A/N: Akhirnya update juga ==a kali ini ada chara2 dari seri FF lain sih, sayangnya cuma sebagai figuran *kabur*

OK, saatnya lanjut~! Mengejar deadline soalnya…. T_T

The Beginning of Conflict

Disclaimer:

Final Fantasy series © Square-Enix

Crescent's Diary © Roanolic


Zack berhasil melarikan diri dari gedung pesta beserta orang-orang yang selamat. Saat berlindung di tempat yang aman, Zack, beserta 'teman-temannya' melihat Cloud menuju gedung pesta.

'I-itu kan…Cloud!' batin Zack.

"Dia menuju kesana? Apa dia sudah gila?" kata seorang pria berambut hitam panjang yang akan kembali ke gedung pesta.

"Laguna-san, jangan kesana! Bahaya!" seru Angeal.

"Tapi-"

"Aku akan kesana."

Angeal dan Laguna menoleh ke arah pemuda berambut merah yang ada di sebelah mereka. "Genesis?"

"Akan berbahaya jika kalian kesana, lebih baik kalian disini saja." Ucap Genesis datar. "Tenang saja, aku adalah seorang La Faine." Lanjutnya sambil tersenyum. Tak lama kemudian dia berlari menuju gedung.

"Omong-omong, dimana Zack?" tanya Laguna. Angeal baru menyadari bahwa selama mereka mengobrol dengan Genesis, Zack sudah tidak ada…

Di dalam gedung, Cloud menghadapi Sephiroth. Tentu, Cloud ingin menghabisi Phantom-nya agar bisa terbebas dari kutukan itu. Cloud langsung melancarkan serangan pertama. Pertarungan pun terjadi. Zack ikut campur dalam pertempuran hebat itu.

"Zack! Apa yang kau lakukan?" Cloud terkejut saat Zack berusaha melindungi dirinya.

"Menolongmu." Jawab Zack mantap. Namun Sephiroth berada di belakangnya…

"Mengapa…?"

Sephiroth mengacungkan Masamune-nya tinggi-tinggi. Kedua matanya memancarkan aura kebencian yang sangat kuat. Dengan cepat logam itu menembus badan Zack, disertai dengan percikan darah.

"Ti…tidak…Z-Zack…"

"…mengapa…harus begini…?"

Cloud berteriak histeris karena shock melihat sahabatnya telah tewas. Di suatu sudut aula pesta, Genesis menjauhkan Cloud dan Zack dari Sephiroth dengan sihirnya. Dia sendiri juga tidak percaya bahwa temannya bisa berbuat seperti itu…


"Tidak! Tidaaaaaaaaaaaaaaaak~!"

Seorang pemuda berambut perak langsung terbangun dari tidurnya. Keringat dingin membasahi wajahnya. Napasnya berat dan terengah-engah. Dadanya berdegup dengan kencang.

"Hmm…tepat sesuai dugaanku. Kau bisa melihat kenangan mereka…" Kata seorang pria berkacamata dan berjas putih di sampingnya.

"Kau ingin membuatku jadi apa?" tanya pemuda itu.

"Sabarlah, Noir. Ini masih proses…" ucap pria itu. Noir makin penasaran.

"Maksudnya…?"

Pria itu tersenyum sinis.

"Cloud…dan Sephiroth, akan membuka pintu menuju kekuatan Luire. Setelah itu, kekuatan Luire akan diserap oleh mereka, kemudian mereka akan berubah menjadi senjata baruku, kekuatan baru milikku. Jenius, bukan? Dan aku akan menanamkan Protomateria di dalam tubuhmu, agar kau tidak menjadi seperti mereka." Kata si pria berkacamata sambil mengeluarkan belati yang terdapat batu Protomateria.

"Begitu…tapi apa hubungannya denganku?" tanya Noir.

Si pria berkacamata tersenyum lagi, kemudian dia berjalan di samping pemuda berambut perak itu.

"Untuk meningkatkan kekuatan mereka, maka harus ada seseorang yang harus dilawan, 'kan? Aku menyuruhmu untuk melawan mereka agar kekuatan mereka meningkat. Ditambah lagi, kau adalah clone dari Sephiroth, jadi kekuatannya akan bertambah 2 kali lipat dibanding Cloud." Pria itu berjalan ke arah komputer di depannya.

"Aku ingin menghancurkan Protomateria, tapi selalu gagal. Tapi, dengan menanamkan benda ini di dalam tubuhmu, aku yakin Protomateria akan hancur…begitu juga dirimu, Noir…"

Noir terperanjat. Dia tidak percaya terhadap apa yang barusan dikatakan oleh Hojo. Matanya terbelalak.

"Me-mengapa…? Kenapa…? Padahal…aku kan…"

"Senjata rahasiaku, iya. Tapi tugasmu sudah selesai. Sebentar lagi Cloud dan Sephiroth akan menjadi apa yang aku inginkan, rencana ini akan berlanjut meski aku sudah mati. Hahahahaha~! Jenius! Benar-benar jenius! Sekarang hanya me-"

(A/N: Adegan diatas sengaja saya potong karena jika diteruskan maka akan kelewat sadis.)


# The sky is falling The stars are unclear
Sometimes I wonder where I belong #

Elfé sedang duduk di bawah pohon, terlihat sedang kelelahan. Dia melihat ke arah langit, lebih tepatnya ke arah ranting-ranting pohon. Dia sedang memikirkan tentang misinya, yaitu harus mengalahkan Sephiroth.

# Please take me back when the stars all aliened and shined #

'Sejak kejadian di pesta, kekuatannya semakin kuat.' Pikir Elfé. Dia memejamkan matanya sejenak. Shears juga ada di sana, sedang mengawasi lingkungan itu.

# I try to keep myself alive
Please don't predict my future #

Semenjak kejadian waktu itu, Shears semakin menghawatirkan gadis itu. Dia tidak ingin gadis itu terluka. Pria itu mengerti bahwa Elfé tidak ingin kehilangan kekuatannya karena tidak ingin dianggap lemah. Bagi Shears, yang terpenting adalah keselamatan diri Elfé.

# Be strong enough to live your life
Don't look back #

Tiba-tiba gadis itu membuka matanya. Dia langsung bangun dan mengeluarkan katananya.

"Ada apa, Elfé?" tanya Shears.

"Dia…disini…" jawab Elfé dengan sikap waspada sekaligus terkejut. Tak lama kemudian, muncul Sephiroth yang memegang Masamune yang sudah utuh kembali.

# Keep your eyes wide open and see
Cast aside all doubts #

"Kau rupanya…"

"Sephiroth…"

Sephiroth menatap dingin pada Elfé dan Shears.

"Apa kalian berdua mengetahui dimana Cloud berada?" tanya Sephiroth. Elfé dan Shears menggeleng.

"Memangnya dia siapa? Bukan urusan kami." Ujar Shears dengan nada cuek. Sesaat kemudian, Elfé mendekati Sephiroth. Hal itu tentu saja membuat Shears terkejut.

# Fly me to the sky
No time to waste

Fly into your dream and future
I need to go on and on #

"He-Hey!"

Tapi Elfé tidak menghiraukannya. Gadis itu mengeluarkan katana miliknya.

"Sephiroth, mengapa kau ingin mencari orang ini? Aku butuh penjelasan darimu." Ucap Elfé.

Sephiroth tersenyum sinis. "Sudah jelas bukan? Aku ingin melenyapkannya…karena aku ingin menjadi 'utuh' sepenuhnya…"

# Never runaway from the true #

"Kau ini pasti…seorang Phantom!" seru Shears.

Elfé terkejut setelah mendengar ucapan Shears. 'Mengapa dia bisa tahu…?' batinnya. Sephiroth menatap keduanya dengan dingin.

# Fly me in the sky
I need to go on and on #

"Kalian telah menghalangiku…" ucap Sephiroth sembari mengayunkan Masamune-nya. Untungnya, Elfé dan Shears bisa menghindari serangan itu. Dengan sigap Elfé menyerang balik kearah Sephiroth. Shears menghindar sambil mencari celah untuk menyerang. Pertarungan sengit terjadi.

# How can you see me inside of my heart?
Sometimes I'm afraid to realize #

Elfé mengeluarkan sihir 'Blizzaga' kearah Sephiroth. Ribuan pecahan es melesat ke arahnya. Dengan sigap pria ini menangkal semua panah-panah es itu.

# Someone is dying, someone is killing
How can we build a peaceful world? #

'Sudah kuduga...dia bertambah kuat. Gawat...' batin Elfé. Kemudian dia mengeluarkan sihir 'Holy' kearah Sephiroth. Pria itu langsung jatuh karena kesakitan.

# Be strong enough to live your life
Don't look back #

"Yosh! Sekarang saatnya!" seru Shears. Dia berlari kearah Sephiroth untuk menghajarnya, namun sayangnya, dia terkena tebasan cepat dari Sephiroth.

# Keep your eyes wide open and see
Cast aside all doubts #

"Arrgh!"

"Shears!" Elfé langsung berlari ke arah Shears untuk menolongnya. Sephiroth akan menyerang mereka berdua dengan jurusnya. Ketika Elfé menyadari akan ada serangan lagi...

"White Whorl!"

# Fly me to the sky
No time to waste #

"Reel Impulse!"

# Fly into your dream and future
I need to go on and on #

Tiba-tiba muncul dua serangan yang langsung mengenai Sephiroth sehingga pria itu harus mundur dari pertempuran. Kemudian, muncullah dua orang pemuda, yang satu berambut pendek bewarna coklat dan mengenakan pakaian serba biru, sedangkan yang satunya berambut pendek bewarna pirang dan mengenakan pakaian ala seorang perompak langit.

# Never runaway from the true
Fly me in the sky #

"Bartz, Vaan! Terima kasih...ukh!" ucap Shears sambil menahan rasa sakit. Dengan cepat Elfé mengeluarkan sihir 'Cure' untuk menyembuhkan luka Shears.

"Apa dia baik-baik saja? Sepertinya lukanya cukup parah..." kata Vaan. Elfé berusaha untuk menyembuhkan luka Shears, untungnya dia dibantu oleh Vaan. Tapi, ekspresi Elfé masih shock dengan kejadian yang baru saja terjadi.

"Elfé...I love you..." ucap Shears. Ajaibnya, perasaan Elfé menjadi tenang. Dia tersenyum pada Shears.

# I need to go on and on #

"Actually...I love you too..." bisiknya sambil menitikkan air mata.


A/N: Alhamdulillah, chapter ini selesai :) . Kali ini, BGM-nya adalah Theme of Elfé (Angel/Devil). Dua versi lagu ini bagus kok. BGM bukan milik saya, tentunya ^^ . Btw, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Amien~

Untuk me-review silahkan klik link dibawah ini: