"Am I…"

Another thing that you should know:

Judul chapter yang aneh... -.-; aku mendapatkan inspirasi saat aku memainkan FF7 di PS1-ku dan saat menonton Crisis Core di YouTube, pada adegan saat Zack dan Sephy di reaktor Nibelheim, saat Sephy mengatakan...gitu deh. *diserang reader*

Oh, di fic ini, Genesis cs sudah beranjak dewasa nih. Umur mereka disesuaikan (antara 18-20-an). Bagaimana dengan Lucrecia dan Vincent? Tenang, akan aku ceritakan kok :) tapi nanti dulu, , OK? ^^

Enjoy the fic and don't forget to review!

Warning: AU dan agak-agak OOC

Disclaimer: Final Fantasy © SQUARE-ENIX

Crescent Diary © RoalicARIA


Hari masih pagi, namun sinar matahari bersinar lumayan terik, menyinari lapangan-lapangan Coloseum, baik itu arena pertarungan atau lapangan untuk para calon petarung handal untuk berlatih. Di salah satu sudut lapangan, seorang pria berbadan besar dan berambut hitam sedang mengasah Buster Sword miliknya. Pria itu dengan telaten mengasah setiap ujung pedangnya itu. Dia memperhatikan dengan teliti, apakah sudah baik atau belum, pikirnya. Tiba-tiba...

"Angeeaaaaaal~!"

Angeal langsung mengenali suara pekikan itu. Suara itu bagai suara pekikan penggemarnya Justin Beiber. Bahkan dua sahabat Angeal; Sephiroth dan Genesis, yang sedang berada di tempat lain, juga mendengar pekikan itu. Tak lama kemudian, sang pemilik suara muncul dengan wajah cerah nan bersemangat.

"Zack! Kau datang tepat waktu." sapanya dengan ramah. Zack menghampiri Angeal dengan semangat yang sangat berapi-api.

"Hari ini kau akan mengajariku apa? Aku sudah tidak sabar!"

Angeal tertawa kecil.

"Hari ini akan kuajarkan cara bertarung yang sesungguhnya, Zack."

"Asyiiikk!" Zack girang sekali.

"Aku mengharapkan kau bisa fokus, Zack." kata Angeal dengan nada agak ditegaskan.

"Iya!"

Sementara di tempat lain, Sephiroth dan Genesis memperhatikan mereka dari jauh...mungkin untuk Genesis tidak. Karena Sephiroth tahu dari tadi Genesis hanya membaca Loveless saja, sudah jadi kebiasaannya sejak kurang lebih 3 tahun silam.

"Genesis, aku ke sebelah dulu ya..."

"Yaa..." jawab Genesis sambil tidak memperhatikan Sephiroth.

~Sephiroth POV~

Aku berjalan menuju ke lapangan sebelah, tepatnya lapangan no.7. Aku kesana karena 3 hari lagi aku akan bertanding dengan seseorang yang sama kuatnya denganku, sama populernya denganku...begitulah kata Angeal. Aku suka lapangan no.7 karena jam-jam begini lapangan itu masih sepi, tak ada orang. Tak akan ada yang melihat aku melatih jurus-jurusku yang mematikan, (bahkan Angeal dan Genesis) kecuali burung-burung yang hilir mudik terbang di sekeliling lapangan no.7.

Sesampainya disana, aku celingak-celinguk bagaikan orang yang mau menyebrang jalan raya. Setelah dirasa tidak ada orang, aku langsung berjalan ke tengah lapangan dan mulai berlatih.

15 menit kemudian...

Hmm, bagus. Dengan begini kurasa sudah OK. Saat aku akan berjalan keluar lapangan, tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki. Aku berbalik dan menarik Masamune-ku. Tak lama, seorang perempuan dengan rambut pendek warna coklat muncul dibalik pilar dengan gugupnya. Aku heran, kenapa ada orang lain disini? Aku menurunkan Masamune-ku dan menghampirinya 3 langkah.

"Sedang apa kamu di sini?" aku bertanya kepadanya. "Siapa kau?"

Dia memasang wajah tegas, membuatku semakin heran.

"Aku sedang jalan-jalan saja..." jawabnya.

"...dan aku adalah lawanmu untuk pertandingan 3 hari ke depan" jawabnya lagi...

Eh? Apa? Dia adalah lawanku? Astaga...kenapa dia tahu aku ada disini? Jangan-jangan dia memata-matai aku?

"Oh...kenapa...kau tahu aku ada di sini?" tanyaku.

"Itu...karena pintu lapangan tidak dikunci, jadi aku masuk saja...secara diam-diam..." jawabnya. Begitu rupanya...

~Authoress POV~

"Uhh...aku belum memperkenalkan diri ya, maaf. Namaku Elfé." kata gadis itu.

"...Sephiroth."

Elfé menatap pria itu lekat-lekat, seperti ada sesuatu darinya yang menganggunya. Matanya seakan-akan menerawang sesosok Jacob Black yang sedang telanjang dada di depannya. Eh, maksudnya Sephiroth yang sedang telanjang dada. Tiba-tiba dia berbalik.

"Kurasa aku sudah paham tentang peraturan itu, mengapa setiap peserta yang mengikuti pertandingan duel dilarang bertemu dengan lawan mereka sebelum bertanding. Aku pergi dulu..." kata Elfé sambil meninggalkan lapangan. "Tenang saja, aku tidak akan bilang ke siapa-siapa kalau kau ada disini pada jam-jam ini".

"Beneran ya!"

"Iya!" jawabnya.

Kemudian...

Sehabis melaith Zack, Angeal duduk di bangku sambil meminum sebotol air mineral. Genesis, lagi-lagi, membaca Loveless sambil menyandar ke tembok. Matahari sudah tinggi, udara panas mulai menyergap siapa saja yang berada di tempat yang tidak teduh. Untungnya, mereka berdua (berdua? Karena Zack pergi ke sisi lapangan lain.) berada di tempat yang teduh, terlindungi oleh bayang-bayang. Tak lama kemudian Sephiroth menghampiri mereka, tentu saja dia sudah pakai baju.

"Hei, Angeal. Bagaimana dengan anak itu?"

"Zack? Dia benar-benar tidak bisa diam. Semangatnya benar-benar tinggi!" jawab Angeal.

"Tapi dia anak anjing yang lucu, betul 'kan?" sahut Genesis.

"Betul." kata Angeal.

Mereka pun berbincang-bincang tentang apapun. Kecuali pertemuan yang kebetulan antara Sephiroth dan Elfé.

3 hari kemudian...

3 menit sebelum pertandingan dimulai, Sephiroth menelepon Lucrecia sebentar melalui handphone.

"Maaf, Sephiroth. Ibu tidak bisa menonton kau bertanding..."

"Tidak apa-apa. Yang penting ibu sudah memberi dukungan."

"Hati-hati ya, Sayang."

"Iya. Aku bertanding dulu ya."

Kemudian Sephiroth menutup teleponnya, menitipkannya pada Angeal, lalu berjalan menuju ke arena pertandingan diiringi oleh para pendukung dan para anggota fans club "Silver Elite". Dia berjalan menuju pintu keluar, menuju cahaya yang ada di depannya. Setibanya di arena, suara gemuruh dari para penonton terdengar dari sudut ke sudut tribun. Arena itu merupakan lapangan luas yang sekelilingnya ada tribun untuk para penonton. Semuanya bersorak-sorai kepada dua kontestan, bahkan ada beberapa anggota fans club membawa spanduk yang berisi dukungan untuk Sephiroth sambil menyanyikan yel-yel.

"Baiklah, duel antara dua kontestan yang sama-sama kuat, sama-sama populer, dan sama-sama memegang katana, akan dimulai!" kata seorang MC membuka acara. Suara para penonton semakin keras dan menggila bagaikan menonton pertandingan sepak bola, bahkan ada beberapa diantara penonton yang membawa drum.

"Di sudut kiri, ada seseorang yang sudah tidak asing lagi akan kekuatannya, Sephiroth!"

Suara penonton, terutama anggota fans club menyanyikan yel-yel dengan keras.

"Dan di sudut kanan, seorang wanita muda yang kekuatan sihirnya diatas rata-rata di kalangannya sendiri, Elfé!"

Gemuruh dari penonton semakin keras dan hampir memekikkan telinga. Sephiroth dan Elfé berjalan menuju ke tengah arena dengan tatapan tegas dan dingin.

"Bersedia..."

Elfé dan Sephiroth mengeluarkan katana mereka bersamaan. Tentu saja katana milik Elfé tidak sepanjang kepunyaan Sephiroth.

"Siap.."

Mereka memasang kuda-kuda...

"MULAI!"

CTANG! Katana mereka beradu satu sama lain...

# How can I decide what's right

When you're clouding up my mind?

I can't win your losing fight

All the time #

SRIEEENGGG... Pedang katana mereka bergesekan. Elfé melompat ke belakang untuk menghindari Sephiroth.

# Not gonna ever own what's mine

When you're always taking sides. #

Elfé mengeluarkan sihir "Blizzaga" ke arah Sephiroth. Sephiroth menahan dengan Masamune-nya, meskipun dia terkena sedikit dari serangan magic Elfé.

# But you won't take away my pride

No, not this time... #

Mereka saling menyerang lagi. Suara penonton semakin kencang untuk mendukung mereka berdua.

# Not this time... #

CTANG!

Mereka bertarung dengan cepat. Suara logam dari pedang katana yang saling beradu membuat pertandingan itu makin seru.

# How did we get here?

When I used to know you so well...

How did we get here?

Well, I think I know... #

20 menit pertama mereka berdua beradu katana mereka, sekarang duel mereka makin terasa serius. Sephiroth mulai mengayunkan Masamune-nya seakan-akan dia mau menebas Elfé. Elfé tidak tinggal diam begitu saja. Dia mulai mengayunkan katananya sambil mengeluarkan magic "Aero".

# The truth is hiding in your eyes

And it's hanging on your tounge

Just boiling in my blood

But you think that I can't see #

Tiba-tiba Sephiroth menlihat sekilat cahaya sesaat, dan dia tahu itu bukan berasal dari Elfé. Sephiroth nyaris terkena serangan Elfé saat itu.

'Ada apa dengannya?' batin Elfé.

# What kind of man that you are

If you're man at all

Well, I figure this one out

On my own... #

Elfé kali ini mengeluarkan magic "Holy" dan langsung mengenai Sephiroth. Sephiroth terkapar, tapi langsung bangkit sambil terengah-engah sebentar.

# (I'm sreaming, "I love you so")

On my own...

(But my thoughts you can't decode) #

"Hyaaaaaaaaaaaahhh!" Elfé menyerang Sephiroth secara agak membabi buta, tapi anehnya, matanya tidak merefeksikan amarah, keinginan untuk menang, atau apapun itu. Refleksi matanya menggambarkan orang yang santai, friendly.

Itu karena Elfé menyukai lawannya kali ini...

# How did we get here?

When I used to know you so well, yeah...

How did we get here?

Well, I think I know... #

"Argh!" Tiba-tiba tangan kiri Sephiroth merasa sakit. Dia berusaha menahan rasa sakit sembari menghindari serangan Elfé. Makin lama, tangan kiri Sephiroth makin terasa sangat sakit. Dia mengumpulkan seluruh tenaganya untuk menyerang Elfé dalam sekali serang. Dan berhasil, Elfé terkapar. Namun...rasa sakit di tangan kirinya makin menjadi. Tiba-tiba dia 'melihat' sesosok yang sebaya dengannya, dan Sephiroth mengenali sosok itu. Si pirang dengan rambut spiky! Sephiroth 'melihat' keadaan sosok itu sama dengan dirinya: merasa kesakitan di tangan kiri!

#Do you see what we've done?

We gone and made such fools

Of ourselves...

Do you see what we've done?

We gone and make such fools

Of ourselves...#

Sephiroth sekarang melihat tangan kirinya sendiri, perlahan muncul tanda aneh dengan aura-aura hitam yang terlihat. Elfé menjadi bingung ketika melihat Sephiroth, begitu juga dengan MC, Angeal, Zack, Genesis, dan para penonton.

#Yeah, yeah...

How did we get here?

When I used to know you so well, yeah. Yeah...

How did we get here?

When I used to know you so well...#

"AAAAAAAAAARRRRRRRRGGGGGHHHHH~!" Sephiroth meraung kesakitan dan akhirnya terkapar. Elfé langsung berlari menuju lawaanya itu. Genesis menuruni tribun dengan cepat dan langsung menuju arena. Zack ingin juga kesana, namun disuruh Angeal untuk mencari bala bantuan. Kemudian Angeal menuju arena untuk menolong temannya itu.

#I think I know

I think I know#

Sementara itu Sephiroth berusaha bangkit, namun sia-sia. Matanya menjadi buram...

'Apa aku...manusia?' batinnya. Dan seketika itu juga dia pingsan.

#There is something I see in you

It might kill me

I want it to be true...#

'Sudah kuduga...' batin Genesis.


AAAAAAHHHHHHH~! Kira-kira sudah sebulan aku nggak update fic ini! . Maaf para pembaca... T-T

Ini gara-garanya aku nggak punya banyak waktu untuk ngurus fic ini! T^T *dijitak*

Oh iya, BGM-nya itu lagunya Paramore, judulnya Decode. BGM bukan aku yang punya.

Review ya~ *dijitak lagi gara-gara udah lama gak update2*