A Mission!
Warning: OOC, AU, BAHASA CAMPUR ADUK, ALUR KECEPATAN, Multi Genre, Typo.
PAIR: No Pair. Just Slight for PeinKonan
Genre: Mystery/Horror/Humor/ Friendship
Rate: T
Disclaimer: Naruto and Akatsuki belong to Masashi Kishimoto. The Story is mine.
Please Enjoy it!
.
.
.
/SKIP TIME/
Teras rumah baru. Jam 16.00 Waktu Konoha.
"Nah, ini dia rumah baru kalian!"
Di depan para Akatsuki, berdiri sebuah rumah bergaya khas belanda. Rumah itu berwarna putih dengan hiasan bunga di dindingnya. Rumah ini bertingkat dua dan memiliki balkon yang cukup luas. Di sebelahnya terdapat kebun yang luas serta buah-buahan yang membuat mata Zetsu langsung sparkling-sparkling. Udara di situ juga sangat dingin, yang membuat Kakuzu langsung berpikir 'Berati gak usah keluarin duit buat beli AC!'.
"Ayo masuk ke dalam!" ajak Ai kepada para Akatsuki yang masih terpana melihat rumah barunya.
"Oh? Iya ya?" balas Akatsuki yang langsung bangun dari acara 'pana-terpananya'.
Dengan riang gembira, mereka semua masuk ke dalam rumah itu (yah kecuali Sasori sih yang masih curigaan).
"Oy Sasori napa diem aja di situ? Buruan masuk!" ajak Hidan ke Sasori yang masih terdiam di tempatnya.
"..." Sasori masih terdiam di tempatnya sambil masang muka curiga.
"Heh Saos merah! Lo denger gak?!" seru Hidan.
"Gue gak mau masuk Hidan." Jawab Sasori.
"Loh kenapa?"
"Gue...Gue curiga aja dengan rumah ini. Gue punya firasat buruk tentang rumah ini Dan!" kata Sasori mengungkapkan kecurigaannya.
"Eits jangan berpikir gitu dong! Lo harusnya bersyukur kita punya rumah baru! Masa lo mau terus-terusan tinggal di goa reyot itu?" nasehat Hidan ala Uztad kecebur got.
"Iya sih..." balas Sasori gak yakin.
"Udah ah buruan masuk Saos! Gue udah gak betah diem di sini melulu!" kata Hidan sambil narik tangan Sasori ke dalem.
"Ngajak sih ngajak tapi jangan sambil megang tangan gue napa?" sewot Sasori kepada si rambut klimis itu.
"Hehehehe," Hidan cuman cengengesan sambil pasang muka watados.
Inside the House
.
.
"Biar gue jelaskan ya. Rumah ini terdiri atas 5 kamar yang berada di lantai dua, 1 dapur, 1 kamar mandi, 1 kolam renang di belakang dan juga kolam ikan, sebuah kebun disamping, lalu yang kita tempati sekarang ruang tengah yang lengkap dengan Tvnya!" jelas Ai panjang lebar.
"Uwoooo..." takjub mereka sambil melongo dengan norak.
"Lalu dimana hadiah kami?" tanya Konan.
"Itu!" tunjuk Ren pakai teddybearnya.
Spontan, Akatsuki yang sudah berhenti melongo kemudian menengok ke arah hadiah mereka, dan tanpa babibu lagi, mereka melesat ke arah hadiah mereka (-Kakuzu dan Zetsu), dan sekali lagi dengan noraknya, mereka bergumam,
"Gile! Ini majalah bokep limited edition dan pierching terbaru! Akhirnya, hiks, gue dapet!"
"Kertas bermutu! Akhirnya setelah sekian lama~"
"Krim ini pasti ampuh! Dan gue akhirnya bisa ngaca dengan kaca baru!"
"Un! Tanah liat baru, berati bikin lempung baru, un!"
"Oh Jashin-sama~ setelah sekian lama akhirnya kita bisa berdua bersama~"
"Aquariumnya besar men! Oh Piranha-piranha ku tersayang, kalian dapat tempat baru!"
"Ah! Tobi dapat Lollipop rasa soto(?) juga setelah sekian lama! Sik asik!"
Sedangkan Sasori, Zetsu dan Kakuzu? Jangan tanya. Si Sasori udah mulai memainkan boneka dan robot-robot baru dia dan segera menghapus semua kecurigaan yang ada di otaknya. Zetsu langsung ngeloyor pergi ke kebun barunya. Kakuzu? Rentenir bangkotan itu sih udah keliling-keliling ruang tengah sambil teriak 'Gue gak usah ngeluarin duit!'. Buset inget umur Kuz.
Jangan lupakan trio sableng kita. Mereka langsung sweatdropped begitu melihat tingkah abstrak para Akatsuki, dan gak yakin kalau itu benar-benar Akatsuki yang disebut penjahat kelas S.
"Oi Rei!" panggil Itachi.
"Iya apa?" tanya Rei yang merasa terpanggil oleh penjaga neraka (Narator: Heh Itachi jangan liatin gue kayak gitu! Yang nulis si Author gue cuman bacain doank! Ita: Oh gitu?).
"Gue ganteng bener yak? Gue takut nih Rei kalau para fansgirls gue makin ngejar-ngejar!" ujar Itachi sambil bernarsis-narsis ria di depan kaca barunya.
"Iya saking gantengnya gue sampai ngenek liatnya!" jawab Rei seenak udel.
"Apa kata lo?" Itachi langsung men-deathglare Rei begitu mendengar jawabannya.
"Kata gue lo ganteng banget sampai nenek-nenek ikut ngejar-ngejar lo!" Rei langsung ngeles begitu ngeliat tampang Itachi yang serem bener.
"Oh gitu ya? Susah emang ya jadi orang ganteng?" Rei makin eneg begitu si Itachi ngomong kayak gitu, "wait, apa kata lo tadi? Nenek-nenek ngejar gue juga?"
"Bah maksud gue saking gantengnya lo, bukan hanya cewek aja, nenek-nenek juga sampai klepek-klepek!"
"Oh gitu ya? Gue tau gue ini ganteng, sexy dan charming! Tapi gak usah nenek-nenek itu masuk data para fansgirls gue!"
"Iya lo itu emang ganteng, sexy dan charming banget!" kata Rei yang sebenernya gak rela bilang kayak gitu sebenarnya, 'Ternyata ada juga yang bisa dibego-begoin selain si Ren!' pikir Rei nista sambil pasang gaya sok mikir. Dasar kakak durhaka.
/SKIP TIME/ (Again)
.
.
"Baiklah, setelah ini kalian bebas ingin melakukan apa saja. Kami pamit dulu." Kata Ai sambil membungkukan badannya diikuti oleh Rei dan Ren.
"Loh? Sudah mau pulang lagi?" tanya Konan yang kayaknya kecewa. Kalau Ai pulang berarti dia cewek sendiri dong?
"Iyap, kalau ada yang kalian ingin tanyakan hubungi kami saja," ujar Ren sambil menyerahkan kartu nama masing-masing.
"Yaudeh kalau kalian mau pulang! Nanti kalau ada apa-apa gue hubungi. Udeh sono pulang! Bosen gue liat muka lo bertiga! Hush hush!" usir Pein seenak jidat (bosen udel melulu) sambil memainkan tangannya keatas kebawah. Kayak lagi ngusir kucing aja ni ketua bokep.
'Anjrit dasar ketua sialan!' batin Rei dan Ai secara bersamaan sambil sumpah serapah ke Pein. Ren sih adem ayem aja. Karena dia emang merasa mukanya terlalu ngebosenin untuk diliatin (?). Trio Sableng itu lantas langsung ngacir begitu si Pein ngirim deathglare ke Ai dan Rei.
.
.
"Heh bocah Saos, panggilin anak-anak dong, gue udah PW nih disini!" kata Pein yang lagi-lagi kembali nyuruh si bonsai merah itu.
"Emoh ah gue lagi asik nih!" tolak Sasori cuek sambil tetap memainkan robot dan bonekanya. Dia dengan nistanya memainkan drama Robero dan Juleha (nama disamarkan demi kepentingan(?)) dengan peran robot sebagai Robero dan sang Barbie sebagai Juleha.
"Hmm...Korek api dimana ya? Gue mau bakar sesuatu euy!" Pein dengan sengaja pura-pura cari korek sambil lirik boneka dan robot Sasori supaya si Sasori bisa kepancing.
"Sialan, WOY SEMUANYA YANG MASIH PADA MAU IDUP, BURUAN KEBAWAH KALAU ENGGAK MALEM INI PEIN BAKAL ADA DISEBELAH KASUR LO SIAP-SIAP NERKAM ELO!" teriak Sasori lagi-lagi pake toa colongan dan lagi-lagi masih memakai ancaman yang sama. Tapi kebukti sih. Soalnya pas dia ngancam kayak gitu, lagi-lagi gak sampe dua detik, anggota Akatsuki lain langsung ngumpul. Bahkan Zetsu yang paling jauh pun begitu mendengar teriakan ini langsung lari ke ruang tengah. Keliatannya saking paniknya si Zetsu lupa kalau dia bisa nyelam. Ckckck.
"Ancaman lo gak mutu amat. Dasar Saos!"
"Biarin daripada gak gue panggilin! Udah buruan tuh mulai topiknya!"
Lagi-lagi percapakan yang sama. Btw, firasat gue aja apa si Author kebanyakan pake kata 'lagi-lagi'?
"Baiklah anak buahku—"
Belom selesai Pein ngomong, yang lain langsung pasang tampang –jangan panggil gue anak buah lo!—.
"Wow kalem bro! Gue cuman bercanda! Maksud gue para anggotaku yang tercinta (catet: bagian ini anggota lain langsung muntah (-Tobi karena Tobi anak baik)), gue memanggil kalian kesini karena ingin menentukan dengan siapa kalian sekamar! Karena ada lima kamar, maka gue juga memutuskan kalau satu kamar dua orang! Nah karena itu, gue ingin tanya, dengan siapa kalian ingin sekamar?" tanya Pein panjang lebar.
"Hmm...Kalau kata Dei sih, un! Sama partner yang dulu aja, un!" usul Deidara.
"Setuju!" seru Kisame, Tobi dan Kakuzu berbarengan.
"GAK SETUJU!" balas Sasori, Itachi dan Hidan berbarengan.
"Hee? Kenapa begitu?" tanya Pein.
"Gue males sekamar sama banci dan bocah autis."
"Gue eneg sekamar sama si Ikan. Bau amis!"
"Males banget sekamar sama Rentenir bangkotan itu! Tiap hari gue disuruh bayar kas melulu! Ritual gue sama Jashin-sama jadi keganggu!"
DeiKisaTobiKaku langsung pundung.
"Hmm...gimana kalau kita kocok aja?" usul Konan waras.
"Kocok? Macam Arisan aja!" celetuk Zetsu putih.
"Kan Konan cewek tih makanya dia dapat ide kocok kocok." Balas Zetsu hitam gak jelas.
Zetsu putih cuman ngangguk-ngangguk aja.
"Jadi gini. Kalian ambil salah satu kertas yang ada di tangan gue. Kalau sudah dapat berati itu partner kamar kalian!" jelas Konan.
"Tapi siapa yang bakal ngambil?" tanya Itachi.
"Yah yang gak setuju aja. Zetsu masuk hitungan." Jawab Konan simple.
ZetPut dan ZetTem cuman ngangguk-ngangguk tanda mengerti. Macam anak TK aja.
"Lo sendiri Konan?"
"Gue sama Pein aja dah."
Pein yang denger langsung seneng. Berati dia bisa 'ngapa-ngapain' Konan nanti.
"Ntar kalau dia macem-macem sama gue, gue tonjok dia!" lanjut Konan sambil memasang muka angker. Pein langsung takut.
"Nah silahkan ambil satu, Sasori, Itachi, Hidan dan Zetsu!" perintah Konan.
SasoItaHidanZetsu langsung mengambil kertas itu dan menyerahkannya kembali ke Konan.
"Baiklah gue umumkan! Pertama, Sasori lo sekamar sama Hidan! Lalu Itachi lo sekamar sama Deidara! Kemudian Zetsu lu sekamar sama si Tobi! Dan terakhir sisanya yang gak keambil, Kakuzu dan Kisame. Berati kalian berdua sekamar!" seru Konan semangat melihat hasilnya.
"Yah bolehlah sama Hidan juga." Kata Sasori yang setuju-setuju aja dia sekamar sama Hidan. Hidan juga seneng-seneng aja dia sekamar sama bocah saos itu.
"Anjrit masa gue sama si banci itu sih!? Gue gak setuju! Penonton kecewa!" protes Itachi gak rela sekamar sama Deidara.
"Sompret gue juga gak rela sekamar sama kakek muda itu, un!" Deidara ikut protes juga.
"Yattaa Tobi sekamar sama Zetsu-senpai!" seru Tobi autis sambil meluk-meluk Zetsu.
"Lepaskan K-kami T-tobi!" kata Zetsu terbata karena napasnya sesak dipeluk Tobi. Sedangkan Zetsu Item udah tepar.
"Gah gue gamau sekamar sama Rentenir bangkotan itu! Najis!" kali ini Kisame yang protes. Kakuzu sih seneng-seneng aja berati dia bisa ngambil duit dari Kisame. Dasar Koruptor!
"JANGAN PROTES SAMA HASILNYA! UDAH BAIK GUE BANTUIN!" teriak Konan sambil men-deathglare ItaDeiKisa. ItaDeiKisa langsung mingkem begitu melihat Konan seserem itu.
"Udah ah gue capek nih nonton lawakan kayak gini. Buruan sana masuk kamar masing-masing! Sasori dan Hidan kamar paling Kiri. Itachi dan Deidara kamar lo berdua sebelah Sasori. Entar gue sama Konan chayank di tengah-tengah. Lalu Zetsu dan Tobi disebelahnya. Terakhir Kakuzu dan Kisame kalian paling Kanan." Jelas Pein sambil ngupil.
"Iya dah!" serempak mereka semua (-PeinKonan) langsung mengambil barang masing-masing dan berjalan ke lantai dua menuju kamar masing-masing.
Tapi kelihatannya mereka gak sadar. Ada beberapa pasang mata yang mengawasi mereka dan tersenyum licik.
"Bos, kayaknya kita mendapatkan mangsa baru, khikhikhi..."
"Ya! Kau benar! Aku tak sabar untuk memangsa arwah mereka...Khukhukhu!"
Di Tempat lain...
.
.
"Rei, Ren!" panggil Ai pada duo kembar itu.
"Iya apa?" jawab mereka berbarengan.
"Apa para Akatsuki bisa melaksanakan misi ini? Gue takut kalau nasib mereka sama seperti para ninja sebelumnya!" kata Ai mengungkapkan rasa ragunya.
"Yah gue gak bisa nebak sih berhasil atau tidak. Kita percayakan saja pada mereka! Gue percaya kok sama mereka!" balas Rei sambil tersenyum. Sedangkan Ren hanya meng-iyakan sambil ikut terseyum.
"Yah..semoga saja."
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana nasib Akatsuki selanjutnya? Dan siapa sebenarnya orang-orang itu? Tunggu, apa mereka benar-benar 'orang'? Dan apa maksud perkataan Ai itu?
TBC
Author Note:
Author: Yatta akhirnya chapter 2 jadi juga! *tebar-tebar confetti* Saia gak nyangka ada yang nge review fic abal macem gini. Apalagi tokohnya Akatsuki –hajared—. Nah sekarang kita ke bagian reply review dulu:
Riyuki18: Thanks reviewnya Riku! Oke gw sudah mengikuti sarannya supaya menghilangkan ekspresi-ekspresi itu hehehe. Lalu untuk Akatsuki juga, gw gak ragu kok bikin Akatsuki malu-maluin. Secara muka mereka memang udah cocok jadi lawakan *ditonjok*
Bela Suryanegara: Wakakakak rajin amat pake nama asli segala. But thanks reviewnya yo Bel xD. Buju buset kalau Sasori dan Deidara dibanyakin yang lain entar gimana dong? Hidanmu gimana? Wkwkwk. Buat Romance sendiri...Agak susah sih soalnya genrenya bukan romance. Tapi diusahakan deh romance buat PeinKonan.
azmithegreathers: Yatta makasih yaa pujian dan reviewnya~ jangan lupa review lagi hehehe *ditendang*
Hwang Energy: Thanks yo for review dan pujiannya hehehe. Okay ini dia chapter 2 nya xD.
Hana love akatsuki: Yap makasih xD. Enjoy chapter 2 nya yaa~
LaChocho Latte: Beneran kocak? *mata sparkling-sparkling* Makasih latte-chan hehehe. Okay ini chapter 2 nya :)
nowan456 yoval: Yeah makasih yooo! Tenang aja selama sifat malas saia gak kumat saia akan tetap update fic ini *dihantam bom*
Nah, mungkin segitu aja dari saia selaku author terkece di ffn *dibantai author lain karena ngaku-ngaku*saia bingung mau ngomong apa!
Deidara: Tentu aja bingung, un! Author kan otaknya minim banget, un!
Author: Berisik ah lu! Okay, saia gak bisa berkata apa-apa lagi~
Review, onegai?
