Hosh..hosh..hosh..
author tepar..
hah, akhirnya nyampe juga di chapter 5..
nih author bener-bener gila, padahal ini belum final..
ckckckc, salahkan otak errornya yang mempublish 5 fict sekaligus.. yosh minna happy reading..
Bukti cintaku, Bukti penghianatan dimatamu
by hime kirika
disclaimer : you-know-who alias masashi kishimoto-sensei
Pairing : siapa aja boleh.. hahahah :p
warning : gaje, alur kecepetan, dan silahkan nilai sendiri ^_^
9 bulan telah berlalu semenjak kejadian itu, aku telah tinggal di suna bersama sasori-nii, kaa-san dan tou-san sering mengunjungiku di suna, selama masa kehamilanku aku home schooling, mengingat aku masih siswi junior high school kelas 2, kata tou-san tak ada alasan untuk tidak melanjutkan sekolah, dan semuanya baik-baik saja, aku merawat anak dalam perutku ini, aku bahagia meski tanpa sasuke.
Hal ini telah di ketahui sahabat-sahabatku 6 bulan lalu, terkadang aku tertawa sendiri mengingat mereka segera menyusulku ke suna, dan bisa kau bayangkan cerewetnya ino menasehatiku, berpura-pura tegar pada akhirnya kami menangis bersama, hinata dan ino memelukku, aku berusaha tak menangis namun sia-sia..
sedangkan sai dan naruto menenangkan kekasihnya, naruto sahabat kecilku memandangku penuh iba, dan memelukku, ia berjanji akan menghajar sasuke setelah pulang dari suna waktu itu, aku fikir ia bercanda, namun malamnya ino menelponku, naruto menghajar sasuke, mereka berdua saling menghajar, bahkan hinata yang lembut itu menampar sasuke, ino kembali terisak saat ia menjelaskan pada sasuke
"sebelum kau, aku telah mengenalnya lebih dulu, gadis rapuh yang berpura-pura kuat itu menemukan kebahagiaannya padamu, namun sekali sentak kau menghancurkannya"
Teringat kata-kata ino waktu itu, mau tidak mau membuatku menangis lagi, aku senang sahabatku menyayangiku, bahkan orang selembut hinata bisa dengan berani menampar sasuke, yah, sasuke. Orang itu tidak pernah lagi aku mendengar tentangnya dan aku tidak mau peduli.
Terlanjur sakit semuanya. Aku mengelus perut buncitku yang tinggal menunggu waktu, lahirlah ke dunia nak, dan akan ibu tunjukan kebahagiaan sejati, ibu akan menjagamu dan tidak akan membiarkanmu merasakan kepahitan dunia seperti yang ibu rasakan. Gumamku, sambil masih terus mengelus perutku tiba-tiba perutku sakit, pinggangku menegang
"Sasori-nii,," panggilku padanya
"nii-saaan" masih tak ada jawaban
"NI-SAAAAAAN, aarggggh"
"sakura, kau kenap—ya ampun sakura ketubanmu pecah. Bertahanlah sakura, kita ke rumah sakit sekarang"
Sasori-nii memapahku menuju mobil, segera ia melajukan mobil ke suna hospital, di perjalanan sasori-nii menelpon orang tuaku yang sekarang sedang ada di luar negeri, aku yakin mungkin baru besok mereka sampai.
"bertahan sakura, kau harus kuat"
Sasori-nii terus menyemangatiku yang kini tengah ada di ranjang pasien yang di seret menuju ruangan, dengan seorang dokter yang ku ketahui bernama senju tsunade, dokter yang menangani kehamilanku selama ini.
"tenanglah sasori, dia akan baik-baik saja, sebaiknya kau telpon sahabat sakura, aku rasa sakura akan lebih membutuhkan mereka menggantikan orang tuamu.
Aku tak tau lagi, apa yang terjadi di luar. Yang kulakukan sekarang adalah berjuang.
"aaaaarrgghhh"
"sedikit lagi sakura, dorong"
Nafasku tersengal, aku menarik nafas kuat-kuat dan mendorong lagi sesuai intruksi dokter tsunade
"Lagi, sakura. DORONG!"
sekali,tidak. beberapa kali ku tarik nafas kuat-kuat dan sekali dorong aku mendengar suara tangisan si kecil, suara bidadariku membuatku terkulai lemas dan berlinang air mata
"selamat sakura, anakmu laki-laki"
Tersenyum lirih, aku melihat bayi kecil itu, rambut dan bentuk wajah seperti sasuke, kecuali mata emerald milikku, aku masih menangis dan bersukur, terima kasih kami-sama, sebelum aku merasa mual lagi
"Arggggh"
"sakura, kau kenapa apa yang sakit"
Dokter tsunade bertanya, menggeleng pelan aku berteriak lagi
"AAAAAAAAAgh"
"suster, bawa bayinya, dan persiapkan air hangat, sepertinya sakura akan melahirkan lagi"
kata dokter tsunade dan membuatku tercengang, mungkinkah kembar..? sebelum aku berteriak lagi.
"dorong sakura, lakukan seperti tadi kali ini kau pasti bisa"
"aaaaarrgghhh"
"lagi sakura, DORONG!"
Lagi mengambil tarikan nafas penuh ku dorong sekuat tenaga, beberapa kali sebelum akhirnya ku dengar tangisan panjang. Air mataku tak mau berhenti, bukan karena sakit, meski ku akui aku hampir menyerah karena sakitnya, namun karena satu lagi bidadari kecil yang akan mewarnai hidupku.
"selamat sakura, anakmu perempuan."
Anak-anakku, yang manis, jika anak pertamaku adalah laki-laki yang kedua adalah perempuan, mereka kembar. Selisih 2 menit, bayi laki-lakiku memiliki rambut hitam sekelam malam, wajahnya mirip sasuke, kecuali emeraldnya.
Dan bayi perempuanku seputih porselen, wajahnya yang cantik rambutnya merah muda sepertiku namun matanya onyx sekelam milik sasuke. Terima kasih kami-sama kau hadirkan keindahan tak terduga dalam hidupku.
Aku masih menangis bersyukur, saat dokter tsunade menghampiriku,
"istrahatlah sakura, kau akan melihat malaikatmu nanti. Untuk sekarang kau akan di pindahkan ke kamar VVIP, dan aku akan memberi tau sasori tentang ini."
Aku beristrahat setelahnya. Entah berapa lama aku tertidur, begitu aku membuka mata aku tengah berada di ruangan VVIP, bersama sasori-nii dan sahabat-sahabatku yang menungguiku.
"sakura-chan,, selamat yah, anakmu kembar.." kata naruto memelukku, sebelum sasori-nii menjitak kepala durennya
"sakura belum sembuh baka, kau mau membuhunhya?"
"eh? Hehehe,, gomen sakura-chan" kata naruto salah tingkah, aku hanya terkikik geli menanggapinya
"tapi, kapan kalian sampai ke suna?" tanyaku pada mereka
"baru saja sakura-chan, kami ke sini naik jet pribadinya ino begitu mendengar kabar dari sasori-nii" kata hinata
"pantas saja kalian cepat sekali ada di sini" kataku tersenyum maklum
"jangan fikirkan itu jidat, sekarang kau sudah punya nama untuk mereka?" kata ino menyadarkanku
"aku rasa sakura sudah punya nama ino, jadi kau tidak perlu menyumbangkan nama" kata sai yang secara tidak langsung membeberkan maksud ino, aku hanya terkikik geli dan ino mulai cemberut
"uh, dasar kau tidak peka sai" kata ino yang di tanggapi senyum palsu sai
"Haruno akihira dan Haruno yukihira"
Kataku tersenyum lembut pada sahabatku
"akihira-kun dan yukihira-chan, nama yang bagus sakura" sasoori-nii menanggapi.
"oh iya sasori-nii, kaas-san dan tou-san kapan pulang?"
"sedang di perjalanan sakura, mungkin baru besok pagi sampai"
"oh, hm. Minna kalian akan tidur dimana malam ini?"
Kataku bertanya pada para sahabatku
"kami langsung pulang sakura-chan, tidak apa kan?"
"hm, daijoubu.. lagi pula kalian masih tengah ujian kan?"
"iya, begitulah.. nanti kalau sudah libur kami kemari lagi mengunjungi akihira-kun dan yuki-chan juga kau, jaga kesehatanmu baik-baik yah"
"hm, tentu, terima kasih sudah datang berkunjung"
"tak perlu sungkan sakura-chan" kata hinata lembut.
Sahabat-sahabatku telah pulang, tinggallah aku dan sasori-nii di ruangan ini
"sasori-nii tidak pulang?"
"tidak saku, kalau aku pulang siapa yang akan menemanimu"
"aku bisa sendiri nii-san, lagi pula aku yakin nii-san belum makann kan? Aku takut nanti nii-san malah sakit"
"hm, aku akan cari makan dulu, kau istirahatlah, aku akn ke rumah mengambil beberapa perlengkapan yang kau butuhkan dan kembali lagi, kau tidak apa-apa kan?"
"tidak apa-apa nii-sann"
"baiklah, tidurlah"
Aku menuruti perintah nii-san, aku menutup mataku namun tak benar-benar terridur saat ku dengar langkah kaki nii-san menjauh, aku membuka mataku yang mulai di aliri anak sungai dari pelupuk mataku, sasuke, anak yang tak kau anggap telah kulahirkan di dunia, dan mereka akan ku pastikan tidak akan mengetahui siapa dirimu. Akihira-kun, yukihira-chan, bersabarlah dan kuatlah menjalani hidup bersama kaa-san, aku akan membahagiakan kalian walau tanpa sosok seorang ayah. Itu janjiku untuk kalian!
TBC~~
waw, gak nyangka.. yah whatever lah.. yang penting reviewnya yah, minna..
