gomen minna, nggak bisa balas review satu-satu, tapi nih aku dah update sekaligus endingnya, maaf banget kalau endingnya jadi agak gimana gitu, soalnya author lagi bener-bener nggak nemuin ide buat lanjutin, and ada beberapa masalah yang bikinn author jadi nggak mood buat nulis, tapi dari pada hiatus jadi author menamatkkan cerita ini.. heheheh

happy reading


Bukti cintaku, Bukti penghianatan dimatamu

by hime kirika

disclaimer : you-know-who alias masashi kishimoto-sensei

Pairing : siapa aja boleh.. hahahah :p

warning : gaje, alur kecepetan, dan silahkan nilai sendiri ^_^


"moshi-moshi"

"dimana kalian sekarang? Hujan makin deras sayang.. lupakan, kaa-chan akan menjemput kalian, kaa-chan punya firasat anikimu tidak mengisi bahan bakar mobilnya lagi."

"aa, sepertinya begitu kaa-chan,, aku baru saja menyuruh aniki untuk mengecek bahan bakarnya, dan yah tepat seperti firasat kaa-chan, aku fikir tidak akan cukup sampai rumah, baiklah, nanti ku kirimkan alamatnya"

"kalian ada di rumah seseorang.? Kaa-chan fikir kalian sedang di mall"

"iya kaa-chan, panjang ceritanya. Kaa-chan kemari saja, ku kirim alamatnya sekarang. Bye"

Tuuut tuuuut tuuut..

hh.. menghembuskan nafas pelan, aku mulai mencari kunci mobilku. Untung saja aku ingat kebiasaan buruk anak laki-laki ku itu. Entah dari siapa dia mewarisi sifat malasnya itu. Tapi ya sudahlah. Aku merogoh ponsel flip dari saku milikku, ketika ku lihat pesan singkat yang berisi alamat yang lumayan asing bagiku dari yuki. Tak ambil pusing aku segera memacu mobil menuju alamat yang di kirim yuki padaku.

Dimansion uchiha

"ada masalah yuki-chan?" tanya mikoto di sela-sela makannnya

"hn, hanya masalah rutin ba-san, aniki lupa mengisi bensin, jadinya kaa-chan akan kemari" jawab yuki sambil melirik aki yang sama sekali tidak peduli.

"hahahha, kau seperti otouto ku saja, aki-kun" kata itachi-nii yang melirik ke arah sasuke.

"ngomong-ngomong, sasuke-nii kerja dimana? Kalau itachi-nii kan dokter. Kalau sasuke-nii?" tanya yuki memperhatikan sasuke

"jaga bicaramu yuki, yang sopanlah sedikit. Baru bertemu dan kau sudah memanggil uchiha-san begitu" tegur aki pada yuki yang di sambut cemberut oleh yuki.

"bukan masalah aki, toh kami tidak punya adik perempuan, lagi pula kalau di panggil uchiha-san bisa-bisa semuanya menoleh saat di panggil. Benarkan sasuke?" kata itachi-nii lagi

"hn. Aku meneruskan perusahaan ayah. Baka aniki mana becus mengurusi perusahaan" jawab sasuke dengan cueknya

"hei, hei, kau ini, yang hormat sedikit bisa tidak sih? Aku ini anikimu tau" itachi pura-pura cemberut membuat yuki terkikik geli.

"sudahlah, kalian ini tidak ada wibawanya sama sekali" fugaku kini melerai

"oh iya, kaa-chan bilang apa yuki..?" tanya aki tiba-tiba

"kaa-chan akan kemari menjemput kita, takutnya hujan akan segera jadi badai, untung saja kaa-chan hapal kebiasaanmu"

"hn, kalau tak kau paksa juga, aku sudah ada di alam mimpi sekarang"

"huuh, nii-san selalu begitu"

"heheheh,, sudahlah toh kalian sudah di sini. Kalau kalian sudah selesai makan ayo kita ke ruang tamu" ajak mikoto yang memang sedari tadi semua orang di ruang makan ini telah selesai makan. Sembari berjalan ke ruang tamu yuki melihat dekorasi ruangan dan lukisan-lukisan yang terpampang.

"dekorasinya bagus, masih baru ya ba-san?" tanya yuki

"kau tertarik ternyata, yah mansion ini sebenarnya bukan mansion uchiha yang dulu, kami baru pindah beberapa tahun terakhir ini"

"owh, pantas saja" jawab yuki lagi.

Semua berjalan ke ruang tamu, sedangkan hujan masih dengan setianya turun membuat mendung semakin bertambah, sesaat kemudian sebuah mobil memasuki halaman mansion ini, yuki dan aki yang mengenal mobil itu segera berdiri menyambut penghuni mobil.

Wanita dengan rambut merah muda sepunggung turun dari mobil tersebut, dengan pakaian sederhana, namun cukup membuatnya cantik. Kaos berkerah selengan berwarna peach dengan motif bunga sakura yang bertebaran di bagian ujung kaos, celana jeans selutut dan sepatu kets. Penampilannya membuat Tidak akan ada yang percaya wanita ini telah memiliki 2 orang anak. Dengan senyuman wanita ini memasuki mansion, tanpa tau orang-orang yang menunggunya dengan wajah kekagetan yang luar biasa.

Aku turun dari mobil memasuki mansion ini. Cukup besar sebenarnya, aku suka tamannya, terawat dan rapi. Ketika aku masuk ternyata aku telah di tunggu oleh pemilik mansion dan kedua anakku. Aku tidak begitu memperhatikan wajah kekagetan pada pemilik mansion ini, aku bahkan tidak memperhatikan orang-orang pemilik mansion ini, pandanganku tertuju pada aki dan yuki, yuki segera memelukku..

"nee-san, maaf yah.. ya ya ya ya.. nee-san baik deh" kebiasaan yuki jika ingin menggoda atau meminta maaf padaku. Masih saja menyebutku nee-san, kemudian ku alihkan padangan pada aki

"dan kau, seharusnya kau tauu—

Kata-kataku tidak dapat ku lanjutkan begitu aku menoleh mendapatkan sebuah keluarga yang masih tercengang akan kedatanganku, sama seperti mereka aku mematung masih mencerna kejadian yang sedang berlangsung. Sial! Uchiha!

'Untunglah aki diam saja, untunglah yuki memanggilku nee-san bukan kaa-chan. Semoga mereka tidak akan pernah tau yuki dan aki adalah anakku' bathinku

'jadi mereka kerabat sakura?' bathin fugaku

'aku tak pernah tau sakura punya adik' bathin itachi

'katanya yang akan menjemput, kaa-chan mereka' bathin mikoto

'tak ku sangka, bertemu dengan cara seperti ini' bahin sasuke.

Bathin keluarga uchiha berbarengan.

"ekhem. Maaf, apakah aki dan yuki merepotkan. Saya benar-benar minta maaf" aku membungkuk dengan hormat, bertingkah sebiasa dan sewajar mungkin. Seperti ini adalah awal pertemuan kami.

"jangan bertingkah seolah orang asing sakura" kata sasuke dengan sangat dingin padaku. Ku lirik aki dan yuki cukup kaget, sasuke membuka suara seperti itu.

"nee-san kenal?" tanya yuki dengan wajah bingungnya. Aku hanya tersenyum menanggapinya, membuat yuki menundukan pandangan. Yuki dan aki tau jika mereka bertanya dan hanya ku balas dengan senyuman, itu menandakan laranganku pada mereka untuk bertanya, entah karena keadaan yang kurang tepat atau karena aku yang tidak ingin menjawab.

"sa-sakura.. kau kemana saja...?" tanya mikoto ba-san. Aku masih diam mematung. Aku ingin bersuara tapi aku harus menstabilkan emosiku. Kalau tidak aku akan menangis di sini dan aku tak sudi.

Aku tak sudi terlihat lemah di hadapan sasuke yang tidak mau mengakui anak-anakku. Mikoto ba-san mulai mendekat dan memelukku, ia menangis tersedu-sedu saat memelukku, itachi tersenyum lirih, sasuke masih dengan dinginnya namun terlihat jelas wajah bersalahnya saat menatapku, dan fugaku ji-san mendekat dan juga memelukku.

"maafkan aku, maafkan kami,, maafkan anakku" kata fugaku ji-san di sela aktivitasnya memelukku yang sedang di peluk mikoto-ba-san. Jadinya aku di peluk oleh 2 orang, membuatku sesak. Aku tak dapat mengartikan perasaan sesak sebenarnya. Berasal dari pelukan inikah? Atau berasal dari hatiku sendiri.

"sa-sakura.."kali ini itachi-nii yang datang padaku.

"jangan peluk aku itachi-nii, aku sudah sesak tau" kataku berpura-pura cemberut, bertingkah wajar seperti selama ini.

"cih, kau ini. Bagaimana kabarmu..? dan sasori..?" itachi langsung bertanya padaku setelah kami di persilahkan duduk oleh fugaku-ji-san

"baik, aku memang selalu baik, sasori-nii akan pulang ke konoha malam ini, mungkin sebaiknya itachi-nii yang menanyakannya langsung"

kataku pada itachi-nii dengan senyuman yang sangat di paksakan, dan kemudian beralih pada sosok di sebelahnya yang menatapku lekat sedari tadi, risih juga akhirnya ku putuskan untuk mencoba menegurnya.

"hisashiburii ne, sasuke" kataku sekedar berbasa-basi pada sasuke. Dan coba tengok wajah pucat miliknya, tergambar jelas kerinduan dan rasa bersalah di sana, sedangkan aku masih saja tersenyum palsu.

"sakura, bagaimana dengan ana—

"maaf, hujannya semakin deras, kalau tak keberatan kami permisi dulu"

Potongku cepat sebelum sasuke bertanya tentang anak yang pernah ku kandung. Ne butakah kau sasuke? Bodoh sekali kau tak bisa mengenali anak-anakmu yang jelas-jelas terlihat mirip seperti garis wajahmu. Cih.

Ku langkahkan kaki, menjauh, yuki dan aki segera menyusul sebelumnya mereka berojigi pamit dari keluarga yang ku tingglakan mematung itu. Namun semua nya berantakan saat aki membuka suara, saat aku tepat berada di ambang pintu

"kaa-chan, kenapa tidak pakai mantel? Ini sedang hujan juga musim gugur, udara sudah mulai mendingin, kalau kaa-chan sakit bagaimana?"

Sial! Aki memanggilku dengan sebutan kaa-chan. Aku tak menjawab, aku segera berlari namun sebelum sempat tanganku di tahan oleh seseorang

"lepaskan aku sasuke" kataku dingin menatapnya, aki yang melihat itu segera melepaskan paksa tangan sasuke dari tanganku

"jangan bertingkah kurang ajar pada kaa-chan, uchiha-san" kata aki membalas tatapan dingin sasuke

"aku berhak tau sakura" kata sasuke mengabaikan perintah aki.

Menghembuskan nafas lagi, aku terpaksa masuk lagi ke dalam mansion yang sudah sedari tadi ingin ku tinggalkan ini, duduk di sofa di ruang tamu semuanya terdiam menatapku.

"mereka cucuku?" tanya mikoto ba-san. Mataku memanas mendapatkan pertanyaan ini, sudah cukup bersikap manisnya, aku muak.

"bukan" jawabku dengan tatapan menusuk

Yuki mengamit lenganku, ia ingin bertanya namun dia diam saja. Dan sifat dinginnya keluar saat itu, ia tau aku akan menangis, dan dia tidak suka ketika melihatku rapuh. Dan sekarang di ruangan ini di penuhi oleh orang-orang dengan ekspresi datar dan dingin.

"baiklah jika kau tak ingin mengakui, tapi bisa jelaskan, mengapa aki memanggilmu kaa-chan sementara yuki memanggilmu nee-san?" kata fugaku

aku tersenyum sinis, kemudian berubah menjadi seringai memandang kepala keluarga ini

"anda dan keluargalah yang sejak awal tidak mengakui, uchiha-san, bukan aku"

Jack pot! Semua menunduk bersalah, bahkan mikoto ba-san kini mulai menangis tersedu-sedu dan di tenangkan oleh itachi-nii

"bisakah kau jelaskan saja sakura?" tch, baru kali ini aku melihat wajah memelas itu.

"bukankah kau cukup pandai sasuke? Coba jelaskan dengan spekulasimu" kataku menantang. Sebelum aki berdiri dan menarik tanganku berdiri.

"kaa-chan kita pulang sekarang" katanya menatapku serius. Aku segera berdiri, yuki mengikutiku dalam diam, namun lagi-lagi sasuke menghalangi jalan kami.


TBC~~