A Mission!
Warning: OOC, AU, BAHASA CAMPUR ADUK, ALUR KECEPATAN, Multi Genre, Typos.
PAIR: No Pair. Just Slight for PeinKonan
Genre: Mystery/Horror/Humor/ Friendship
Rate: T
Disclaimer: Naruto and Akatsuki belong to Masashi Kishimoto. The Story is mine.
Please Enjoy it!
.
.
.
Sasori cengok melihat pemandangan luar binasa di depannya. Udah pada taukan? Yups. Akatsuki sedang dihajar habis-habisan oleh Zetsu Sumanto! Dari mulai Pein yang pierchingnya dicabut secara paksa (wih sadis!), Deidara yang rambutnya disiram air comberan, Itachi yang mukanya ditempelin lap bekas ngepel, Kakuzu yang masker bulukan nan baunya dibakar dan kemudian dibuang, Hidan yang tadinya lagi minta pertolongan sang Jashin malah dibanting sejauh 5 miliyar meter (lebay!) err maksud author sampai kejeduk dinding dan terakhir Kisame yang berakhir mengenaskan di aquariumnya sendiri. Bagaimana dengan nasib Konan dan Tobi? Kalau Konan, saat Zetsu mau meng grepe-grepein Konan, si Konan udah ngasih deathglare andalannya yang lantas membuat Zetsu mengurungkan niatnya. Tobi? Lah jangan ditanyain. Mana mau Zetsu nyiksa 'majikan'nya sendiri.
/SKIP TIME/
.
.
"Heh Saos sekarang ceritakan apa yang terjadi dengan lo sebenernya! Gak usah nahan ketawa gitu! Kampret!" ujar Pein yang sekarang lagi megangin mukanya. Bukan apa-apa bro! Sakit!
"Hn. Hihihi," Sasori yang berusaha tidak tertawa hanya bisa cekikikan melihat tampang awut-awutan teman-temannya (-KonanTobiZet).
"Udeh buruan cerita! Gak usah pake cekikikan kayak gitu! Dasar bocah saos sialan, un!" umpat Deidara kesal (Widih tumben gak sopan sama danna-nya!) Sedangkan yang lain hanya pasang tampang bete.
"Hihihi iya iya gue cerita nih! Jadi sebenernya..." Sasori akhirnya memulai ceritanya meskipun masih berusaha menahan tawanya.
Flashback
.
.
"Aduduh...gue dimana?" tanya Sasori pada dirinya sendiri. Sekarang sekeliling dia adalah sebuah kamar yang bernuansa horror. Banyak tengkorak tersebar di sana. Kemudian dindingnya berwarna hitam dengan cat merah atau...darah? 'Hii serem banget ni kamar! Gue sebenarnya dimana sih?' batin Sasori merinding.
"Sudah bangun sayang?" tiba-tiba, sebuah suara yang sama dengan pada saat dia diculik muncul. Sasori langsung melihat ke arah suara tersebut dan bulu kuduknya makin berdiri. Dia melihat ada sekumpulan orang eh setan yang berdiri di hadapannya. Muka mereka hancur semua. Bagian tubuh mereka juga ada yang hilang. Kemudian satu orang dari mereka maju dan berkata,
"Heh, kerja yang bagus I. Sepertinya arwah anak ini lezat!" Sasori pengen hara hiri sekarang.
"Kau benar bos! Jadi tidak sabar memakannya!" Sasori pengen ngompol.
"Tampangnya cute banget! Pasti arwahnya gak kalah cute! Cucok deh cyinn!" yang ini malah ngebuat Sasori pengen berak (?).
"Bos! Mending kita makan aja arwahnya sekarang bos!" begitu mendengar usulan ini, Sasori pengen kabur (ini baru normal!).
"Woles woy! Biar gue keluarin dulu arwah anak ini!" kata si bos sambil mendekati Sasori. Sasori merasa badannya kaku. Gak bisa kemana-mana, "Nah, mari kita mulai." Lanjut si bos sambil memegang kepala Sasori. Sasori hanya bisa pasrah akan nasibnya.
Tapi kemudian dia teringat teman-temannya. Dia belum bisa mati sekarang. Dia masih ingin bersama teman-teman yang sudah dia anggap keluarganya sendiri. Dia tak ingin berpisah dan meninggalkan mereka. Lantas Sasori membuat satu keputusan.
"GUE GAK MAU MATI SEKARANG! KABOERRR!" teriak Sasori kencang dan secepat kilat kabur. Sungguh cara yang sangat (tidak) elit sekali.
Para Hantu yang ditinggalkan (?) langsung cengok.
"Yah, gagal deh!" ucap hantu R santai.
"Nah, begitu ceritanya! Lantas gue langsung kabur!" Sasori akhirnya mengakhiri ceritanya.
"Bullshit." Ungkap Pein bosan.
"Bohong." Lanjut Itachi.
"Danna pembohong ulung, un!" dukung Deidara.
"Jashin gak terkesan!" ujar Hidan.
"Gak nambahin duit." Kata—udah pada taukan siapa?
"Buang-buang waktu!" tambah Konan.
"Hoamm~ Tobi ngantuk denger cerita senpai!" wih Tobi ikut-ikutan juga!
"Lo ngomong apa sih Sas?" Tanya Zetsu makin parah.
"…" Kisame cuman diem aja.
"Lo pada tega banget sih! Yang gue alamin itu beneran terjadi tauk!" kata Sasori sambil mengembungkan pipinya. Ih pengen author cubit tu pipi!
"Paling lo ngelindur Sas! Bisa aja lo jalan malem-malem tanpa lo sadarin!" ujar Pein mengeluarkan pendapat (tidak) bermutunya.
"Gue setuju ama Pein!" kata Itachi menyetujui pendapat Pein. Yang lain cuman mangut-mangut tanda setuju aja (-Kisame).
"Ih yang gue alamin bener tau! Mendingan kita buruan keluar dari sini!" usul Sasori.
"Kita? Lo aja kali kita kagak! Udah bubar semua bubar! Kita bersih-bersih diri kemudian lanjut ke aktivitas masing-masing!" suruh Pein sambil ngeloyor pergi diikuti anggota lain meninggalkan Sasori sendirian.
"…TEGA BANGET SIH LO PADA! AWAS KALAU KALIAN KENAPA-NAPA GUE GAK TANGGUNG JAWAB!" teriak Sasori frustasi menghadapi kelakuan teman-temannya yang abnormal itu.
"Sas…Kayaknya gue bisa mempercayai apa yang lo bilang," oh sodara-sodara! Rupanya ada satu orang yang gak meninggalkan Sasori! Kita sambut dengan meriah Hoshigaki Kisame! *prok prok prok*
"Hah? Kisame? Rupanya kau tidak ikut-ikutan mereka ninggalin aku?" Tanya Sasori terharu rupanya masih ada yang mempedulikannya. Halah drama amat.
"Iya. Soalnya gue ngerasa ada setan juga disini." Lanjut Kisame.
"Oh ya? Emang lo ngalamin?" tanya Sasori penasaran.
"Yo'i! Gue ngalamin pas kemarin, jadi gini ceritanya," Kisame memulai ceritanya,
FLASHBACK (AGAIN)
At Yesterday. 19.00 Waktu Konoha. Di kolam renang.
"Lulu ingin begini~ Lulu ingin begitu~ Ingin ingin ingin itu banyak sekali~ Semua semua semua! Kisame kabulkan~ Kisame kabulkan dengan tangan Kisame (?)~" senandung Kisame sambil menyanyikan lagu nistanya dengan suara cemprengnya untuk sang Lulu (nama piranha Kisame).
"Lulu, bapakmu tukang listrik ya?" gombal Kisame sambil menatap kearah Lulu dengan tampang genitnya (Author: *muntah seember*).
BLUP BLUP (Lulu: Kisame-chan(?!) jahat! Gue gapunya bapak bedul!)
"Soalnya kamu telah menyetrumkan hatiku dengan tampangmu sayank~" lanjut Kisame. Jijay bajay sumpah.
BLUP BLUP (Lulu: Ih Kisame-chan co cweet banget ciii~)
Dasar Kisame. Resiko jadi orang jelek sih. Gak ada cewek ikan pun jadi.
"Ih kamu so sweet banget yah~" tiba-tiba, sebuah suara horror terdengar di belakang Kisame. Tapi emang dasar Kisame. Gara-gara kelamaan sahabatan sama Itachi, dia malah nyangka suara itu cewek beneran. Atau bisa dibilang, fans dia?
"Ih iya donk! Secara Kisame gituloh!" balas Kisama bernarsis ria.
"Oh gitu ya? Kalau gitu gombalin aku donk~" pinta si 'cewek' itu.
"Boleh boleh! Eh neng bapakmu tukang lampu ya?"
"Kok lo tau sih?"
"Soalnya kamu itu telah menyalakan cahaya di hatiku~" gombal Kisame sambil menengok ke arah belakangnya. Dan dia kaget shock wow banget pokoknya melhat pemandangan di depannya. Seorang 'cewek' dengan tampang hancur, rambut awut-awutan, darah dimana-mana dan…sedang menyeringai seram.
Let's count! 1…2…3…
"GYAAAA SETANNNN!" teriak keduanya secara bersamaan. Kisame tanpa babibu capcipcup lagi langsung ngambil si Lulu dan kabur secepat Namikaze Minato. Begitupun si hantu yang langsung menghilang begitu aja.
Flashback END
"BWAKAKAKAKA gokil amat cerita lo Kis! Hihihi!" Sasori dengan nistanya malah menertawakan Kisame. Yah gak heran sih. Author dan Narator aja ngakak bacanya (*disamehada*).
"Heh sialan lo Sas! Orang gue berbagi pengalaman malah diketawain!" umpat Kisame sambil melempar bantal kearah Sasori.
"Hahaha iya iya gue becanda Kis!" kata Sasori sambil menenangkan dirinya.
"Huh! Yang penting sekarang kita berdua harus hati-hati! Biar aja yang lain kena getahnya dulu!" ucap Kisame serius.
"Ya! Kau benar Kisame! Kita harus hati-hati!" balas Sasori setuju.
"Nah sekarang lebih baik kita bersih-bersih diri dulu! Yuk!" ajak Kisame sambil mengulurkan tangannya untuk digapai Sasori.
"Nyok!" Sasori pun membalas uluran Kisame dan pergi bareng.
Di dapur rumah baru. Jam 8.00 pagi Waktu Konoha.
.
.
"Khekhukhekhuduidduitduid..dengan begini gue gaperlu keluar duit buat makanan Akatsuki!" tawa seorang kakek bangkotan yang sedang mengamati hidangan sarapan pagi di hadapannya. Udah pada tau kan siapa? Siapa lagi kalau bukan bendahara(m) Akatsuki yaitu Kakuzu bin fulus bin ryo. Lagipula ketawa macam apa itu?
"Gak rugi gue ngancem si Tsunade buat kirimin 3 orang babu buat ngerjain tugas rumah Akatsuki. Yah kecuali nyuci sih!" lanjut Kakuzu sambil senyum-senyum sendiri kayak orgil. Dia menatap 3 orang yang sedang tepar gara-gara dibius. Dengan cepat, Kakuzu menyembunyikan 3 orang itu dan berlari kearah ruang tengah, "Duitnya gue simpen disini dulu ah! Panggil anak-anak dulu~" katanya sambil kemudian pergi meninggalkan duitnya. Sampai tiba-tiba muncul 'seorang cowok' berpakaian butler di sebelah duit itu,
"Wew lumayan ni duit! Bisa gue beli apa aja! Gue ambil ah~" kata 'cowok' itu sambil mengambil itu duit dan menghilang begitu saja.
Saat Akatsuki tiba di ruang makan…
"Wow! Dapet darimana tu makanan Zu?" Tanya Zetsu takjub melihat pemandangan di depannya.
"Hehehe ada deh! Pokoknya mulai saat ini kalau pekerjaan rumah biar gue aja yang ngerjain!" kata Kakuzu hepi.
"Serius lo Zu? Ada bayarannya gak?" Tanya Pein curiga-curiga.
"Gak ada kok leader. Itu semua GRATIS!" jawab Kakuzu.
"Siip dah Kuju! Lo emang partner gue paling pinter!" puji Hidan sambil mengambil posisi buat makan diikuti oleh yang lain.
"Hehehe gue gituloh! Nah gue kebelakang dulu ya?" ucap Kakuzu kesenengan dipuji.
"Iye sono kebelakang!" suruh Pein.
Kakuzu berlari dengan gembira ke dapur untuk mengambil duitnya. Tapi tiba-tiba duitnya menghilang! Dengan cepat dia berlari ke ruang makan tempat para Akatsuki makan pagi.
"WOY DUIT GUE ILANG! GIMANA NIHHH?!" teriak Kakuzu panik.
"Ah paling lo lupa nyimpen Zu!" kata Hidan tenang.
"GAK MUNGKIN LAH! JELAS-JELAS GUE SIMPEN BELAKANG!"
"Ya udah paling takdir!" ujar Konan enteng.
"OH NOOOO!"
Sasori dan Kisame bertatapan lalu mengangguk, kemudian Sasori bertanya, "Zu, duit lo gak diambil setan kan?"
Hening
"Bah gak mungkin duit gue bisa diambil setan begitu aja!" bantah Kakuzu gak yakin.
"Bisa aja loh!" ujar Kisame mendukung Sasori.
"UDAH BERENTI BICARA SOAL SETAN! SEKARANG MAKAN LO SEMUA!" teriak Pein kesal, "dan kau Kakuzu! Tenang aja duit lo bakal gue gantiin nanti pake tabungan gue!" lanjut Pein. Kayak dia punya tabungan aja sih. Kakuzu cuman diam gak berbicara. Sama dengan Akatsuki lainnya yang memilih diam dan lanjut makan.
/SKIP TIME/
"Dewa Jashin sexy, Dewa Jashin bohay, Dewa Jashin ganteng, Dewa Jashin cakep banget!" gumam Hidan yang baru saja menyelesaikan ritualnya di kamar dia dan Sasori. Kenapa gak ditempat ritual baru? Karena Hidan males gerak. Dasar pengikut durhaka! *author disabit*.
"Kebawah ah~ bosen gue disini melulu~" gumamnya lagi sambil bersiap-siap turun kebawah. Tapi sayang, entah kenapa pandangan matanya kabur, pikirannya pusing dan…
"Kamu tuh ganteng deh, sayang…boleh aku masuk ke tubuhmu kan?"
Setelah itu Hidan tak sadarkan diri.
Ruang Tengah
.
.
"Pein! Kamu lagi ngapain sayang?" Tanya Konan lembut pada pacarnya sendiri.
"AA lagi nyoba pasang pierching AA lagi, cuman kayaknya susah ya?" jawab Pein lesu.
"Gak usah dipasang lagi AA Pein! Tambah ganteng kalau gak pake pierching! Kata neneng mah udah cakep kayak gitu!" puji Konan sambil ngelus-ngelus muka mulus Pein. Iya sih kata Author juga ganteng banget. Kalau diliat dari teropong sih.
"Apapun buat neneng Konan AA lakukan~" kata Pein sambil mendekati bibirnya ke Konan. Konan pun terlihat sudah siap. Tapi sayang. Adegan itu harus terpotong dikarenakan suara cempreng macem banci terdengar di kuping mereka berdua. Dan itu adalah suara…
"Ih~ Jangan ciuman di depan eike! Cucok deh cyinn~"
Suara Hidan. Konan dan Pein sama-sama shock berat melihat penampilan Hidan. Gimana gak syok? Liat aja! Yang biasanya Hidan tampil macho (kata dia dan dewa Jashin), sekarang berubah drastis! Dia pake baju ala maid dan berenda-renda berwarna PINK. Catet sodara-sodara. PINK. Yang jadi masalah itu, tau kan tubuh Hidan kayak gimana? Dia ekspos aja kakinya dan berlenggak-lenggok ala model. Rambutnya dia biarin klimis tapi pake pita PINK. Pokoknya serba PINK. Gaya bicaranya juga berubah drastis. Yang tadinya serak-serak sexy sekarang ngondek ala banci taman lawang. Mukanya dia make-up PINK juga tapi belepotan. Dengan segera, dia berlari sambil menari ala ballerina kecemplung laut ke arah Pein dan mengelus pipinya kemudian menciumnya (AWAS YAOI!). Pein seketika pingsan dengan mulut berbusa dan Konan muntah darah kemudian mengikuti jejak pacarnya. Pingsan juga.
Merasa korbannya tepar, Hidan mencari korban lainnya. Dia melihat para Anggota Akatsuki lagi sibuk dengan kegiatan masing-masing. Merasa diabaikan, dia berteriak, "WOY SEMUANYA LIAT AKU DONK~"
"Heh Dan jangan berisi—"
Semua nya cengok. Itachi salah oles krimnya, dia malah oleh ke rambutnya. Deidara yang lagi bikin tanah liat langsung menghancurkan tanah liat bikinannya. Sasori mematahkan boneka barunya, Kakuzu merobek salah satu duit hasil dikasih Pein. Zetsu venus flytrapnya langsung ngadat, Tobi topengnya langsung retak dan Kisame tanpa sadar memecahkan gelas yang lagi dia pegang.
"Kok pada cengok sih cyiinn~ goda eike dong ah~ bang~" desah Hidan yang langsung membuat mereka sadar dan merinding. Dengan cepat, Hidan mencari korban selanjutnya dan mengarah pada Deidara, dia mencium pipi Deidara dan memeluknya, "tipe eike booo~ berondong ganteng~"
"Se-selamatkan jiwa k-kalian, un…" kata Deidara yang langsung semaput dan bernasib sama seperti Pein. Hidan kembali mencari korban barunya.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?! CEPAT KABUR DAN SEMBUNYIIII!" teriak Itachi panik. Dengan segera, yang lain langsung menyelamatkan diri mereka! (-Zetsu karena langsung nyelem dan sembunyi di dalem tanah.
Apa yang terjadi dengan Hidan sebenarnya? Bagaimana nasib mereka selanjutnya? Siapa korban jailan para Hantu setelah Hidan nanti? Dan siapa korban tepar dengan mulut berbusa-busa setelah Pein dan Deidara?
TBC
A/N
Author: WAHHHH MAAP UPDATENYA LAMAA! Maap yaah! Author bawa berita buruk! Yap! Author sakit dan sekarang diopname di rumah sakit! Sekarang aja masih di RS dan bela-belain ngetik~ kan gak enak buat para readers tersayang *reader: muntah seember* menunggu~ dan sekali lagi gak ada reply reviews gak apa-apa yah? Dan adegan introgasi Zetsu itu emang terinspirasi dari pilem Spongebob! Emang dasar si Pein sinting taneman diintrogasi. Otaknya emang udah keganggu! Eh atau emang udah keganggu dari dulu ya? *Pein: SHINRA TENSEI! Author: Terbang*
Nah adegan KisaSaso itu author emang sengaja bikin Kisame baik banget! Emang cocok sih! Heheheh.
Oh ya semoga chapter ini gak bikin kalian kecewa ya! Udah Author perpanjang dari chappie sebelumnya dan semoga humornya masuk ne! Maaf kalau banyak Typos disini. Author udah pening dan gak sempet ngedit lagi. semoga gak mengecewakan ya ^^
eh Besok puasa ya? Oke author, narator dan Akatsuki mau bilang:
MARHABAN YA RAMADHAN! SELAMAT MERAYAKAN BULAN PUASA BAGI YANG MERAYAKAN YOO!
Oke segitu dulu dari author ya~
Don't forget to~
ALL CHARA: REVIEW YAAAA
