaiknya. Tanpa Hinata ketahui bahwa Sasuke sangat fhobia dengan yang namanya elevator, karena lift itu pernah memberikannya suatu cobaan yang sangat membuatnya trauma.

Hinata menunggu jawaban Sasuke, Sasuke yang menyadari Hinata sedang melihatnya kemudian menariknya lagi sambil berkata,

"Jangan banyak bertanya."

Hinata sudah berada diruangan Sasuke. Saat ini secara bersamaan mereka berhadapan dan saling memandang satu sama lain. Hinata sedikit tergoda melihat Sasuke dengan badan dan tinggi yang ideal membuat para wanita merasa bangga jika bersamanya begitu juga dengan mata onyxnya yang tajam dan dingin membuat orang yang melihatnya bisa luluh dengan pesonanya.

Hinata cepat-cepat menjauhkan fikirannya kemudian mulai mengatur nafasnya kembali untuk menyerahkan sesuatu yang tadi tanpa disengaja terbawa sampai kerumah.

"Aku hanya mengembalikan ini." ujar Hinata sambil memberikan kertas yang sudah digenggamnya dari tad. Sasuke yang tak percaya dengan tindakkan Hinata yang tiba-tiba merobekkan kertas perjanjian yang sudah ia susun rapi dan menyepatkan diri dari kegiatannya yang padat untuk membuat surat perjanjian tersebut.

"Apa yang kau lakukan?" gerutu Sasuke kemudian setelah Hinata mencabik dan meleparkan kumpulan robekan kertas tersebut kewajah Sasuke.

"Kau belum juga menyadarinya,? Sebenarnya dimana letak jalan fikiranmu itu,? Apa kau fakir pernikahan ini hanya main-main,? Jika kau menginginkan untuk aku membayar semua pinjaman ayahku,? Baiklah akan kuturuti dirimu, dan aku juga bukan wanita yang begitu saja dengan mudahnya menyutujui perjodohan ini. Asal kau tau, aku juga tidak menginginkan ini terjadi, maka dari itu aku akan mengurusi semua masalah ini dengan ayahku, sedangkan kau urus masalahmu sendiri dengan ayahmu, apa kau mengerti.?" tanya Hinata kemudian, menjelaskan kepada Sasuke.

Sasuke yang tak percaya dengan semua perkataan Hinata hanya diam dan membiarkan Hinata pergi meninggalkannya lagi.

Sasuke kemudian meraba ponselnya dan mengambilnya dari saku celananya yang dari tadi terus berdering saat ia bertemu dengan Hinata.

"Ya. Ada apa.?" tanya Sasuke setelah menerima sambungan panggilan tersebut.

"Tu..,tuan muda. Presdir, sekarang berada dirumah sakit. Penyakit beliau kumat lagi." ujar salah seorang pembantu dikediaman rumah ayahnya. Sasuke yang menyadarinya tampa bertanya kembali, menuju kerumah sakit tersebut.

Disepanjang perjalanan Sasuke membanting stir mobil sambil mengerutu

"Sial.! Hari ini benar-benar sial.! Apa lagi yang akan terjadi sesudah ini.?" gerutunya sambil membawa kencang mobil sedan marcedesnya.

.

.

Disebuah cafe kecil yang terletak tempat di alun-alun taman di kota Konoha, sedang duduk 2 orang wanita. Salah satu dari mereka terkejut saat mendengar penjelasan wanita berambut indigo kepadanya.

"Apa.? Kau serius Hinata.?" jerit gadis berambut pirang dengan rambutnya yang panjang terikat rapi, sedang mendengar cerita sahabatnya yang tak dapat dipercayai.

"Ya,, nama pemuda itu Uchiha Sasuke.. Aku sebelumnya sempat terkejut, lalu jika kami menikah bagaimana dengan gadis itu,? Aku tidak mau berurusan dengannya.?" gerutu Hinata kemudian sambil menenangkan Ino agar diam hingga tidak menganggu orang-orang yang berada didalam cafe tempat mereka berada.

"Sungguh tak dapat dipercaya. lalu bagaimana.? Apa yang terjadi.?" tanya Ino penasaran. Hinata menjelaskan semua yang terjadi kemarin kepada sahabatnya.

"Bagus semua tindakanmu itu. Biar dia tau bahwa kita para wanita tidak murah seperti wanita berambut pink yang sok manis di ujung sana mengingatkan aku dengan wanita yang bersama pemuda brengsek it…." belum sempat Ino menyambung perkataannya lalu ia membelalakkan mata birunya yang saphire sambil meletakkan kedua tangan menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Hinata yang tak mengerti dengan tindakan sahabatnya kemudian melihat kearah tempat gadis berambut pirang ini melihat sesuatu. Hinata membalakkan kedua matanya tak percaya bahwa saat ini Sasuke dan Sakura sedang duduk memesan makanan.

"Ino jangan melihat ke arah sana." perintah Hinata dengan nada sedikir berbisik.

Ino yang mengerti dengan ucapan Hinata kemudian bertanya,

"Bagaimana ini,? Apa yang harus kita lakuakn.?"

Saat ini, pikiran Hinata sudah mulai buntu tidak dapat berkata apa-apa lagi, tampa ia ketahui bahwa saat ini seseorang sedang menatapnya sambil tersenyum licik melihat kepanikkan yang dialami oleh mereka berdua.

"Sasuke-kun kau mau makan apa.?" tanya Sakura dengan wajah yang innocence membuat semua orang pasti akan muntah jika membayangkannya tingkahnya #plak, ditabok oleh fans Sakura-chan..

Sasuke yang mendengar pertanyaan Sakura kemudian menunjuk makanan yang sedang dimakan oleh Hinata dan Ino saat ini,

"Aku ingin pesan makanan seperti orang dipojok sana, disamping jendela."

Sasuke menunjuk kearah tempat Hinata dan Ino duduk saat ini.

Ino dan Hinata hanya menutup wajah mereka dengan kedua tangan masing-masing sambil berbisik,

"Ia menyadarinya." Ino berbisik kepada Hinata. Hinata mencoba untuk tenang agar ia tidak terliat sedang ketakutan menghadapi Sasuke saat ini.

Hinata melihat sekilas bahwa sekarang Sakura sedang mengambil pesanan mereka, Hinata menyadari bahwa saat ini Sasuke sedang menatapnya dengan tersenyum licik melihat kondisinya dan Ino sudah terancam dan terpuruk akan segera ketahuan oleh mereka.

Ponsel Hinata saat ini sedang berbunyi menandakan ada sebuah pesan yang masuk. Dilihatnya isi pesan yang masuk,

'Kenapa menundukkan kepala,? Sapalah kami di ujung sini.

.Sasuke'

Hinata tak percaya dengan isi sms tersebut kemudian melihat kearah Sasuke, Sasuke yang sejak tadi memperhatikan mereka, kemudian mengulurkan seutas senyuman yang membuat bulu roma Hinata berdiri.

Hinata berdiri sambil mengandeng tangan Ino dan berkata,

"Kita pulang sekarang.!"

"Ta.. Tapi dia.." ujar Ino dengan nada yang sedang mengendap-endap. Hinata tidak perduli dengan ucapan Ino kemudian membawa Ino untuk keluar dari cafe tersebut.

Sesampainya diluar,

"Mustahil.! Dari mana ia mendapatkan nomor ponselku.?" ujar Hinata tak percaya.

"Ada apa,?" tanya Ino kemudian, Hinata tidak memperdulikan ucapan Ino kemudian berjalan cepat menuju rumahnya.

.

.

.

Sesampainya dirumah ia mencari ayahnya.

Akhirnya Hinata menemukan ayahnya sedang memberikan makanan ikan dihalaman belakang. Hinata yang berjalan pelan menuju kearah ayahnya merasa iba melihat Hiasi yang sudah tidak memiliki pekerjaan lagi, yang biasanya setiap hari ia akan sibuk dengan pekerjaan yang ada diperusahaannya, tapi saat ini perusahaan itu sudah bangkrut dan saat ini Hiasi sedang mengelola perusahaan itu dimulai dari nol lagi atas semua bantuan keluarga Uchiha.

"Sejak kapan kau berada disini,?" Hiasi baru menyadari kehadiran putrinya.

Hinata tersenyum sambil memeluk ayahnya dan berkata,

"Aku sayang ayah.. Maafkan aku ayah.." ujar Hinata dengan nada sedih sambil memeluk Hiasi.

Hiasi yang mendengar ucapan Hinata merasa terharu kemudian bertanya kepada Hinata,

"Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba berkata seperti itu,?" Hiasi menunggu jawaban dari Hinata.

"Ayah.., apakah perjodohan ini tidak bisa dibatalkan,?" Hinata bertanya sambil melepaskan pelukannya dan menatap Hiasi menunggu jawaban dari mulut ayahnya.

Hiasi yang mendengar perkataan Hinata terkejut, lalu membelalakkan mata stoiknya dan bertanya

"Apa yang terjadi,?" tanyanya lagi.

Hinata menjelaskan semuanya hingga terakhir ia berkata,

"Aku akan membantu ayah, jika perusahaan kita sudah kembali maka kita harus mengembalikan uang milik mereka. Aku tidak bisa seperti ini ayah.. Aku akan membantumu sebaik mungkin agar pernikahan ini tidak terjadi. Tidak apakan ayah,?" jelas Hinata kepada Hiasi dengan wajah innocencenya agar ayahnya iba melihatnya.

Hiasi tidak memepercayai perkataan Hinata kemudian berkata,

"Hinata kau tau sindiri. Ayah tidak dapat membantumu. Kau tau butuh waktu lama untuk menggantikan uang yang kita pinjam dari keluarga Uchiha. Jadi jangan berfikir yang macam-macam.!" bentak Hiasi kemudian.

"Tapi ayah. Kau tau sendiri bahwa aku mungkin tidak akan membuka diri untuk pria itu. Karena hatiku hanya terisi oleh satu orang. Yaitu Naruto-kun.." ujar Hinata membela diri.

"Kau masih memikirkan pemuda yang sama sekali tidak mencintaimu.? Kalau ia mencintaimu, kenapa tidak menjemputmu, malah membiarkan kau pergi. Apakah itu dinamakan cinta.?" ujar Hiasi membuat Hinata menyadari perkataan Hiasi yang menyakitkan baginya.

Ya Naruto tidak menahannya saat ia pergi. Saat ia memutuskan hubungan mereka. Naruto tidak mencintainya..

.

.

Sasuke menuntun ayahnya memasuki kamar Fugaku. Setelah menidurkan Fugaku diatas tempat tidur sambil berkata,

"Otou-san beristirahat saja dulu, aku berada diluar jika kau memelurkan sesuatu." ujar Sasuke kepada ayahnya. Fugaku menudukkan dirinya diatas kasur sambil berkata,

"Sasuke, tunggu dulu." perintah Fugaku.

Sasuke menuruti perintah ayahnya kemudian berdiri dihadapan ayahnya.

"Apa kau sudah bertemu dengan Hinata-chan,?" Fugaku melihat Sasuke menunggu segera menjawab pertanyaanya. Sasuke terkejut baru menyadari bahwa ia belum mengatakan kepada ayahnya untuk membatali perjodohan ini.

"Bagaimana,? Apa kau sudah berbicara dengannya.?" tanya Fugaku lagi, setelah menunggu lama anaknya mnejawab pertanyaannya.

Sasuke tidak dapat membela diri, setelah jantung Fugaku melemah 2 hari yang lalu, membuat Sasuke tidak dapat menjelaskan apa-apa kepada Fugaku.

"Jika kau tidak menikahi Hinata-chan. Maka jangan harap kau akan mendapatkan semua warisanku. Walaupun kakakmu Itachi sudah meninggalkan kita, aku akan memberi dia sebagian dari hartaku yang ada dan memintanya mengelola perusahaan sebagai tanda maaf dengan semua yang telah terjadi, dan selebih harta itu akan ku sumbangkan kepanti asuhan. Sedangkan untuk mu tidak akan ku berikan sepersen apapun jika kau tidak menikah dengan Hinata-chan. Jika kau menikahinya maka kau akan menjadi pewarisan semua hartaku, tapi sedikit dari hartaku, aku tetap memberikannya kepada Itachi untuk membantu biaya hidupnya beserta keluarganya. Apa kau mengerti Sasuke.? Jadi aku pinta kepadamu, besok bagaimanapun juga, bawa Hinata kemari menemuiku."

Perintah Fugaku,membuat Sasuke tak percaya sama sekali,

'Apa yang harus ia lakukan,?' ujarnya dalam hati.

.

.

.

.

Hinata yang baru saja pulang kerumah pagi-pagi sekali, bingung saat melihat sebuah mobil sedan potih terpakir didepan rumahnya dengan bagasi yang sudah terbuka. Dilihatnya seseorang pemuda beserta ayahnya keluar dari halaman sambil membawa kopor. Hinata yang terkejut dengan semua yang terjadi cepat-cepat berlari kearah ayahnya dan pemda itu berada.

"Ayah, apa yang terjadi.?" tanya Hinata saat melihat ayahnya berdiri melihat seorang pemuda yang sedang memasukkan kopor milikya kedalam mobil pemuda itu.

Sasuke membelakangi tubuhnya, kemudian melihat kearah suara, dihadapannya saat ini sudah berada seorang gadis berponi rata hampir menutupi matanya lavendernya. Gadis itu terkejut saat melihat pemuda dihadapannya, sambil berkata,

"Ka.. Kau. Apa yang kau lakukan disini.?"

#. To Be Continue.#

Hehehehehehe akhirnya selese juga chap 2.

Cuman ngasih to bocoran buat besok,

Hinata berkunjung kekediaman keluarga Sasuke, untuk bertemu dengan ayah Sasuke.

Sasuke memohon-mohon agar Hinata mau menikah denganya.

Akhirnya Hinata menyetujuinya, kemudian mereka membuat surat perjanjian pernikahan bersama.

Yang mana salah satu isi surat perjanjian tersebut, Sasuke harus menuruti keinginan Hinata.

Hinata dan Sasuke menikah, Hinata menjalankan semua perjanjian yang dibuat oleh Sasuke begitu pula sebaliknya Sasuke melaksanakan semua perjanjiannya dengan Hinata.

Sakura mengetahui pernikahan Sasuke dan Hinata, kemudian tidak menerimanya, apa yang akan dilakukan Sakura.?

( Ieh,,, dah pasaran banget ya ceritanya.. Ckckck )

Tunggu aja chap 3 nya, aku bakalan update cepat asalakan reviewnya banyak. Hahahahaha o.

Special thanks to :

ComplicateGirl: yang udah mau membagi sedikit inspirasinya buat aku.

Syang kamu dah .. wkwkwwk :P

jngn lupa review ya syang.. wkwkwwk o

Kimidori hana: cinggu gmna chap ke 2 ku, tambah ancur mungkin ea? Typo dimana.2 . ahhahahaha _.

jangan lupa review . :P

Terimakasih buat para reader yang udah berkenan diri untuk mereview dan ngebacain di fic sebelumnya..,

uchihyuu nagisa (makasih. ^_^, Sasuke g' terlalu cinta ma Sakura tapi.., ya gitu deh.. #aku juga g' ngerti.. Hahaha o).

arigatou (makasih.. Ned ah update,, jangan lupa review ya? o).

keiKo-buu89 (makasiiih.., ne dah update jangan lupa review lagi ya? Hehehehe _).

Haru3173 (Serem gimana? Ea makasih.. Ne dah update. ^o^).

Hizuka Miryuki (makasih.. Ne dah update.. ).

dinda adsari ( makasih sarannya.. ya ne dah update ^^).

ALL'S

Jangan lupa ngeriview law baca ya.? o

MAKASIIIIIIIIIIIIIH.! ^_^

R

E

V

I

E

W