Bukti cintaku, Bukti penghianatan dimatamu
by hime kirika
disclaimer : you-know-who alias masashi kishimoto-sensei
Pairing : siapa aja boleh.. hahahah :p
warning : gaje, alur kecepetan, dan silahkan nilai sendiri ^_^
Happy reading
.
.
.
.
"jelaskan dulu, baru kau boleh pergi!" kata sasuke membentak, terdengar seperti nada frustrasi di telingaku.
"kami bisa pergi dengan paksa, jika kami mau, uchiha-san" jawab aki, sementara aku masih memandang sasuke yang kini beralih menatap aki.
"aku tau kau tak suka, tapi kaa-chan mu harus menjelaskan sesuatu padaku, dan pada keluargaku" kata sasuke lagi.
"dan sesuatu seperti apa yang anda maksud?" tanya aki sengit.
"sesuatu yang aku dan keluargaku cari selama bertahun-tahun, sesuatu yang membuatku menyesal selama bertahun-tahun, dan itu hanya di ketahui oleh kaa-chan mu" kata sasuke lagi, sasuke dan aki saling menatap tajam, sementara orang-orang dalam ruangan ini kini menegang di buatnya
"CUKUP!" yuki berteriak tegas di sampingku, membuatku menoleh padanya, kemudian ia melanjutkan lagi
"jika kaa-chan tidak mau mengungkapkan tentang sesuatu itu, maka anda tidak berhak memaksanya uchiha-san" kata yuki menekankan pada kata sesuatu.
"tidak bisa, sakura harus menjawab!" kata sasuke menoleh padaku
"kau tak bisa lari selamanya sakura, aku harus tau" kata sasuke melanjutkan
"baiklah, apa yang ingin kau ketahui?" kataku menghela nafas panjang, aku tau sasuke tidak akan berhenti jika aku tidak menjawab keingintahuannya, dan aku tidak mau sasuke dan aki akan saling memukul jika aku diam saja.
"siapa mereka?" tanya sasuke padaku yang memandang aki dan yuki
"anak-anakku" kataku acuh, sasuke segera menoleh dan mencengkram bahuku, ku biarkan saja begitu, aku bersyukur dia mencengkram bahuku, agar sakit di hatiku bisa tergantikan dengan sakit di bahuku yang di sebabkan oleh orang yang sama
"kenapa kau diam saja selama ini..? kau tidak menghubungiku, aku mencarimu, kau bersembunyi dariku, sakura tidak kah kau tau, aku benar- benar menyesal" jawabnya menundukan kepala di depanku yang masih di cengram olehnya.
"menghubungimu untuk apa? Untuk melihat penolakanmu pada anak-anakku? Aku dimana? Tentu saja aku di suna, dan aku tidak bersembunyi darimu, aku mengamankan anak-anakku dari rasa sakit hati yang mungkin akan mereka terima jika mereka tinggal di konoha"
aku mulai bergetar, mengingat kembali tentang perjuanganku seorang diri, tanpa suami, menjadi ibu sekaligus ayah bagi kedua anak-anakku, memberikan mereka senyuman saat mereka bertanya 'dimana ayah?' atau 'siapa ayah'. Sakit hatiku menguar lagi, bahkan lebih sakit kali ini, karena aki dan yuki menatapku dan sasuke penuh keterkejutan, namun pada akhirnya yuki menunduk sedih dan aki dengan rahang mengeras memandang sasuke tak suka.
"bukan begitu sakura, setelah kedatangan naruto dan di hajar oleh naruto, sasuke menyadari kesalahannya padamu, sasuke mencarimu, ia bertanya pada naruto dan teman-temanmu, namun tak ada satupun yang mau memberi taukan keberadaanmu, sasuke mengira kau berada di eropa, karena lebih mungkin kau keluar negeri dari pada ke suna, sasuke sudah mencarimu bahkan ke amerika, tapi masih nihil, hingga sasuke tidak menemukanmu sampai hari ini"
kata itachi-nii yang menenangkan mikoto ba-san memandang penuh penyesalan padaku
"mencariku? Cih, ku kira uchiha selalu menepati janjinya" kataku merendahkan
"aku tidak pernah berjanji sakura" kata sasuke memandangku
"tapi kau diam saja waktu itu, dan ku anggap kau menyetujuinya, apapun alasanmu aku tak ingin berdebat lagi, tetaplah di jalanmu dan biarkan kami pergi dari kehidupanmu, lagi" kataku memandang sasuke
"tch, aku tidak akan melepasmu lagi sakura, aku akan ada di sisimu dan anak kita" sasuke menatap yuki dan aki, yuki yang menunduk mulai mengangkat wajah sedihnya, tersenyum paksa dan berkata pada sasuke
"maaf uchiha-san, aku rasa anda salah paham, sejak awal kami tak punya ayah dan akan tetap begitu selamanya" kata yuki masih tersenyum paksa, aku tau ia sakit. Di banding aki, yuki lah yang paling ingin bertemu ayahnya. Membuatku bersalah atas dirinya. Ku lihat sasuke tercengang dan menunduk sakit mendengar perkataan yuki
"apapun yang kau katakan, kau dan anikimu tak akan bisa menyangkal bahwa kalian seorang uchiha, darahmu adalah uchiha, suka atau tidak aku adalah ayah kalian" kata sasuke dengan dinginnya pada yuki
"anda salah paham lagi, maafkan yuki yang tidak secara benar memperkenalkan diri pada ba-san dan kalian semua, aku haruno akihira dan haruno yukihira, tidak pernah mengenal uchiha dan tidak akan menjadi seorang uchiha dari awal hingga nanti" kata aki menatap sasuke
"kami butuh ayah yang bisa kami contoh, bukan ayah yang meninggalkan kami, aku mungkin tidak tau perkaranya, karena aku tidak ingin ibu bersedih dengan bertanya padanya, tapi aku cukup pintar untuk menganalisa situasi" kata yuki kalii ini dengan tatapan menusuk pada sasuke, sebelum ia melanjutkan lagi
"aku tak tau apakah benar anda adalah sosok ayah yang ku rindukan selama ini, namun selama 14 tahun kehidupanku, tak peduli memori berputar kemasa lalu, hanya ibu yang terekam di dalamnya, ketika kami tumbuh, ketika kami belajar mengunyah, tertawa, berbicara, bahkan ketika kami memenangkan penghargaan dan piagam-piagam prestasi, kami hanya menemui ibu di dalam memori itu, tidak pernah tergambar sosok ayah di dalamnya, bisakah anda mengerti? Sosok ibu sekaligus ayah yang menemani kami selama 14 tahun ini, yang menangis dan tertawa bersama kami selama ini, tiba-tiba kini mendapat pengakuan dari seseorang yang mengaku sebagai ayah yang dengan bangganya telah menelantarkan kami, anda fikir bagaimana perasaan kami..? sama seperti 14 tahun lalu kau tidak mengakui kami, maka saat ini di 14 tahun kemudian dari hari dimana kau menolak kami seperti yang kaa-chan katakan tadi, kami juga menolak anda uchiha-san"
Kata yuki serius dalam kata-katanya, hancur sudah pertahananku, jebol bendungan di pelupuk mataku, aku mengalihkan pandangan kemana saja,, asal tidak melihat ke arah mereka, ayah dan anak yang saling beradu argumen, sesaat aku menyadari sasuke jatuh terduduk ke lantai
"cih, aku memang tidak berguna, aku tau aku salah" katanya lagi
"sakura, tidak bisakah kau memaafkan sasuke? Dia juga tersiksa selama ini, meski tidak sesakit kau, tapi berusaha menemukanmu dan anak-anakmu, ia tau ia salah dan di butakan oleh kecemburuannya, tapi tak bisakah kau menerimanya?" kata mikoto ba-san padaku.
Ku akui terlalu egois jika aku hanya memikirkan kesakitanku sendiri, tidak mau ambil pusing dengan perjuangan sasuke, soal hati, aku masih tidak berubah, aku sudah memaafkannya, tapi bagaimana dengan anak-anakku, jika kembali ku tanya hati aku masih sangat mencintainya, dia ayah dari anak kembarku.
"yang ku tangisi bukan ketidak peduliannya ba-san, aku menangisi dan menyesali waktu berlalu dan di jalani oleh kedua anakku tanpa sosok ayah di samping mereka, jujur saja aku sudah memafkan sasuke, rasa cintaku padanya lebih besar di banding sakit hatiku padanya. Tapi aku tidak bisa memaksa jika anak-anakku tak ingin menerimanya" kataku membuat ba-san tertunduk pilu. Ku lihat yuki dan aki pun menunduk mendengar penjelasanku
'aku merindukannya, sosok ayah itu, aku tidak ingin tak mempunyai sosoknya, namun jika ibu telah memaafkannya, tak ada alasan bagiku untuk menolak kehadirannya' bathin yuki
'aku benci dia yang menjadi sumber air mata ibuku, tapi benar yang di katakannya, di dunia ini tidak akan ada yang bisa mematahkan kenyataan bahwa kami adalah anaknya' bathin aki
"apa yang harus ku lakukan agar kalian mau menerimaku lagi?" tanya sasuke
"aku tidak punya alasan untuk membencimu uchiha-san, meskipun sakit hati kaa-chan bersumber darimu, tapi jika kaa-chan memaafkanmu, maka akupun akan begitu" kata yuki memelukku dan membuatku tersenyum padanya, aku tau mungkin terlalu cepat, tapi aku cukup tau 14 tahun bukanlah waktu yang cepat, dan yuki serta aki membutuhkan sosok ayah.
"aku akan memaafkanmu, hanya jika kau berhenti membuat ibuku menangis" kata aki datar sambil mengulurkan tangan membantu sasuke berdiri. Di luar dugaan anak-anakku memaafkannya. Namun di luar dugaan pula ketika sasuke berdiri
BUAGH
Aki memukul wajahnya hingga ia terpental
"AKI!/SASUKEE!" jeritku yang memanggil aki marah dan keluarga sasuke yang memanggil sasuke khawatir
"hah, setidaknya itu salam selamat datang dariku untuknya bu, ne tou-san?" kata aki yang menatapku dan menyeringai pada sasuke yang di bantu berdiri oleh itachi
"hn, thanks" jawab sasuke sambil menyeringai
Sial! Anak dan ayah sama saja.
TBC~~
