The Strongest Team

Author : Alfz

Naruto x Anime Xovers; Naruto. U., Kyuubi/Kurama., Sasuke. U., Shikamaru. N; Action, Friendship.

WARNING : Typo, OverPowered!Naru, Isekai!Theme, Godlike!Sasu, Godlike!Shika, Alive!MinaKushi, Harem!Naru, Twins!Naru

"Bicara"

'Batin'

"Bicara Monster"

'Batin Monster'

Jutsu/Teknik

Pair :

Naruto x Harem (Rias x Akeno x Arturia x Orihime)

Sasuke x Harem (Sona x Tsubaki)

Shikamaru x Tomoe

Itachi x Serafall

Ichigo x Rukia

Issei x Harem (Asia x Koneko x Le fay)

Summary : Setelah berhasil memenangkan perang besar dunia shinobi ke-empat, Naruto harus menerima kenyataan pahit mengenai keadaannya. Tapi pada saat yang bersamaan Kami-sama memberikan dia kesempatan baru. Akankah dia menerimanya dan sekali lagi menjalankan tugas mulia ? Ataukah dia akan pasrah pada nasibnya ?

Chapter 1 : New Dimension, New Trouble

Perang besar dunia shinobi ke-empat…. Mimpi buruk bagi setiap shinobi maupun kunoichi, perang besar melawan Uchiha Obito, Uchiha Madara, serta Ootsutsuki Kaguya.

Walaupun pada akhirnya Obito kembali ke jalan yang benar, Uzumaki Naruto sang Anak dalam ramalan sekaligus pahlawan perang harus menghadapi kenyataan pahit yakni kepergian sahabat yang merupakan rivalnya yaitu Uchiha Sasuke.

Disaat sebelum kematiannya Sasuke menitipkan kedua matanya yakni Eternal Mangekyou Sharingan serta Choku-Tomoe Rinnegan pada Naruto agar dia bisa mengalahkan Kaguya dan membatalkan Mugen Tsukoyomi.

Saat berhasil mengalahkan Kaguya serta membatalkan Mugen Tsukoyomi, Naruto merasakan hal aneh pada dirinya yang akan mempengaruhi kehidupannya.

Naruto POV

"Akhirnya kita menang Sasuke, berkat dirimu kita bisa mencapai perdamaian abadi ini. Tou-san, Kaa-san, Ero-Sennin, Hinata, Shika, Nagato, Itachi, Sasuke… Aku berhasil mewujudkannya, bisakah kalian melihatnya dari sana ? Perang telah berakhir, kita telah berhasil." Ujarku dengan penuh semangat.

Uhh apa ini ? Entah kenapa tapi tubuhku rasanya sakit sekali seperti dihantam meteor Madara-teme.

SRING

Uhh cahaya apalagi ini ? Ini bukan cahaya matahari biasa sepertinya dan lagi kurasa ada seseorang disana.

Naruto POV End

Normal POV

Sebuah siluet seseorang mendekat kearah Naruto dari cahaya tersebut, dapat dilihat kalau orang itu diselubungi oleh cahaya yang sangat menyilaukan.

TAP TAP TAP

"Bagaimana keadaanmu nak ?" ujar sosok tersebut. Naruto yang kebingungan pun hanya menjawab dengan polos.

"Tubuhku terasa sakit tapi aku masih bisa menahannya untuk saat ini. Omong-omong maaf kalau tidak sopan, tapi anda siapa ?" Sosok tersebut hanya tersenyum dan menjawab.

"Aku adalah sosok yang biasa kalian sebut Kami-sama" Naruto yang pada dasarnya memang agak bodoh, sedikit tidak mengerti apa yang dimaksud sosok tersebut.

'Hmm ? Kami-sama ?' batin Naruto tidak paham.

"EHH K-k-k-Kami-sama !?" kejut Naruto yang sudah paham, sedangkan sosok tersebut hanya terkekeh melihat reaksi Naruto barusan.

"Maaf kan ketidaksopanan saya Kami-sama." Kami-sama kembali terkekeh.

"Maa.. tenanglah Naruto-shounen lagipula, Aku tidak mempermasalahkannya" ujar Kami-sama santai.

"Oh ya omong-omong, Aku punya berita bagus juga buruk untukmu. Mana yang mau kau dengar lebih dulu ?" lanjutnya.

"Kurasa aku memilih berita buruk lebih dulu" balas Naruto.

"Souka ? Baiklah berita buruknya hidupmu tidak akan lama lagi disini" ujar Kami-sama dengan serius yang mengejutkan Naruto.

"Chotto matte… Nani !? Hidupku tidak lama lagi !? Kuso ! Kenapa ini harus terjadi padaku !? Aku bahkan belum sempat mempraktikan materi yang diajarkan oleh Ero-Sennin padaku !" ringis Naruto yang melupakan sejenak kalau dia masih dihadapan Kami-sama yang saat ini memandangnya sweatdrop.

"Yare-yare jadi itu yang kau pikirkan. Maa tenanglah bukankah sudah kukatakan kalau.,Aku juga membawa berita baik untukmu ?" ujar Kami-sama mencoba menenangkan Naruto.

"Uhm.. jadi apa berita baiknya Kami-sama ?" balas Naruto yang sudah mulai tenang.

"Baiklah berita baiknya adalah Aku akan menghidupkan mu kembali tapi tidak di dimensi ini. Melainkan di dimensi ciptaan ku yang lain ditambah,

Aku juga akan menghidupkan kedua orang tuamu kembali beserta tiga orang lainnya yang kau inginkan. Tentu saja beserta keluarga mereka, bagaimana ? Kau mau menerimanya Uzumaki Naruto ?" tanya Kami-sama yang membuat Naruto menajamkan sorot matanya.

"Baiklah aku menerimanya Kami-sama" ujar nya dengan lantang.

"Bagus… kalau begitu sebutkan tiga orang yang ingin kau bawa bersamamu" ujar Kami-sama.

"Aku ingin agar Sasuke serta Shikamaru ikut dengan ku karena mereka berdua tewas Bersama orang yang mereka cintai demi melindungi ku" jawab Naruto.

"Bersiaplah karena Aku akan membawa jiwa mereka kesini" balas Kami-sama.

SRING

Tiba-tiba muncul cahaya lain yang mengeluarkan kedua orang yang ingin dibawa oleh Naruto bersama dengannya.

"Dimana ini shika ?" ujar sang remaja berambut model pantat bebek pada remaja berambut nanas yang bernama shika disampingnya.

"Jangan tanyakan hal yang merepotkan padaku Sasuke, aku sendiri tidak tau ini dimana" balas Shika dengan gaya malas nya yang khas pada remaja satunya yang diketahui bernama Sasuke.

"Teme ! Shika!" ujar remaja pirang kita.

"Suara ini ? Jangan bilang !" batin keduanya merasa tidak asing dengan suara tersebut.

"Dobe/Naruto" seru keduanya.

"Mendokusei naa…Kali ini masalah apa lagi yang kau ciptakan sehingga kami berdua ikut terseret hah !?" seru Shikamaru agak kesal pada Naruto.

"Hey jangan asal menyalahkanku kau ya ! Tidak semua masalah berasal dariku" balas Naruto sengit.

"Sudahlah Shika lebih baik kita mendengar penjelasan Dobe tidak ada gunanya kau kesal pada si Bodoh ini" ujar Sasuke mencoba untuk melerai mereka.

"Cih baiklah" balas Shikamaru.

"Jadi bisa kau jelaskan apa maksudnya ini usuratonkachi ? Bukankah seharusnya aku dan Shika sudah tewas tapi mengapa kami ada disini ?" tanya Sasuke dengan tenang.

"Kalau untuk hal itu lebih baik jika dijelaskan oleh Kami-sama" jawab Naruto dengan tenang sambil memandang kearah Kami-sama yang memperhatikan mereka daritadi.

"Maafkan ketidaksopanan kami sebelumnya karena tidak menyadari kehadiran anda Kami-sama" ujar keduanya yang baru menyadari keberadaan Kami-sama.

"Maa tidak masalah Sasuke-shounen, Shikamaru-shounen. Kalau begitu aku akan menjelaskan apa yang terjadi disini" balas Kami-sama sambil tersenyum. Kami-sama pun menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya yakni percakapannya dengan Naruto.

SKIP TIME

Setelah Kami-sama menjelaskan alasan mereka ada disini keduanya pun setuju dengan keputusan yang diambil oleh Naruto.

"Baiklah kurasa kami tidak punya pilihan yang lebih baik dari ini bukan begitu ? Shika ?" tanya Sasuke pada Shikamaru disampingnya.

"Mendokusei naa… walaupun aku sangat ingin untuk kembali tidur tapi aku tidak bisa meninggalkan orang-orang bodoh seperti kalian tanpa pengawasan jadi aku akan ikut" balas Shikamaru yang membuat Naruto dan Sasuke kesal.

"Jangan menyamakanku dengan Dobe yang bodoh ini, dasar rusa pemalas !" seru Sasuke kesal.

"Apa katamu Teme !? Kau menantangku ya !?" balas Naruto yang tidak terima atas pernyataan Sasuke tentang dirinya.

"Maa-maa tenanglah sekarang kalian akan ku kirim ke dimensi baru kalian dan juga disana keluarga kalian sudah menunggu kalian. Jaa ne shounen-tachi" ujar Kami-sama sambil mengirim mereka bertiga yang sedang beradu mulut.

KUOH CITY PARK 16.30

SRING SRING SRING

Tiga cahaya muncul dan mengeluarkan ketiga pemuda yang sedang beradu mulut sebelumnya.

"Teme-yarou padahal aku sudah menghidupkan mu kembali tapi sifatmu yang menjengkelkan itu tidak menghilang sama sekali" ujar pemuda pirang bernama Naruto pada temannya.

"Urusai na usuratonkachi ! Kau sendiri yang ingin aku hidup kembali tapi sekarang kau malah berkata seolah-olah aku sudah berhutang padamu !" balas pemuda berambut pantat bebek bernama Sasuke dengan sengit.

"Oy pasangan disana ! Bisakah kalian menghentikan pertengkaran suami-istri kalian ?" ujar pemuda berambut nanas bernama Shikamaru.

"Diam kau rusa pemalas !" seru mereka pada Shikamaru.

"Hah daripada kalian terus bertengkar lebih baik kita membaca surat yang diberikan Kami-sama pada kita" balas Shikamaru sambil menunjukan sebuah surat ditangannya.

"Disini tertulis 'Aku sudah memberikan alamat rumah kalian di belakang surat ini. Dan juga Aku sudah memberikan kalian kekuatan baru agar kalian bisa menciptakan perdamaian di dimensi ini seperti yang sudah pernah kalian lakukan sebelumnya

kekuatan kalian akan kuberitahu saat kalian kalian sampai dirumah kalian masing-masing. Berjuanglah wahai pahlawan antar dimensi' begitu katanya" ujar Naruto yang membacakan surat tersebut.

"Maa… mau bagaimana lagi sepertinya kita harus pulang sekarang" ujar Shikamaru sambil menguap.

"Tapi aku merasa ada yang aneh dengan alamat ini" Sasuke merasa ganjal akan alamat yang diberikan Kami-sama pada mereka.

"Sudahlah lebih kita mencari alamat ini segera" seru Naruto yang ingin cepat-cepat pulang.

Setelah mencari selama beberapa menit sambil bertanya pada warga sekitar akhirnya mereka menemukan rumah yang mereka cari.

"HAH !?" seru mereka bertiga.

"Teme… Shika… Tolong katakan kalau aku salah lihat" ujar Naruto yang patah semangat.

"Tidak kau tidak salah lihat Dobe" balas Sasuke.

"Hah…hontou ni mendokusei naa" ujar Shikamaru dengan lesu.

Lesu ? Ya lesu bagaimana mereka bertiga tidak lesu dan patah semangat, ternyata rumah mereka bersebelahan yang mana artinya mereka akan diawasi oleh ketiga ibu mereka seharian penuh.

NAMIKAZE HOUSE

"Tadaima" ujar Naruto penuh pengharapan.

"Okaeri" terdengar dua suara yang membalas salam Naruto dari arah dapur.

Naruto yang mendengar itu dengan cepat berlari kearah dapur, sesampainya disana dia langsung menangis sambil memeluk wanita berambut merah dan pria berambut pirang yang berada disana.

"TOU-CHAN, KAA-CHAN !" serunya dengan bahagia.

UCHIHA HOUSE

"Hah… kuharap ini bukan mimpi belaka. Tadaima" ujar Sasuke dengan sedikit ragu.

"Okaerinasai" terdengar beberapa suara membalas salam Sasuke. Dengan cepat dia mencari sumber suara tersebut.

"T-Tou-san, K-Kaa-san, A-Aniki" ucapnya agak terbata-bata sambil meneteskan air mata.

NARA HOUSE

"Aku yakin kalau aku pasti akan diomeli oleh kaa-san lagi sedangkan tou-san tidak akan berkutik dihadapan kaa-san. Tadaima" ujar Shikamaru seakan tahu apa yang akan dialaminya.

"Okaeri" mendengar dua buah suara yang menyambut dirinya, Shikamaru dengan santai berjalan kearah dapur sambil tersenyum.

"Tadaima Tou-san, Kaa-san" ucapnya dengan tersenyum bahagia.

TBC

Review bang btw aing masih pemula jadi kalau ada salah kata ataupun typo mohon dimaklumi. Chapter 2 mungkin bakal keluar beberapa hari lagi so… see you next chap XD