Disclaimer: Boleh minta Naruto buat hadiah lebaran?

Timeline: Akhir bulan Ramadhan? Deket lebaran? Haha udah jelas, ah.

\(^0^)/

Akhir Ramadhan

\(^0^)/

Shikamaru memandang jadwal shalat tarawih yang tertempel di kulkas rumahnya. Ah, rupanya namanya tertulis di bagian imam hari ini. Merepotkan…

Kaki yang membawanya menuju masjid, melangkah dengan malas. Oh tidak, Shikamaru tidak malas shalat tarawih. Justru lebih cocok kalau dibilang sangat senang. Apalagi ibadah ini hanya bisa dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Kesempatan yang jarang ini tidak boleh disia-siakan! Tapi menjadi imam… Rasanya, sedikit merepotkan… Ah, memikirkan hal itu saja sebenarnya sudah merepotkan sendiri.

Memasuki masjid, jumlah jamaah yang agak lebih sedikit dibanding minggu lalu, terlihat jelas. Polanya sama. Mendekati penghujung bulan Ramadhan seperti ini, jamaah pasti semakin berkurang. Setidaknya itu yang selalu Shikamaru perhatikan. Terlalu merepotkan? Susah memang menjadi seorang jenius.

Mungkin bagus sebagai topik kultum malam ini? Di masjid Konoha, menjadi imam berarti menjadi khotib juga. Sedikit malas sih sebenarnya, apalagi kultum tarawih itu tidak wajib. Tapi nanggung lah, ya. Walaupun Shikamaru mungkin malas, apa yang harus dikerjakannya akan dilaksanakan sebaik mungkin. Jadi kalau mengimami shalat tarawih, ya kultum dilakukan juga.

\(^0^)/

Selesai dzikir kecil yang dilakukan seusai shalat Isya, Shikamaru bangkit dari duduknya dan memulai kultumnya.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi wassalallahu wassalamu 'ala rasulullahi sayyidina wa maulana muhammadi bin 'abdillahi amma ba'dah.

Puji syukur kepada Allah dan doa salawat serta doa keselamatan kepada Rasulullah junjungan dan pembimbing kita, Nabi Muhammad bin Abdillah.

Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan, Adalah Nabi Salallahu 'Alaihi Wassalam lebih bersemangat dalam beribadah pada sepuluh hari yang terakhir dengan ibadah yang belum pernah dikerjakan dengan sungguh-sungguh di bulan lain, beliau mengkhususkan sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan dengan amal perbuatan ibadah yang tidak dikerjakan pada bulan yang lain.

Dan dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim, disebutkan Adalah Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wassalam ber'itikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan sehingga wafat.

Tapi melihat keadaan masjid kita sekarang, yang terjadi adalah adanya penurunan jamaah semakin ke penghujung bulan Ramadhan. Awal bulan Ramadhan, semua orang berbahagia menyambutnya, jumlah jamaah masjid sampai membludak. Makin ke tengah, sepertinya orang semakin jenuh. Akhirnya penghujung bulan Ramadhan, seperti yang terlihat saat ini.

Seperti hadits yang saya sebutkan sebelumnya, Rasulullah justru lebih bersemangat pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini juga karena Lailatul Qadr terjadinya pada malam-malam terakhir bulan Ramadhan. Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dibandingkan seribu bulan.

Mengenai waktu pastinya Lailatul Qadr ini tidak ada yang tahu, tapi Rasulullah pernah bersabda, dalam hadits riwayat Ath-Tabhrani, Carilah Lailatul Qadr pada malam sepuluh hari yang terakhir.

Karena itu rekan-rekanku sekalian, mari kita ajak kembali teman kita, keluarga kita, untuk semakin bersemangat dalam malam-malam terakhir bulan Ramadhan ini. Lebaran kan sebentar lagi. Masa mau berpisah gitu aja sama Ramadhan yang cuma tiga puluh hari ini?

Sekian dari saya. Mohon maaf bila ada kesalahan. Kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."

Shikamaru pun mengakhiri kultumnya yang, tidak mencapai tujuh menit juga, dan duduk kembali.

Chouji yang merupakan bilal malam itu tersenyum dan berkata, "Bagus lho, Shikamaru."

"Yeah, thanks," jawab Shikamaru kepada sahabatnya itu.

Shalat tarawih berlangsung lancar dan biasa-biasa saja. Shikamaru memilih surat-surat yang… biasa-biasa saja. Amat sangat tipikal Shikamaru.

Setelah tarawih berakhir, Shikamaru masih bersama Chouji di dekat mimbar sebelum seseorang dengan suara keras menghampiri mereka.

"Shikamaru! Bagus, lho! Sangat mengena! Darah muda banget! Haha," Lee mengacungkan jempolnya.

"Ah Lee-san, mungkin tidak perlu sekeras itu mengucapkannya," Chouji tersenyum melihat Lee.

"Maaf, terlalu bersemangat," Lee mengangguk tersenyum kepada Chouji.

Chouji tertawa melihat respon Lee. Neji yang datang bersama Lee terlihat bersyukur ada yang mengingatkan teman setimnya. Shikamaru hanya menggumam, "Merepotkan…"

"Oke, kita pulang dulu. Neji kepikiran Tenten yang nungguin di depan nanti," Lee berjalan kembali menuju pintu keluar masjid.

Sebelah alis Neji terangkat menatap Lee. Lee hanya tertawa. Neji mulai menatap Lee dengan tatapan maut Hyuuga-nya. Butiran keringat mulai muncul di dahi Lee, "Yah…"

"…janjian?" tanya Shikamaru dengan nada malas.

Lee yang senang ada pengalihan, segera mendekati Shikamaru dan menjawab, "Oh, nggak juga. Udah tradisi kayanya. Kita selalu ke mana-mana bareng soalnya."

"Hmm. Aku juga ingin cepat-cepat tergeletak di kasurku lagi," Shikamaru meregangkan tangannya ke atas. Bersama-sama mereka berjalan menuju pintu keluar masjid.

Di depan masjid, terlihat Tenten mengobrol dengan Ino. Shikamaru mengangkat sebelah alisnya. Ino menunggu teman setim juga? Dirinya dan Chouji maksudnya. Biasanya Ino udah pulang bareng Sai.

"Haha iya, baru aja kemarin ada magazine scans yang di-post," ucap Tenten pada Ino.

"Uwaaah, Yuto belum ada apa-apa lagi, nih. Aaah, kapan Yuto dapet spotlight lagi, nih. Dulu padahal bareng-bareng terus," nada protes Ino terdengar.

"Iya, tapi senang kan kemarin Yuto-kun lumayan dapat spotlight pas di PV Over. Kan dia yang nepuk bahu Yamada-kun," senyum Tenten.

"Iya iya! Haha ngomong apa ya itu Yuto ke Yama? Hmm," Ino tertawa kecil.

Pembicaraan itu lagi, ya… Ino makin dekat dengan Tenten karena idol-idol itu. Awalnya Ino juga yang meracuni Tenten.

Neji sepertinya terlihat, terganggu? Merepotkan memang, teman setim-mu teracuni idol. Shikamaru bersyukur, sih. Merepotkan sekali kalau dia dan Chouji yang harus mendengarakan… fangirlisme Ino tentang idol itu.

Tenten yang melihat Shikamaru, melambaikan tangannya, "Hei Shikamaru! Kultum-mu pas banget! Haha."

"Ah, thank you," jawab Shikamaru setelah dekat.

Neji semakin terlihat, hm, apa kata yang tadi? Eh? Terganggu jugakah kalau Tenten menyapa orang lain dulu sebelum dia?

Lee tertawa melihat reaksi Neji.

"Seperti yang sudah diharapkan dari teman setim-ku yang jenius ini haha," tawa Ino, "Tapi iya ya, lebaran sebentar lagi. Waaah, harus seneng apa sedih ni?"

Shikamaru memikirkan kembali kultumnya tadi. Bulan Ramadhan sebentar lagi berakhir. Rasanya baru kemarin, semua bersemangat menyambut datangnya Ramadhan. Banyak yang harus menyesuaikan diri dari kebiasaannya ketika tidak puasa. Masjid-masjid sangat ramai. Kemudian, orang-orang mulai terbiasa dengan kegiatan saat puasa. Sekarang, masjid-masjid mulai berkurang jamaahnya. Mendekati lebaran, mall-mall sepertinya bertambah pengunjungnya. Benar-benar dinamika saat Ramadhan…

\(^0^)/

.Kazuya, Aug 27 '11

Akhir banget ye publish-nye? Haha. Aduh, masih musti masak sayur pepaya, nih. Haha, sibuk ye? u.u

Kultumnya, Author bikin sendiri, hehe. Hadits dicomot dari buku hadits. Diliat-liat, kultum intinya seiprit, ye? Haha. Untung Shikamaru kepribadiannya emang males. u.u

Yamada-kun dan Yuto-kun berada di bawah agensi Johnny & Associates. Termasuk PV Over yang disebut-sebut ye, hehe. Ini, awal keracunannya agak dijelasin di fic Author lainnya yang berjudul That Means She has Something She Holds Dear. Emm, yeah, in English, hehe.

Makasih udah baca! Kesempatan dapet Lailatul Qadr tambah mantep deh kalau review juga! Haha. Yang nggak puasa juga, God bless ya kalau review hehe.

Thanks juga buat para reviewers chapter sebelumnya. Yang dibales lewat account, Kazuki NightFlame47. Dan untuk Suzuka Haruka.

Btw, hari ini hari keempat white lily Author mekar. Aye. Tiap malem ada dua kuntum yang mekar terus paginya layu. Masih ada kuntum-kuntum lain yang belum mekar, jadi, besok-besok malam masih bisa mengharapkan mekarnya white lily lagi hehe.