Happy reading!


Bukti cintaku, Bukti penghianatan dimatamu

by hime kirika

disclaimer : you-know-who alias masashi kishimoto-sensei

Pairing : siapa aja boleh.. hahahah :p

warning : gaje, alur kecepetan, dan silahkan nilai sendiri ^_^


Setelah bertemu di supermarket itu, yuki dan aki menuju mansion uchiha mengikuti mobil uchiha itachi dan mikoto yang melaju di depan mereka.

"kalau kaa-san tau, kaa-san akan marah yuki"

"tidak apa-apa nii-san, lagian kaa-san tau kalau aku sudah belanja pasti akan lama, nah sebelum kaa-san curiga kita akan pulang"

"hn, aku tak suka idemu"

"ish, lagian hanya menghormati ajakan, kakek selalu bilang kan, menghormati ajakan jamuan itu adalah hal yang penting bagi seorang pebisnis. Nii-san seperti tidak tau saja, kita berdua ini calon penerus haruno."

"hn, lalu kenapa tidak kau perkenalkan kau sebagai seorang haruno tadi"

"akh, benar. Aku lupa, lagipula apa yang penting dari itu, kelihatannya mereka berlatar belakang sama dengan kita, jadi aku tidak perlu seformal itu, lagi pula aku masih siswi junior high nii-san, bukan ibu-ibu pejabat"

"hn terserah kau saja."

Suatu keputusan yuki yang sangat ku sesali, sesampainya mereka di mansion uchiha, hujan deras turun dengan dahsyatnya, bahkan di ramalkan akan terjadi badai.

Kedua anakku terjebak di rumah itu, di mansion sebuah keluarga yang seharusnya bediri di sisi seberang mereka, sebuah keluarga yang tidak pernah ku ceritakan keberadaanya.

Yuki pernah bertanya padaku sewaktu usianya 8 tahun mengenai ayahnya. Namun saat itu aki memarahi yuki hingga yuki menangis, saat ku tanya apa alasan aki memarahi adiiknya aki menjawab

"tak perlu di cari sesuatu yang tak ada, agar aku, yuki dan kaa-san telah terbiasa dengan ketiadaannya, jika ia hadir dan kemudian menghilang begitu saja, maka aku tak sanggup harus melihat air mata kaa-san dan yuki lagi dari orang yg sama"

Sebuah jawaban mencengangkan dari anak berusia 8 tahun, aku tau dia anakku, aku tau dia sangat cerdas, meskipunn ia berusia 8 tahun, namun kasih sayangnya padaku dan adiknya melebihi kasih sayang seseorang yang pernah ku sayangi, bisa aku tau dia menjadi sosok pelindung bagi aku dan yuki, meskipun matanya begitu dingin dan awas ketika orang asing mendekati kami. namun mata itu akan melembut ketika menatap kami.

Dia tidak pernah bertanya, dia diam saja, ketika aku akan menjelaskan sosok yang tak pernah hadir untuknya ia menggelengkan kepala dan mengecup pipiku seraya memelukku, anak itu lebih tegar bahkan dibanding aku, ibunya. Namun seberapa kuat aku mencoba takdirlah yang akhirnya menuntun pertemuan mereka, anak kembarku kepada sang ayah, sosok asing yang dirindukan yuki, sosok asing yang di benci aki.


"Fugaku, aku pulang"

Seru mikoto sesampainya di rumah, tengah di dapati sang suami-fugaku-tengah duduk di ruang keluarga menatap layar TV di depannya, mikoto terus berlalu kedapur, sedangkan itachi menuntut yuki dan aki masuk ke dalam rumah megah ini.

"tou-san, perkenalkan ini yukihira dan akihira, mereka menolong kaa-san tadi di supermarket"

"lalu apa yang kau lakukan? Bukankah kau yang seharusnya menolong kaa-sanmu?"

"eh ehehehe"

Pertengkaran kecil itu segera di akhiri oleh yuki yang memberi salam hormat di ikuti aki, kemudian fugaku mengundang mereka duduk di sofa sebelah kiri dari sofa yang diduduki fugaku. Aki melakukannya namun yuki menjawab dengan senyuman

"bolehkan aku membantu ba-san saja di dapur?"

"tentu saja, mari aku antar ke dapur" kata itachi menuntun yuki ke arah dapur.

Aki dan fugaku yang masih menonton TV diam saja, karena memang keduanya memiliki sifat yang hampir sama. Sebuah berita internasional menayangkan beberapa mantel musim dingin terbaru

"ck, terlalu pasaran" fugaku menanggapi berita tersebut

"mungkin tidak akan terlalu pasaran kalau sedikit di buat berbeda" aki menimpali.

"makdsudmu?" tanya fugaku lagi

"maksud saya, mantel musim dingin selama ini yang di pasarkan hanya berupa mantel saja, secara umum semuanya terlihat hampir sama, seandainya ada yang mencoba membuat mantel yang tidak sekedar menghangatkan tapi juga bisa di pakai untuk bergaya, terlebih bagi kaula muda. Atau mungkin mantel multi fungsi, selain dapat di gunakan sebagai mantel juga dapat di pakai sebagai jas atau mungkin baju biasa di saat hari tidak terlalu dingin sebagai contoh seperti musim gugur ini"

Fugaku tersenyum mendengar masukan dari aki yang panjang lebar ia jelaskan, yah, aki memang punya ketertarikan di bidang bisnis untuk itu ia bisa menjadi cerewet kalau sudah menyangkut bisnis.

"hn, kau senang berbisnis?" tanya fugaku

"sedikit tertarik ketika melihat kaa-san dan ji-san tengah membicarakan bisnis, terlebih dalam bidang fashion"

"hn, aku bisa tau betapa bangganya kaa-sanmu padamu"

"hn, anda terlalu memuji"

Entah sejak kapan kedua orang ini akrab satu sama lain, mengingat aki yang sangat tidak bisa bersosialisasi tanpa bantuan yuki, dan fugaku yang memang bersifat dingin. Rupanya percakapan ini di dengar oleh anak bungsu yang baru kembali entah dari mana

"tou-san, dimana kaa-san?" tanya anak bungsu ini atau ku sebut saja sasuke

"ada di dapur, oh iya, kenalkan ini aki dan saudarinya ada di dapur membantu kaa-sanmu namanya yuki. Aki, ini anak bungsuku uchiha sasuke"

Aki berdiri tanpa suara membungkuk sedikit kemudian beralih tatap pada fugaku yang juga sudah berdiri menuntun mereka ke arah dapur.

"sudah masak yah? " Tanya itachi yang juga baru memasuki dapur

"sudah, kau sih kelamaan itachi, untung ada yuki, dan yuki sangat cekatan memasak loh" kata mikoto memuji yuki

"heheh, aku belajar dari kaa-san" kata yuki menggaruk kepala sebelum menatap kakaknya

"oh iya, ba-san aku boleh minta tomatnya?" tanya yuki yang mendapat delikan tajam tak suka dari sasuke, aki yang menyadari itu balas melirik sasuke dengan tidak suka

"boleh, tadi ba-san beli banyak, nah itu ada di meja makan. kau suka tomat? . ba-san tidak tau kau suka tomat yuki"

"hn,, lebih tepatnya kami ba-san"

kata yuki mendekat mengambil 2 buah tomat terbesar dan mencucinya, namun gerakan yuki terhenti saat aki yang entah kapan telah berada di sampingnya mengambil tomat di tangannya dan langsung melahapnya. Dan sukses membuat yuki mendelik sangat tak suka.

"kau selalu begitu nii-san, kalau kaa-san tau dia akan memarahimu, makan tomat seenaknya tanpa di cuci, sini kemarikan tomatmu!"

geram yuki yang mengambil tomat yang telah tergigit oleh kakaknya itu, mencucinya kemudian mengangkatnya di depan aki

"aiswasyah bartamal jumkasa" yuki merapalkan mantra dan memberikannya pada aki.

Sementara seseorang di sudut ruangan terbelalak kaget dengan penuh tanda tanya akan identitas kedua orang ini

"bwahahahaha, mantra apa itu yuki-chan?" itachi lah yang pertama tertawa sementara keluarga lain tersenyum simpul kecuali sasuke yang masih tak luput dari wajah kaget dan penasarannya yang hanya di sadari oleh aki.

"eh? Eheheh, aku lupa kita tidak sedang di rumah, itu mantra yang sering di rapalkan kaa-san kalau nii-san sering makan tomat tanpa di cuci dulu, katanya supaya nii-san muntah dan jadi tidak suka tomat" kata yuki menerangkan dan menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal

"hahaha, kaa-sanmu lucu sekali" mikoto menanggapi, saat ini mereka telah menduduki meja makan.

"dan aku yakin kaa-san mereka orang yang pandai dan bertanggung jawab" kata fugaku menimpali kemudian dia berkata lagi

"aku bahkan belum pernah mendengar itachi maupun sasuke memberi masukan tentang bisnis yang mungkin akan di acuhkan orang tapi ternyata aki-kun memahami itu, aku yakin kau pasti belajar"

"tidak, aku hanya sering membantu kaa-san kalau kaa-san sedang bingung dalam dunia fashionnya" jawab aki menimpali.

"kaa-sanmu seorang designer?" tanya itachi

"tidak, lebih tepatnya kaa-san seorang dokter yang merangkap designer, karena di keluarga kami hanya ada paman dan kaa-san jadi bisnis yang berhubungan dengan fashion kaa-san lah yang mengambil alih, kalau bisnis lainnya kakek dan neneklah yang mengambil alih"

"kakek dan nenek kalian pasti masih sangat kuat, buktinya di usia tua masih menjalankan bisnis" kata mikoto tersenyum

"tidak, walau pun kami memanggilnya beegitu, mereka masih seumuran ba-san dan ji-san" kata yuki menjawab sembari tersenyum

"oh, aku juga seorang dokter, kaa-sanmu bekerja di mana?" tanya itachi yang ikut menimpali jawaban tadi

"Konoha hospital" jawab aki dan yuki menimpali

"ayahmu?" kali ini sasuke yang bertanya sejak sedari tadi diam saja

Seketika itu rahang aki mengeras dan yuki menunduk sedih, sebelum akhirnya yuki mengangkat kepala dan tersenyum ceria

"siapa yang butuh ayah jika kami punya ibu sehebat dia?!" kata yuki lagi. Aki hanya tersenyum tipis, sementara uchiha lainnya tengah mengerutkan kening tak mengerti, sebelum akhirnya ponsel yuki berdering dan tertera di ponsel itu sebuah nama yang membuat yuki membelalakan mata lebar

My mom is calling..

"Sial! Aku lupa mengabari kaa-san" kata yuki berpaling melihat aki, dan aki yang masih datar menatap layar ponsel yuki.


TBC~~

see ya..