First Clash

A/N: Yup, kamu tidak salah baca. "First Clash", dalam artian chapter ini mengandung clash pertama antara Sephiroth dan Cloud o_0 . Dan beberapa misteri di chapter selanjutnya bakal diungkapin di sini.

Recommeded song: One-Winged Angel (kalo suka), atau lagunya Linkin Park-What I've Done?

Let's get back to the story! *ditampar*

Disclaimer:

Final Fantasy VII © SQUARE-ENIX

Crescent's Diary © RoalicARIA


"Siapa aku? Ada apa denganku? Dimana ini? Siapa kau?"

~Flashback~

Sephiroth menghilang dari hadapan Angeal dan Genesis, dan yang tersisa hanyalah sehelai bulu sayap hitam yang jatuh perlahan dari atas langit.

"Sephiroth..."

"Menghilang..."

"Oh tidak..." Angeal tidak percaya. "Kita harus menelepon ibunya."

"Jangan, Angeal. Itu akan menyakiti hatinya saja."

"Tapi..."

Sementara itu, Elfé memperhatikan dibalik pilar.

"Sephiroth...menghilang?"

End Flashback~

Sephiroth memegangi lengan kirinya yang sakit. Dia melihat sekitar dan keheranan, kenapa dia sekarang berada di tengah padang pasir? Kemudian ada sesuatu yang bercahaya di lengan kirinya, seperti semacam tanda. Bentuk tanda itu adalah anak panah yang ujungnya berbentuk bulan sabit yang menghadap ke atas. Kemudian dia melihat bayangan seseorang yang datang mendekat. Sephiroth berdiri perlahan lalu mengeluarkan Masamune-nya. Orang itu semakin mendekat...tapi sayangnya wajahnya masih tidak kelihatan karena angin kencang yang membawa debu pasir.

Tiba-tiba kepala Sephiroth sakit, dan saat itu juga dia mendapat penglihatan yang sangat, sangat familiar. Ya, penglihatan yang dia lihat sama persis dengan apa yang dia lihat di mimpinya dulu. Seseorang dengan rambut pirang jabrik, rumah yang dibakar oleh sekelompok orang tidak dikenal, melihat cermin yang ternyata bukan bayangannya sendiri...

"Kau..."

Akhirnya seseorang yang mendekati Sephiroth sudah jelas tampangnya. Sephiroth melihat ke arahnya, kemudian matanya terbelalak. Orang yang rambutnya pirang jabrik itu sekarang berada tepat di depannya...

"Cloud..."

"Sephiroth..."

Di waktu yang sama...

Di ruang kerjanya, Lucrecia sedang menelepon Sephiroth. Tapi sayangnya, teleponnya tidak diangkat, apalagi SMS, tidak kunjung dibalas, sampai berkali-kali. Lucrecia mulai khawatir.

'Ada apa dengannya?' batinnya. Kemudian dia memutuskan untuk mengirimkan SMS ke Angeal.

Sementara itu, tanpa disadari oleh Lucrecia, ada seorang pria yang sedang menatap jendela ruang kerja Lucrecia dari luar. Pria tersebut memiliki rambut hitam panjang dan dikuncir satu. Pria yang juga memakai kacamata minus (A/N: bener gak ya?) itu menatap ke jendela dengan tatapan mata yang misterius, licik, dan entah mengapa, bahagia. Dan tak lama kemudian dia meninggalkan tempat itu.

.

.

"Lucrecia-san, kurasa tadi aku melihat Hojo..." kata Karen sambil berbisik.

"Masa? Hojo 'kan sudah dipecat 3 tahun yang lalu..." jawab Lucrecia.

"Iya sih...apa tadi aku salah lihat ya..."

Lucrecia jadi teringat. 3 tahun yang lalu, Hojo dipecat karena idenya yang akan membuat clone dari Phantom dan menggunakannya sebagai senjata. Hollander selaku ketua tidak setuju karena Phantom berasal dari kekuatan kegelapan. Jika dibuat clone-nya, maka clone tersebut akan menjadi gelap seperti Phantom juga (A/N: Silahkan di interpretasi sendiri). Akhirnya, Hojo diusir dan tidak boleh kembali lagi.

Kemudian, Lucrecia mengetahui dari rapat hari ini bahwa Phantom bisa menjadi Faine Corpse jika Phantom tersebut menjadi La Faine(1), lalu mendapat kekuatan yang terlalu besar yang sayangnya tidak bisa mereka kontrol. Lucrecia memahami itu.

Semenjak Lucrecia tanpa sengaja melihat Sephiroth berlatih sendiri, dia mulai khawatir. Maka dari itu dia telah memasang Protomateria di belati Sephiroth sebagai jimat, karena semata-mata dia mengawatirkan keselamatan putra angkatnya itu.

Di padang pasir...

"Kau...kau yang selalu muncul di mimpiku..."

"Kau juga. Di mimpi itu, kau muncul sebagai monster..."

Sephiroth tertegun. Cloud mengacungkan pedangnya ke arah Sephiroth.

"Di mimpi itu, kau menyerangku. Lalu kau mematikan semua cahaya lampu yang ada. Kemudian kau akan membunuhku dengan mencabik-cabik-˝

"Tutup mulutmu!"

Sephiroth juga mengacungkan Masamune-nya ke arah Cloud, namun secara spontan.

"Kenapa? Kenapa aku bisa melihat masa lalumu yang begitu kelam?" tanya Sephiroth.

Cloud keheranan menatap orang yang sebenarnya adalah manifestasi dari kegelapan dirinya ini.

"Kau melihatku sebagai monster, aku yang bisa melihat masa lalumu. Ini karena kita sama. Aku adalah kau... aku adalah Phantom-mu." Setelah Sephiroth mengatakan hal itu, dia tertawa sebentar.

"Dengan kata lain, kau adalah...AKU!"

Sephiroth langsung menyerang Cloud. Namun sayang, serangannya meleset. Cloud langsung membalas dengan menyerang sisi kanan Sephiroth. Dia berhasil, tangan kanan Sephiroth terluka. Sephiroth juga melukai Cloud. Darah pun membasahi tangan, pundak, dan kaki mereka, begitu juga pasir-pasir yang mereka injak.

Pertarungan berlangsung sangat sengit. Baik Cloud maupun Sephiroth mengeluarkan jurus masing-masing.

Di suatu tempat yang berbeda...

"Apa sebaiknya aku ikut campur urusan mereka?" tanya seseorang yang memakai jubah hitam panjang yang juga menutupi wajahnya.

"Apa kau dapat merasakan mereka berdua, Noir?" tanya Hojo.

"Iya." jawab Noir.

"Sebaiknya jangan sekarang. Sephiroth sepertinya harus 'menuruti' instingnya."

"Hmph... Aku sudah terlalu lama menunggu."

"Noir, mungkin sebaiknya kau harus ke ruang pemeriksaan..."

Noir mendengus kesal. Dengan berat hati dia memasuki ruang pemeriksaan Hojo.

.

.

Di padang pasir, lagi...

Kaos atasan Cloud robek, bibirnya berdarah, namun masih menatap tajam pada lawannya. Baju Sephiroth sendiri sudah robek-robek karena serangan Cloud, namun untungnya dia masih mengenakan celana hitam panjangnya yang masih utuh. Mereka akan menyerang satu sama lain lagi...

"Sephiroth~!"

Mereka berdua mendengar suara itu. Suara seorang perempuan. Tiba-tiba muncul Elfé di hadapan Sephiroth lalu membawa dia kabur begitu saja. Cloud pun kebingungan saat mereka berdua menghilang dengan cahaya.

.

.

Di hutan dekat Midlight Hollow...

Sephiroth tidak percaya Elfé akan datang 'mengacaukan' pertarungan sengitnya dengan Cloud.

"Kau sudah gila rupanya? Aku belum selesai menghabisi dia!" kata Sephiroth kesal.

"Terserah kau memanggilku gila atau apa, pokoknya ada alasannya mengapa aku membawamu ke sini..." kata-kata Elfé tersendat gara-gara dia melihat Sephiroth telanjang dada untuk kedua kalinya. Mukanya langsung memerah.

"K-k-k-kau harus pakai baju dulu!" kata Elfé sambil menonjok Sephiroth dengan sangat keras.

"Ow!"


A/N: Hahahahahaha...bagaimana? Cukup misterius dan memuaskan kah? *ngakak* Oiya, Midlight Hollow itu nama kota tempat Lucrecia dan Sephy (di chapter awal) tinggal. Ada OC muncul bernama Noir nih...semoga aku bisa menjelaskan latar belakangnya di chapter mendatang.

(1) : Sosok terpilih dari suatu 'makhluk' yang memiliki makhluk panggilan dan kekuatan diatas rata-rata. Beberapa di antara mereka memiliki misi dari 'makhluk' yang memilih mereka. Namun tujuan utama 'makhluk' tersebut memilih seseorang untuk menjadi La Faine adalah untuk menghalau para Phantom. Sedangkan untuk kasus dimana seorang Phantom menjadi La Faine (bisa disebut juga Dark La Faine), dikarenakan sosok aslinya telah menjadi La Faine.

Review please? XD