S.H.S Seireitei High School
Disclaimer: Bleach, dan hal2 yang bermerek lainnya bukan punya gue, kecuali OC gue dan cerita gue.
Rate: T, karena ada unsur Romance.
Genre: Romance, yang diselipi humor aneh dan GaJe.
Warning: Typo(s) merajarela, banyak banget hal-hal GaJe, dan aneh deh, pokoknya..!
Kokyu: Yoroshiku! Kembali bersama saia di..
(Background Music: Yume no Ukifune*)
(2nd Background music: Fuuka ~The Whisper of Snow Falling~*)
All Bleach character: S.H.S Seireitei High School!
Kokyu: Yap, makasih yang udah baca, I lap yu!
Rukia: Bintang tamu hari ini siapa, Kokyu-san?
Kokyu: Hohohoho.. mari kita sambut mereka…
All: (semua penasaran setengah mati)
Kokyu: Inilah dia, duo kepang! *Di suzumebachi dan di serang dalam versi resurrection*
Ggio and Soi: Hai! Apa kabar, minna!
Kokyu: Nah, chapter kali ini tentang kalian, lho~
Ggio: (blush)
Soi: (mencoba menutupi tapi tetep blush)
Orihime: Ooww.. Kalian manis sekali ^ ^.
Yume: Aku tau, tapi mereka gengsi.. fufufu
Ichigo: Hoi! Kokyu! Poko'e mereka harus dibuat nista! Kalo ga, gue Zangetsu elo!
Kokyu: Huwwee? Ichigo jahat! (nemplok ke Rukia)
Rukia: Lho? Kok ke gue? Bukannya elo sukanya nemplok ke nii-sama?
Byakuya: (mengirimkan deathglare ke Rukia)
*Rukia pundung di pojokkan*
?: Udah, udah, mang Byakuya mendingan maen sama eike adja!
Byakuya: Aku punya firasat buruk..
Kokyu: Byakkun, aku juga.
Byakuya: HEI! Jangan panggil aku sebutan itu! Hisana saja nggak!
?: Idih, mang Byakuya, maennya sama e'ke dong, eike kesepian..
Byakuya dan Kokyu: (nengok ke belakang)
?: Aaahh, mang Byakuya, jangan tiba-tiba nengok dong! Eike kan jadi malu..
Ggio: Kk… kkammuu…. (sweatdropped)
Soi: Charlotte Cuulhorne! (pingsan)
Ggio: Soi-chan! (menangkap Soifon)
Ggio: Soi-chan! Soi-chan! Bertahanlah! Jangan mati dulu, jangaaannn (berkaca-kaca)
Soi: Siapa yang mati, bodoh! Ggio bodoh! Ggio baka! Ggio paaaaaarraaaahh! (nonjok)
Kokyu: ckck.. Sungguh malang nasibmu, nak
Urahara: Mulai, yok?
~S.H.S Seireitei High School~
Chapter 2: Case no. 1, Ggio x Soifon.
:: Ggio Vega & Sui-feng ::
~Si rasi bintang Vega yang bersinar dan lebah kesayangannya~
.
.
"Yoroshiku, minna-sama. Aku Kokyu Yumeshiro." Jawabnya dengan senyuman.
"Dan aku akan pastikan, 50% dari kelas ini tidak akan single!" Dan dia menunjuk kelas tersebut. Kebanyakan wanita langsung jaw-dropped. "Ah, ya, yang udah dapet pasangan bakal kubuat ada 'progress' itu pun bagi yang lelet 'progress'-nya, hehehe..
BLETAK!
Sebuah pukulan di kelapa –eh, kepala mendarat, terima kasih, Byakuya-sensei! "Kamu sudah selesai memperkenalkan diri, 'kan? Silahkan duduk, tempatmu di sebelah Soi-fon, dia anak perempuan yang berada di kursi dekat jendela." Kuchiki Byakuya menunjuk Soifon, yang sedang memperhatikannya. "Iya, terima kasih dan maaf, sensei." Yume membungkuk dan menuju tempat duduknya, dia memperhatikan Soifon sekilas, dan dia mengingat, Soifon itu anak yang dia lihat dari atas atap.
"Kamu.. anak yang lari-lari sama cowok yang berkepang itu, ya?" Tanya Yume yang otomatis buat Soifon blushing kayak rambut babon a.k.a Renji. "Cieee.. jalan bareng pacar nih, so sweet!" Yang lain mengejek (atau menyelamati?) Soifon. "Baiklah, kuputuskan kamu target pertamaku!" Yume pun menghunuskan (memang pedang?) jari telunjuknya.
"Hei! Ayo buka buku pelajaran kalian halaman 20!" Teriak Byakuya pakai toa yang diberi Rukia waktu ulang tahunnya. "Inoue! Kerjakan nomor 1!" perintah Byakuya, Orihime hanya cengo' karena dia bego BANGET di pelajaran guru killer itu, MATEKmatika. "Ishida! Kerjakan nomor 2! Kokyu! Nomor 3!" Byakuya memerintahkan. "Buset dah pak! Baru masuk langsung dikasih soal?" komentar preman tanah abang yang kesasar ke kebun binatang, Abarai. "Kalau dia bisa main percintaan, dia harus jago dalam pelajaran." Perkataan Byakuya membuat Renji ketusuk pisau teruk mati, tapi bo'ong..
"Nah, jawabannya apa, Kokyu?" Tanya Byakuya dengan deathglare-nya. "Y= 13.1567%, sensei!" jawabnya dengan lantang. "Che, benar." Byakuya bilang, dan Yume menarik napas lega.
'Aman, aman' begitulah dalam hati Yume.
"Abarai! Apa jawaban nomor 5?" Tanya Byakuya dengan tajam. "Jawaban… dari… nomor…. 5…. Adalah…. U sama dengan…" Yang lain hanya penasaran setengah mati apakah jawaban Renji yang pikirannya termasuk otaku dang tersebut.
"…Meneketehe, pak!" jawab Renji, yang lain hanya cengengesan mendengar jawaban Renji. "Abarai, pulang sekolah, mampir ke ruang guru dulu, ya?" Tanya Byakuya dengan deathglare-nya dan suara yang sebenarnya manis.
"TIEDAKK!" Teriak Renji pake Zabimaru(?).
*********************************************=Skip Time=******************************
Bel istirahat pun berbunyi. Murid-murid langsung bertaburan(?) di kantin, ada juga yang makan di atep, sih..
Sementara itu, di kelas 3-A, kelas para orang GaJe dan markas dari Sore Genk, masih ada Sore Genk dan seorang dari kaum tawa(?), Kokyu Yumeshiro.
"Kokyu-chan! Kamu mau makan bareng kami?" ajak Momo, "Heh, midget, sepertinya kamu punya teman baru, nih." Ichigo bilang "HEH? Apa kamu bilang jeruk? MIDGET? MIDGET?" Rukia dan Ichigo pun mulai perang dunia mulut ke-1000 dan menyebabkan hujan lokal (lagi).
Memang sih, Yume itu bisa dibilang midget, tingginya hanya 155 cm dan setara dengan Momo. Dan Yume pun secara (tidak) langsung masuk ke KMB! Yang beranggotakan Soi-fon, Momo, Rukia. Dan sekarang dihuni(?) oleh Yume.
"Bolehkah?" muka Yume berseri. "Tentu saja! Kamu 'kan sudah masuk KMB!" jawab Rangiku sok akrab, memang sih, Rangiku itu salah satu manajer(?) KMB yang tinggi.
"Okay!" jawab Yume riang, dan mereka pun berangkat ke atap. Tempat berlangsungnya upacara penobatan(?) anggota KMB dan Sore Genk. Yap, Yume dapat bersosialisasi dengan cukup baik, untuk anak yang baru masuk pada hari pertama.
"Nah, mungkin kamu baru tau sebagian dari Sore Genk, jadi, ini dia!" Rukia angkat bahu(?) untuk promosi(?).
"Ichigo Kurosaki" "Ishida Uryuu" "Orihime Inoue" "Rangiku Matsumoto" "Rukia Kuchiki" "Nanao Ise" "Sado Yasutora" "Hitsugaya Toshiro" "Ikkaku Madarame" "Yumichika Ayasegawa" "Momo Hinamori" "Kusajishi Yachiru" "Shuuhei Hisagi" "Renji Abarai" "Soifon"
"Dan, ini yang dari kelas lain!" Orihime menambahkan.
"Grimmjow Jaegerjaques" "Ulquiorra Schiffer""Ggio Vega" "Gin Ichimaru" "Kaname Tosen" "Yaa.. Memang di kelas B lebih sedikit anggota Sore Genk. Hehehe" Gin ketawa rubah yang membuat bulu landak(?) naik.
"Baiklah, ini anggota Sore Genk terbaru, KOKYU YUMESHIRO! Tepuk tangan, semuanya!" Renji, selaga MC gadungan memperkenalkan Yume. Plok! Plok! Plok! "Ah, ya, kalian tau? Yume-chan itu, dewi percintaan! Dan dia sudah menetapkan target, lho~" Ujar B'Gos nomor 1, Ran-chan atau Rangiku Matsumoto. "Eto? Siapa?" Tanya Harribel yang diam-diam juga anggota B'Gos. "Hohoho.. Soifon-chan dan Vega-kun!" Rangiku bergosip yang lebih mirip memberitakan. "Kyaa! Benar, Yume-chan?" Tanya Harribel yang juga jadi salah satu B'Gos.
Ggio yang mendengar hal itu, langsung memuncratkan susu stroberi-nya ke muka mulus Soifon. "G-Ggio…!" Soifon pun memukul Ggio. Ggio pun meringis kesakitan. "Auuuuh.. sakit, Soi-chaann!" Ringisnya dengan berguling-guling di lantai atep sekolah mereka. 'Pasangan yang aneh, tapi berpotensial tidak memisahkan diri satu sama lain, saling menghargai.' Yume mengangguk-anggukan kepalanya bagai orang sakaw(?) Eit, ga sebegitunya kale… berlebihan, bo! Eh! Yumichika! Lo ngapain ngambil narasi? Gyaa? Hozukimaru? HGyaaa! Tolong! Peneroran(?) terhadap author! Tiedaakkk!
Baiklah, author kembali lagi dengan tumbuh ½ normal, ½ lagi sudah jadi hollow berkat peneroran(?) duo Bonci. Alias Botak Banci Hiks.. di luar dugaan Bonci tuh kuat juga, ya.. Kapok author.. Huuawaaaaeee! (Nangis kejer sampai buat hujan lokal jadi banjir lokal.)
Baiklah, sekarang, Yume mengeluarkan notes dan mulai melakukan riset.
-Note of The Case(s)-
Case code: Karakura 001.
Client: Ggio Vega and Soi-Fon.
Minus: Susah untuk mesra-mesraan seperti pasangan lainnya.
Riset: Saling menghargai, peduli, gampang bertengkar tapi Ggio-kun selalu mengalah, pasangan yang biasanya dapat berlanjut hingga jenjang altar putih, susah melakukan 'gerakan' yang berarti, aneh.
Note: Pakai cara yang baik dan bijaksana, kalau tidak akan berakhir FATAL.
-End of Note—
"Ehm.. Soifon-chan, Vega-san." Panggil Yume. "Uoo! Dewi cinta mulai bergerak! Uooh!" Yang lain menonton seperti melihat seorang psikiater menangani pasiennya yang sangat LIAR. "Ada bekas susu di mulut kalian." Yume menunjuk mulutnya menandakan ada sesuatu di mulut orang yang dituju. "Ah, ya." Ggio buru-buru menghapusnya dengan telapak tangannya sementara Soifon blushing dulu baru Mengelapnya pakai sapu tangan kuning bergambar lebah dan jika dilihat dekat-dekat, ada gambar rasi bintang vega. "Idiihh! Dikirain apaan! Ga taunya! Hnn.." Ichigo, Renji, dan Botak(?) *Di Hozukimaru* menghela napas. Ckck.. makanya, jangan sok tau, deh..
"Ne, Soifon-chan, boleh aku bicara sebentar?" Tanya Yume dengan menyatukan kedua telapak tangannya seperti berdoa. "Baiklah, kita ke situ saja, ya?" Tanya Soifon. "Baiklah!" Yume mengikuti Soifon dari belakang. Sesampainya di sana.. (kayak perjalanannya jauh aja..)
"Soifon-chan, maaf ya, kalau aku kelihatan sok tau.. (Memang sieh, aku sok tauk..)" "Ya, no problem, kita 'kan prens.." Soifon menjawab dengan sedikit senyuman.
"Baiklah, Soifon-chan, sejak kapan kamu mengenal Vega-san?" "Sejak 1 SD." Jawabnya singkat. Nah, kita dalam bentuk tabel saja ya? Q untuk pertanyaan, A untuk jawaban dari Soifon.
~SoiFon~
Q: Bagaimana kamu mengenal Vega-san?
A: …
Flashback
SD Karakura..
"Soi-chan! Ayo gabung sama kita!" Momo kecil, (Maklum, TK) memanggil Soifon kecil (TK). Soifon, Momo, Rangiku, Gin, Toushiro, Rukia, dan Ichigo adalah teman masa kecil, Momo dan Toushiro tetangga, jadi mereka sudah terbiasa. Sementara Rukia dan Ichigo, merupakan teman Momo dari TK, mereka merupakan teman pertama Momo selain Toushiro. Momo dan Toushiro, sudah seperti saudara. Rukia dan Ichigo, seperti saudara juga, tapi mereka sering bertengkar karena masalah kecil. Rangiku? Teman sebangku Momo yang sering bermain dengan mereka. Gin merupakan tetangga Rangiku yang dikenalkan oleh Rangiku kepada Soimoshikichi alias Soifon, Momo, Toushiro, Rukia, Ichigo. Maka, tidak heran mereka menyebut nama depan.
Eh? Kok ceritanya melantur begini?
Udahlah, lanjut terus, pantang munduuuuuur..
Lalu, mereka bermain perosotan, sampai-sampai, datanglah seorang anak laki-laki berlari menuju Soifon yang sedang meluncur ke bawah perosotan. "Kyaaaaaaa!" teriak Soifon, ada yang bisa bayangin Soifon begini? "Awaaas!" Peringat Soifon. "Eh?" cowok berkepang itu menatapnya dengan tatapan polos. Dia tidak sadar bahwa ada 'suatu' atau 'seseorang' menghampirinya..
BUAK!
Soifon menimpa cowok itu, "Aduuh.." ternyata, kaki Soifon luka, karena kesakitan, Soifon meringis. Dan Moshikichi alias Momo, Toushiro, Rukia, Ichigo menghampirinya (Gin dan Rangiku lagi main pasir di tempat yang jauh dari kejadian, dan mereka tidak sadar.) "Soi-chan!" Momo melihat Soifon. Anak laki-laki (Gimana sih, tadi cowok, sekarang anak laki-laki? Yang mana yang bener, sih?) itu berdiri dan menggendong Soifon yang meringis kesakitan (ooohh.. so sweet!) "Akh! Soi-chan!" Momo memanggil Soifon yang digendong oleh cowok itu (Nah, skarang cowok, ntar apa lagi?) "Biar aku saja yang mengantarnya ke UKS." Cowok itu pun pergi bersama Soifon di punggungnya.
Di perjalanan, mereka berbincang-pincang(?) sedikit. "Ano.. bolehkan turunin aku?" Tanya Soifon. "Nggak mau, kamu 'kan luka." "Tapi, aku 'kan beraaat" Soifon mulai meringis kesakitan. "Eh? Masa sih? Kamu seenteng kapas kok, mana manis lagi. Hehehe" Duh, Ggio, Ggio, kamu masih kecil udah jago ngerayu, ajaran siapa tuuh? "A-ano.. makasih, tapi.. kamu siapa?" Tanya Soifon. "Aku Ggio, kamu?" "Soi-fon." Jawab Soifon dengan malu-malu. "Yaudah, aku panggil kamu Soi-chan, ok?" Ggio bilang "Okaay!" Dan Ggio pun membawa Soifon ke UKS..
-end of flashback—
Q: Sudah berapa lama kamu 'berpacaran' dengan Vega-san?
A: 3 bulan 12 hari.
Q: Apakah ada perkembangan sejak hari itu?
A: Tidak, biasanya juga pulang bareng
Q: Hal yang biasa dilakukan berdua?
A: Pulang-Pergi sekolah bareng.
Q: Pernah jalan-jalan bareng / kencan?
A: Tidak.
Q: Makanan kesukaan Vega-san?
A: Tempura Don, steak ½ matang dengan sedikit bumbu merica.
Q: Pernah berpikir untuk memberikannya bento?
A: …pernah… (blush)
Q: Pernah berpikir dia dapat selingkuh?
A: Tidak, dia tidak bakal.
Q: Hubungan orangtuamu dan orangtuanya?
A: Sahabat sejak kuliah.
Kesimpulan:
Malu-malu, tapi cocok dan biasanya jangka panjang.
-observation end—
Yume's POV
"Baiklah, terima kasih banyak, Soifon-chan. Ah, ya, kamu mau ke taman bermain bersama Vega-san?" Tanyaku, kuharap dia bilang iya, bilang iya, bilang iyaa! "Boleh." Soifon-chan menjawab dengan blushing sedikit dan malu-malu kelinci(?) sedikit. Kawaii, ne! "Kamu bisa Sabtu ini? Jam 12!" Dia menjawab dengan anggukan kecil yang menambah nilai 'cute'-nya, aaww.. Vega-san sangat beruntung! "Oke, tadinya aku mau pergi dengan teman les-ku, tapi dia tidai bisa.. jadi.. ini!" Kuberikan tiketnya, dia terkejut sedikit, memang, itu tiket taman bermain yang sangaaaaaaaaaaaaat (lebay, ih) terkenal..
Namanya ya.. Apa ya? *Dijitak* iya, iya. Author, sabaran dikit, kek? Namanya… adalaaahh….. Hoshi Bachi Wonderland! Taman bermain itu full orang(?), permainannya yang khusus pasangan banyak, pokoknya seru deh, buat kencan! "Baiklah! Bagaimana kalau kita kembali? Semua akan menunggu kita, lho~!" Dia mengangguk, dan kita kembali..
"Yashuuu! Bagaimana observasinya, Yume-chan?" Tanya Rangiku, khu khu.. Aku mau lanjut ke Vega-san, aah! Serunya, hari pertama aku langsung dapat 'challenge' yaa-haa~
-end of Yume's POV-
"Akh, Vega-san, bolehkan kita ngomong bentar?" Tanya Yume, Ggio pun mengangguk, dan berjalan ke tempat di mana Yume dan Soifon berbicara.. Kita bentuk tabel saja, ya, observasi Ggio-kun!
~Ggio Vega~
Q: Apakah kamu menyukai Soifon-chan sepenuh hati?
A: Tentu saja, kalau tidak, kenapa aku pacaran dengannya?
Q: Kenapa kamu menyukai Soifon-chan?
A: Dia manis, peduli, cantik, bersahabat, dan imut!
Q: Apa makanan kesukaan Soifon-chan?
A: Taiyaki madu, madu, dan kue madu.
Q: Sejak kapan kamu menyukai Soifon-chan?
A: SD kelas 6, dan bertepuk tangan sampai 3 bulan yang lalu..
Q: Siapa yang menembak duluan?
A: Aku! Khe khe khe..
Q: Lebih spesifik lagi?
A; …
Flashbask starts
Istirahat siang, SMA Karakura.
"Soi-chan, bisa ikut aku sebentar gaa?" Tanya Ggio yang pergi ke kelas Soifon, kelas 3-A. "Oh, okey.." Soifon menjawab, dan mereka pun pergi ke atap sekolah, yang ternyata hanya mereka berdua saja, hari itu.. angina berhembus kencang, sampai menerbangkan sekolah(?) tapi boong. Yaa-haaaaaaa! "Begini, Soi-chan… itu… ano…. Itu…" Ggio pun terbata-bata. "I-itu.. A-aku.." Kali ini, Ggio gagap menyaingi Aziz Gagap sama Hyuuga Hinata dari Naruto! *PLAK!*
"Ada apa, Ggio?" Tanya Soifon, sebenernya, Soifon juga mulai blushing! "A-aku sebenernya.. ss-ssu-ssuka kamu dari dulu! Mau jadi pacarku, nggak?" Tanya Ggio yang hamper aja tereak, tenang, ga pake toa, kok. Yaaa-haaa! "B-boleh.. sebenernya aku juga suka kamu dari dulu.." "J-jadi, kita pacaran?" tanyanya dengan polos. "I-iyaa.." jawabnya.
Flashback end
Q: Pernah berpikir kalau Soifon-chan selingkuh?
A: Tidak! (membusungkan dada)
Kesimpulan:
Kemungkinan putus kecil, dan saling melengkapi.
-observation end—
"Baiklah, Vega-san, mau ke taman bermain bersama Soifon-chan?" Ggio memerah sedikit, membuang mukanya ke tong sampah(?) dan blushing ria, dan menjawab 'iya'. "Baiklah, ini tiketnya. Jam 12 Hari Sabtu ini, bisa?" Dia mengangguk, "Ketemuan di mana?" Tanya Ggio. "Di depan stasiun XX. Awas kalo lu telat, ok, Vega-san?" Yume menggunakan aura 'serem', lalu menggantinya dengan aura 'damaaii'. Ggio pun cepat-cepat mengangguk dan kembali. "Sekarang aku mengerti kenapa Soifon-chan suka memukulnya, enak untuk diintimidasi, sih.. Hahaha…" tawa Yume kecil. Khu-khu.
Rumah Soifon, Jum'at.
"Soifon-chan, maaf ya, kalau aku memaksa. Aku terlalu tertarik dengan masalah percintaan sih, hehehe.." tawa Yume kecil saat memasuki kamar Soifon yang rapih.
"Ya, tidak apa-apa, orangtuaku juga sedang kerja keluar kota." 'lumayan sih, aku ga sendirian, hehe' dan Yume pun tersenyum. "Nah, aku akan membantumu untuk memilih baju yang tepat untuk kencanmu besok!" Dan Yume pun mengangkat satu tangannya, mengepalkannya seperti nasi kepal(?) dan berkacak(?) pinggang dengan tangan yang satunya lagi. "Baiklah, boleh aku buka lemarimu?" Tanya Yume, Soifon hanya menjawab dengan anggukan..
-Skip time—
Sabutu, Hoshi Bachi Wonderland, (ceritanya mereka udah nyampe dan mulai maen di sono)
"Ne, Soi-chan, maaf kalau aku lupa bilang, tapi kamu manis sekali hari ini." Ggio merayu(?) Soifon. Selamat Ggio! Kamu sukses membuatnya blushing. "A-apa-apaan kamu sih! Sudah, ayo jalan!" Soifon memang kelihatan manis sih.. Rambutnya seperti biasa, tapi, busananya itu, lho, Baju hoodie lengan panjang berwarna biru muda, rok celana minim berbahan denim (gabungan NIM(?)!), dan sepatu kets berwarna kuning cerah. Memakai tas selempangan berbahan halus yang berwarna kuning muda juga. Imut? Memang!
Sementara Ggio? Dia memakai kaus bergambar bintang kecil di langit yang biruuuu amat banyaaak menghias angkasaaaaa Lho? Kok melantur? Pokoknya, dia memakai kaus biru langit bergambar bintang kecil dan celana jeans panjang. Sepatunya nike berwarna putih juga menawan, hei, hei, Ggio, beliin aku ya? Ggio: "Iih! Ogah! Mendingan, aku beliin buat Soi-chan!"
Sudahlah, mari kita ke penghujung hari..
"Hei, Soi-chan, bagaimana kalau kita naik komedi(?) putar itu?" usut(?) Ggio. "Boleh." Soifon menjawab ringan.
Setelah mengantri..
"Untuk 2 orang ya? SIlahkan" mba(?) penjaga loketnya pun mempersilahkan Ggio dan Soifon masuk, dan mereka pun masuk tanpa basah(?)-basi,
~Pembicaraan mereka ketika di komedi putar~
"Akh, terima kasih atas hari ini, Ggio" ucap Soifon yang mengelupas(?) keheningan di antara mereka. "Aa (Aaroniero?), mendingan kamu trims ke Yumeshiro-san saja." Ucap Ggio sambil berblushing ria. Tiba-tiba, keheningan terpecah lagi.
Sekita 5 Menit kemudian, kapsul(?) mereka berada di puncak, bergoyang!
"Kyaa!" teriak Soifon panik, 'Mohon maaf, ada kesalahan teknis di sini, jadi jangan panik yaa~ Love you~' ucap kepala staf yang dijakini bernama Szayel dengan nada ala banci khasnya.
"Tenang saja Soi-chan, 'kan ada aku.." ucap Ggio sambil menenangkan Soifon yang dipeluknya, psst! Mau tau? Soifon itu phobia ruang gelap, sempit, dan di udara! Alias, dia itu takut sama yang namanya kekunci di lift atau gondola atau WC persawat terbang(?). "Hiks! Hiks!" Tiba-tiba, terdengar suara tangisan dan jatuhnya bulir-bulir air minum(?) alias air mata. "Soi-chan?" Tanya Ggio poloooooooooosss sekali. Ternyata, Soifon nangis, saudara-saudara! Nangis! *Di Suzumebachi!* "Hei, Soi-chan.." panggil Ggio. Soifon menoleh dan..
C-U-P Cup!
Bibir Ggio menyentuh bibir Soifon, yap, mereka kissu (kiss), saudara-saudara setanah air sebangsa senegara! (4L4Y)
1 detik…
2 detik..
3 detik..
Eh, sudah selese ya? Sejak kapan? "SEJAK 1 DETIK YANG LALU, DODOL!" Eh? Masa? Sorry, sorry.. Yasud! Mulai lagi! "Ggio, boleh kucincang dia?" "Fufufu.. entar aja, Soi-chan!" Tieeeeeeedaaaaaaak! Nyawa author terancam! Tieeeeeeeeeeeeeeeeeeedak! Wah, aku lebay nan alay, yah?
Back to the Scene.. (Wuidih! Sok Inggris!)
"A-a-a… Ggio! Kenapa…!" Tanya Soifon. "Haha.. Tidak apa-apa, Soi-chan~" Ucap Ggio. "IIh!" Soifon marah. "Hehe.. setidaknya, kita sudah ada progress, kan?" Tanya Ggio dengan teasing mode-nya yang diajari oleh Okita Souji. "Hhh.." Soifon menghela napas panjang. Dan komedi putari(?) itu bergerak lagi..
Sementara itu, di suatu tempat di taman bermain tersebut..
"Okay! Ggio Vega & Soi-fon, DONE!" Yume men-check list pasangan di buku hitam (HITAM? Death note apa bukunya Hiruma Youichi?) tapi boong. Buku biru langitnya. "Nah, selanjutnya, siapa, ya?" Yume melihat langit malam sambil tersenyum, "Pulang, ah!" Yume pun beranjak pergi (dari pasar(?))
Pairing: Ggio Vega & Shaolin Soi-fon
DONE!
.
.
.
=Omake=
Encyclopedia:
A: Yume Ukifune : OP dari OVA dari (dari melulu~) salah satu anime kesukaan author
B: Fuuka ~The Whisper of Snow Falling : Salah satu ED dari OVA salah satu anime kesukaan author
.
.
.
=The Real Omake=
Kokyu: Nah, bagaimana, GgioSoi?
GgioSoi: (blush)
Orihime: Oooh.. So sweeeet
Ichigo: Mereka GA NISTAAA! *Keluarin Zangetsu*
Kokyu: Gya! Ichigo! Jangan GETSUGA TENSHO gueee!
Ichigo: Idih, ngapain gue Getsuga Tensho elo? Orang gue mo nyiapin kurban
Kokyu: Siapa yang nyuruh elo?
Ichigo: Dra. (GOMEN!)
Dra-chan: HEI!
Kokyu: Dra-chan! (peluk)
Dra-chan: Iih! Jijay gue! Lepas! (Keluarin Sode no Shirayuki)
Rukia: Sode no Shirayuki gue!
Kokyu: Nah, ada yang tau siapa pairing selanjutnya?
Rukia: GinRan!
GinRan: HitsuHina!
HitsuHina: IchiRuki!
IchiRuki: GrimNel!
GrimNel: Ih! Mending UlquiHime!
UlquiHime: (absen)
Kokyu: Udah, mendingan nanya readers aja, okey?
Yume: Baiklah! Siapa yang mao ngomong kata-kata penutup?
Yamamoto: Guee.. secara gueeee… itu pemimpin Gotei 13 yang terkenaaall!
Kokyu: Yasud, sono.
Yamamoto: Horeee!
Yamamoto: Baiklah, pertama saya dan seluruh Gotei 13 (deathglare by Kokyu) ..dan author, mengucapkan selamat Idul Fitri 1432 H. Dan jika mau pairing kesukaan kalian ditampilkan, silahkan review.
Kokyu: Singkat kata, review kalian adalah pedoman(?) dan jalan cerita FF ini selanjutnya. Dan tanpa review, aku akan menunggu hingga ada yang review!
Byakuya: Kapan batas akhir reviewnya?
Kokyu: Ya, terserah, mungkin.. 14 September?
Yume: Oke. Siap? Satu.. duaa.. tiga!
All: Onegai review dan selamat Idul Fitri, minna!
