"Chi…Chi,"

Itachi tidak bergeming sekalipun. Dia tetap pasang tampang -sok- waspada.

"Chi, woy Itachi!"

Sekali lagi Itachi tak menyahut barang sekalipun. Dan sekali lagi juga Itachi tetap pasang tampang -sok- waspada. Tapi kali ini ditambah gaya -sok- cool dan tampang -sok- oke. Orang yang memanggilnya hanya menghela nafas, kesel men.

"Chi, Itachi…WOY KAKEK MUDA SIALAN GUE PANGGIL ELU TOLOL!"

PLAK

"ANJRIT SIALAN LO! SAKIT BEGO! DASAR BENDAHARAM BANGKOTAN!" balas Itachi sengit. Yah pada tau kan dua orang ini? Siapa lagi kalau bukan duo kakek, Itachi dan Kakuju, eh Kakuzu maksud saia.

"Salah lu sendiri gue panggil-panggil gak denger!" balas Kakuzu tak kalah sengit.

"Iye iye gue bales nih, apa hah?" tanya Itachi yang akhirnya mengalah.

"Cuma nge tes lo masih idup atau enggak, hehehe," jawab Kakuzu sambil nyengir ala Naruto. *Author: Kakuzu bisa nyengir? Kayaknya besok Suna bakal banjir*

'Sialan!' batin Itachi kesel.

Akhirnya mereka melanjutkan acara sembunyi-sembunyiannya.

"Chi, Itachi!"

'Ini bendahara dari tadi manggil gue melulu, apa sih maunya?' "Iya apalagi?"

"Itachi,"

"IYE APA DODOL?!"

"Itu…b…belakang lo…ad…ada…Hi," jawab Kakuzu terbata-bata sambil nunjuk-nunjuk ke arah belakang Itachi.

"Apa? Lu mau bilang gue, 'Hii, lu kok ganteng banget sih Chi?' gitu?"

"Bukan dudul! Belakang lu ada HIDAN!" teriak Kakuzu panik.

Let's count!

1

2

3

"UAPA?! KENAPA LU GAK BILANG DARITADI?!" jerit Itachi sambil bersiap-siap lari.

'Lah tadi kan gue udah bilang, dasar lemot' kata Kakuzu dalem hati.

"KABOERRR!"

Sayang keberuntungan tak memihak mereka berdua, dengan gesit Hidan memegang kaki kanan Itachi dan kaki kiri Kakuzu. Dan mereka berdua jatuh secara bersamaan.

BRUK

"Ih mau kemana Cyin? Kalian berdua jahat ih ninggalin eike! Sekarang kalian berdua milik eike!" kata Hidan sambil mengedipkan mata kanannya dengan genit. Itachi dan Kakuzu langsung merinding ketika Hidan mulai mendekati wajah mereka.

"Shinra Tensei! Shinra Tensei! Gyaaa Shinra Tensei!" teriak Itachi norak sembari bergaya ala Pein pas ngeluarin jurus Shinra Tensei. Sumpah ini kenapa Itachi jadi rada-rada gini? *Bukannya dari dulu ya?*

"C3! C3 GUE MANA?!" Ini Kakuzu kenapa malah ikut-ikutan coba?

"Jangan ribut donk~ Kalian harus tenang, siap-siap ya, muah muah muah!" dan Hidan pun mencium kedua pipi Kakuzu. Kakuzu langsung semaput sambil terus menerus berguman, 'gue dicium banci'.

"Sekarang giliran mu tampan~" lanjut Hidan sambil bersiap-siap mencium Itachi, atau lebih tepatnya membuat kissmark di leher jenjangnya Itachi?

"GYAAA TOLONGG GUE MASIH CINTA SAMA TEMARI!"

Padahal Temari kan udah jadi istri nya Shikamaru. Ada-ada aja. Penutupan tentang Temari menjadi akhir kisah dari Itachi dan Kakuzu, semoga di terima di sisiNya dah, amin! (ItaKaku: Heh author sialan kita belom mati!). Iye iye maksud author mereka berdua langsung pingsan.


A Mission!

Warning: OOC, AU, BAHASA CAMPUR ADUK, ALUR KECEPATAN, Multi Genre, Typos.

PAIR: No Pair. Just Slight for PeinKonan

Genre: Mystery/Horror/Humor/Friendship

Rate: T

Disclaimer: Naruto and Akatsuki belong to Masashi Kishimoto. The Story is mine.

Please Enjoy it!

.

.

.

Chapter 5: The Tragedy!

.

.

.


"Senpai ayo cepat! Mumpung Hidan banci-senpai masih sibuk sama Itachi-senpai dan Kakuzu-senpai!"

Rupanya masih ada yang selamet! Disisi lain yang jaraknya cukup jauh dari tempat diserangnya ItaKaku, masih ada SasoTobiKisa! Selamet selamet. Kalian mau menanyakan nasib Zetsu? Oh tentu saja Zetsu selamat karena nyelem ke tanah! Pokoknya dia paling super duper aman lah daripada yang lain!

"Berisik Tobi! Jangan ganggu konsentrasi ku!" balas Sasori pada bocah di sebelahnya. Yah rupanya dia sedang membaca sebuah mantra. Entah mantra apa. Pokoknya mencurigakan (?). Sasori calon dukun nih! *author dikugutsu*.

"Tapi senpai Tobi takut! Tobi gak mau bernasib kayak Deidara-super senpai, Itachi-senpai, Kakuzu-senpai, Konan-senpai dan Pein-senpai!" kata Tobi masih dengan nada polosnya tapi terdengar panik. Yaelah titisan Rikudo Sennin takut banci ternyata!

"Sudah Tob jangan ganggu konsentrasi Sasori! Lagipula memangnya Pein dan Konan pingsan apa? Kalau iya tau darimana kau?" tanya Kisame sambil mencoba menenangkan Tobi.

"Tentu saja tau senpai! Tobi kan punya indra keenam!" jawab Tobi asal. Kisame yang mendengarnya cuman bisa sweatdrop.

"Nah sudah selesai! Baiklah ayo kita mulai!" kata Sasori secara tiba-tiba dengan bersemangat.

"Yay senpai memang hebat! Kalau gitu Kisame-senpai pancing Hidan banci-senpai kemari!" suruh Tobi seenak udel.

"Lah kenapa gue?"

"Karena muka Kisame-senpai lebih meyakinkan! Lebih menakutkan!" jawab Tobi innocent. Kisame yang mendengarnya hanya bisa sabar. Udah biasa bro!

"Jangan Kisame deh, lo aja Tob!" ujar Sasori sambil melirik ke bocah bertopeng retak itu.

"Kenapa Tobi? Tobi gamau takut!" tolak Tobi.

"Kan Kisame yang memberi ide ini! Sekali-sekali mengalah lah Tob! Atau enggak gue bilangin ke Itachi kalau lu yang ngerusak hairdryer kesayanganya! Biar lo dipanggang sama Ametarasunya! Mau?" ancam Sasori. Tobi bergidik ngeri dan akhirnya, "Iya deh senpai…Tobi yang pancing…"

"Oke deh semoga berhasil!" dukung Sasori sambil tersenyum manisssss banget (author: Kyaaaa! *nosebleed*) dan kemudian mendorong Tobi, Tobi cuman bisa menelan ludahnya. Akhirnya Tobi pun pergi memancing Hidan.

"Sas, lo yakin bakal berhasil?" tanya Kisame, "gue aja gak yakin bakal berhasil!" lanjutnya.

"Kan lo yang ngusulin Kis, coba ajalah. Gak ada salahnya dicoba toh! Kalau berhasil kita semua bakal selamat,"

"Kalau gagal?"

"Yah resikonya kita bakal bernasib sama kayak mereka, kalau gak dicium ya dapet kissmark sih…" jawab Sasori santai. Tapi dalam hatinya dia udah ketakutan.

GLEK

Kisame menelan ludahnya. Dia belom siap mati. (Author: lebay ah! *disamehada*)

Gak sampe 30 detik, rupanya Tobi sudah berhasil memancing Hidan. Sekarang kita bisa melihat kejar-kejaran ala India dengan backsound Kuchi Kuchi Hotae (?). Tapi bedanya, kalau di India si cowok yang ngejar cewek dengan slow motion dan suasana ceria, yang ini si cewek atau lebih tepatnya banci yang ngejar mangsanya dengan speed super dan suasana horror.

"SENPAI UDAH TOBI PANCING! SEKARANG TOLONG TOBIIII!" teriak Tobi panik dan ketakutan. Sasori dan Kisame kaget dan spontan langsung bersiap-siap menangkap Hidan.

"Busyet tuh bocah cepet amat mancingnya, gimana caranya tuh?" kata Sasori yang malah sempet-sempetnya takjub.

"Jangan takjub-takjuban dulu Sas! Cepet siapin mantra kertasnya, gue yang bakal nahan dia!" perintah Kisame ala bos.

"Siap bos!"

Saat Hidan benar-benar sudah deket, Kisame langsung menangkap Hidan, dan dengan cepat Sasori meletakan kertas mantra nya di jidat lebarnya Hidan, kemudian dia mengucapkan mantranya,

"Halu Haluyu modar yare yora euleh euleh XD XD! Hidan sadarlah kau!" Sasori pun membacakan mantranya. Mantra macam apa itu?

SRING

Dan ajaib sodara-sodara! Tanpa disadari Sasori, Kisame ataupun Tobi sekalipun, keluar putih-putih (?) dari tubuh Hidan. Kemudian Hidan langsung sadar setelah Kisame melepaskan pegangannya. KisaSasoTobi langsung bersiap-siap kabur jika-jika mantranya gagal. Tapi ternyata sukses besar! Hidan langsung sadar.

"Aduduh, gue dimana? Loh? Kenapa tampang kalian kayak ketakutan gitu Kisame, Sasori dan Tobi? Terus, GYAAA KENAPA GUE PAKAI BAJU BEGINIAN? SIAPA INI YANG PAKEIN ANJ*NK BANGET! JASHIN BAKAL MURKA SAMA DIA!" kata Hidan sambil mengeluarkan kata-kata andalannya (baca: kata-kata binatang di kebun binatang biasanya sih). Begitu mendengar perkataan Hidan yang biasanya, KisaSaso langsung menghela nafas lega.

"YAY Hidan-senpai udah kembali ke Hidan-senpai yang Tobi kenal! BANZAII!" seru Tobi sambil meluk Hidan. Hidan yang dipeluk langsung kaget.

"Cih,,,Tobi lepaskan sesak bodoh!" pinta Hidan yang mukanya udah biru.

"Maafkan Tobi senpai!" ucap Tobi sambil melepaskan pelukannya. Hidan langsung mengambil nafasnya banyak-banyak.

"Hah~ untunglah kau sudah sadar Hidan!" ujar Sasori lega sambil tersenyum. Begitupun Kisame.

"Emangnya gue kenapa sih?" tanya Hidan heran.

"Bahas itu ntar aja, yang penting bangunin yang lain dulu!"

"Emang yang lain kenapa?"

"Pada pingsan gara-gara ciuman dan kissmark yang lo berikan Dan!" jawab Zetsu yang tiba-tiba muncul dari tanah. Tapi mereka gak kaget soalnya udah biasa kok bro!

"Gue nyium? Kasih kissmark? GYAAA BIBIR SEKSI GUE TERNODAI!" jerit Hidan sok pilu.

"Berisik Dan! Udah sekarang kita bangunin yang lain du—"

"Gak usah Sas, udah gue bangunin pake 'cara' gue sendiri! Tuh pada disana!" potong Zetsu sambil nunjuk penampakan *author dihajar Akatsukikers minus HidanTobiSasoKisaZet* err maksud author sisa Akatsuki lain yang berdiri gak jauh dari mereka dan pasang tampang bete. Sial banget mereka hari itu pokoknya. Tapi begitu melihat Hidan, spontan mereka langsung berteriak (-HidanSasoTobiKisaZet),

"Gyaaaa JAUHKAN MAHLUK ITU DARI KAMI!"

"Lo pada kenapa sih?" tanya Hidan kembali heran lihat tingkah dan tampang Absurd teman-temannya. Dengan santainya dia ngupil terus dipeperin tuh upil ke Tobi. Si Tobinya sih gak sadar. Ih Hidan jorok. Pakaian Hidan sekarang kembali normal yaitu jubah Akatsuki. Wait, kapan dia ganti baju coba?

"Udah udah si Hidan udah normal lagi kok! Tenang aja!" potong Sasori.

"Bener nih?" tanya PeinKonanItaKakuDei gak yakin.

"Iye liat aja tingkahnya udah sama kayak yang dulu!" sambung Kisame dengan santainya duduk di sebelah Hidan.

"Bisa dibilang kembali absurd lagi!" lanjut Sasori yang ikut duduk di sebelah kiri Hidan diikuti ZetTobi kemudian bonsai merah itu langsung kena geplakan Hidan.

"Oh baguslah!" kata Pein yang ikut-ikutan duduk seakan melupakan kejadian abstrak yang dialami mereka semua, dari mulai dihajar Zetsu sampai dicium Hidan. Dia duduk diikuti yang lain.

"Nah Hidan, bisakah kau ceritakan apa yang sebenernya terjadi pada lu?" ujar Itachi.

"Mana gue tau! Tiba-tiba sehabis ritual gue ngedenger suara bisikan halus dan seketika gelap semua!" jelas Hidan.

"Itu namanya keserupan." Kata Kisame tiba-tiba.

"Hah? Keserupan? Apa itu?" tanya Konan bingung.

"Hmm…jadi keserupan itu tubuh kita diambil alih sama mahluk halus. Pokoknya sejenis itulah! Jadi tubuh Hidan itu diambil alih sama setan yang ada di rumah ini!" jelas Sasori sambil pasang muka serius.

"Intinya di rumah ini beneran ada setan!" lanjutnya.

Yang lain bergidik mendengar penjelasan Sasori (-Kisame).

"Jadi kasus gue kehilangan duit itu bisa gara-gara setan juga?" Kakuzu ikut-ikutan bertanya.

"Bisa aja, lihatin, tadi pagi semuanya lagi kumpul di ruang makan kan? Otomatis gak ada orang di dapur! Jadi, siapa yang ngambil? Masa kucing? Itu malah gak masuk akal!" jelas Kisame. Tumben pinter. Yang lain terdiam mendengar penjelasan KisaSaso. Sampai akhirnya, sang leader mengambil keputusan,

"Sekali lagi semua penjelasan Sasori dan Kisame tak masuk akal! Tidak mungkin hantu itu ada! Itu hanya khayalan saja! Dan gue percaya hantu itu gak ada! Mengerti?"

"Heh! Lalu kenapa gue kemaren bisa menghilang secara tiba-tiba? Duit Kakuzu lenyap dan Hidan berubah jadi aneh hah?" balas Sasori sengit.

"Berani kau melawan ketua! Bisa saja kau jalan tengah malam dan mimpi! Kemudian duit Kakuzu bisa saja dia lupa simpan! Dan Hidan bisa saja karena dia sedang error! Mengerti? Begini saja, mulai sekarang kita bagi grup! Satu grup gue dan satu grup elu bonsai merah! Yang merasa setuju dengan gue ikut gue! Yang gak setuju dengan gue ikut Sasori!" perintah Pein mengaktifkan rinnegannya. Kemudian Konan, Itachi, Zetsu dan Deidara mengikuti Pein. Sedangkan sisanya mengikuti Sasori. Cukup banyak yang mendukung Sasori rupanya.

"Ingat, mulai sekarang jangan dekat-dekat dengan kubuku lagi! Dan juga jangan sekali-sekali kalian mencoba keluar dari rumah ini!" ancam Pein sambil berjalan keluar ruang tengah. Sasori hanya diam ketika melihat sahabatnya, Deidara ikut dengan Pein,

"Dei, kau ikut dengan Pein?" tanya Sasori yang sepertinya kecewa dengan keputusan Deidara.

"Maaf danna, un." Jawab Deidara yang kemudian ikut keluar dari ruang tengah.

"Sas, sekarang bagaimana?" tanya Kisame yang sepetinya iba melihat Sasori yang tengah terdiam.

"sigh, Sudahlah…biarkan saja mereka mendapat kejadiannya dulu," Sasori hanya menghela nafas melihat kejadian ini. Sedangkan Hidan dan Kakuzu speechlees melihat perpecahan antar anggota Akatsuki, walau mereka memilih ikut bersama Sasori.

"Sasori-senpai, bolehkan Tobi ikut dengan senpai? Tobi takut…" kata Tobi tiba-tiba.

"Yap! Tenang saja Tobi! Senpai akan melindungimu dan kalian yang ikut denganku! Hehehe!" cengir Sasori sambil mengusap-ngusap kepala Tobi seperti seorang kakak yang siap melindungi adiknya sampai mati. Kisame, Kakuzu dan Hidan hanya bisa tersenyum melihat adegan itu.

TBC


A/N

Author: hehehe, updatenya telat ya? Ehehehe…

Deidara: author tukang ngaret jam karet, un!

Author: Ya maap, habis sakit selera humor author lagi terbang entah kemana. Selain itu author juga lagi sibuk sama beberapa hal. Sampai chapter 5 ini malah buat adegan sedih-sedihan kayak gitu.

Deidara: yah, un! Paling gak jangan telat lagi! Ntar gimana kalau fanfic ini discontinue lalu nasib kita gimana, un?

Author: Enggak enggak! Author gak akan discontinue sesibuk apapun author. Fanfic ini bakal author tamatin. Pokoknya harus tamat sebelum Naruto tamat!

Deidara: Siip deh thor, un!

Author: Selanjutnya, author buat Akatsuki kepecah-pecah disini! MWAHAHAHAHA *ketawa Iblis* yah sebenernya gak tega tapi entah kenapa cocok loh! *dibantai Akatsuki* Lagipula author juga pengen friendshipnya kerasa disini. Dan mungkin makin kesana makin serius? XD tenang aja, author bakal tetap masukin humor karena emang kata teman-teman author, author bakatnya di humor XD. Nantikan aja chapter depannya XD. Oh ya tadi ada sedikit ShikaTemanya ya? Buat yang bukan ShikaTema lovers jangan ngamuk dulu, itu cuman SLIGHT doank kok! Jadi santai aja wkwkwkwk. Oke, lanjut. Nah sekarang, Dei bantuin reply reviews dong! *mata blink blink*

Dei: Bentar, un, nah ini dia

Akbar123: Yoyoy ayo lanjut baca, un! Sebelumnya makasih, un!

Bela Suryanegara: Hidannya dinistain, un. Yang ngambil tubuh Hidan, adalah ntar juga ketebak kok, un! Terus Kisame unyu? Besok kayaknya Suna bakal banjir deh, un! Hidan gak macho, machoan gue, un! *Author: HOAX, Dei kan unyu!* Jangan dengerin kata si author. Makasih ya ,un!

rikudoupain: Wih namanya gaul, un! Pein emang monster pierching! Udah monster bokep pula! Jiah kalau cipoknya jadi bisa-bisa rated nya berubah jadi M, un! Thanks ya reviewnya, un!

LaChoco Latte: Siip cerita si Kisame emang nista banget ya, un hahahaha! Udah un Hidan udah sadar! Yosh! Author bilang tengkiu (baca: thank you) ke kamu, un! Makasih ya!

nowan456 yoval: makasih, un author nya udah sehat lagi kok! Hohoho author bilang makasih ke kamu loh! Siip makasih ya, un!

Riyuki18: si author bilang gak apa-apa, un. Iya un Dei ngerasa juga chappie kemaren gak kocak apalagi yang ini ya, un? Ada sedih-sedihannya segala, un! (Author: Deidara berisik! PLAK) sorry habis digeplak sama author. Kalau masalah pendek katanya udah lebih panjang loh. Mungkin alurnya kecepetan, un. Oke makasih ya, un! Selamat puasa juga dari Dei, un!

Nabila Chan BTL: Yosh makasih, un! Yup, un ngapain kangen sama orang nista macem author, un! Eh jangan death glare Dei thor! BTW makasih ya, un! Eh kata si author foto avatarnya kece!

Hiko-chan Tsuyoshi: wih, un langsung review per-chapter! Makasih ya, un! Gile tuh Avatar Hiko-chan kece banget ada gue (Author: najis). Thanks ya, un!

Arka Ryuusei: yoyoy siip udah lanjut nih! Makasih ya, un XD

Tuh udah gue reply reviewsnya, un!

Author: Reply sih reply tapi pake ngeledekin gue segala lu Dei.

Deidara: Daripada gak gue bantuin, un! Hayoloh!

Author: Iye iye gue ngalah puas lo?

Dei: puas banget, un! Hehehe

Author: Huh, baiklah readers, mungkin segitu bacotan dari author dan partner author dalam author note, Deidara. Maka—

Pein: HEH AUTHOR GILA KENAPA GUE DIJADIIN KELIATAN JAHAT DISINI! NTAR GAK ADA YANG MAU JADI FANS GUE ODONG!

Author: gawat, dia muncul! Gue mesti kabur! Dei tolong bacain untuk selanjutnya, gue kabur dulu, Jaa~ *kabur*

Pein: HEH JANGAN KABUR LO! BALIK SINI! *ngejar2 Author ala ibu-ibu tetangga sambil bawa panci*

Deidara:…susah emang kalau cuman gue yang normal disini. Dasar orgil. Nah biar Dei yang gantiin, un! Makasih ya buat kalian yang udah nunggu lama banget fanfic ini. Semoga belom basi. Saran dan kritikan diterima kok. Flame? Sorry but no, un! Oke, segitu dari Dei, un! Nantikan chapter selanjutnya, un!

ALL AKATSUKI (-Pein): REVIEWS ONEGAI? *SasoItaDeiKoHidan Puppy eyes no jutsu*

Sementara itu nun jauh disana Author masih kejar-kejaran sama Pein.