A/N: Akhirnyaaa~ chapter terakhir di fanfic ini… *author dilempari panci* . Makasih yang udah baca... :D baiklah, selamat menikmati ^^ *author dilempari sendok dan garpu*
To Remove the Curse
Final Fantasy VII © Square-Enix
Crescent's Diary © Roanolic
"Semua ini berawal dari kecerobohanku sendiri..."
"Tidak apa-apa, Cloud. Kami hanya ingin membantumu."
"Tapi kalian akan terancam di bunuh oleh Sephiroth! Zack sudah meninggal, sementara Aerith nyaris saja tewas!"
"Kami mengerti keadaan dan perasaanmu, Cloud."
"Tifa...kau tidak tahu...dia bisa membunuhmu dalam sekejap! Maafkan aku..."
'Tapi aku melakukan ini demi kebaikan kalian.'
.
.
Cloud melangkah mantap sambil memegangi pedangnya. Dia siap untuk mengambil resiko, seberat apapun itu. Dia siap untuk bertarung dengan Sephiroth lagi, namun kali ini, adalah pertarungan yang sekaligus akan menentukan nasib mereka kelak.
Sephiroth menyadari kedatangan Cloud. Dia berbalik ke arahnya dan memberikan tatapan benci pada Cloud.
Malam ini, diterangi oleh cahaya bulan.
Cloud.
Sephiroth.
Akan bertarung demi takdir mereka.
Cloud menatap Sephiroth dengan tajam. Kemudian dia melihat Fenrir bergerak kearahnya, dia tersenyum pada serigala besar itu.
"Hmph. Kau akan bertarung dengan Aeon-mu, aku juga akan bertarung dengan Aeon-ku." Kata Sephiroth sinis. Kemudian dia mengeluarkan bola bewarna hitam dan memecahkannya dengan pedangnya, lalu muncullah Jenova.
Terjadi pertarungan sengit antara Cloud dan Fenrir melawan Sephiroth dan Jenova. Cloud tahu akan 'dampak' yang akan terjadi jika pedangnya beradu dengan pedang Sephiroth. Dengan bahasa isyarat dia menyuruh Fenrir untuk menyerang Sephiroth sementara dia mengurus Jenova.
'Dengan begini rasa sakit yang diderita Noir akan berkurang...' batin Cloud. Dia terus menghalau Jenova sampai dia berhasil menjatuhkannya. Melihat hal itu Sephiroth merasa geram. Dia mengayunkan Masamune-nya ke arah Cloud. Untungnya Cloud bisa menghindar, jika tidak, bisa-bisa bagian tubuh sebelah kanannya akan berpisah dengan bagian tubuh sebelah kirinya.
Cloud menyuruh Fenrir untuk menyerang Sephiroth lagi, namun sayangnya Sephiroth menebas Fenrir hingga makhluk itu mengerang kesakitan. Baik Cloud maupun Sephiroth tidak bisa meminta bantuan dari Aeon mereka sekarang...
'Gawat...!'
Sephiroth tersenyum sinis. Dia langsung menyerang Cloud dengan pedangnya tapi sayangnya Cloud berhasil menghindari serangan itu. Cloud berusaha untuk mencari celah agar dia bisa menyerang Sephiroth dengan sihir, namun selalu saja gagal. Sephiroth berhasil menjatuhkan Cloud. Pria itu mendekati Cloud dan menusukkan pedangnya ke tubuh Cloud. Pemuda berambut pirang ini berusaha keras untuk menahan rasa sakit.
"Cloud...dengarkan aku. Kau, Elfé, Genenis, Angeal, teman-temanmu, Noir, bahkan ibuku...mereka ingin melenyapkan aku... Yah, setidaknya aku mengerti maksud mereka..." kata Sephiroth sambil melepaskan tusukannya. Kemudian Cloud berusaha untuk berdiri. Diam-diam dia mengeluarkan pisau belati pemberian Noir dari sakunya.
"Tapi...apa jadinya jika kita berdua bersatu?" ucapan Sephiroth membuat Cloud terkejut.
"Apa maksudmu?"
Sephiroth tertawa terbahak-bahak hingga hampir tersedak air ludahnya sendiri. Cloud diam saja melihat pria itu. Perlahan dia bangkit dan berjalan, berusaha untuk mencari celah yang pas untuk mengalahkan Sephiroth dengan pisau itu.
"Artinya...aku akan membunuhmu dan aku menjadi individu yang utuh. Mudah, bukan?"
Cloud langsung melesat untuk menyerang Sephiroth, sayangnya serangan itu berhasil di halau oleh sang Phantom. Pisau belati itu terlepas dari tangan Cloud.
'Maafkan aku... Tapi ini akan terasa sakit sedikit...' Dengan terpaksa Cloud mengambil pedangnya dan menahan serangan Sephiroth. Dia tahu betul, jika pedangnya menyentuh pedang Sephiroth maka akan menimbulkan rasa sakit di tubuh Noir. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahuinya, meskipun Cloud sendiri masih ragu. Tapi sekarang dia telah membuang keraguan di hatinya.
Dia harus mengalahkan Sephiroth, demi menghapus kutukannya...
Saat Sephiroth akan menebas Cloud, tiba-tiba tangan kanannya bersinar, menimbulkan rasa sakit di tangan Sephiroth sehingga dia jatuh sambil menahan rasa sakit.
'Sial...ada apa ini?' batin Sephiroth.
Melihat adanya kesempatan, Cloud langsung menyerang Sephiroth dengan pisau belati dengan batu Protomateria yang terpasang di antara mata pisau dan pegangannya. Meskipun Cloud menyerang dengan sebuah pisau belati, Cloud bisa mengeluarkan jurus pamungkas miliknya; Omnislash. Dia berhasil. Sephiroth berhasil dikalahkan.
Setelah mengeluarkan jurus, Cloud menatap Sephiroth lekat-lekat. Phantom-nya telah terluka parah.
"Cloud...kita akan bertemu lagi...aku yakin itu...ukh..." setelah mengucapkan kalimat itu, Sephiroth menghilang. Cloud tahu, dia sudah menang. Kutukannya telah musnah, dia yakin itu.
.
.
"Oooii~ Clouud~!"
Cloud menoleh ke arah sumber suara. Dia melihat Bartz, Laguna, Lightining dan yang lainnya. Elfé dan Shears juga datang. Gadis itu hanya tersenyum walaupun mereka terlambat datang ke 'tempat kejadian perkara'.
"Yah, kita terlambat..." kata Shears sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Tidak apa-apa. Sephiroth sudah berhasil dikalahkan. Misiku sebagai La Faine juga sudah selesai." Ujar Elfé.
"Heh? Sejak kapan?"
"Barusan. Sebenarnya, tiga tahun yang lalu aku telah memasang segel di tangan Sephiroth, sehingga kekuatannya menjadi tidak maksimal."
Shears hanya mengangguk. Sementara itu, Cloud dan teman-temannya merayakan kemenangan dengan penuh canda tawa.
"Selamat, Cloud."
A/N: Alhamdulillah selesaaai~ *author dilempari tomat*
Terima kasih atas dukungan dan review-nya ya :) Oiya, mumpung masih dalam suasana Lebaran, saya mengucapkan:
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin
~Fin~
(or was it...?)
