Yosh, aku udah update kilat lagi.. kekilatan kilatnya.. ckckck

yup spesial thanks buat reviewers..

MuFylin : Thanks yah dah review, aku masih newbie, n soal pertanyaannmu itu, soalnya aku sering nggak konsen kalau ngetik fiksi itu nggak di rata tengah, dan juga sering banget kemungkinan adanya typo, makanya aku ngetiknya di tengah2.

someone : thanks udah review, kayaknya aku kenal kamu deh *ngelus-ngelus dagu*

Hanazono yuri : benarkah? hehehe, nggak papa baru pengen doank kan.. :p

Clarist : hmm, kalau kayak gitu ketebak banget kan? aku bahkan nggak yakin bakalan happy ending *evil smirk* heheheh,, peace ^_^v ngomong-ngomong aku jadi ngerasa gimana gitu kamu manggilnya senpai, padahal aku masih newbie looh..

Ssang : kyaaaaaa... thank you ^_^ kamu reviewer pertama aku,, n soal rata tengah itu, maaf aku baru tau. maklum aku masih baru, soalnya selama ini aktif sebagai silent reader sedikitnya membuatku agak nggak suka kalau baca fanfict yang nggak di rata tengah, konsentrasiku jadi sering pecah, krena sering ada percakapan yang terlewat ku baca, tapi nih di chap ini aku udah nggak rata tengah lagi kok, makash buat pemberitahuannya.

Yak, ini dia,, happy reading minna-san, kayaknya aku bakalan update kilat kebangetan soalnya aku lagi nggak punya kerjaan.. heheheh


Bukti cintaku, Bukti penghianatan dimatamu

by hime kirika

disclaimer : you-know-who alias masashi kishimoto-sensei

Pairing : siapa aja boleh.. hahahah :p

warning : gaje, alur kecepetan, dan silahkan nilai sendiri ^_^


Setelah persalinanku waktu itu, aku sangat bahagia.. aku hidup berdua dengan sasori-nii, serta kaa-san dan tou-san yang sering datang berkunjung. Sejak kelahiran aki-kun dan yuki-chan kaa-san dan tou-san lebih sering menginap di rumah kami di suna, namun panggilan tugas masih sering datang memisahkan kami. Seperti pagi itu.

"Loh, kaa-san dan tou-san belum berangkat?"

Kataku ketika mendapati tou-san dan kaa-san tengah menggendong aki-kun dan yuki-chan

"hh, kaa-san tidak ingin berangkat saku-chan, kaa-san masih mau sama yuki-chan, seperti menggendongmu dulu, hihhii"

Aku tersenyum simpul melihat kaa-san terkekeh seperti itu, aku senang dengan adanya aki-kun dan yuki-chan kaa-san dan tou-san semakin sering ada di dekatku mengurus anak-anakku.

"sudahlah kaa-san, minggu depan bisa kemari lagi kan? Lagi pula kerjaan di kantor cabang amerika tidak bisa di biarkan begitu saja"

Kata sasori-nii yang sudah bersiap-siap ke kantor, entah sejak kapan sasori-nii ada di ambang pintu kamar ini, aku hanya tersenyum maklum.

"kau lihat saku-chan? Anikimu itu lebih senang mengusir kaa-san sekarang u-uh" kata kaa-san sembari cemberut

"sudahlah mebuki, sasori benar, kita harus segera kembali, minggu depan kita kesini lagi" kata ayah menimpali gerutuan ibu.

"haaah, baiklah.. ya sudah"

Kaa-san menyerahkan yuki-chan padaku, dan tou-san menidurkan aki-kun di ranjang bayi kamar ini, ku antarkan kaa-san, tou-san dan aniki yang memang sudah siap akan ke kantor, sebelum aniki berbalik dan berkata

"Jangan lupa home schoolingmu hari ini saku-chan, belajarlah yang rajin, aku akan pulang sebelum malam"

"ha'i nii-san, wakatta"

Dan sunyilah rumah ini dengan perginya penghuni di dalamnya menjalani rutinitas masing-masing. Aku masih home schooling di samping merawat kedua bayiku.

ino dan hinata sering berkunjung ke suna saat libur, terkadang bersama naruto dan sai, aku sering tertawa mengingat hal itu, entah karena apa aku merasa aki-kun tidak menyukai ino, seperti di sore itu

"aki-kun yang tampan, sini sama ino nee-chan"

Kata ino sambli mengambil alih aki-kun dari gendonganku, sementara hinata yang tersenyum lembut menggendong yuki-chan yang tengah tertidur lelap di gendongannya. Aku menyerahkan aki-kun pada ino

"hati-hati pig, awas kalau kau menyakitinya"

"aku tau jidat, kyaaa, senangnya aku menggendongnya, seperti anak sendiri"

Aku tersenyum hangat mendengar ino mengatakan itu, aku senang aki-kun dan yuki-chan di penuhi kasih sayang yang berlimpah dari orang-orang di sekitarnya, sebelum aku melihat wajah aneh ino dan seketika ino berte—

"Kyaaaaa, sakuraaa... aki-kun, coba lihat"

"bwahahahahha,, salahmu sendiri pig, kau tak pernah kapok sih"

"tapi kan, sakuraaaaa,, ini dress limited edition musim semi-ku"

"hn, sini, aku akan mengganti popoknya dulu, lagi pula aku heran kenapa setiap kau memeluknya popoknya pasti sudah penuh dan selalu tembus"

Yah yang terjadi adalah aki-kun mengompoli ino, hal ini sudah sering terjadi, tapi ino masih tidak kapok juga untuk menggendong aki-kun. Aku tertawa sambil membersihkan popok, sementara hinata mulai memerah menahan tawanya

"hhah, tertawalah hinata, kalau kau tak tertawa kau akan semerah kepiting, tertawalah kalian sepuasnya aku mau mengganti bajuku, dan kau aki-kun, nee-chan tidak mau menggendongmu lagi, huh"

Ino kemudian berlalu sambil memalingkan muka, setelahnya kau dan hinata benar-benar tertawa, hingga yuki-chan menangis kami berhenti dan menenangkannya. Namun ada yang mulai menggangu fikiranku, jika yuki-chan bisa menangis meskipun tidak sering, aku tak pernah mendengar suara tangisan aki-kun kecuali saat ia ku lahirkan. Namun kubuang fikiranku jauh-jauh, dan ternyata fikiran ini kembali mengusikku saat 3 tahun berlalu.

"ka.. ka.. chan"

Ku palingkan kepalaku dari tugas home schooling yang ku kerjakan, melihat yuki-chan yang berumur 3 tahun itu mulai memanggilku, aku memang sering mengajaknya memanggilku begitu, namun tak ku sangka hari ini dia berbicara, sasori-nii yang kebetulan sedang libur dan ada di rumah turut terheran karenanya.

"yuki-chan bilang apa? Coba ulangi lagi..?"

Kataku sambil memeluknya

" , ka..ch.. kaa-chan"

Aku benar-benar bahagia mendengarnya, adakah kebahagiaan lain selain ini..? sasori-nii langsung duduk di sebelahku dan memeluk yuki-chan, mengambil alih yuki dari pelukanku

"hei, anak manis, lalu bagaimana caramu memanggil pamanmu yang tampan ini, hmm?"

Sasori-nii dengan sangat antusias ingin mendengar panggilan yuki untuknya namun—

"kaa-chan?"

"bwahaahhaahhahaha, jangan terlalu terburu-buru nii-san, yuki mungkin baru menghapal kaa-chan saja, iyakan sayang?" kataku kepada nii-san yang cemberut sambil mengambil alih yuki lagi darinya.

"huuh, baiklah, sepertinya kau hanya menyayangi kaa-chan mu, ne yuki-chan?"

Aku menahan tawaku agar tidak pecah melihat nii-san yang cemberut seperti itu, sebelum yuki bersuara lagi

"ni.. ni.."

Kami segera melihat kearahnya, aku tersenyum lembut pada yuki yang kini di pangkuanku tengah menatapku ingin bersuara yang entah apa yang ingin di katakannya

"ni apa sayang..? kau mau bilang sesuatu? Kau mungkin bisa menunjuk saja, supaya kaa-chan mengerti maksudmu"

Saat ku lihat jari telunjuk kanan yuki mulai mengarah pada nii-san kemudian di lanjutkan dengan suara darinya

"ni.. nii-ssa.. nii-san, nii-san"

Aku dan sasori-nii tercengang, bagaimana yuki bisa melakukan itu? Apakah karena dia sering mendengar aku memanggil nii-san?

"wah, kau lihat sakura..? aku yakin yuki-chan sangat pandai, lihat kau menyebutkan nii-san beberapa waktu lalu dan dia bisa segera menirunya"

Kata sasori-nii, aku benar-benar bahagia mendapati anakku mulai bertumbuh, segera ku angkat tinggi-tinggi yuki-chan dan mulai mengajarinya hal lain

"ini, panggil dia ji-san, nii-san itu untuk anikimu, yuki-chan mengerti kan?"

Aku tersenyum padanya kemudian memeluknya erat, dan yang dia lakukan setelahnya adalah memanggilku kaa-chan, dia tidak lagi memanggil sasori-nii dengan sebutan nii-san dan juga belum terbiasa memanggilnya ji-san, maka hal ini membuat sasori-nii semakin cemberut, dan aku tertawa melihat tingkah kekanakannya.

Rupanya saat aku memeluk yuki-chan, aku merasakan tarikan kecil di ujung bajuku, setelah ku lihat aki-kun tengah memandangiku, aku tersenyum dan juga ikut memeluknya, aku berusaha mengajaknya bicara, namun kekhawatiran mulai menjelajahi relung hatiku.

semenjak kejadian itu yuki-chan telah lancar mengatakan beberapa kata bahkan kalimat tak rampung, tapi aki-kun masih belum sama sekali berbicara, di suatu waktu aku mendapatinya jatuh dari sofa saat aku lalai menjaganya, namun ia tak menangis, hanya genangan air mata yang ada di pelupuk matanya, anakku tidak pernah bersuara dan aku semakin resah di buatnya.

3 tahun kemudian anak-anakku telah memasuki usia 6 tahun, yuki-chan sudah sangat cerewet, ku akui mereka anak yang cerdas, yuki-chan selalu mempertanyakan atau menyuarakan keingin tahuannya, namun aki-kun hanya akan berinteraksi dan memberi petunjuk dengan isyarat, aku kalang kabut, ino dan hinata juga hawatir.

Saat ini sasori-nii sedang ada di konoha, perjalanan bisnis yang sudah seminggu ini di jalaninya, sebagai gantinya ino dan hinata datang bersama naruto dan sai menemaniku di sini.

"Kau yakin sakura-chan? Mungkin aki-kun pernah berbicara hanya kau saja yang kurang mendengarkan" kata naruto yang mungkin bermaksud menenangkanku

"aku tidak seburuk itu naruto, aku tau apa yang di lakukan anak-anakku"

Kataku membela diri dan masih memperhatikan aki-kun yang tengah mengajari atau memperlihatkan puzzle mainan kepada yuki-chan, yang sedari tadi bertanya apa ini dan apa itu.

"sa-sakura, mungkin sebaiknya kita periksakan aki-kun dulu" hinata menepuk pundakku dan mengelusnya, berusaha memberi ketenangan, namun nihil aku semakin khawatir.

Bukannya aku tidak pernah mencoba membawa aki-kun ke dokter sudah ribuan kali ku lakukan bahkan hingga ke luar negeri saat umurnya masih di bawah 6 tahun namun jawaban semua dokter sama saja, aki-kun baik-baik saja.

"percuma hinata, selama ini kita sudah melakukannya kan?" kata ino yang juga tampak khawatir.

"apa aki-kun tidak bisu..?"

Ku layangkan pandangan tidak suka pada si penanya—sai—yang balas memandangku dengan tersenyum palsu. Segera aku menghampiri anak-anakku yang tengah bermain, khawatir ini sudah menjalar sejak ia berumur 3 tahun, aku tak bisa membendungnya lagi, tanpa sadar aku menangis dan memeluk aki-kun, yuki-chan yang kaget mendapatiku terisak ikut menangis sejadi-jadinya

"huwaaaaaa,,, kaa-chan kenapa? Hiks hiks,, kaa-chan" yuki-chan menangis sejadi-jadinya ino dan hinata datang untuk menenangkannya, aku menatap kedua bola mata anak sulungku, masih dengan air mata aku mengusap kepalanya penuh sayang, bergelut pertanyaan dalam hati.

'benarkah nak kau bisu? benarkah itu? Benarkah anak kaa-chan tidak bisa bersuara,? Kaa-chan berjanji memberi kebahagiaan saat kelahiranmu, namun jika baru segini yang kau dapatkan adalah kesengsaraan, bagaimana kaa-chan bisa membahagiakanmu? Tak apa nak, aku akan melindungimu dari dunia, meski apapun yang terjadi padamu aku akan tetap menyayangimu'

Aku memeluknya lagi, lebih kenncang, air mataku lebih banyak mengalir aku terisak memeluknya, sebelum ku rasakan tangan mungilnya mendorong bahuku pelan, aku menatap wajahnya, kemudian dia mengusap air mataku, yang membuatku terbelalak

"kaa-chan, aku tak suka kaa-chan menangis"

Tangisanku pecah ketika itu, kami-sama, anakku baik-baik saja, aku memeluknya semakin erat.

"kau bicara nak? Kenapa selama ini diam? Kau marah pada kaa-chan?" kataku masih memeluknya

"aku tidak marah kaa-chan, aku hanya tidak mau cerewet seperti yuki-chan"

Katanya sambil memelukku. Membuatku tersenyum perasaan hangat seketika menjalari tubuhku, sebelum yuki-chan ikut memelukku dan gadis kecil itu berkata

"kauu bukannya tidak mau cerewet tapi kau tidak pandai bersisolisasi aniki"

"hn, bersosialisasi yuki-chan"

"bwahahahahaahah" kami tertawa setelahnya mendengar kedua bocah berumur 6 tahun yang sangat pandai, dan terlebih aku merasa lega mereka baik-baik saja.

"jangan diam lagi aki-kun, kaa-chan tidak suka"

"hn, asal kaa-chan tidak menangis lagi"

"hm"

Kedua bocah ini kemudian memelukku,aku kembali memeluk mereka, dengan senyuman dan canda tawa setelahnya, ino, hinata, naruto, dan sai kemudian menemani kedua malaikatku bermain. Aku merasa terlengkapi, meski sebenarnya ada bagian yang kosong, tapi selama senyum itu terukir di bibir mereka, aku akan tetap tersenyum bersama kebahagiaan kedua malaikat kecilku.


TBC~~

akhir kata, arigatou gozaimasu, tetep review yaah minna-san..