A/N: Well, karena kejadian di fanfic ini udah mulai mencapai titik terang, bagaimana kalau mulainya pelan2 aja? *digeplak* dan aku ganti nickname lagi…abaikan! Oiya, kayaknya chapter ini bakalan panjang… ==a

Party/Chase/Chaos

Disclaimer:

Final Fantasy VII © Square-Enix

Crescent Diary © Roanolic


Lucrecia menerima undangan pesta makan malam dari Hollander, dalam rangka ulang tahun kantor mereka ke-17. Pesta itu memperbolehkan keluarga ikut serta. Lucrecia terdiam. Meski Vincent sudah pulih dari luka tembakan beberapa waktu lalu, wanita itu khawatir akan pria yang dicintainya dan Sephiroth. Kata-kata Hojo masih terngiang-ngiang di kepalanya. Ditambah lagi, akhir-akhir ini Sephiroth sering pergi keluar. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh anak angkatnya itu. Lucrecia tidak mungkin akan menarik kembali hadiah yang memang diberikan untuk Sephiroth. Dia tidak ingin Sephiroth berubah menjadi monster.

Sementara itu…

Cloud sedang duduk di suatu café sambil berpikir tentang pertarungannya dengan Noir kemarin. Dia memang ingin memburu Sephiroth, namun dia juga penasaran akan suatu hal…

~Flashback~

Noir merasa puas setelah dikalahkan oleh Cloud dan Aeonnya, Fenrir. Dia tersenyum.

"Aku yakin, Sephiroth akan mengetahui posisimu sekarang." kata Noir.

"Apa? Jadi ini jeba-"

"Aku belum selesai bicara." kata Noir tegas.

"He's already fight with his true self…I'm already fighting with my other self…you…"

Setelah mengucapkan kalimat itu, Noir langsung melesat pergi dari hadapan Cloud.

~End Flashback~

Cloud masih bingung akan maksud dari kalimat itu.

'Jika aku mengalahkan Sephiroth, apa aku akan menemukan jawabannya?' batinnya.

Kemudian, di pesta…

Pesta diadakan di aula yang luas dan megah. Para tamu undangan berpakaian mewah dan rapi. Angeal menjadi pembawa acara pada pesta ini. Genesis dan Elfé turut hadir dalam pesta serba mewah ini. Elfé ditemani oleh seorang pria berambut coklat. Dia sedang menikmati pesta ini.

"Hei, Elfé. Kenapa wajahmu serius begitu?"

"Oh, Shears. Bukan apa-apa kok." jawab Elfé.

"Kau terlihat seperti sedang mengejar sesuatu…memangnya ada apa?"

"Sudah kubilang bukan apa-apa!" Elfé menjadi kesal, kemudian meninggalkan Shears begitu saja. Elfé memang harus menyembunyikan hal tentang 'misi'-nya dari Shears, karena jika gagal, dia bisa kehilangan semua kekuatannya selama ini. Ditambah lagi, dia sedang dalam dilema karena dia menyatakan perasaannya pada Sephiroth.

.

.

"Maaf, kami terlambat."

Lucrecia hadir di pesta dengan mengenakan gaun putih yang anggun. Wanita itu hadir bersama Sephiroth yang mengenakan tuxedo bewarna hitam.

"Lucrecia…" sapa Vincent dengan tersenyum. Lucrecia juga balas senyum. Sephiroth sengaja memisahkan dari dari mereka, kemudian dia bertemu Genesis dan Angeal.

"Hei, Sephiroth. Bagaimana keadaanmu?" sapa Angeal ramah.

"Lumayan." Jawab Sephiroth santai.

"Pasti ada apa-apa… Aku yakin…" ucap Genesis.

"…kemarin aku ingin mengejar seseorang…mungkin sebentar lagi aku akan bertemu dengannya." Kata Sephiroth. Angeal dan Genesis makin penasaran… Elfé memperhatikan mereka, terutama Sephiroth. Akankah dia berhasil membunuh pria itu di pesta ini? Walaupun hatinya tak ingin membunuhnya?

.

Di luar gedung, banyak sekali penjaga yang bertugas mengamankan pesta. Mereka khawatir insiden penembakan akan terjadi lagi. Seorang pemuda berjubah hitam diam-diam mengamati para penjaga dari semak-semak. Anehnya lagi, Hojo juga ada di sana…

"Bagaimana keadannya?" tanya Hojo pada pemuda itu.

"Kurasa tidak akan mudah jika kita menerobos masuk kesana…" jawab pemuda itu. "Kau akan bertemu dengan wanita itu kan? Ditambah lagi, ada Sephiroth disana…dan sebentar lagi Cloud akan muncul." lanjutnya.

"Bagus! Hmm...mungkin sekarang saatnya…" Kata Hojo.

'Hmph. Aku tidak mau ada noda darah di pesta ini…tapi untuk membuat diriku berarti…' batin pemuda itu. Dia langsung bergerak dan mulai membunuh penjaga, satu demi satu, tanpa diketahui oleh orang lain selain dirinya dan Hojo.

'Hmm…bagus. Rencanaku berjalan sempurna…khu khu khu…' batin pria berkacamata itu.

.

Lucrecia dan Vincent menikmati pesta bersama, namun, di lubuk hati Lucrecia yang paling dalam, dia merasa bersalah karena telah mengambil jimat Sephiroth secara diam-diam.

'Maafkan aku…' batinnya.

Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Beberapa jendela pecah terkena peluru, kemudian dua orang masuk, salah satunya menembakkan pistolnya secara brutal. Para tamu panik dan berusaha melarikan diri, namun ada beberapa terkena luka tembakan. Seorang lagi membunuh beberapa tamu yang panik dengan… 2 pedang laser hitam…

'Bu-bukannya itu…Noir?' batin Sephiroth.

"Hojo? Mengapa…?"

Hojo langsung menuju ke panggung dan mengambil microphone.

"Halooooooooooooo semuanya, apakah kalian menikmati pestanya? Ijinkan aku untuk menyapa seorang wanita yang telah membantuku, Lucrecia Crescent~!" kata Hojo sambil bertepuk tangan. Sendirian. Bahkan Noir tidak niat untuk ikut bertepuk tangan. Lucrecia terdiam. Sephiroth langsung bergegas menuju tempat Noir. Genesis, Angeal, Elfé dan Shears selamat dari insiden, namun belum berarti mereka akan benar-benar selamat. Mereka masih bingung terhadap apa yang sebenarnya terjadi.

"Apa maksud dari semua ini, hah?" tanya Sephiroth kesal sambil mencengkram kerah jubah Noir. Noir malah memberikan tatapan datar namun dalam terhadap Sephiroth.

"Kenapa tanya ke aku? Harusnya 'kan kau bertanya pada pria yang ada di sana itu…" jawab Noir datar.

"Aku yakin…kau pasti tahu sesuatu…" ucap Sephiroth dengan nada yang dingin.

"Kalau aku memang mengetahui sesuatu, apakah kau akan sanggup untuk mengetahui kebenaran yang sesungguhnya?"

.

"Hojo! Apa maksud dari semua ini? Mengapa kau melibatkan Lucrecia? Apa yang sebenarnya kau inginkan darinya?" jerit Vincent kesal.

"Yang aku inginkan adalah kekuatan! Penelitian! Orang udik sepertimu takkan pernah mengerti! Aku sudah berhasil! Walau masih 70%..." balas Hojo sambil mengeluarkan pistolnya.

"Tunggu!" kata Lucrecia terkejut. "Kau bilang, Vincent dan Sephiroth tidak akan kau—"

"Lucrecia, merunduk!" Vincent mengeluarkan pistolnya dan langsung menembak Hojo.

.

"Hmm…dramanya sudah mulai ya…" ucap Noir datar.

"Kau…" Sephiroth makin mencengkram kerah jubah Noir.

"Sephiroth…aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi…kita harus menolong yang lainnya! Termasuk ibumu!" seru Angeal. Mendengar perkataan Angeal, Sephiroth melepas cengkramannya.

"Kau sangat beruntung kali ini…atau sangat sial." Ucapnya pada Noir.

.

Adegan baku tembak terjadi antara Vincent melawan Hojo. Lucrecia berusaha berlindung, begitu juga Elfé dan Shears. Namun Elfé ingin pergi ke arah Sephiroth, tapi Shears mencegahnya.

"Apa yang ingin kau lakukan?" kata Shears sambil memengangi lengan Elfé.

"Aku hanya ingin…"

"Dengar, aku sudah mengetahui tentang misimu itu. Tapi kalau kau melakukannya sekarang, akan sangat berbahaya!" ujar Shears. Elfé terkejut saat Shears mengatakan itu.

.

.

'Hmm…aku ingin tahu seberapa hebat tenaganya…' batin Hojo. Kemudian dia menodongkan pistolnya ke arah Sephiroth. Lucrecia langsung berlari ke arah putra angkatnya untuk melindunginya.

"Sephiroth, awas!"

Door!

Tubuh Lucrecia mulai kehilangan keseimbangan, terkulai lemas, lalu terkapar, tak sadarkan diri di tangan putra angkatnya.

"Lucreciaaaa~!"

Vincent berlari ke arah Lucrecia dengan tergesa-gesa. Namun dalam hitungan detik dia juga merasakan sensasi yang sama dengan yang dialami oleh Lucrecia barusan, disertai suara tembakan…dia langsung terkapar di lantai.

"Oh, ya ampun…aku telah menembak wanita yang menjadi kunci kemenanganku. Tapi itu bukan masalah besar bagiku…" ucap Hojo datar.

"I-ibu…"

"Sephiroth…aku hanya ingin…kau menjadi manusia…bukan monster… Apapun yang terjadi…aku tetap…menyayangimu… Maafkan aku…" Mata Lucrecia terpejam, badannya lemas, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Sephiroth tidak percaya. Hal yang sama juga terjadi pada Vincent. Mereka…

"…sudah…tewas…?" ucap Sephiroth tidak percaya. Tanpa sadar, sayap kanan bewarna hitam telah muncul di punggungnya…

"AAAAARRRRRRGGGGGGHHHHH~!"

.

.

Cloud muncul di taman dekat gedung pesta. Dia tidak percaya terhadap apa yang terjadi…

"Mengapa…?"

Sementara itu, Noir merasakan keberadaannya…


A/N: Review…? ==;