"Ia hanya akan bisa hidup tidak sampai 20 tahun..." G hanya bisa menutup matanya dan tidak menatap sahabatnya itu. "Aku sudah memeriksa semuanya, dan penyakitnya sudah tidak bisa disembuhkan lagi..."
...
"Lalu, apa yang harus aku lakukan G..." Ugetsu hanya bisa menundukkan kepalanya dan hanya bisa terdiam tidak mengatakan apapun juga. G menatapnya dan menghela nafas panjang.
"Aku akan mencoba untuk mencari cara lain menyembuhkannya..." G hanya menyenderkan kepalanya dan melihat langit-langit. "Selama itu, biarkan ia melakukan semua yang ia inginkan..."
Title : I give my first love to you
Rated : T
Genre : Friendship/Angst
Main Pairing : 8086, 5986
Based Story :
Boku no Hatsukoi wo Kimi ni Sasagu
(僕の初恋をキミに捧ぐ)
Disclaimed :
I give my first love to you (KHR Edition)© Me
Boku no Hatsukoi wo Kimi ni Sasagu (Based story) © Kenji Bando, Kotommi Aoki
KHR © Amano Akira
Warning : Gaje, AU story, OOC parah
Chapter 2, Your Wished
"Yamamoto lama sekali..." Goku yang turun untuk menyusul Yamamoto mencarinya kedalam kamar. Ketika ia akan memasuki kamar, ia melihat Yamamoto yang keluar dari kamar itu diam-diam. "Oi, Yamamoto..."
"G-Gokudera-kun!" Yamamoto langsung menutup kamar itu dan menghampirinya. "Maaf menunggu lama, ayo kita kembali keatap?"
"Hei, ada apa?" Gokudera yang didorong dari belakang oleh Yamamoto hanya bisa bingung melihatnya.
"Tidak apa-apa, ayo!"
...1 bulan kemudian...
Lagi-lagi keadaan Yamamoto memburuk dan harus dirawat intensif dikamarnya. Ugetsu hanya bisa menungguinya didalam kamar sambil mendengarkan musik di MP3 miliknya (Ugetsu jadi ga gaptek O_O *ditusuk*).
"Nii-san...?" Yamamoto melihat kearah Ugetsu. Mendengar suara Yamamoto walaupun kecil, membuatnya mematikan MP3nya dan berjalan kearah Yamamoto.
"Takeshi, kau sudah sadar...?" Ugetsu berjalan dan menghampiri adiknya itu. Yamamoto hanya tersenyum sambil melihat kakaknya itu. "Kau mau aku ambilkan sesuatu?"
"..." Yamamoto hanya menggeleng dan menatap kakaknya. Ia masih memikirkan semua yang dikatakan oleh kakaknya dan juga G. "Nii-san..."
"Ada apa Takeshi...?" Ugetsu hanya bisa tersenyum kearah adiknya, mencoba untuk tidak memikirkan semua yang ia dengar dari sahabatnya, G.
"Maafkan aku..." Yamamoto hanya bisa tersenyum tipis dan menatap Ugetsu. Ia memegangi tangan kakaknya, menggenggamnya dengan erat. "Karena aku selalu merepotkanmu..."
...
"...kenapa kau mengatakan hal itu Takeshi..." Ugetsu hanya tertawa kecil sambil berdiri dan akan mengetuk kepala adiknya. "Seperti bukan kau saja..."
"Tidak apa-apakan?" Yamamoto hanya tertawa dan menutup wajahnya dengan selimut. "Aku hanya ingin mengatakan itu... Selamat tidur nii-san..." Ia membalikkan badannya dan membelakangi kakaknya.
"Takeshi... Apakah kau sudah tahu tentang-"
"...aku ingin sendiri dulu nii-san..." Yamamoto tidak bergerak, dan tidak menatap kakaknya. Ugetsu yang melihat adiknya, hanya bisa diam dan mengangguk. Berjalan kearah pintu, dan meninggalkan kamar itu.
...Keesokan Harinya...
"Jadi minggu depan kau dan Gokudera-kun akan mulai bersekolah?" Yamamoto, Gokudera, dan Haru sedang membaca buku didalam kamar Yamamoto sambil bercerita. Haru hanya mengangguk senang dan melihat kearah Gokudera.
"Kebetulan sepertinya Gokudera-kun bersekolah ditempat yang sama dengan Haru...!" Haru hanya bisa tertawa dan membaca bukunya kembali.
"He... Aku ingin ikut bersekolah disana..." Yamamoto terlihat sedikit murung tetapi ia tetap berusaha untuk tersenyum dan membaca kembali buku yang ada ditangannya. Tetapi, sepertinya Ugetsu yang ada disana bisa membaca gerak-geriknya yang sepertinya memang ingin sekali bersekolah bersama mereka semua.
"Ikut saja, pasti akan menyenangkan bisa bersama dengan kalian berdua!" Haru hanya tersenyum lebar kearah Yamamoto dan juga Gokudera.
"Benar, lagipula apa kau tidak bosan disini terus setiap hari?" Gokudera menutup bukunya dan melihat kearah Yamamoto.
"Yah, kita lihat saja nanti!" Yamamoto hanya menggaruk kepala belakangnya sambil tertawa kecil. Entah bisa atau tidak ia bersekolah jika dengan kondisi seperti ini.
"Kami akan menunggumu di sekolah Yamamoto-kun!" Haru hanya tertawa dan melihat kearah jam yang ada dikamar Yamamoto. "Ah sudah jam segini, baiklah aku akan kembali lagi besok Yamamoto-kun, Gokudera-kun!"
"Ya, sampai jumpa Haru..." Yamamoto hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.
...Malam harinya...
"Baiklah, sudah saatnya Takeshi tidur, Gokudera-kun...G pasti sudah menunggumu diluar..." Ugetsu tersenyum dan menghampiri Gokudera yang sudah setengah mengantuk didepan Yamamoto.
"Uhm..." Gokudera hanya berdiri dan mengucek matanya, berjalan keluar kamar dimana G sudah menunggunya didepan kamar.
"Maaf ia merepotkanmu Ugetsu..." G hanya bisa menghela nafas panjang ketika Gokudera akan terjatuh karena mengantuk. Ia segera menggendong adiknya. "Baiklah, aku akan mengurus permintaanmu besok, jadi kau tenang saja..."
"Baiklah, aku akan mengandalkanmu..." Ugetsu tertawa kecil dan melambaikan tangannya.
"Permintaan...?" Yamamoto yang sebenarnya sudah sangat mengantuk hanya menguap kecil dan melihat kearah kakaknya.
"Ya..." Ugetsu membenahi selimut Yamamoto dan mengelus kepala adiknya itu. "Aku akan memasukkanmu kesekolah yang sama dengan Gokudera-kun dan Haru-chan..."
"Eh? Benarkah?" Yamamoto merasa kantuknya tiba-tiba menghilang ketika mendengar kata-kata kakaknya.
"Ya, karena kakak sibuk dengan konser, jadinya G yang akan mengurusnya!" Ugetsu menaruh tangannya dipinggang dan tertawa puas.
"Apa tidak apa-apa dengan kondisiku yang seperti ini?"
"Tidak apa-apa..." Mengelus kembali kepala adiknya, Ugetsu tersenyum lembut kearahnya. "Yang penting, kau tidak boleh memaksakan dirimu... Apalagi dengan permainan base ball yang selalu kau mainkan disini tanpa memperdulikan penyakitmu..." Ugetsu menatap adiknya dengan sedikit deathglare yang membuatnya OOC.
"Hehehe... Tidak apa-apa kan nii-chan? Aku menyukainya..." Yamamoto hanya tertawa kecil melihat kakaknya. "Jadi, benar aku bisa ikut sekolah dengan mereka?"
"Asalkan kau janji tidak memaksakan dirimu..." Yamamoto memeluk kakaknya dan tersenyum senang.
"Terima kasih kak..."
...Keesokan Harinya...
"Jadi, Yamamoto akan ikut bersekolah bersama kami?" Gokudera berbicara dengan kakaknya yang sedang berada didalam mobil. G hanya bisa mengangguk dan masih melajukan mobilnya menuju kerumah sakit.
"Ya, bagaimanapun juga... Yamamoto sebaiknya memiliki banyak kenangan sebelum..." G menggantungkan kata-katanya membuat sang adik memiringkan kepalanya dan melihat kearah sang kakak.
"Sebelum apa?"
"Sebelum usianya 20 tahun..." G menghisap rokoknya dengan dalam dan menghembuskannya dengan kuat.
"Memang ada apa dengan Yamamoto?" Gokudera melihat kakaknya yang tidak menjawab. "Aniki, ada apa dengan Yamamoto!"
...5 hari kemudian...
Sudah 6 hari semenjak Ugetsu berkata Yamamoto bisa bersekolah bersama dengan Haru dan juga Gokudera. Besok adalah hari pertama mereka bersekolah, dan hari ini Yamamoto bisa kembali ke rumahnya setelah selama beberapa bulan ini ia terus berada di rumah sakit.
"Haru-chan, kita mau kemana?" Yamamoto membiarkan tangannya dan Gokudera ditarik kesebuah tempat. Ketika sampai, mereka berada disebuah pohon eek yang sangat besar.
"Pohon eek?"
"Ayo kita buat permohonan disini!" Haru menunjuk kearah sebuah lubang yang ada dibawah pohon itu. Lubang yang terbentuk dari dua buah akar yang menjorok keluar membentuk celah yang bisa dimasukkan satu tangan orang dewasa.
"Permohonan?" Yamamoto dan Gokudera saling berpandangan sebelum akhirnya mereka menatap sang gadis yang ada disana.
"Untuk apa meminta permohonan seperti itu?"
"Lihat dibawah kita!" Haru menunjuk kebawah pohon eek itu. Banyak sekali tumbuhan semanggi. "Aku ingin mencari semanggi berdaun 4, tapi pasti susah jadi bagaimana kalau kita menulis sesuatu dan dimasukkan kedalam lubang yang dikelilingi daun ini! Aku yakin pasti permintaan kita akan dikabulkan!"
"Kalau begitu tunggu apa lagi!"
"Tunggu, memang kalian berdua bisa menulis?" Gokudera melihat mereka berdua yang terdiam melihatnya.
...
"Ahaha... Benar juga..."
"Kalian ini..." Gokudera hanya bisa sweatdrop mendengarnya. "Aku akan menuliskannya..."
"Hahi, Gokudera-kun bisa?"
"Aniki bakka itu sudah mengajariku sedikit..."
"Waaa, Gokudera-kun memang pintar!" Haru mengangkat tangannya dan sangat bersemangat. Gokudera terlihat sedikit memerah wajahnya mendengar pujian itu. Yamamotopun hanya tertawa kecil melihat mereka berdua.
"Takeshi, bisa kau kemari sebentar?" Suara Ugetsu terdengar disana memanggil Yamamoto.
"Baiklah nii-san aku akan kesana!" Yamamoto berdiri dan melambaikan tangannya kearah kakaknya itu. "Kalian tulis saja duluan, aku akan menyusul nanti..."
...
Suasana hening sejenak ketika Yamamoto memutuskan untuk pergi. Gokudera melihat kertas yang ada ditangannya itu. Menulis sesuatu dan melipatnya.
"Hm? Kau menulis apa Gokudera-kun?" Haru melihat kearah kertas yang ada ditangan Gokudera.
"Memang kau bisa membacanya?" Goku hanya bisa menyembunyikan kertas itu dengan wajah memerah. "Sudahlah, yang pasti hanya satu kertas ini yang istimewa. Bantu aku..."
"Bantu apa?"
"Mencari semanggil berdaun empat..." Jawab Gokudera setelah menulis surat itu dan melipatnya. Ia mencoba untuk melihat sekelilingnya, mencoba mencari benda itu.
"Untuk apa? Menaruhnya disini mungkin sudah cukup bukan?" Jawab Haru melihat kearah Goku.
"Ini permintaan special..." Goku hanya menundukkan kepalanya, sambil terus mencari semanggi berdaun empat. Masih ingat dengan kata-kata kakaknya semalah. "Aku harus menemukannya agar permintaan ini terkabul..."
"Memang apa permintaanmu?" tanya sambil membantu mencarinya disana.
"... Aku ingin Yamamoto tetap bersama kita walaupun umurnya lebih dari 20 tahun..." Gokudera hanya bisa memperkecil suaranya. "Kakakku berkata... Yamamoto tidak akan bisa mencapai usia 20 tahun..."
"..." Kali ini Haru yang terdiam dan tidak mengatakan apapun. "M-mungkin kakakmu salah?"
"Aku juga ingin berfikiran seperti itu, tetapi kakakku selalu benar mengatakan apapun..." Gokudera meremas rumput yang ada dibawahnya, mencoba untuk menahan tangisnya.
...
"Ah, aku menemukannya!" Gokudera dan Haru menemukan semanggi berdaun 4 secara bersamaan.
"Eh? Bagaimana ini, kita menemukan dua buah..." Gokudera melihat kearah Haru yang hanya menundukkan kepalanya.
"Aku ingin menemukan yang lebih banyak..." Haru mencari kembali semanggi berdaun 4 itu.
"Untuk apa mengambil banyak-banyak?"
"Aku... Aku ingin Yamamoto-kun tetap bersama kita, aku tidak ingin Yamamoto-kun meninggalkan kita..." Haru sedikit bergetar tangannya ketika itu. "Aku tidak ingin ada yang meninggalkanku lagi...!"
"Haru...?"
"Aku hanya ingin terus bersama dengan kalian berdua..." Haru terlihat menangis dibelakang Gokudera. "Aku tidak ingin ditinggalkan lagi seperti dulu..." Haru semakin terisak dan hanya menutupi matanya saja. Gokudera yang melihat itu hanya bisa berdecak kesal dan berbalik. Ia mengelus kepala Haru dengan lembut.
"Jangan menangis bodoh, wajahmu jadi tambah jelek!" Goku masih saja tidak mau mengaku kalau ia khawatir dan malah mengejek Haru.
"*hiks*... Biarkan saja..." Haru yang terisak malah memeluknya dan membiarkan kepalanya tenggelam di dada Gokudera. Goku yang wajahnya sekarang memerah hanya bisa membalas pelukannya dan menenangkan Haru.
"Ia itu bodoh, tidak akan mati dengan mudahnya..."
Sementara itu, dibalik pohon yang ada didekat sana Yamamoto hanya bisa berdiri dan melihat kedua sahabatnya dengan tatapan sedih.
"Haru, Gokudera-kun!" Yamamoto hanya bisa tertawa kecil seakan-akan tidak melihat semua yang mereka lakukan ketika ia tidak ada. "Maaf menunggu lama, ayo kita tulis!"
"Y-ya..." Haru dengan segera menghapus air matanya dan tersenyum didepan Yamamoto. "Ayo Gokudera-kun, tuliskan untuk kami!"
"Baiklah, baiklah..." Goku hanya bisa sweatdrop melihat mereka berdua. "Apa permintaanmu Haru?"
"Yamamoto-kun saja dulu!"
"Eh aku?" Yamamoto menunjuk dirinya, dan Haru hanya mengangguk dan ia berfikir sejenak mencari apa permintaan yang ia inginkan. "Kalau begitu, bagaimana jika... 'Aku ingin kita selalu berteman selamanya apapun yang terjadi.'"
...
"Ada apa?" Yamamoto melihat kearah Goku dan Haru yang hanya diam melihatnya.
"Tidak-tidak..." Goku hanya mengibaskan tangannya dan melihat kearah kertas itu serta menulisnya.
"Kalau begitu aku!" Haru mengangkat tangannya. "Aku ingin... Selalu bersama dengan Yamamoto-kun dan juga Gokudera-kun!"
"Baiklah..." Goku hanya bisa mengangguk sedikit dan menulis semua yang dikatakan mereka berdua. Lalu, ia menulis sesuatu dikertas lain, permintaannya sendiri.
"Apa permintaanmu Gokudera-kun?" Haru melihat kearah Goku yang langsung menutupi kertasnya begitu saja. Wajahnya memerah ketika melihat Haru ada didekatnya.
"Ra-Rahasia!" Gokudera memalingkan wajahnya dari Haru. "Kalau mau baca sendiri!"
"Harukan belum bisa membaca!" Haru terlihat kesal karena Gokudera tidak mau memberitahukan apa yang ditulisnya.
"Ma... Ma... Jangan bertengkar begitu, bagaimana kalau kita cepat? Nii-san sudah membelikan kue untuk kita bertiga..." Yamamoto memisahkan mereka berdua yang akan bertengkar hebat jika tidak dipisahkan sekarang.
"...baiklah..." Mereka berdua memang tidak bisa menolak aura tenang dari sang Yamamoto Takeshi. Dengan segera, Yamamoto, Haru, dan Gokudera berjalan menjauhi pohon itu menuju ke rumah sakit.
...10 Tahun kemudian...
"Baiklah Yamamoto, aku sudah selesai memeriksamu..." G yang menggantungkan stetoskop dilehernya baru saja selesai memeriksakan keadaan Yamamoto. Melepaskan kacamatanya, ia hanya menghela nafas panjang.
"Bagaimana G-san?" Yamamoto yang sekarang berusia 16 tahun tidak banyak berubah, hanya rambutnya saja yang lebih pendek dan juga tubuhnya yang tinggi.
"Tidak banyak perubahan..." G melihat hasil x-ray dari dada Yamamoto. "Untuk sekarang kita bisa tenang karena penyakitmu tidak bertambah parah. Mengingat hobimu yang tidak bisa bahkan untuk dikurangi sedikit..."
"Ah base ball? Yah, karena aku ketagihan malah tidak bisa berhenti..." Yamamoto hanya bisa tertawa kecil sambil menggaruk kepala belakangnya. G hanya merasa kesal karena melihat sifat santai yang diturunkan Ugetsu pada adiknya itu. Bahkan karena kesalnya, pena yang dibawa oleh G patah karena tentu saja dipatahkan olehnya. "E-etto G-san...?" Yamamoto hanya bisa ber face palm ria sambil tetap memegangi kepala belakangnya.
"Operasi yang kau lakukan untuk memasang alat pemicu jantung... Dua tahun yang lalu itu tidak akan selalu kuat untuk menahan olah raga fisik seperti base ball terlalu lama..." G membuang patahan pena yang dibawanya dan segera menulis laporan kesehatan Yamamoto dengan pena baru. "Setelah ini apa yang akan kau lakukan?"
"Tentu saja ke sekolahan, kegiatan klub masih a-" Yamamoto menghentikan pembicaraannya ketika melihat G yang mendeathglarenya lagi. "Y-yah... Lagipula aku harus menunggu Haru dan Gokudera-kun..."
"Bagaimana kelakuannya di sekolah?" G masih menulis sambil melihat keadaan luar dan x-ray Yamamoto.
"Gokudera-kun?" G hanya mengangguk mendengar nama adiknya disebut. "Ia anak yang jenius, lagipula ia terkenal dengan permainan pianonya..."
"Hayato itu, menurun kaa-san... Sejak kecil ia selalu diajarkan oleh kaa-san bermain piano..." G membaca semua hasil laboratorium dari Yamamoto.
"Kalau kau bagaimana G-san?"
"Kau mau tahu? Aku diberikan materi-materi kedokteran semenjak usiaku 10 tahun..." G terlihat muram dan kusam. "Karena aku anak sulung, otou-san selalu mendidikku dengan keras..."
"J-jangan murung G-san..." Yamamoto terlihat sweatdrop dan sedikit merasa bersalah karena menanyakan itu. "Lagipula karena itu sekarang kau menjadi kepala rumah sakit di usia 36 tahun kan?"
"Yah..." G hanya bisa menggaruk dagunya yang tidak gatal saja. "S-sudahlah, jangan membahas hal yang tidak penting! Bagaimana keadaan Ugetsu?"
"Nii-san semakin sibuk dengan segala konser dan juga bisnisnya itu..." Yamamoto terlihat sedikit sedih karena itu. "Tetapi, ia selalu menyempatkan diri untuk menemuiku..."
"Baguslah..." G hanya bisa tersenyum dan selesai menuliskan resep obat untuk Yamamoto. "Obatmu sudah hampir habis bukan? Aku sudah menuliskan resepmu."
"Baiklah... Setelah kegiatan klu- maksudku setelah aku menjemput Haru dan juga Gokudera-kun aku akan mengambilnya..." Yamamoto hampir saja memberitahu alasan sesungguhnya ia berada disekolah. "Terima kasih G-san!"
...
Yamamoto berjalan kearah sekolahnya dan mencoba untuk mencari Goku dan juga Haru. Ketika ia menaiki tangga menuju ke sekolahnya itu, ia bisa melihat seorang perempuan berambut hitam diikat satu sedang berdiri disana sambil membaca sebuah buku. Yamamoto tersenyum dan segera menghampirinya.
"Haru, sedang apa kau disini?"
Haru tidak mendengarnya sama sekali. Karena merasa aneh dengan Haru yang tidak menjawab, Yamamoto memutuskan untuk lebih dekat ketempat Haru dan melihatnya.
"Ha-ru-chan~" wajah Yamamoto yang begitu dekat langsung membuat yang bersangkutan terkejut dan akan terjatuh dari tangga.
"Hahi!" Sebelum terjatuh, Yamamoto langsung melingkarkan tangannya di pinggang Haru dan menahannya sehingga tidak jatuh. "Y-Yamamoto-kun, kau membuat Haru terkejut!"
"Ahahaha... Maaf-maaf..." Yamamoto hanya bisa tertawa kecil sambil melihat Haru. "Apa yang kau dengar Haru?" Yamamoto sadar dengan apa yang dilakukannya hingga tidak mendengar Yamamoto memanggil.
"Ah ini, lagu yang harus aku nyanyikan bersama dengan Gokudera-kun nanti..." Haru menunjukkan sebuah buku yang ternyata partitur musik. "Konser akan dilakukan minggu depan, jadi kami harus berlatih lebih keras lagi... Kau akan datang bukan Yamamoto-kun?"
"Eh, minggu depan aku juga ada pertandingan base ball yang harus diikuti..." Yamamoto terlihat sedikit terkejut mendengar acara Gokudera dan Haru yang bersamaan dengannya.
"Eh! Haru baru tahu, bagaimana ini... Aku dan Gokudera-kun berarti tidak bisa melihat Yamamoto-kun bertanding dong..." Haru terlihat down mendengarnya. "Padahal kukira bisa menyemangatimu dipertandingan pertama... Lagipula, aku dan Gokudera-kun ingin kau melihat konser kami yang pertama..."
"S-sudahlah Haru, mau bagaimana lagi? Aku akan menonton konser kalian yang lain saja..." Yamamoto mencoba untuk menyemangati Haru yang tampak down karena itu. "Jadi kau disini menunggu Gokudera-kun?"
"Begitulah, seharusnya ia sudah ada disini..."
"Oi!" Suara itu membuat mereka menoleh kearah gedung sekolah. Gokudera berada disana, wajah dan juga rambutnya tidak banyak berubah. Hanya penampilannya saja yang sedikit berantakan dan juga urakan. "Kau sudah menunggu lama?"
"Kau fikir?" Haru berpura-pura marah karena menunggu lama.
"Hei, aku sudah berusaha secepatnya untuk kemari!" Gokudera terlihat kesal melihat kelakuan Haru.
"Kau terlalu sibuk dengan semua urusan osismu itu..." Haru menyilangkan tangannya dan memalingkan wajahnya.
"Kau ini-!"
"Ma...ma... Jangan bertengkar, kalian berdua ini tidak pernah bisa damai sedikit ya..." Yamamoto seperti biasa selalu menjadi penengah antara Goku dan juga Haru.
"Dia yang duluan!" Haru dan Gokudera berkata bersamaan sambil menunjuk kearah masing-masing. Yamamoto hanya bisa sweatdrop mendengarnya.
"Kalian tahu... Kalau kufikir kalian berdua itu cocok jadi sepasang kekasih..."
"Aku tidak suka dengannya!" Haru dan Gokudera mengatakan hal itu bersamaan lagi, membuat Yamamoto bertambah sweatdrop mendengar mereka.
...
TRAK!
Bola yang dipukul oleh Yamamoto sukses membuat home run. Dengan berlari kecil dan kembali ke base, Yamamoto hanya tertawa kecil dan duduk di bench yang ada didekat sana.
"Nice Play Yamamoto!"
"Biasa saja..." Yamamoto hanya tertawa kecil dan meminum minumannya. Tetapi, tiba-tiba ia merasa sesak dan sakit lagi dibagian dadanya. "Tch..."
"Ada apa Yamamoto-kun?" Pelatih mereka mendekati Yamamoto dan melihat keadaannya. "Apa penyakitmu kambuh lagi?"
"Tidak apa-apa sensei..." Yamamoto berusaha untuk tersenyum dan melihat kearah tasnya mencoba untuk mencari obatnya. "Hanya sedikit sesak saja..." Ia meminum obatnya dan merasa lebih lega. Tetapi ketika ia melihat tempat pilnya, ia menyadari kalau obatnya hanya tinggal satu.
"Mungkin aku bisa minta temani Gokudera-kun dan Haru..."
"Sayang sekali ya..." Pelatihnya hanya menghisap rokok dan melihat kelangit. "Karena keterbatasan penyakitmu itu, kau tidak bisa bermain maksimal... Padahal kau adalah anak yang berbakat..."
"Sensei terlalu melebihkan, aku hanya menyukai base ball dan menikmati saat bermainnya..." Yamamoto tertawa kecil dan melihat kearah pelatihnya. "Ah sudah jam segini... Maaf sensei, boleh aku pulang terlebih dahulu?"
"Tentu saja, jaga kesehatanmu... Pertandingannya akan diadakan 3 hari lagi bukan?"
"Tenang saja sensei..." Yamamoto hanya bisa tertawa dan melambaikan tangannya. Sementara beberapa orang tampak melihatnya dengan tatapan tindak senang.
...
"Kalau tidak salah, mereka bilang hari ini akan latihan lagi diruangan musik..." Yamamoto berada di ruangan loker klub untuk mengganti baju dan juga mengganti sepatunya. Ia akan membuka loker bajunya sebelum tiba-tiba ia terlihat meringis kesakitan setelah memegang pegangan lokernya.
Ketika ia melihat kearah tangannya, tampak tangannya terluka dengan darah yang merembes dengan sangat banyak. Ketika ia melihat ke gagang loker, ia melihat sebuah silet yang ditaruh disana.
"..." Yamamoto terdiam sejenak melihatnya. "Yah, mungkin hanya orang yang iseng saja..."
"Wah, wah, lihat sepertinya sang bintang base ball terluka tangannya..." Suara beberapa anak terdengar dipintu ruangan. Yamamoto menatap mereka dan melihat kalau mereka menatap dengan tawa sinis kearah Yamamoto. "Hati-hati, kau tidak akan bisa bermain jika tanganmu teruka..." Dan diikuti oleh tawa mengejek yang lainnya.
"Ahaha..." Yamamoto tertawa kecil mendengarnya. "Aku tidak apa-apa kok... Terima kasih sudah menghawatirkanku..." Yamamoto seakan-akan tidak tahu kalau mereka berusaha untuk mencelakainya. Dengan segera ia memegangi lukanya dan berjalan keluar dari ruangan klub.
...
"Dr. Shamal, aku ingin meminjam obat merah dan juga beberapa perban..." Yamamoto terlihat memasuki ruang kesehatan dan mencari dokter disana. Tetapi karena tidak ada, ia memutuskan untuk mencari sendiri obat disana.
"Kalau tidak salah ada disini..." Yamamoto mengambil sebuah perban dan juga obat merah, mengobati sendiri luka yang ada ditangannya.
Tap... Tap... Tap...
Suara langkah itu membuat Yamamoto bersembunyi disalah satu tempat tidur disana.
GREEEK!
"Kau ini bodoh ya..." Suara Haru terdengar memasuki ruangan kesehatan. "Bagaimana bisa tanganmu terjepit penutup piano ketika latihan...?"
"Jangan berisik! Aku hanya sedang terlalu konsentrasi pada latihan bodoh..." Suara Gokudera juga tampak memasuki ruangan kesehatan.
"Ah ternyata Gokudera-kun dan Haru..." Yamamoto memutuskan untuk melihat mereka berdua.
"Apanya yang beronsentrasi! Setiap kali aku mendekat pasti ada yang salah dengan permainanmu!" Haru mulai kesal dengan perilaku Gokudera dan menekan bagian luka Gokudera ketika ia mengobatinya.
"Ouch, bisakah kau sedikit pelan?"
"Tidak, tahanlah sedikit!" Haru mengambil kapas dan akan mengobati tangannya lagi. "Kau itu... Tidak berubah sejak dulu, selalu saja ceroboh..."
...
"Tunggu kenapa aku malah bersembunyi?" Yamamoto akan berjalan keluar dari persembunyiannya.
"Itu karena kalau ada kau aku gugup bodoh..." Gokudera menatap Haru dengan wajah yang memerah.
"Hahi-?" Belum saja Haru selesai bertanya, tiba-tiba Gokudera mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Haru. Yamamoto yang melihat itu hanya bisa diam dan memutuskan untuk tidak keluar dari persembunyiannya.
...To be Continue...
Cio : dah lama ga di update O_+"
Kiri : salah siapa yang berapa kali bikin ni episode kehapus =_="
Cio : :P yang penting bisa update~
Kiri : timelinenya langsung loncat 10 tahun O_O"
Cio : emang, klo cman ikutin alur tanpa lompat mau slesai kapan bego!
Kiri : iya2 ga usah pake hujan lokal kale!
Cio : oke, mungkin sampe sini ya O_O" mana daftar pertanyaan?
Kiri : *lempar ke Cio*
Cio : wadaw! Lw jadi asisten kurang ajar amat sih!
Kiri : masa bodo!
...Q&A...
Hinamori 24 Sakura : ga lama kok :P soalnya timelinenya langsung lompat 10 tahun :P makasih buat favenya :3
dheeSafa : makasih ya xD iya ni g tau kesambet apa bikin straight xD"
Su Zuna Ame : maap lama apdet O3O" ini dia~ xD
Kurea Cavallone : tapi saya dah siapin 1896D loh OwO" #disepak canda xD *tapi srius (lah?)*
Tachikawa Yuzuki : makasih xD dan sebenernya saya dah baca ffic situ xD *tapi inet abal jadi ga bisa review* xP
Silahkan RnR *lagi~*!
