Yosh, hai minna, aku dah update lagi.. thanks buat para reviewer

Cherry-can : thanks yah, nih dah update lagi

Sasusaku loverszsz : nih udah chap 7 malah.. heheh

Nn : thanks

lanjut aja deh, happy reading!


Bukti cintaku, Bukti penghianatan dimatamu

by hime kirika

disclaimer : you-know-who alias masashi kishimoto-sensei

Pairing : siapa aja boleh.. hahahah :p

warning : gaje, alur kecepetan, dan silahkan nilai sendiri ^_^


...

Hari-hariku berjalan bahagia setelahnya, aki dan yuki bertumbuh sangat pesat, maksudkuu bukan fisiknya, fisik mereka bertumbuh sejalan dengan usia mereka namun kecerdasan mereka sering kali membuatku tercengang, tentu saja aku, kaa-san, tou-san dan nii-san sering mengontrol kecerdasan itu agar tidak di gunakan untuk hal yang tidak-tidak.

Aku dan kaa-san sering menasehati yuki tentang apapun yang boleh dan tidak boleh untuk seorang wanita, sedangkan nii-san dan tou-san lebih andil dalam menasehati akihira-kun sebagai seorang pria, tanggung jawab dan segala sesuatu di dalamnya.

Meskipun begitu aku selalu menasehati keduanya saat aku hanya bersama mereka di rumah. Waktu terus berlalu. Aku telah pindah ke konoha karena aku harus kuliah dan akihira juga yukihira mulai bersekolah.

Sejujurnya aku takut kembali ke tempat ini, tempat yang paling aku hindari di dunia, tapi kata hinata konoha adalah tempatku pulang, dan aku tidak mau jadi orang asing di dunia hanya karena tidak ada tempat bagiku untuk pulang.

Beberapa waktu berlalu, aku telah menuntaskan kuliah dan telah menjadi salah seorang dokter di rumah sakit konoha. Akihira-kun dan yukihira-chan tengah berumur 14 tahun. Umur yang sama saat aku mengandung mereka dulu.

Bisa kau bayangkan betapa mudanya aku? Orang-orang tidak akan percaya jika kami adalah anak dan ibu, apalagi status aki dan yuki yang cukup membuat mereka yakin bahwa aku dan anak-anakku adalah seorang haruno yang berarti kalau aki dan yuki bukan adikku maka berarti mereka adalah sepupuku.

Hal ini agaknya membuat yuki sering menjahiliku, saat seorang teman yang diam-diam menyukaiku, teman semasa kampus dulu sering datang berkunjung,, jika teman itu datang yuki akan memanggilku berbeda seperti hari itu.

"Kaa-chan, ada tamu"

kata aki dengan wajah datarnya, hh.. aku lupa betapa miripnya anak ini dengan sasuke, namun kata-katanya masih lembut jika memanggilku.

Aku tersenyum dan berdiri meninggalkan ruang keluarga menuju ruang tamu, mempersilahkan tamu itu masuk dan duduk. Tamu ini teman yang ku ceritakan, teman semasa kampus, temanku sepupu hinata. Hyuuga neji.

"silahkan duduk neji.."

mengangguk sekilas kemudian dia duduk. Aku melihat yuki tengah tergesa-gesa berlari ke kamarnya dari arah pintu masuk

"ekhem" aku berdehem untuk ketidak sopanan yuki mengingat sedang ada tamu

"eh? Ehehe,, maaf, ada tamu yaa? Kaa- eh nee-san?"

Memutar mata jengah, anak satu ini selalu memanggilku nee-san kalau sedang ada teman-temanku.

"mau kemana kau yuki-chan,? Kaa-chan sedang ada tamu tidak sopan melengos pergi begitu saja, ayo beri salam"

"maaf kaa-chan, aku kan hanya bercanda" katanya dengan wajah cemberut

"selamat siang paman, haruno yukihira desu, yoroshiku" kata yuki sambil membungkuk rendah

"hn, selamat siang yuki, aku hyuuga neji. Salam kenal"

Ku lihat dia tersenyum memandangi neji, sebelum akhirnya dia memandangiku, kemudian neji lagi, kemudian ia tersenyum entah apa artinya, aku hanya mengerutkan kening melihat perilaku aneh anak ini, tapi neji, ku lihat semburat tipis merah muda samar menghiasi wajahnya. Dan barulah aku mengerti pemikiran gadis remajaku ini.

"hei, hei, mau sampai kapan di situ?"

"akh, iya, kaa-chan, aniki ada di rumah? Dia tidak keluyuran lagi sama temen-temennya kan?"

"hn, kenapa memangnya?"

"aku mau pinjam, buat menemaniku ke mall, salon, dll"

Aku tersenyum menanggapi gadis remajaku ini, dia memang lebih manja kepada nii-sannya, dari padaku

"hn aku tidak mau"

Ku layangkan pandangan ke arah aki-kun yang sedang membawa minuman untuk tamu. Sebelum yuki cemberut dan duduk di sampingku

"kaa-chan, nii-san jahat yah? Masa aku harus sendiri sih"

Kata yuki sambil merengek padaku, sedangkan aki? Dia menatap yuki datar

"kau pemegang sabuk hitam tae kwon do, kau level 4 juudo, kau menguasai kendo, bahkan kau ikut ekskul memanah, apa lagi yang kurang? Lagi pula kau sangat dingin di sekolah hanya pada kaa-san saja kau jadi manja yuki"

Yah iitu benar. Anak-anakku memang menguasai bela diri tak hanya satu, aku mendukungnya agar yuki juga bisa menjaga diri. Namun tak ku pungkiri, yuki memang sangat senang kalau hang out bersama aniki-nya.

"hei, hei, kalian ini tidak sopan sekali bertengkar dan merengek di depan tamu kaa-chan" aku melirik neji yang sedang tersenyum maklum.

"aki-kun, temani saja adikmu, sekalian belikan persediaan dapur, kita kehabisan. Dan kau yuki, jangan membuat anikimu kesusahan lagi, kau mngerti?"

"yey, yuki sayang kaa-chan" kata yuki memelukku seraya berdiri. Sebelum ku lihat ia tengah menyeringai pada aki-kun, segera mengamit lengannya dan menarik aki yang setengah minat mengikuti yuki, dasar.

"anak-anakmu lucu, bukankah menyenangkan? Seperti sedang berbincang bersama adik-adikmu"

neji menanggapi senyum maklumku, yah bukan rahasia, semua temanku tau aku sudah memiliki anak, aku tidak mau menyembunyikan identitas mereka, meskipun terkadang yuki sering memanggilku dengan sebutan onee-san, maka aki akan terang-terangan memanggilku kaa-chan.

Aku sering tersenyum sendiri mengingat kelakukan aki jika ada lelaki yang mendekatiku, pengecualian neji karena neji adalah sepupu sahabatku, yang sudah dianggap paman dan bibi oleh kedua anakku.

"yah, hidup serasa lebih berwarna. Makanya kau segeralah menikah" kataku sedikit bergurau.

"hanya belum menemukan gadis yang tepat" katanya tersenyum.

Aku mengalihkan pandangan ke luar rumah dimana aki dan yuki baru saja keluar gerbang dengan mobil aki, memandang awan yang sedari tadi cerah berubah menjadi mendung, seketika perasaanku di liputi rasa cemas, aku tidak tau karena apa, tapi fikiranku melayang pada anak-anakku setelahnya. Sebelum aku tau sesuatu akan terjadi, sesuatu yang menggunting jahitan luka lama di hatiku.


Di supermarket

"kauu bilang ingin ke mall kenapa kau kesini yuki?"

tanya aki pada saudari kembarnya yang asik tengah memilih-milih tomat. Mungkin aku lupa bercerita, seperti sasuke, ke dua anakku sangat suka tomat. Yah setidaknya aku bersukur kami belum bertemu sasuke, sejak kepindahan kami ke konoha.

"nii-san bagaimana sih, persediaan di rumah kan habis, sudahlah nii-san, ini aku beli juga karena kapasitas makan tomatmu lebih banyak di banding aku" kata yuki tanpa menatap lawan bicaranya, masih sibuk memilih tomat.

BRUK!.

"aaaagh"

terdengar suara seorang wanita setelah bunyi berdebruk tadi, yuki dan aki segera lari menghampiri wanita itu, yuki membantunya berdiri dan aki memungut belanjaan milik wanita tersebut

"anda tidak apa-apa ba-san?" tanya yuki pada wanita itu.

Wanita itu sedikit terbelalak saat melihat yuki, sebelum yuki menyadarkannya dari lamunannya.

"anda baik-baik saja ba-san?" tanya yuki lagi

"ya, aku baik, siapa namamu nak?"

"aku, yukihira, dan oh ya ini aniki namanya akihira"

Kata yuki memperkenalkan aki, dan aki membungkuk hormat kearah wanita itu.

"kalian kembar?" kata wanita itu lagi

"yah, kami kembar. Meskipun aku lebih cantik di banding kakakku" kata yuki sekedar bercanda

"tch, tentu saja, aku ini pria kalau kau lupa" kata aki yang memandang jengah pada yuki yang membalasnya dengan senyuman dingin yang membuat beberapa anak muda berlalu lalang sekitar tempat itu merona. Bukan hanya bagi pria yang melihat senyuman yuki, tapi juga remaja wanita yang menyaksikan wajah tampan aki.

"kaa-san..! kaa-san tidak apa-apa?" tanya seorang laki-laki dengan wajah cemas menghampiri wanita itu

"aku, tidak apa-apa itachi, untung ada yuki-chan dan aki-kun yang membantuku"

Kata wanita itu lagi. Yah wanita itu adalah uchiha mikoto bersama uchiha itachi yang merupakan nenek dan paman kedua anakku, keluarga yang tak pernah mereka miliki secara utuh.

"ano, arigatou telah membantu kaa-san, ehm yuki-chan dan aki-kun, aku uchiha itachi, dan ini ibuku, uchiha mikoto"

"salam kenal" kata yuki membungkuk sementara aki membungkuk tanpa suara

" ano, mungkin perasaanku saja, tapi aku seperti pernah melihatmu sebelumnya, apa kita pernah bertemu?" kata itachi bertanya pada yuki.

"em, mungkin perasaan anda saja, aku masih baru di konoha, dan kemana-mana selalu bersama nii-san, jadi kalau anda pernah melihatku mungkin anda juga pernah melihat nii-san, tapi aku tidak yakin pernah bertemu anda sebelumnya"

Kata yuki menjelaskan.

"akh mungkin perasaanku saja"

"bagaimana kalau kalian ikut kami? Sekedar makan malam ucapan terima kasih"

"akh tidak usah ba-san, merepotkan"

Kata yuki menolak, dan menengok ke arah aki yang sedari tadi diam saja, sekian lama menoleh aki hanya mengendikan bahu pertanda terserah.

"ayolah, ibuku ingin berterima kasih pada kalian, lagipula hujan sudah mulai turun mungkin kita bisa makan sop buatan kaa-san, ku jamin kalian tak menyesal mencicipi makanan buatan kaa-san"

"hm, baiklah" yuki menjawab cepat, mendapatkan pandangan tak suka dari nii-san nya, dan di balas pandangan jengah—tadi kau bilang terserah—oleh yuki.


TBC~~

bye minna, sampai jumpa di chap selanjutnyaa..