Akhirnya bisa update lagi setelah rebutan laptop ade.. Oke, Ga usa banyak asa-basi, Kita mulai aja ceritanya..happy reading^^

.

.

.

Mereka berciuman..Tidak mungkin kan? Lebih baik aku pergi..

.

.

.

"Maaf Jin, Aku tidak bisa..Aku sudah menyukai orang lain" Ujar Karin beberapa saat setelah Kazune pergi dari tempat itu

"Siapa?" Tanya Jin

"Kau tidak perlu tau" Jawab Karin lalu pergi

.

.

Setelah kejadian itu, Karin menjadi dekat dengan Jin karena ia merasa bersalah sudah menolak Jin, Ia berjanji pada Jin akan menjadi sahabatnya, Namun ini membuat Kazune semakin yakin bahwa Jin dan Karin menjalin hubungan

.

.

.

"Selamat Pagi, Dunia!" Teriak Micchi dengan kerasnya

"Micchi, Kau bisa membangunkan seluruh penghuni hotel ini-_-" Ujar Karin

"Oh iya, Kemana perginya Onii-san ?" Tanya Kazusa mengalihkan pembicaraan

"Si jelek itu..Aku tidak melihatnya" Jawab Jin dengan santainya

"Aku disini.." Ujar Kazune yang lagi-lagi muncul tiba-tiba

"Wah Kazune, Kau cantik sekali hari ini" Ledek Jin dibalas tatapan dingin oleh Kazune..Tatapan yang sebelumnya belum pernah terlihat di bola mata bewarna safir itu

"Su..sudahlah, Ayo kita lihat-lihat pemandangan disini" Ujar Himeka berusaha mencairkan suasana

"Aku dengan Karin" Ucap Jin spontan

"Aku dengan Himeka' Seru Kazusa

'Baiklah Kujyou, Sepertinya kita jalan-jalan berdua" Ujar Micchi sambil merangkul Kazune

"Tidak terimakasih, Aku mau sendiri" Ujar Kazune lalu pergi

"Micchi, Kau bergabunglah dengan kami" Ajak Karin

"Baiklah" Terima Micchi

.

.

.

"Oh iya Karin, Mulai nanti kau tinggal di mansion Kujyou kan ?" Tanya Micchi

"Sepertinya begitu" Jawab Karin

"Mana bisa Karin tinggal dengan manusia mengerikan itu" Seru Jin

"Dia bilang aku dalam bahaya..Aku juga tidak mengerti maksudnya" Ujar Karin

"Bahaya apa?" Tanya Jin

"Tidak tahu..Mungkin aku akan membatalkan hal itu" Jawab Karin

"Eh, Sebenarnya Kazune itu kenapa sih?" Tanya Micchi

"Mana kutahu..Sepertinya moodnya buruk sekali" Jawab Jin

"Micchi, Kau yang terakhir bersama Kazune kan dengan Himeka dan Kazusa?" Tanya Karin

"Hah? Sebelumnya kami memang bersama, Namun setelah itu Kazune menyusulmu dan Kuga, Apa kau tidak bertemu dengannya?" Tanya Micchi dengan tampang serius

"Tidak tuh" Jawab Jin sambil menendang kerikil

.

.

Kazune menyusulku ? Apa mungkin dia melihat saat aku dan Jin .. Tidak mungkin ! Kalau pun dia melihatnya juga harusnya dia tidak akan peduli

.

.

.

"Kazune, Semalam bukankah kau menyusul Karin dan Jin?" Tanya Micchi

"Jangan bahas itu lagi" Jawab Kazune

"Ceritakan apa yang terjadi ?" Tanya Micchi mulai serius

"Yeah..Kurasa Karin dan Jin menjalin hubungan" Jawab Kazune dengan datarnya

"Kau cemburu ?" Tanya Micchi

"Mana mungkin.." Jawab Kazune

"Lalu apa kau akan tetap menepati janjimu dan menjaganya ?" Tanya Micchi

"Sepertinya begitu" Jawab Kazune

"Aku terharu T_T" Ujar Micchi berusaha mencairkan suasana yang terlalu serius

"Tapi mungkin yang akan benar-benar menjaganya kelak adalah Kuga" Ujar Kazune

.

.

.

"Karin, Kau kenapa daritadi diam saja" Tanya Himeka mengkhawatirkan keadaanku, Yah sepertinya keadaanku sudah sangat menyedihkan

"Jalan-jalan sore?" Tawar Kazusa

"Kedengarannya asyik" Terimaku, Yah daripada aku harus menghabiskan soreku seperti ini

"Bagaimana denganmu, Himeka ?" Tanya Kazusa

"Tidak terimakasih-_- Aku mau tidur saja" Tolak Himeka dengan halus

.

.

Lihat, Itu yang namanya Hanazono kan ?"

"Betul sekali..Sepertinya ia sedang bersama seorang teman"

"itu tidak akan menjadi masalah besar, Temannya itu wanita kan?"

.

.

.

#Duarr (?)

.

.

"Karin ! Kau tidak apa-apa ?!" Seru Kazusa yang terkejut melihat kaki Karin ditembak sehingga berdarah hebat

"Kyaa !" Jeritku kesakitan , Sebenarnya ini perbuatan siapa ?

"Aku akan mencari pertolongan !" Seru Kazusa lalu pergi

.

.

'ONII SAN !" Jerit Kazusa keras sekali

'Kazusa, sudah kubila..." Seru Kazune namun dipotong oleh Kazusa

"Karin ditembak !" Seru Kazusa

"Apa ?!" Seru Kazune lalu segera pergi ke lokasi kejadian

.

.

.

"Karin !" Seru Kazune, Ia segera menggendongku ala bride

"Ka..Kalau kau menggendongku..ba..bajumu bisa terkena darah" Ujarku terpotong potong

"Sekarang baju bukan hal yang penting" Ujar Kazusa

.

.

"Lukamu sudah tidak apa-apa" Ujar Kazune yang sedang mencuci lukaku

"Arigatou" Ujarku. Kamisama, Kalau begini caranya..Kapan aku move on ? TTATT *Dilempar sendal*

"Kazusa..Aku mau bicara sebentar" Ujar Kazune lalu pergi meninggalkanku

"Baik" Sahut Kazusa lalu pergi mengikuti kakaknya

"Oh iya, kau..Kalau kenapa-kenapa panggil aku" Ujar Kazune padaku dengan senyuman yang lembut sekali

.

.

.

"Kazune, karin tidak apa-apa kan?!" Seru Jin yang kebetulan bertemu Kazune di depan pintu

"Tidak apa-apa..Kutitip Karin padamu" Ujar Kazune, Kali ini senyumannya menjadi lembut

.

.

"Menitipkan Karin ?"

.

.

"Aku yakin yang menembaknya itu pasti Karasuma Corp"

"Kalau begitu, Artinya Karin sudah mulai diincar.."

"Tenang saja, Mulai hari ini aku tidak akan membiarkan Karin disakiti sedikit pun.. Kejadian ini tidak akan terulang lagi"

.

.

.

"Karin.." Panggil Jin

"Jin ?" Sahut Karin dengan mata yang sedikit sembab

"Kau tidak apa-apa ?" Tanya Jin

"Aku sudah tidak apa-apa" Jawab Karin

"Kau habis menangis ?" Tanya Jin dengan hati-hati

"Beritahu aku cara melupakannya kalau ia bersikap selembut ini padaku.." Ujar Karin dengan suara parau

.

.

.

Kau salah Kazune, Harusnya aku yang menitipkan Karin padamu

.

.

.

~To Be Continue~

.

.

.

Dohh, Aku bikin fic kok jadi sedih begini ya ?._. Mohon review !^^