Character : Katyusha (Ukraine) , Ivan Braginski (Rusia), a little bit Natalia (Belarus)
Aku seorang penulis novel-novel romantis. Nama penaku sama dengan namaku di kehidupan nyata –Katyusha. Sayang, kehidupan nyataku sangat berbeda dengan kehidupan tokoh fiksi yang aku ciptakan di novel.
Selama ini, inspirasiku hanya satu. Ivan. Dia tetangga flatku. Seorang Russian yang selalu sibuk dengan pekerjaan memotretnya. Entah tak ada waktu, atau memang ia tak ingin, aku jarang sekali melihatnya bersama wanita.
Yang jelas, itu membuatku sedikit lega.
Di novel, aku menciptakan tokoh wanita yang bagitu ceria ketika menyambut kedatangan sang pujaan hatinya.
Pada kenyataanya, aku hanya mengangguk singkat ketika kebetulan berpapasan dengan Ivan di lorong flat.
Di novel, aku berhasil menciptakan percakapan yang luar biasa romantis antara tokoh utama wanita dan prianya.
Pada kenyataannya, aku hanya berhasil berbincang dengan Ivan mengenai keran air yang bocor berlatarkan lift flat.
Aku selalu berharap apa yang aku tulis bisa menjadi kenyataan.
Apa yang aku ciptakan dinovel bisa terjadi diantara aku dan Ivan.
Di malam tahun baru, aku dan Ivan sama-sama termenung di balkon flat –yang meskipun tepisah oleh tembok beton, tapi masih bisa terlihat ujung rambut gelombangnya yang kelabu.
Aku merasa senang ketika kami sama-sama memandang kearah perkotaan itu, dengan suasana yang serupa, dan dibawah naungan langit yang sama. Seolah, meskipun kami terpisah oleh tembok, tetapi pikiran kami menyatu.
Sayang, pada kenyatannya, tidak.
Tahun baru ini, aku ingin lebih berani, seperti tokoh wanita dalam novelku. Aku berdiri, mendekatkan diriku ke tembok pembatas balkon, berencana menawarkan sampanye dingin yang baru kubeli tadi. Berharap, yah, sangat berharap, bahwa kami bisa lebih akrab, dan menjalin sebuah relationship, maybe?
Namun,
Langkahku terhenti. Sejenak, kupandangi sesosok gadis jelita berambut platinum yang bersandar pada bahu Ivan, pemandangan yang tak kupercaya, yang menyesakkan hatiku yang sedang bergelora ini.
Ternyata, membuat sebuah kisah romantis dikehidupan kita, tak semudah ketika mengarang novel. Oh, tentu saja Katyusha, mengapa kau begitu bodoh? Aku membalikkan badan. Memendam dalam-dalam jeritanku.
Cinta, mengapa kau begitu menyakitkan?
