His name…Cloud
A/N: Yeah! Chapter baru lagi! ^0^
Sebelumnya aku minta maaf banget kalo ketikanku di chapter2 sebelumnya banyak yang typo2 gitu -_-; maklum author baru, tentunya perlu banyak latihan, terutama koreksian dari author2 lain. Eh, btw kota Titan kota karanganku sendiri.
Dan sekarang, misteri Sephy akan perlahan-lahan terkuak, kekekekeke...*sok misterius*
*dilempari bola basket oleh reader*
Disclaimer:
Final Fantasy VII © Square-Enix
Crescent's Diary © RoalicARIA
Rencana Vincent dan Lucrecia untuk mengadakan candle light dinner yang romantis di suatu restoran mahal terpaksa dibatalkan karena Lucrecia mendapat kabar dari Angeal bahwa Sephiroth sakit parah. Maka, hari ini Lucrecia pulang cepat dari kantor dan bersama Vincent, mereka mengendarai mobil lalu melaju ke kota Titan secepat mungkin.
Sesampainya di kota Titan, mereka langsung menuju ke Coloseum, memarkirkan mobilnya dan bergegas menemui Sephiroth. Tapi mereka malah bertemu Angeal.
"Kau temannya Sephiroth 'kan?" tanya Lucrecia dengan cemas.
"Iya." jawab Angeal.
"Tolong bawa aku kepadanya!"
"I-i-iya. Lewat sini..." jawab Angeal sambil sedikit shock. Dia akhirnya mengantar Lucrecia dan Vincent ke asrama para petarung Coloseum.
Kemudian...
Mereka akhirnya sampai di kamar Sephiroth. Sephiroth sendiri tengah duduk di tempat tidurnya, dengan perban yang dibalut di lengan kirinya.
"Ibu!"
"Sephiroth!" Lucrecia langsung memeluk Sephiroth dengan hangat.
"Kau baik-baik saja 'kan? Kenapa kau terluka? Apa lukanya parah?"
"Aku baik-baik saja, Bu...lukanya tidak begitu parah kok." jawabnya.
"Benarkah? Apa benar tidak apa-apa?" tanya Lucrecia dengan nada tegas.
"I-ini cuma luka kecil saja...tidak ada yang perlu di khawatirkan kok..."
Lucrecia menghela napas. Bersyukur anak angkatnya tidak apa-apa.
"Syukurlah kau tidak apa-apa..." kata Vincent.
Mereka pun berbincang-bincang santai. Namun baik Lucrecia dan Vincent belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi...
Esok harinya...
~Elfé's POV~
Aku langsung pergi ke lapangan no. 7 dan sesampainya di sana, aku langsung mencari-cari Sephiroth. Orang yang paling kuat di Coloseum seakan-akan hilang ditelan bumi. Setelah sekian kali kucari, dia tidak ada. Akhirnya, aku pergi mencari Genesis, dia mungkin tahu sesuatu. Tapi saat aku ke tempat nongkrong favorit mereka, hasilnya nihil. Tiba-tiba ponselku berdering, aku langsung mengangkat ponselku.
"Halo...?"
"Elfé?"
"Genesis? Dari tadi aku mencarimu!"
"Oh, maaf. Aku sekarang lagi di lounge. Memangnya ada apa?"
"Umm...bisa tunggu aku di situ, nggak? Ada yang ingin kubicarakan padamu..."
"Oh, bisa kok. Ada yang ingin kubicarakan padamu juga sih...cepetan ya!"
"OK."
Aku langsung menutup ponselku dan bergegas menuju lounge. Semoga dia tahu sesuatu tentang Sephiroth...
Sesampainya di lounge...
Genesis sudah menungguku di salah satu sudut tempat duduk. Aku langsung saja menemuinya. Kami lalu berbincang-bincang tentang topik yang sama: orang yang kucari-cari sedari tadi.
"Elfé, bisakah kau merahasiakan hal ini semampu dan sekuat yang kau bisa dari orang-orang lain? Ini tentang kejadian saat kau dan Sephiroth bertanding minggu lalu..." kata Genesis sambil memperkecil suaranya, namun agak ditegaskan.
"Apa waktu itu kau melihat ada aura aneh dari Sephiroth?"
Aku mengangguk kecil.
"Aku memang melihatnya." jawabku.
Lalu Genesis menghela napas kecil. Kemudian dia celingak-celinguk, dia ingin memastikan bahwa tidak ada yang memperhatikan (baca: menguping), tentunya.
"Sebenarnya...sejak dari dulu aku menduga-duga kalo dia bukan..."
Aku jadi semakin penasaran...
"...manusia..." lanjut Genesis.
APA? Aku sangat, sangat terkejut mendengar perkataan Genesis.
"Ti...tidak mungkin!" kataku sambil berusaha mengecilkan suaraku.
"Dugaanku benar kok." jawab Genesis.
"Ada terusannya lagi, Elfé. Dia adalah..."
Esok harinya...
Pagi ini begitu mendung, untungnya aku sudah bawa payung untuk jaga-jaga. Sesampainya di Training Ground, aku langsung melihat orang itu. Sebenarnya, alasan aku "mengejar-ngejarnya" karena ada yang harus aku lakukan, tentunya berkaitan tentangnya. Dan itu HARUS kulakukan, meskipun aku tahu resikonya. Kalau tidak...aaah! Mengapa aku memikirkan hal itu sih!
~Authoress's POV~
Tak lama kemudian Elfé menatap orang itu, Sephiroth. Dia langsung menoleh ke Elfé, heran.
'Ada apa dengannya? Tatapanya kok menantang banget...' pikirnya. Elfé langsung pergi ke lapangan no.7 yang sepi. Dengan penasaran, Sephiroth menyusulnya. Sesampainya di tempat yang dituju, dia melihat Elfé berdiri di tengah lapangan.
"Sephiroth, aku sudah tahu apa kau sebenarnya." kata Elfé dengan nada pedas.
"Benarkah? Kau sudah tahu?" Sephiroth menyeringai, lalu dia berjalan di dekat Elfé.
"KA-TA-KAN." Kata Sephiroth dengan menggunakan intonasi yang mengerikan bagaikan pembunuh berdarah dingin sedingin es kutub.
"Dengan jelas..."
"Phantom." Jawab Elfé dengan tegang. Perlahan, dia maju beberapa langkah, kemudian berbalik ke arah Sephiroth sambil mengeluarkan katananya.
"Hh. Kau ingin membunuhku ya?" tanya Sephiroth serius sekaligus heran (lagi). Raut wajah Elfé tegang, tangannya bergetar saat dia mengacungkan katana miliknya.
'Ini harus kulakukan...maafkan aku!' batin Elfé...
"AAAAHHH!" Gadis itu langsung maju untuk menyerang Sephiroth.
Dengan cekatan, Sephiroth mengeluarkan Masamune-nya lalu menahan serangan Elfé.
"Mengapa...mengapa kau ingin membunuhku? Dan mengapa...kau menangis...?" tanya Sephiroth sambil menahan setiap serangan Elfé yang sangat membabi buta. Gadis yang ada di depannya melompat mundur dan berhenti.
"Ada yang ingin kukatakan padamu..." katanya sambil menatap Sephiroth.
"Aku adalah-"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"SEPHIROOOOOOTH~!"
Teriakan Zack yang sekarang mirip dengan teriakan fans Kim Bum menggema di seluruh penjuru tanah air Coloseum. Baik Sephiroth maupun Elfé kaget setengah mati, hampir saja mereka kehilangan napas.
"...aku pergi dulu ya..." kata Sephiroth lirih.
"Ya..." jawab Elfé. Kemudian mereka pergi meninggalkan lapangan, masing-masing lewat pintu depan dan pintu belakang.
Setelah Sephiroth meninggalkan lapangan no.7, dia melihat Zack dengan wajah kemenangan beserta Angeal dan Genesis.
"Huuh~. Lain kali jangan teriak-teriak dong, lama-lama suaramu habis." keluhnya.
Angeal menceritakan bahwa Zack kemarin memenangkan turnamen kelas B. Maka dari itu dia ingin sekali mengabarkan berita kemenangannya kepada Angeal, Genesis, dan Sephiroth. Sementara Genesis lagi sibuk SMS-an dengan kenalannya yang punya praktek terapi kesehatan telinga. Tujuannya tidak sulit untuk ditebak.
"Aku mau ke asrama dulu ya!" kata Zack sambil membawa pialanya lalu pergi. Angeal mendapati foto yang tidak sengaja di tinggalkan oleh Zack.
"Tunggu! Kau lupa fotomu! Hei~!"
Sayangnya Zack tidak mendengarnya. Kemudian Angeal memandang foto yang dipegangnya, Genesis dan Sephiroth juga melihat foto tersebut.
"Itu Zack, Kunsel, dan...umm..."
"Siapa ya? Anak baru kali..." kata Genesis sambil memandangi seorang remaja berambut jabrik warna pirang yang berdiri di samping kanan Zack di foto itu.
"Cloud." jawab Sephiroth.
"Huh? Kau tahu dia?" tanya Angeal.
"Tidak. Tiba-tiba saja namanya muncul di dalam kepalaku. Namanya...Cloud. Urgh!"
Tiba-tiba Sephiroth merasa tangan kirinya sakit. Dia langsung memegangi tangan kirinya dengan tangan kanannya.
"Lukamu masih belum sembuh ya?" tanya Angeal.
"Sepertinya..." jawab Sephiroth lirih.
Angeal akan menyembuhkan 'luka' Sephiroth dengan sihir Cure miliknya. Belum sempat Angeal mengeluarkan sihirnya, tiba-tiba 'luka' Sephiroth mengeluarkan aura aneh (lagi).
'Aura itu lagi? Kenapa di saat-saat seperti ini...' batin Genesis terkejut.
Dan tiba-tiba muncul cahaya yang membutakan mata...
Perlahan, Genesis dan Angeal membuka mata mereka dan tak lama kemudian mereka menyadari...Sephiroth menghilang. Yang mereka lihat hanya sebuah bulu sayap bewarna hitam yang jatuh perlahan dari atas. Sepertinya Genesis perlu menghubungi dokter terapi kesehatan untuk mata...
A/N: Huwaaaaaaaa~! Selesai dalam 4 halaman MS-Word! Selanjutnya ceritanya bakal lebih 'gila' (semoga nggak stuck).
Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan (kalau ada). T^T
Untuk me-review silahkan klik link di bawah ini, terima kasih. :)
