sudah ku bilang kan, aku muncul lagi.. hahahhaa..
nggak kapok-kapoknya, habisnya gimana, mau nggak mau, ini 5 chapter sekali publish, author nggak suka nunggu, lebih nggak suka buat orang nunggu, makanya meskipun nggak ada yang penasaran author tetep buat fict gaje ini.. yah minimal 5 chapter lumayan lah, kali aja dapat repon bagus. yosh ini dia..
happy reading_
Bukti cintaku, Bukti penghianatan dimatamu
by hime kirika
disclaimer : you-know-who alias masashi kishimoto-sensei
Pairing : siapa aja boleh.. hahahah :p
warning : gaje, alur kecepetan, dan silahkan nilai sendiri ^_^
Salah! Benar-benar langkah yang salah membiarkan itachi-nii memberi tau kaa-san dan tou-san,, kau tau apa yang ku dapatkan? Tentu saja kemarahan. Dan disinilah kami kedua belah pihak keluarga berada, di mansion uchiha, bahkan sasori-nii kembali dari suna setelah mendengar hal ini, jangan heran, sasori-nii dan itachi-nii teman sepermainan dalam akatsuki.
"jadi bisakah kau jelaskan pada kami nona muda..?" kata kaa-san tajam yang berusaha menahan amarah. Aku tau kaa-san sedih, tapi aku lebih tau kaa-san tidak suka ketika mendengar yang merebut hidupku adalah seorang uchiha, bagaimanapun haruno dan uchiha itu saingan.
"su-sudah aku jelaskan kaa-san, aku mengandung.. anak sasuke"
Hhh,, hanya helaan nafas yang terdengar di ruangan ini dan sasori-nii yang merangkulku, seolah memberikanku kekuatan, aku juga bukannya tak tau bahwa sejak kembali ke konoha sasori-nii ingin menghajar sasuke namun ku tahan karena hanya akan memperkeruh suasana yang awalnya memang sudah keruh
"jadi, kau menyodorkan anak gadismu untuk merayu anakku, ne mebuki?"
Kata mikoto baa-san memandang ibuku penuh rasa hina, beralih pandang padaku, aku merasa seolah dunia hancur menimpaku, malu.. adakah yang lebih dari kata malu? Hanya menunduk dan menahan isakan yang ku lakukan, sembari mengencangkan eratan tanganku pada genggaman sasori-nii yang seolah mengerti keadaanku.
"mohon jaga ucapan anda nyonya, segala tata krama dan keanggungan haruno tentulah anda adalah orang yang paling mengetahuinya, namun kebiadaban uchiha, siapa yang akan menyangka, bukankah jika salah seharusnya anda bertanggung jawab? Jangan mencari-cari kelemahan orang lain untuk menutupi kesalahan putra bungsu anda" kata sasori-nii datar, sangat datar.. penuh amarah yang tertahan
"sasori, lebih sopanlah pada ibuku" bentak itachi-nii.
Aku masih saja menunduk, sementara kedua kepala keluarga masih saja diam membisu, namun ku akui atmosfer di ruangan ini begitu membunuh.
"ehem. Baiklah, jadi sasuke, benar kau yang melakukannya?"
Mikoto-baa-san bertanya pada sasuke, aku yang sedari tadi menunduk segera melayangkan pandangan pada sasuke
"aku memang pernah melakukannya, hanya sekali. Tapi kau yakin sakura anak itu milikku?"
Tes.. satu, dua, tiga, ribuan tetes air mata membasahi wajahku, dia bilang apa? Kami-sama benarkah hatinya terbuat dari es? Pandanganku mengabur saat air mata begitu membanjiri wajah dan mataku, tak lagi kurasakan genggaman erat hangat milik sasori-nii sebelum ku tersadar bahwa sasori-nii tengah menghajar sasuke.
BUG.. BUG..BUG..
3 pukulan telak mengenai wajah, dan perut sasuke, hadiah dari sasori-nii, sebelum itachi-nii menghentikannya. Ibuku histeris, mikoto baa-san juga ikut berteriak kencang, fugaku jii-san memandang tidak suka, sedangkan tou-san memandang puas..
"apa yang anakmu lakukan pada anakku mebuki? Kalian ini benar-benar tidak punya tata krama"
"jangan seenaknya menghardik mikoto, anakku tidak akan begitu jika anakmu tidak keterlaluan"
"Hentikan!" ucap kedua kepala keluarga bersamaan, sementara aku tengah menahan isakan kecil yang gagal ku tahan aku mulai memberaanikan diri
"apa maksudmu sasuke?" kataku padanya
"hn, kita memang sepasang kekasih, akupun tau aku kalut melakukannya padamu, tapi meyakini anak di rahimmu adalah anakku itu sulit, bukankah kau lebih sering terlihat bersama gaara?"
Katanya padaku tak berperasaan, sasori-nii akan menghajar sasuke lagi jika saja itachi-nii tak menghalaunya.
"ha, ha, hhahahhahahahahahahhaha, bodoh"
Aku malah tertawa, aku tidak mengerti, berharap dengan tertawa rasa sakit dan sesak di hatiku menghilang dan meluap, ku tatap satu persatu wajah yang hadir di ruangan ini, air mataku tak juga mau berhenti, aku mulai berfikir mungkin kelenjar air mataku rusak, hingga air asin itu begitu derasnya membasahi pipiku
"KAU PIKIR AKU WANITA APA SIALAN! KAU MEMPERKOSAKU! KAU MENAMPARKU! KAU MENYAKITIKU! ANAK INI MILIKMU! SIAPA LAGI YANG AKAN BERLAKU KURANG AJAR PADAKU JIKA BUKAN KAU!? HA? KAU BISA JAWAB? UCHIHA SIALAN!"
Aku berkata dengan satu tarikan nafas, aku tak peduli jika kata-kataku begitu kasar, sikap brutalku benar-benar keluar, aku sudah tak tahan lagi terlalu sakit rasa ini. Sesaat ku lihat semua orang tercengang, kemudian sasori-nii menunduk dengan kepalan tangan yang bergetar..
tou-san dengan wajah kecewa, kaa-san memalingkan wajah menahan malu, itachi-nii lebih memilih memandang lantai, fugaku jii-san dengann wajahh datar mengeras menatap sasuke, mikoto baa-san dengan tatapan sendu memandang lantai dan sasuke yang masih datar. Kemudian ku tersenyum bersama air mata kesakitan itu.
"ne, kaa-san, bukankah ini memalukan? Maaf kaa-san sakura tak lebih dari aib, sakura selalu berharap bisa menjadi wanita kuat seperti kaa-san walaupun setiap harinya sakura harus memandang foto kaa-san agar tak lupa wajah kaa-san, karena kaa-san jarang pulang" kataku, mulai menunduk dengan perlahan isakan yang ku tahan pecah seketika itu.
"tou-san, maaf mengecewakanmu, sakura tidak bisa menjadi anak yang membanggakan untuk tou-san, padahal sakura yakin secuek-cueknya tou-san kasih sayang untuk sakura pasti selalu ada di dasar hati tou-san"
Kemudian beralih ke anggota uchiha
"maaf, tuan dan nyonya uchiha, saya hanya mencintai putra anda, tanpa tau ternyata saya jatuh terlalu cepat, mungkin karena kami sama-sama kekurangan kasih sayang dari orang tua kami yang lebih menyayangi harta, makanya kami dapat bersama, itupun bukan salah saya, saya tak pernah menginginkannya sebelum waktunya dan dengan cara terhormat, namun putra anda yang saya sayangi mengambil paksa kehidupan saya, jika tamparan yang ia berikan masih berbekas hingga saat ini, maka luka itu akan selalu berbekas selamanya di belakang nama haruno"
Kataku dengan wajah yang benar-benar hancur, dan masih dengan isakan kecil yang susah payah ku tahan agar tak semakin meledak
"sasuke, kau tidak mau bertanggung jawab itu urusanmu, aku tak pernah mengatakan kebohongan padamu secuilpun sejak aku mengenalmu hingga hari ini, aku yakin sekeras apapun aku meyakinkanmu aku tak dapat mengubah perasangkamu"
Wajah datar itu ku perhatikan, balas memperhatikan wajah terluka milikku sebelum ku lanjutkan
"aku tidak akan lagi meminta pertanggung jawabanmu, hanya hari ini saja aku datang memberi tau kehadiran benih itu di dalam rahimku, silahkan kau menganggap aku pelacur atau apa, tapi aku mau kau berjanji, entah besok atau kapan matamu mulai terbuka akan ketulusan dan kejujuranku, berjanjilah kau tidak akan pernah mencariku dan anak ini, begitu kulangkahkan kakiku keluar dari rumahmu, maka anak ini bukanlah anakmu, meskipun darahnya adalah seorang uchiha, akan aku pastikan darah itu bersih dari kata uchiha"
Sedikit berfikir wajah datar yang sedari tadi melihatku mulai menunduk sedih, namun masih diam saja
"kau diam, ku anggap itu jawaban iya"
Kataku sambil berjalan keluar mansion ini, meninggalkan kaa-san yang mulai terisak kecil, dan tou-san yang memandang fugaku jii-san, sasori-nii segera menyusulku, seolah tau aku butuh sandaran, dia berdiri di sampingku, sebelum aku jauh melangkah aku mendengar suara pembicaraan haruno dan uchiha
"aku tau kita saingan fugaku, tapi putriku tidak pernah berbohong, meski aku jarang ada bersamanya namun aku mendidiknya dengan seksama"
"hn aku tau, tapi aku tidak dapat memaksa anakku, jika ia merasa tidak harus bertanggung jawab, sama seperti kau yang mempercayai putrimu, aku mempercayai putraku"
"baiklah kalau begitu, lupakan saja kejadian ini, anggap tidak pernah terjadi apa-apa antara uchiha dan haruno, aku akan mengurus sakura dan sebisa mungkin sembunyikan hal ini dari publik"
"tentu saja"
Apa yang akan kau lakukan bila kau ada di posisiku? Meskipun sepenuhnya tak salah yang bisa ku lakukan adalah pergi sejauh mungkin, aku meminta sasori-nii untuk menemaniiku ke mobil namun di luar dugaan ia berbalik dan berkata pada sasuke tapat ke mata onyx miliknya
"hari ini kau membuat adiku menangis dan sakit sasuke, namun suatu hari nanti jika kau berdiri di posisi yang sama seperti sakura saat ini, ingatlah bahwa aku yang akan memusnahkanmu saat itu juga, dan untukmu itachi.. aku menyayangkan persahabatan kita yang berakhir malam ini"
Setelah mengatakan ikrar itu, sasori-nii membawaku pulang lebih dulu di banding kaa-san dan tou-san.
Di dalam mobil menuju pulang ke rumah
"maaf nii-san, memberimu hadiah seperti ini setelah kau lama tak pulang ke konoha"
Hiks,, hikss.. aku menangis lagi, sakitku tak juga mau menguap, nii-san mengacak rambutku pelan
"menangislah sakura, hanya malam ini saja, tersenyumlah besok hari, aku akan selalu bersamamu bahkan jika kau di keluarkan dari nama haruno"
"terima kasih nii-san, aku.. aku.."
"sst, aku tau.."
Dan setelah itu nii-san kembali memperhatikan jalan sementara aku bersusah payah menahan isakan perih ini.
Sesampainya di rumah
Di ruang keluarga, kaa-san memelukku, ikut terisak bersamaku
"kaa-san, saku.. hiks saku.. hiks,, tidak, bukan.. saku.. hiks hiks.."
"kaa-san tau sayang, hiks. Maafkan kaa-san, kaa-san yang salah, seharusnya kaa-san lebih menjagamu, seharusnya kaa-san lebih sering menemanimu, untuk masa-masa sulit selama ini kaa-san minta maaf"
"hiks,, maaf.. maaf tou-san" kataku sambil bersimpuh di kaki tou-san yang sedang duduk di sofa, aku benar-benar merasa kotor, dan berslah saat ku lihat tou-san menangis, hatiku sakit.. seharusnya prestasi yang ku berikan, bukan kehancuran bagi mereka, tou-san tiba-tiba memelukku dan menepuk bahuku pelan
"tou-san selalu sibuk kerja, saat hawatir itu singgah di benak tou-san, tou-san selalu berkata putriku akan baik-baik saja, tou-san selalu menganggapmu anak lelaki tou-san karena kau kuat, tak peduli seberapa sepinya dunia ini, kau tak pernah menangis, kau selalu menghubungi kami bahkan hanya sekedar mengingatkan makan, maafkan tou-san, tou-san melupakan satu hal penting bahwa kau adalah seorang putri, tou-san lalai menjagamu sakura, maaf"
Pecah sudah semua isakan yang ku tahan, aku hancur, yang membuatku lebih hancur aku ikut menghancurkan perasaan kaa-san dan tou-san, sasori-nii ikur hancur, semua terbebani karena aku
"maaf, kalian terbebani dan menanggung malu karena saku, saku siap jika saku di coret dari haruno" kataku yang masih terisak
"kau bicara apa sayang? Kau tetaplah haruno, kaa-san akan membantumu merawat anak itu, lagi pula siapa yang sangka kaa-san akan mendapat cucu di usia yang terbilang cukup muda" kata kaa-sanku yang berusaha bercanda, sedikit melirik ke arah tou-san yang ternyata tengah tersenyum tulus padaku
"kau anakku sakura, dan itu tidak akan berubah, namun kau juga jangan melupakan tugas barumu sebagai seorang ibu, tou-san akan memindahkanmu ke suna sementara waktu, minimal hingga anakmu bersekolah, baru kau kembalilah ke konoha, kau akan tinggal bersama sasori" kata ayahku sambil menatap sasori-nii
"hm, aku pastikan kali ini aku akan menjagamu sakura, maaf jika aku tak jadi sosok kakak selama ini"
"tidak apa-apa sasori-nii, mohon bantuannya, sepertinya kau akan kerepotan" kataku yang mulai sedikit tersenyum.
"tidak masalah" katanya sambil memelukku hangat.
TBC~~
sampai jumpa lagi ^_^
