Hai hai Roxy-chan kembali update fic ini~

Mohon maaf belum bisa nyelesein A Forgotten Promise nih, maaf yah Roxy-chan lagi nggak ada ide buat fic abal itu /plak

Oh ya sebelum Roxy-chan mulai, Roxy-chan mau minta maaf nih mumpung lagi lebaran. Mohon maaf kalo Roxy-chan punya banyak salah sama kalian. Maaf juga Roxy-chan jarang update fast sibuk nih. Maafin juga karena belum sempet balas review

Oke deh kita mulai aja yah ceritanya

Readers udah nggak sabar kan?

Oke Happy reading yah~

Oh iya cman mau ngasih tau ke readers tentang pairing yang ada

Pairing:

~RedxYellow

~GreenxBlue

~GoldxYellow

~GoldxCrystal

~RoxasxYellow (crack)

~RoxasxNamine

~SoraxKairi

~RikuxXion

Note:

bagi yang nggak tau/nggak kenal karakter Pokemon yang saya gunakan itu karena saya menggunakan karakter berdasarkan Gamenya ato Manga berjudul "Pokemon Adventure/Special"

DISCLAIMER:

I DO NOT OWN POKEMON OR KINGDOM HEART CHARACTER, I ONLY OWN THE STORY

WARNING:

OOC, gaje, abal, aneh.

Adventure in Pokemon World

Chapter 2: Red's Reason

(Roxas POV)

"Senior, kenapa sih senior nggak mau tinggalin gunung ini?" Tanya anak itu.

"itu karena…"

"karena apa? Senior udah bikin senior Yellow sama Senior Green khawatir banget tau kan kasian!" seru anak itu.

"…" Red tak merespon.

"SENIOR!" bentak anak itu.

"DIAM! Kau juga tak mengerti kenapa aku meninggalkan mereka kan?" Tanya Red dengan nada marah.

"se-senior.." anak itu tersentak.

Aku yang melihat kejadian ini tak bisa diam saja. Aku ingin sekali melompat keluar dan segera mendekati mereka. Aku paling benci yang namanya perkelahian. Tapi sebelum aku melompat aku melihat ada mahluk hitam seperti heartless berada di belakang anak yang bertarung dengan Red. Aku segera memanggil Keyblade-ku dan melompat keluar.

"Roxas?" guman Red.

"matilah kau Heartless jelek!" seruku sambil menebas Heartless itu dengan keyblade.

"UWAAAAA~" seru anak bertopi kuning hitam itu sambil jatuh.

"ah maafkan aku.." ujarku sambil membantunya berdiri.

"iya taka pa-apa kok.." ujarnya sambil mencoba berdiri. "ternyata ada orang lain yang tinggal di atas gunung jelek ini selain Senior Red ya"

"eh? Aku nggak tinggal disini, Red cumam menolongku kemarin" jelasku.

"heh? Senior Red menolongmu?" tanyanya heran. "oh iya perkenalkan namaku Gold"

"namaku Roxas, yah Red menolongku kemarin, aku juga tak tahu bagaimana aku bisa sampai disini.." jelasku ragu.

"ohh begitu.." ujarnya.

"sebetulnya mahluk apa yang muncul tadi?.." Tanya Red tiba-tiba.

Aku tersentak kaget dengan pertanyaan Red yang tiba-tiba itu. "err, ya-yang tadi itu namanya Heartless, berasal dari duniaku" jelasku seadanya.

"heartless…" ujar Red dengan nada dingin.

Tiba-tiba sekawanan Heartless langsung mengepung kami. Rasanya mereka seperti menjawab panggilan Red tadi. Kami bertiga langsung bersiap-siap melawan kawanan Heartless itu.

"go Thyphlosion!" ujar Gold sambil melempar Pokeballnya.

"Pika, ThunderShock them!" sekejap tikus kuning Red langsung menyetrum Heartless yang ada di hadapannya.

"Thyplosion Solarbeam!"

Satu jam kemudian….

Akhirnya kawanan Hearless itu berhasil dibasmi semua. Aku sangat kelelahan begitu juga Gold dan Thyphlosionnya. Tapi tidak dengan Red, kalau dilihat Red masih kuat menghadapi seribu Hearless lagi.

"kalian tak apa?.." Tanya Red lagi-lagi dengan nada dingin.

"ya.." jawabku dan Gold serempak.

"baguslah.." ujarnya.

Aku memandangi Red yang berjalan kedalam gua. Aku tak tahu apa yang sebenarnya disembuntikan olehnya tapi aku yakin dia merasakan hal yang namanya kesepian. Aku pun tak begitu mengerti apa arti dari kesepian, aku kan seorang 'Nobody' yang tak punya 'hati', tapi entah kenapa aku bisa merasakan yang namanya 'perasaan' .

Red kembali keluar dengan membawa sebuah topi jerami dan sebuah jubah coklat. Dia langsung menjongkok didepan kami berdua.

"ini alasan aku tak mau turun dari gunung ini.." ujarnya sambil menyerahkan topi jerami dan jubah coklatnya pada kami berdua.

"ini?" Tanya Gold heran.

"ya, sebetulnya dulu aku pernah menyakiti pemilik dua benda ini, semua itu gara-gara pokemon hantu yang tinggal di gunung ini.." Red mulai bercerita.

"dulu, sekitar tiga tahun yang lalu, saat aku berhasil mengalahkan Green sebagai Champion Kanto, Green mengajakku ke Johto Region ini, aku dan Green kembali bertaruh untuk menjadi Champion di Johto ini, at the end, akulah sang pemenang dari taruhan itu karena aku terlebih dahulu menjadi seorang Champion, setelah pengakuan Green kami berlomba lari sampai ke atas puncak ini, tetapi karena aku tertinggal jauh dibelakang ada pokemon hantu yg entah apa namanya merasukiku, dank au tahu apa yang terjadi selanjutnya? Aku menyakit Green, aku berubah menjadi orang jahat yang mengunakan pokemon untuk menyakiti orang, aku tersadar saat aku mencoba menyakiti Yellow, aku menyakiti Pikachunya, aku menyakitinya, aku melukainya…." Jelasnya, matanya muali berair.

Aku dan Gold hanya diam berharap dia masih ingin melanjutkan ceritanya.

"saat tersadar aku menyadari betapa berbahayanya diriku ini, aku lari ke atas gunung ini, dan setiap orang mengalahkan elite four dia harus dating ke atas sini untuk menemuiku, semenjak insiden itu, hanya beberapa orang saja yang berani datang ke sini untuk menantangku, ya pantas mereka kan takut melawan mahluk sepertiku…" ujarnya sambil menurunkan topinya untuk menutup air matanya.

"jadi… itu alasanmu Senior Red?" Tanya Gold berusaha memastikan.

"ya.." jawabnya datar.

"Red, aku mengerti perasaanmu, aku turut sedih, tapi akan kah lebih baik kalau kau turun dan menemui teman-teman yang khawatir padamu?" bujukku pelan

"Roxas ada benarnya Senior, mari coba temui mereka, siapa tau mereka telah melupakan insiden itu" sambung Gold.

"tapi ada syaratnya…." Ujarnya.

"apa itu?"

-TBC-

Yap selesai sudah chapter ke dua ini~
haih lagi-lagi chapter sedih~

Hahaha Roxy-chan kebiasaan deh bikin cerita sedih

Oke sekian dulu ya~

Reviewnya saya tunggu lho~