Well, sekedar pemberitahuan, Author memutuskan untuk menjadikan Zetsu tidak berkepribadian ganda. Hanya ada satu Zetsu saja. Oke?


A Mission!

Warning: OOC, AU, BAHASA CAMPUR ADUK, ALUR KECEPATAN, Multi Genre, Typos.

PAIR: No Pair. Just Slight for PeinKonan

Genre: Mystery/Horror/Humor/ Friendship

Rate: T

Disclaimer: Naruto and Akatsuki belong to Masashi Kishimoto. The Story is mine.

Please Enjoy it!

.

.

.

Ghost Side.

.

.

"Bos, mangsa kita ternyata lumayan banyak bos! Ada 10 orang!" lapor seekor(?) hantu cewek berinisial N.

"Bos bos! Kan ruangan disini ada banyak bos! Jadi kita bagi-bagi aja ruangannya!" usul hantu cowok yang inisialnya A. Bah lo kira makanan dibagi-bagi?

"Iye iye ada banyak ya? Pas juga sama jumlah kita!" setuju bos itu sambil ngangguk-ngangguk disko (?).

"Ih gue pengen donk jadi hantu kamar si bocah merah unyu itu! Gue naksir sama dia! Kyaaa~" sela hantu cewek berinisial I sambil memakai gaya super centil.

"Ngek itu sih mau lo aja! Tiap ada cowok ganteng cool unyu apalah, pasti lo taksir! Dasar setan genit!" seru hantu cowok berinisial R ke Hantu I.

"Bilang aja lo naksir sama si Hantu I." Celetuk hantu cowok M sambil garuk-garuk pantatnya.

"Najis!"

"Ih itukan kemauan gue, hidup-hidup gue jadi semau gue juga! Sape lo?" cibir Hantu I.

"Apa kata lo! Dasar hantu bla bla bla bla!"

"Ih! Lo juga! Dasar hantu bla bla bla!'

Maap. Kata-kata diatas disensor demi kepentingan rated.

"BERISIK WOYYYY!" teriak si Bos yang ber inisial HL sambil gebrak meja (hantu bisa gebrak meja dan marah-marah?). Seketika I dan R langsung mingkem.

"Dengerin gue! Hantu N, lo gue tempatin di ruang tengah! Hantu I, mumpung gue lagi baik, okelah lo boleh nempatin kamar si Saos itu! Hantu Az, lo tempatin kamar si banci dan kakek muda itu! Lalu hantu Ha, lo tempatin kamar si pierching dan cewek kertas! Kemudian hantu A, lo ditempatkan di dapur! Terus hantu M, lo tempatin kebon! Selanjutnya hantu R, lo tempatin kamar si Rentenir dan hiu darat! Lalu hantu Q, loe gue putuskan bertempat di kamar bocah autis dam venus flytrap berjalan. Lalu hantu Ra, lo gue tempatin di kolam renang dan terakhir hantu F, lo gue putuskan buat nempatin toilet, oke? Keputusan gak boleh diganggu gugat!" jelas si bos dengan semangat masa mudanya.

"YES gue sama si Imut itu! Tengkyu bos!" seru I sambil tebar-tebar confetti. Sedangkan hantu R cuman bisa kasih sumpah serapah ke si bos. Tapi dalam hati tentunya. Gila aja kalau disebutin, cari mati namanya.

"Lalu bos sendiri ngapain?" tanya hantu Q.

"Gue? Ya gue santailah sambil tiduran! Secara gue ini boss! Hohoho!" tawa si bos seenak jidat Haruno Sakura! *Author diterbangin*

"BUUUUU!" sorak hantu lain sambil melempari bosnya berbagai macam barang.

"Kampret lo pada! Udah kita mulai ntar malem aja! Sekarang BUBAR!" usir si bos kepada mereka. Hantu-hantu itu hanya melengos pergi.

Perasaan narator aja atau si bos mereka mirip banget sama si Pein?

Oh ya. Kalian bingung sama percakapan di atas? Kalian aja udah bingung apalagi Narator zzz.


/SKIP TIME/

Di rumah baru, kamar ItaDei dan HidanSaso. Jam 23.00 Waktu Konoha.

.

.

ItaDei room's

"Rambut Dei indah, un~ Rambut, Dei indah, un~" senandung Deidara sambil mencatok rambutnya. Itachi yang lagi mengoles krim keriput barunya langsung kesel karena merasa tersaingi.

"Rambut Dei indah, un~ gak kayak rambut Itachong yang lepek nan dekil, un~" lanjut Deidara sambil tetap senandung tapi bedanya, kali ini sambil hina-hina rambut Itachi. Itachi langsung marah besar pas rambutnya diejek-ejek. Tapi dia tetap sabar. Deidara yang heran Itachi tidak protes, segera bersenandung lagi. Tapi kali ini lebih parah dan mampu membuat Itachi benar-benar marah besar,

"Muka Dei mulus, un~ Gak kayak muka Itachong yang keriputan, un~"

Dan dimulailah perang dunia yang entah keberapa kalinya Itachi vs Deidara. Perang dengan judul 'Jambak-jambakan rambut dan cakar-cakarin muka'. Wew panjang amat judulnya. Tapi lagi asik-asiknya perang, tiba-tiba rambut Itachi yang belakang ditarik kencang banget. Lebih kencang dari Deidara malah,

JREKK (bunyi apa ini? Yah anggap aja bunyi rambut ditarik)

"Adaww! Sakit oy Dei! Berantem sih berantem tapi jangan keras-keras juga nariknya!" protes Itachi.

"Hah? Maksud lo apa sih Itachi, un?" tanya Deidara bingung.

"Halah jangan sok pasang muka polos gitu deh! Lo narik rambut belakang gue keras-keras kan?" sambung Itachi sambil melepaskan dirinya dari pelukan *author ditendang* umm maksud author dari pegangan Deidara.

"Un? Dei gak lagi jambak rambut Itachi kok, un! Dei tadi kan lagi cakarin Itachi!" jawab Deidara jujur.

"Halah boong aja lu! Udah ah males gue sumpah! Mending tidur!" kesal Itachi sambil narik selimutnya. Sedangkan Deidara masih bingung dan akhirnya bergumam,

"Yaudah deh! Mending Dei ikut tidur ajah!"

HidanSaso Room's

Rupanya dua-duanya sudah tertidur lelap dari tadi! Wah tumben. Tapi kayaknya si Sasori agak keganggu sama 'sesuatu'. Mari kita intip.

"Aduh...siapa sih yang colek-colek gue? Udah tau mau tidur!" gerutu Sasori kesal, "Oy Dan jangan colek-colek gue dong!" sambungnya sambil melirik ke arah belakangnya. Tapi dia malah jadi bingung sendiri! Soalnya si Hidan udah tidur sambil ngorok dari tadi. Lantas Sasori langsung merinding.

"Hii...siapa jadinya? Tenang Sasori tenang! Lebih baik lo tidur lagi ajah!" Sasori menenangkan dirinya dan kemudian kembali berbaring.

Setelah beberapa menit akhirnya dia tertidur. Bukan tidur sih, tapi setengah-setengah. Tanpa sengaja dia merasa mulutnya dibekap! Sasori langsung tersadar dan melihat ke arah atas. Dia melihat ada seorang perempuan berdarah-darah dan berkata,

"Namamu Sasori ya sayang? Ikut aku ya?"

"!" Sasori gak sempat berteriak dan kemudian dia menghilang begitu saja berbarengan dengan hilangnya hantu tersebut.


Pagi harinya...jam 05.00 Waktu Konoha.

.

.

"WUAHHHH KAWAN-KAWAN SASORI MENGHILANG!"

BRAK

"SUMPEH LO?!

Terjadi kegemparan di rumah baru Akatsuki. Yap, Sasori menghilang! Hidan yang awalnya mencari-cari Sasori tapi tak ketemu, akhirnya panik dan berteriak seperti itu. Akatsuki yang sama paniknya dengan Hidan langsung saja berlari ke kamar HidanSaso dengan masih berbaju piyama dilengkapi dengan wajah yang kucel dan dekil.

"Sasori No Danna benar-benar hilang?!" tanya Deidara panik. Sedangkan Hidan hanya mengangguk lemas.

"Bagaimana mungkin? Bukannya Sasori kemarin masih ada ya?" tanya Konan sama paniknya. Awas Nan ada yang cemburu.

"Entahlah...Pas gue bangun, dia udah gak ada!" jawab Hidan lemas.

Setelah berpikir beberapa lama...Tiba-tiba semua anggota Akatsuki menatap Zetsu. Zetsu langsung bergidik ngeri, "Nape lo pada liat-liat gue? Gue ganteng hah?"

Dan anggota Akatsuki pun langsung muntah berjamaah.

"Tsu, jangan bilang lo nelen si Sasori?" tanya Itachi sambil pasang muka kayak ngeintrogasi orang.

"Gak mungkin gue nelen temen sendiri!" kata Zetsu.

"Masa sih? Bisa aja lo nyelem terus ke kamar Sasori dan Hidan kemudian nelen si Sasori kan?" sambung Itachi.

"KALIAN TEGA BANGET SIH! GAK MUNGKIN GUE NELEN TEMEN SENDIRI! HUWAAA!" tangis Zetsu sedih banget.

"Gue gak percaya...ikat dia!" suruh Pein. Dengan sigap, Kakuzu dan Kisame mengikat Zetsu, "Kemudian Tobi, bawa pot-pot kembang Zetsu untuk kita introgasi sekarang juga!" lanjut Pein angker.

"Hai Senpai!" jawab Tobi kemudian segera berlari ke arah tempat penyimpanan pot Zetsu.

"M-mau kalian apakan pot kembang g-gue?" tanya Zetsu panik.

"Hihihi kita lihat saja!" jawab Pein sambil memasang evilsmirk.

Beberapa menit kemudian...

"Leader-sama! Tobi sudah membawa nya!" kata Tobi sambil menyimpannya di depan meja.

"Baiklah kita mulai! Pertama, mawar merah itu!"

Tobi menyimpan mawar merah itu di depan Zetsu.

"Baiklah mawar! Jawab pertanyaan kami! Apakah Zetsu memakan Sasori hah?!"

Tidak ada jawaban.

"Kau tidak mau menjawab hah?!" bentak Pein.

"UDAH GUE BILANG BUKAN GUEE! HUHUHU!" tangis Zetsu.

"Hancurkan mawar itu!" suruh Pein.

"JANGAN! MAWAR ITU UDAH GUE RAWAT DARI MASIH UNYU BANGET!" raung Zetsu.

PRANGG

Mawar itu hancur. Zetsu makin nangis.

"Nah! Sekarang bawa melati itu!"

Kali ini Hidan yang menyimpannya.

"Apakah Zetsu memakan Sasori?!"

Lagi-lagi tidak ada jawaban. Tentu saja kan?

"Kembali tidak menjawab hah?! Konan, hancurkan melati itu!"

"TIDAK JANGANNNN! MELATI ITU GUE BELI HASIL TABUNGAN SENDIRI!"

"Konan!"

"Ya, Pein!"

PRANGG

"TIDAKKKK!"

"Nah sekarang bunga bangkai busuk ini! Bawa Deidara!"

Deidara membawanya sambil menutup hidungnya.

"Apakah Zetsu memakan Sasori?!"

Lagi-lagi tidak ada jawaban.

"JANGANNN! BUNGA BANGKAI ITU UDAH GUE BELI JAUH-JAUH DARI INDONESIA! JANGAN-JANGAN!"

"Huh! Lagi-lagi tak mau jawab! Hancurkan sekarang!"

"OH NO!"

PRANGG

"TEDAKKKK!"

"Selanjutnya...bawa bunga lily itu!" suruh Pein kembali.

Sekarang Kisame yang meletakannya.

"Jawab wahai bunga Lily! Apakah Zetsu menelan si Sasori?!" bentak Pein.

Tidak ada jawaban lagi-lagi.

"Tidak mau jawab hah? Baiklah, akan ku—"

"JANGAN LILY YANG ITU! ITU GUE BELI HASIL NYURI DUID KAKUZU! Ups!"

Kakuzu langsung men –deathglare Zetsu dan berkata, "Leader, biar gue aja yang hancurin!" Pein hanya mengiyakan dan menyerahkan palu itu kepada Kakuzu. Kemudian...

PRANG PRANG PRAK NGIK(?)

Lily itu benar-benar hancur lebur. Tak terbentuk. Zetsu makin nangis. Kakuzu puas. Anggota Akatsuki lain langsung membatin, 'hii! Si Kakuzu serem bener! Kalau mau nyuri duidnya berati harus diem-diem!'. Dasar sinting.

"Selanjutnya Anggrek itu! Bawa kesini!" suruh Pein (lagi).

Tobi membawa anggrek itu ke meja dengan riang gembira(?).

"Hoi anggrek! Si Zetsu itu nelen Sasori kan? JAWAB!" bentak Pein lebih keras lagi.

Sudah pada tau lah pastinya tak akan ada jawaban.

"Tidak mau jawab heh?"

"JANGAN ANGGREK ITU! ITU KUBELI DENGAN HASIL TABUNGANKU SENDIRI SAMPAI GAK BAYAR KAS!" teriak Zetsu makin menjadi-jadi. Gak nyadar dia keceplosan lagi.

"Jadi yang gak bayar Kas selama ini elo toh Tsu?! Sampai-sampai gue mesti bayar dua kali lipat ke Kakuzu tahu!" seru Hidan kesal. Dan tanpa babibu lagi, dia nyabit tu Anggrek.

SRET

Anggrek yang malang. Anggrek itu benar-benar hancur lebur. Zetsu udah nangis darah (lebay!).

"Yang berikutnya Venus Flytrap itu, tapi karena sudah pasti tak menjawab lagi, kita hancurkan saja sekarang!" usul Itachi. Yang lain langsung ngangguk-ngangguk setuju. Dasar, padahal emang tanaman gak bisa ngomong kan?

"NO WAY! KEMBARAN GUE JANGAN DIHANCURIN! JANGAN! JANGAN! GYAAA!" teriak Zetsu panik. Tapi gak ada yang peduli. Tinggal satu sentimeter lagi palu itu akan menghancurkan Venus Flytrap itu, tiba-tiba pintu terbuka!

BRAK!

Yang muncul adalah...Sasori. Sasori muncul dengan nafas ngos-ngosan. Sedangkan anggota Akatsuki lain langsung Speechless saat Sasori datang.

"D..Danna, un? Kok danna ada disini, un?" tanya Deidara masih bengong.

"Gue emang ada disini! Sekarang ada yang harus gue ceritakan ke kalian!" kata Sasori tetap panik.

"T-tapi bukannya lo ditelen Zetsu?" tanya Hidan gugup.

"Ngaco lo! Gak mungkin lah! Lagian sekanibal apapun Zetsu, dia gamungkin nelen temen sendiri!" lanjut Sasori.

"Jadi?" Pein masih bengong, "buat apa kita hancurin semua kembang Zetsu?"

Tiba-tiba ada aura suram dari belakang. Saat melihat, mereka menemukan Zetsu sudah terlepas dari ikatan dan kelihatannya...

Marah besar.

"DASAR SIALAN! AKATSUKI SIALAN KECUALI SASORI! KUBUNUH KALIAN!" teriak Zetsu.

"GYAAA!" anggota Akatsuki lain langsung mabur begitu Zetsu ngejar mereka. Sasori? Jangan tanya. Dia udah double sweatdrop begitu melihat tingkah teman-temannya.

Apa yang terjadi dengan Sasori sebenarnya?

TBC


A/N

Author: aduh kayaknya chappie ini gak maksimal deh. Maapkan Author karena gak selucu dan sepanjang chapter kemarin. Saia lagi agak stuck soalnya. Tapi saia janji deh, chappie depan humornya akan saia keluarkan lagi dan lebih diperpanjang lagi. Hehehehe!

untuk penjelasan ruangan para hantu :

Kamar HidanSaso: Hantu cewek I

Kamar ItaDei: Hantu cewek Az

Kamar PeinKonan: Hantu cewek Ha

Kamar KakuKisa: Hantu cowok R

Kamar ZetTobi: Hantu cewek Q

Ruang Tengah: Hantu cewek N

Dapur: Hantu cowok A

Kebon: Hantu cowok M

Kolam Renang: Hantu cewek Ra

Hantu Toiler: Hantu cewek F

Bos: Hantu cowok H

Reply Reviews nya ditiadakan dulu ya? Untuk yang nanya boleh copas ancaman gak mutu Sasori *dikugutsu*, boleh-boleh aja kok ^^b.

Nah sampai bertemu di chappie berikutnya!

ALL CHARA: REVIEW YAAA