A/N: Well, karena author lagi mood untuk mengerjakan fanfic ini, mari kita lanjuuuuuuuuuuut~! *plak!*

Hojo's Plan and 'Secret Weapon'

.

Disclaimer:

Final Fantasy VII © Square-Enix

Crescent's Diary © RoalicARIA

.

.


Suasana di Midlight Hollow terlihat mencekam, apalagi bulan purnama sudah menunjukkan dirinya. Sephiroth terbangun di suatu gang sempit. Dia melihat sekitar, dia tidak menemukan Elfé sejauh kedua matanya memandang.

"Ini kan…gang yang waktu itu…" Sephiroth menyadari bahwa dia sudah pulang, tepatnya di tempat dia dan Lucrecia bertemu untuk pertama kali. Dia langsung berlari menuju rumahnya.

Di tengah perjalanan pulang, dia mendengar suara sirine dari mobil-mobil kepolisian. Karena penasaran, dia menuju sumber suara, dan sampailah dia di depan kantor Lucrecia. Suasana di depan kantor sangat ramai, ada beberapa wartawan televisi dan koran, para polisi yang masih berjaga-jaga, dan orang-orang yang berkerumun, saling bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

"Permisi, apa yang terjadi disini?" tanya Sephiroth kepada salah seorang warga.

"Kata polisi terjadi aksi penembakan di gedung ini."

"Apa?" kata Sephiroth tidak percaya. Kemudian, 2 polisi mendatanginya. Satunya tinggi, satunya lagi pendek dan berkacamata.

"Mr. Sephiroth Crescent?" tanya si polisi berkacamata.

"Ya."

"Anda pastinya mengenal Vincent Valentine, ya?"

Sephiroth mengangguk.

"Dia sedang berada di rumah sakit bersama ibumu, dia terkena luka tembakan…" lanjut si polisi berbadan tinggi. Sephiroth terkejut. Tentunya dia ingin menemui ibu angkatnya dan Vincent, dia menghawatirkan mereka…

Sesampainya di rumah sakit terdekat…

Vincent sedang terbaring di ruang ICU. Lucrecia sedang menjaganya, yang tadi siang melindunginya dari Hojo. Wanita itu berpikir tentang kalimat-kalimat Hojo tadi siang…

~Flashback~

"Ohohoho…tidak lama lagi Sephiroth akan menjadi apa yang kau takutkan…"

"Apa maksudmu?"

"Khu khu khu...dia akan menjadi Faine Corpse. Bagus kan? Lalu aku bisa mendapatkan kekuatan yang kuinginkan, yaitu kekuatan Luire! Genius! Benar-benar genius! Hahahahaha!"

"Teganya kau…"

"Tapi, aku butuh bantuanmu, Lucrecia."

"AKU TIDAK SUDI UNTUK MEMBANTUMU, HOJO!"

"Kalau kau tidak membantuku, hmm…Sephiroth akan mati oleh 'senjata rahasia' milikku. Vincent sebentar lagi akan menemui nasib yang sama…"

"Senjata Rahasia? …Tidak!"

"Hahahahahahahahahaha~! Akan kuberi waktu untuk berpikir, tenang saja, hahahahahahahaha~! Yang harus kau lakukan adalah menyingkirkan batu ajaibmu, lalu membuat Sephiroth memiliki kekuatan cadangan…mudah bukan?"

~End Flashback~

Air mata mulai membasahi pipi Lucrecia. Wanita itu menangis.

"Lucrecia…?"

Wanita itu menoleh ke arah pria yang sedang terbaring di tempat tidur.

"Vincent…kau baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja, Lucrecia." jawab pria itu tersenyum.

Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka pelan, Lucrecia menoleh ke arah pintu dan melihat Sephiroth dan seorang dokter memasuki ruang ICU.

"Sephiroth!"

"Ibu baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja, nak." ucapnya sembari memeluk anak angkatnya.

Kemudian dokter akan memeriksa keadaan Vincent, jadi Lucrecia dan Sephiroth harus menunggu di luar.

Sementara itu…

Di sebuah laboratorium, Hojo sedang memeriksa sebuah dokumen. Pria berkacamata itu tersenyum sendiri. Sementara itu Noir sedang berada di dalam tabung, matanya terpejam, sepertinya dalam pemeriksaan. Hojo memperhatikannya.

"Hmm…aku tahu kau hanyalah bagian dari Sephiroth. Tapi kau akan banyak membantuku, namun aku masih belum yakin apakah rencana ini berhasil atau tidak, jadi kita hanya menunggu…kau akan menjadi pemain utama kedua setelah Cloud sekaligus senjata rahasiaku, Noir. Bukankah itu bagus? Khu khu khu…."

Kemudian Hojo mengeluarkan dokumen yang lain dan membacanya secara seksama. Dan lagi-lagi, dia tersenyum.

"Cloud Strife…khu khu khu…"

Keesokan harinya, di rumah Lucrecia…

Lucrecia sedang membaca suatu kumpulan arsip yang sangat tebal. Dia mencari suatu artikel dengan terburu-buru. Pada akhirnya, dia menemukan apa yang dia cari.

"Ini dia…Luire…"

Lucrecia membacanya dengan teliti.

"Luire…adalah sebutan bagi para peri yang menjaga kedamaian dan menghalau kekuatan jahat. Kadangkala, mereka membutuhkan bantuan manusia. Manusia itu kemudian diubah menjadi La Faine, diberikan kekuatan luar bisa dari Luire untuk membasmi kejahatan. Konon kekuatan Luire bisa mengubah sesuatu sesuai keingingannya… Apa ini yang diincar Hojo? Kalau begini…bisa gawat…"

Lucrecia berpikir bahwa semuanya tergantung padanya sekarang…untuk menyelamatkan orang-orang yang disayanginya, namun dengan resiko besar…

.

.


Beberapa hari kemudian…

#Darkness/Endless/Despair/Feel no more

Coldness/Blackened/No Sound/Feel no pain#

Di suatu tempat dimana di sekililingnya banyak sekali pertokoan, yang sayangnya sudah tutup karena hari sudah malam, ada seorang pria berambut pirang yang spiky, bermata biru, berpakaian serba hitam, dan membawa pedang besar. Dia sepertinya datang pada waktu yang salah, atau mungkin terpaksa. Dia memandangi sekitarnya.

"Hmm…sial, sudah susah-susah keluar dari padang pasir, jalan-jalan di desa terpencil, malah…" Pria itu menghela napas panjang. Ditambah lagi, dia tidak berhasil mengalahkan Phantomnya sendiri.

#Captured/Helpless/Ultimate/Dreadful fate

Powerless/Lifeless/No breath/Falling down#

.


#Lost Destiny/Far outcry/They hear you no more

Numb feeling/Whole dizziness/Deep scars/No pain#

"Target selanjutnya adalah Cloud Strife, sosok asli Sephiroth."

"…"

"Tugasmu adalah membuat Cloud terus memburu Sephiroth sambil menguji kekuatannya, saat Sephiroth menjadi Faine Corpse dan bertempur melawan Cloud, keduanya akan menjadi…"

"Tidak stabil?"

"Betul, Noir. Kemudian aku bisa memanfaatkan keduanya untuk mendapatkan kekuatan Luire. Sekarang, jangan kecewakan aku, Noir…"

"Hmph. Baiklah…Hojo."

#No sanity/Body aching/Control your own fate

Invisible/Real enemy/Ruin your mind/Deep down#

.


#Down down down to the base/ the sound you're about to hear is deep down hip hop

What you gonna do when they start to come up/ well they've already come up to surround you up#

.

Tiba-tiba Noir muncul di hadapan pria itu.

"Cloud Strife…aku betul kan?"

"Kalau iya, memangnya kenapa?" tanya pria itu tegas.

"Apakah kau tahu, Sephiroth berada dimana sekarang?"

#to 'dis you at a world cup but I guess it's depends

on how you gone behave in that moment. Huh#

.

Cloud tertegun. 'Bagaimana dia bisa mengenal Sephiroth?' batinnya.

"Mau aku beritahu?" ucap Noir sambil tersenyum sinis. "Tapi sebelumnya, shall we dance?" Noir mengeluarkan 2 pedang laser hitamnya.

#a moment of truth tell me what's really happening

their rhyme is nothing but you've got everything

Bro, you've got everything but you donno anything#

"Cih, aku tidak tertarik." balas Cloud. Namun Noir melesat ke arah Cloud untuk menyerangnya, namun Cloud menangkis serangannya dan berhasil membuat Noir mundur beberapa meter. Kemudian baik Cloud dan Noir bersiap menyerang lagi.

.


#Lost Destiny/Far outcry/They hear you no more

Numb feeling/Whole dizziness/Deep scars/No pain#

.

Ide untuk membuat suatu eksistensi dari Phantom ditolak mentah-mentah oleh mereka… Tapi demi tujuanku, aku rela diusir dari tempat itu.

Kemudian, aku melihat dua remaja. Yang satu adalah Phantom, yang satunya lagi seorang manusia. Lalu aku mengambil si Phantom, yaitu Sephiroth, dan mengkloningnya. Dan aku berhasil menciptakan eksistensi yang kuberi nama Noir, terlahir dari badan dan jiwa Sephiroth…

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA~! JENIUS! BENAR-BENAR JENIUS! HAHAHAHAHAHAHA!

.

#No sanity/Body aching/Control your own fate

Invisible/Real enemy/Ruin your mind/Deep down#


A/N: Review? *kabur* Oh yeah, BGM kali ini: Shoji Meguro - Backside of the TV (OST Persona 4) ^^

I do not own the song. ^^