Moonlight
A/N: Yess, update lagi!
Ada pairing-nya loh, tebak siapa aja... hahahahaha ^0^
Kayaknya isi cerita bedasarkan Twilight nih. Ada juga sih adegan yang hampir sama kayak yang di FF XIII. Hahaha, nggak kok. Aku sama sekali nggak akan plagiat. ^^
Yosh, let's start!
Disclaimer:
Final Fantasy VII © Square-Enix
Crescent's Diary © RoalicARIA
Sephiroth akhirnya memakai baju, hitung-hitung untuk menghindari pukulan dari Elfé lagi, pikirnya. Sementara itu, Elfé tengah mempersiapkan tenda dan api unggun, karena hari sudah malam. Kemudian, mereka berdua memandangi api unggun.
"Hei, Elfé."
"Apa?"
"Kenapa kau menarikku keluar dari padang pasir? Dan bagaimana kau bisa tahu bahwa aku berada disana?" tanya Sephiroth.
Elfé menunduk.
"Itu karena...di ponselku ada GPS-nya, jadi aku bisa menemukanmu...dan menyelamatkanmu..."
Sephiroth terkejut di dalam hatinya. Dia masih ingat betul tentang kejadian di lapangan no. 7, saat hari sedang mendung.
'Dan sekarang, mengapa dia ingin menyelamatkan aku?' pikirnya.
Pada saat dia ingin menoleh ke arah Elfé, tiba-tiba gadis itu sudah menghilang dan yang hanya dilihatnya sekarang adalah sebuah sleeping bag bewarna biru tua. Akhirnya dia mengerti bahwa sekarang Elfé tidur di tenda. Kemudian dia memutuskan untuk tidur dengan menggunakan sleeping bag.
.
Keesokan harinya...
Sephiroth akhirnya menyadari bahwa di handphone-nya ada 20 miss call dan 10 SMS dari Lucrecia. Dia menelepon balik Lucrecia, sambil berharap dia tidak akan dimarahi oleh ibu angkatnya itu.
"Halo?"
"Ibu?"
"Sephiroth! Akhirnya kau menelepon juga! Kemana saja kamu? Teman-temanmu menghawatirkanmu! Ibu sangat menghawatirkanmu, nak!"
"Ibu...aku baik-baik saja. Lagian, aku berada di dekat Midlight Hollow, jadi aku bisa pulang ke rumah."
"Syukurlah...cepat pulang-UPH!"
"Ibu? Ibu? Halo?." Teleponnya tidak terjawab...
.
Di saat yang sama di kantor Lucrecia...
.
"Hmmph...! Hmmmphh!" Mulut Lucrecia ditutup dengan tangan seseorang. Dia berusaha melawan dan melihat si pelaku. Saat dia berhasil melepaskan diri dan berbalik, ternyata pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah...
.
"Hojo!" Lucrecia kaget.
"Lucrecia!" Tiba-tiba Vincent langsung menerobos masuk dan langsung akan melindungi Lucrecia.
"Ooohh...asistenmu datang rupanya...padahal aku mau berduaan saja denganmu..." kata Hojo.
"Mau apa kau?" tanya Lucrecia.
"Aku hanya ingin ngobrol sebentar...tapi seperti yang kubilang, aku hanya ingin bicara berdua saja!" Kemudian Hojo mengeluarkan pistol dan bersiap untuk menembak ke arah Vincent.
"Hojo, jangan!" Lucrecia berlari untuk mencegah Hojo.
"Lucrecia! Berlindung!"
DOOR!
.
Suara tembakan terdengar...Sephiroth juga mendengarnya, walau melalui telepon.
Tiba-tiba teleponnya putus.
"Ada apa?" tanya Elfé.
"Aku harus pulang ke Midlight Hollow. Ada sesuatu yang harus aku periksa." jawab Sephiroth.
"Bolehkah aku ikut? Rumahku disana juga..."
"Terserah kamulah..." jawab Sephiroth dengan tampang cuek. "Tapi aku harus buru-buru. Handphone-mu bisa GPS kan? Kau yang jadi penunjuk arah."
"O...oke..." jawab Elfé.
Kemudian mereka berangkat, menelusuri hutan menuju Midlight Hollow. Jalan setapak maupun jalan berbatu mereka lalui demi menuju kesana.
.
'Aku masih tidak percaya bahwa aku mencintai seseorang yang seharusnya aku bunuh...'
.
"Hei, Sephiroth."
"Apa?"
"Apa kau tahu apa itu La Faine?" tanya Elfé.
Sephiroth terkejut, tapi dia masih tidak tahu tentang La Faine.
"...tidak." jawab Sephiroth.
"Kau belum sadar ya?" kata Elfé sambil menghela napas.
"Kau itu adalah seorang La Faine, Dark La Faine untuk lebih tepatnya. Karena..." Elfé mengambil napas panjang.
"Kau adalah...sisi gelap dari seseorang yang telah menjadi La Faine juga." lanjutnya.
Sephiroth terbelalak.
"Jadi...tanda yang ada di tangan kiriku ini...?"
"Itu adalah tanda hitam, tanda Dark La Faine."
"Darimana kau tahu tentang hal itu?" tanya Sephiroth sambil setengah berteriak.
"Karena kau adalah Phantom! Kau adalah sisi gelap yang terlahir saat seseorang yang cukup bodoh, atau tidak beruntung, kalah melawan kegelapan hebat! Apa yang sebenarnya kau inginkan adalah...adalah...UKH!" Tiba-tiba Elfé terjatuh sambil memegangi pundak kirinya.
"Elfé! Kau tidak apa-apa?" Sephiroth langsung menghampiri gadis berambut coklat pendek itu.
"Jangan dekati aku!" teriak Elfé walau masih kesakitan. Kemudian muncul tanda bewarna kuning yang menyala bagaikan sinar rembulan di pundaknya. Sephiroth terkejut.
"I...itu..."
"Ini adalah...tanda La Faine-ku. Dengan kata lain...aku bukan Dark La Faine...seseorang yang dipilih menjadi La Faine, akan...diberikan kekuatan yang sangat hebat...untuk menumpas makhluk-makhluk jahat...beberapa di antara mereka...juga diberi misi...yah...aku juga salah satu yang diberi misi..." jawab Elfé sambil menahan sakit. Walaupun sudah mengeluarkan sihir "Cure", rasa sakit tersebut masih belum menghilang.
"Elfé...apa misimu itu?" tanya Sephiroth kebingungan.
Elfé tidak menjawab. Air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, bolehkah aku mengatakan sesuatu?"
Sephiroth mengangguk.
"Sebenarnya...sebenarnya aku...dari dulu...aku mencintaimu...kemudian, tentang misiku...aku harus...harus..." kata Elfé sambil menangis.
.
Tiba-tiba muncul seorang remaja yang memakai jubah hitam, berambut silver; jabrik namun sedikit acak-acakan dan bermata hijau emerald berdiri di antara mereka berdua.
"Akhirnya kutemukan juga kau, Sephiroth..."
"Siapa kau?" tanya Sephiroth. Elfé masih terduduk, ekspresinya terkejut.
"Namaku...adalah Noir." Kemudian Noir mengeluarkan 2 pedang laser bewarna hitam. Ekspresinya dingin saat menatap Sephiroth, ingin menantang orang itu...
"Elfé, menjauhlah dari sini." kata Sephiroth. Kemudian dia mengeluarkan Masamune-nya, bersiap menerima tantangan mendadak dari Noir.
.
Noir langsung melesat cepat menuju Sephiroth. Setelah jaraknya cukup dekat, dia langsung mengayunkan pedang laser hitamnya ke arah Sephiroth. Dia berhasil melukainya, senyuman licik pun menghiasi wajahnya. Kemudian, Sephiroth berhasil memberikan bogem (pukulan) mentah di wajah Noir. Elfé yang menyaksikan pertarungan itu hanya terdiam, terkejut...
Pertarungan semakin sengit, Sephiroth terluka cukup parah, sementara Noir masih tidak terluka dari tebasan Masamune, sama sekali.
"Menyedihkan sekali...kukira kau adalah Phantom terkuat..."
Tiba-tiba Sephiroth mendengar suara wanita...tentunya bukan suara dari Lucrecia. Kemudian, aura kegelapan muncul dari tanda Dark La Faine di tangan kirinya. Lalu, aura itu membentuk sebuah bola seukuran bola tenis bewarna hitam. Tangan Sephiroth yang memegang Masamune langsung bergerak sendiri tanpa komado dari otak tuannya. Lalu, bola hitam itu pecah karena ayunan dari Masamune, mengeluarkan sebuah simbol lingkaran sihir bewarna ungu kehitaman di udara, membuat Noir dan Elfé terkejut.
Dari lingkaran sihir itu muncullah seorang wanita yang memiliki rambut silver yang panjang, kulitnya bewarna biru metalik, di masing-masing lengannya terdapat sirip ikan bewarna merah yang tajam, begitu juga di masing-masing betisnya. Kedua matanya bewarna merah muda menyala. Dia terlihat seperti wanita monster...
'Sial! Dia memiliki Dark Aeon rupanya...' batin Noir.
Kemudian wanita moster itu menyerang Noir dan berhasil melukainya cukup dalam.
"Kau! Kali ini aku tidak akan main-main!"
Kemudian Noir dan si Dark Aeon melancarkan serangan secara bersamaan.
"!"
Dark Aeon berhasil Noir kalahkan, namun dia juga terluka amat parah akibat serangan barusan.
"...kau beruntung, Sephiroth. Tapi lain kali...kau akan mati di tanganku!" kata Noir. Sesaat kemudian dia menghilang, begitu juga si Dark Aeon.
.
.
Elfé masih kesakitan akibat tanda La Faine-nya yang masih saja menyala. Sephiroth masih shock karena kejadian tadi. Tak lama, dia menghampiri Elfé.
"Kau baik-baik saja?"
"Ermm..." jawab Elfé kesakitan. "Hanya saja..."
.
'Kekuatannya bertambah besar...namun aku mencintainya! Jika aku tahan kekuatannya, maka...'
.
"Maafkan aku, Sephiroth..."
.
Tiba-tiba Elfé memukul Sephiroth, hingga pria itu pingsan. Untungnya Elfé masih memiliki kekuatan untuk mehanan badan Sephiroth yang mau rubuh. Rasa sakit di pundaknya pun mereda... Kemudian, Elfé membuat segel di sekitar tanda Dark La Faine
milik Sephiroth.
"Meski misiku adalah aku...harus membunuhmu...ayo kita lanjutkan perjalanan..." kata Elfé sembari melakukan teleport ke Midlight Hollow.
A/N: Akhirnya selesai...tapi belum tamat. :P
Thanks atas reviewnya yah... *nangis terharu* . Aku jadi memikirkan bagaimana jika SE membuat anime fic ini? *kabur karena terlalu banyak berkhayal* wkwkwkwkwkwk... ^0^ Dan maaf kalo judul chapter-nya gak nyambung...
Untuk me-review silahkan klik link di bawah ini:
