KHR © Amano Akira
—
I Give My First Love to You
—I'll do everything to make you happy
8086, 5986
Romance/Angst/Friendship
Warning: OOC, character death (maybe)
—
Accident | 3
—
Beberapa detik ciuman itu berlangsung—pada akhirnya berakhir ketika Haru mendorong pelan tubuh Gokudera hingga sedikit menjauh. Wajahnya tampak memerah dan memegangi mulutnya sendiri. Tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Gokudera padanya. Sementara sang pelaku tampak memegangi meja di belakangnya sambil menutup mulutnya dan wajahnya tentu saja lebih merah dari kepiting rebus.
"Tch—apa yang sebenarnya kulakukan," mengacak rambut peraknya sehingga berantakan, menatap kearah pintu keluar yang terbuka lebar, "salahmu sendiri bersikap manis seperti itu..."
Yamamoto sedikit terkejut—jarang sekali Gokudera mengatakan hal itu. Dan sangat langka mendengarnya mengatakan Haru manis—bahkan tidak pernah ia mendengarnya mengatakan Haru manis. Sementara Yamamoto berada dalam fikirannya tentang sikap Gokudera, pemuda berambut perak itu sudah berjalan keluar dari ruangan kesehatan. Dengan segera ia berdiri dan menepuk celananya yang kotor karena berjongkok. Tetapi dengan segera memegangi tangannya yang tadi terluka karena ia menepuk terlalu keras.
"Aduh—" memegangi tangannya, tetapi entah kenapa saat itu bukan hanya tangannya yang sakit—bahkan sakit di tangannya itu tidak terasa sama sekali jika dibandingkan dengan sakit yang ia rasakan di tempat lain. Ia memegangi dadanya—rasanya, seperti sesak—berbeda dengan ketika sakitnya kambuh, saat ini tampak lebih menyakitkan.
Menggelengkan kepalanya—Yamamoto memutuskan untuk keluar dari ruangan kesehatan setelah mengobati lukanya sendiri. Mengabaikan semua rasa sakit yang ia derita baik di tangan maupun di dadanya.
(Dan ia tidak menyadari—kalau sakit itu disebabkan oleh rasa cemburu kepada mereka berdua)
—
Accident | 3
—
"Dadamu sakit?"
Memutuskan untuk mengunjungi rumah sakit kembali dan memeriksakan keadaannya yang aneh dan baru pertama kalinya itu, Yamamoto mengunjungi sang kepala rumah sakit sekaligus dokter yang menanganinya sejak kecil—G, "bukan karena penyakitmu yang kambuh?"
"Yah sebenarnya aku juga berfikir seperti itu—" tersenyum sambil menggaruk kepala belakangnya, melepaskan beberapa kancing untuk G memeriksakan keadaan jantungnya, "—tetapi ini berbeda, rasanya seperti tidak menyakitkan secara fisik..."
G menatap kearah Yamamoto—menyadari kalau tatapannya tampak sedih dan juga senyuman yang tampak dipaksakan. Mengenalnya selama kurang lebih 10 tahun, membuatnya tahu kalau itu bukan sifat Yamamoto yang biasanya. Dan itu membuatnya semakin khawatir dengan keadaan kesehatannya.
"Apakah kau memiliki masalah Yamamoto?"
Melepaskan stetoskop yang tadi tertempel di telinga G, untuk mendengarkan detak jantung Yamamoto. Sang pasien sendiri hanya bisa menatap bingung G, terdiam—memikirkan semua peristiwa yang terjadi. Jika semua peristiwa di klub base ball sudah sering ia dapatkan, dan tentu saja bukan itu yang menjadi masalahnya.
Apakah karena Gokudera dan Haru berciuman?
Tetapi kenapa ia merasakan hal itu? Harusnya ia senang, dan mendukung hubungan mereka karena mereka berdua adalah sahabatnya yang pertama dan sampai sekarang. Senyumannya menghilang—membuat G yakin ada sesuatu yang terjadi.
"Apakah ada hubungannya dengan Hayato dan Haru?"
Deg—
Lagi-lagi perasaan tidak enak itu, Yamamoto mencoba untuk bersikap biasa. Keringat dingin membasahi wajahnya sebelum ia memaksakan bibirnya untuk melengkung dan membentuk sebuah kurva. Tangannya bergerak, menggaruk leher belakangnya itu.
"A—ah, tentu saja tidak G-san—aku, Haru-chan, dan Gokudera-kun baik-baik saja..."
...
"Mungkin hanya kelelahan—" Yamamoto segera mengancingkan kembali bajunya, berdiri dan mengambil tas sekolahnya, "—maaf sudah menyita waktumu G-san..."
"Yamamoto—" G memanggil Yamamoto ketika ia berada di depan pintu keluar. Membuat yang bersangkutan berhenti dengan tangan sudah memegang knop pintu, "—kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, sama seperti Hayato dan Haru. Kalau memang ada masalah dengan mereka, tidak perlu disembunyikan..."
...
"Terima kasih G-san—" tersenyum lebar dengan garis rona merah kecil di pipinya, Yamamoto sangat senang memiliki banyak orang yang menghawatirkannya, "—aku akan menemuimu jika aku sudah yakin masalahnya..."
—
Accident | 3
—
Suara alunan piano tampak terdengar di sebuah ruangan yang ada di rumah itu. Jemari pemuda berambut perak itu menari di atas tuts piano yang ada di depannya. Memainkan semua bait yang ada di partitur yang ada di depannya sambil mencoba untuk mengeluarkan emosinya agar permainannya semakin bagus. Tetapi semakin mencoba untuk berkonsentrasi, yang ada di fikiran pemuda itu selalu saja sosok perempuan berambut cokelat itu.
Dan berakhir dengan suara tuts piano sumbang yang berasal karena pemuda itu—Gokudera Hayato, menekan beberapa tuts secara bersamaan. Ia tidak bisa berfikir—semenjak kejadian di ruangan kesehatan itu, bahkan Haru tidak menyapanya dan menghindarinya. Yamamoto juga seperti menyembunyikan sesuatu sehingga menyibukkan dirinya sendiri.
"Sial—kalau seperti ini..."
CKLEK!
Suara pintu terdengar dari belakangnya, menampakkan pemuda berambut hitam yang memegangi seruling itu melihat Gokudera. Begitu juga dengan Gokudera yang menatap mata hitamnya—mata Ugetsu yang bertemu dengan mata hijau tosca miliknya.
"Ah, Hayato-kun—kenapa kau sendirian hari ini?"
"Ugetsu-san, kenapa anda disini?" Gokudera membalikkan badannya, dan berdiri untuk menghampiri sang musisi.
"G tidak bisa pulang hari ini—ia menyuruhku membawakan makanan untukmu," Ugetsu tersenyum dan mengangkat sebuah bungkusan berisi makanan, "aku sedikit terkejut karena suara piano yang sumbang tadi..."
"Ma—maafkan aku..."
"Kau punya masalah Hayato?" Ugetsu menatap Gokudera yang langsung menatap mata hitam milik Ugetsu. Terkejut karena Ugetsu bisa membaca kalau ia memiliki masalah. Tetapi ia hanya diam dan menundukkan kepalanya, "kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri—sama seperti Takeshi dan juga Haru-chan, jadi kalau ada apapun katakan saja padaku..."
"A—aku hanya sedang tidak berkonsentrasi kok," menggelengkan kepalanya dengan wajah memerah karena menganggap Ugetsu terlalu baik padanya, "tidak ada hubungannya dengan Yamamoto dan Haru..."
"Baiklah kalau begitu—" Ugetsu menepuk pelan kepala Gokudera dan beranjak dari tempatnya berdiri, meletakkan bungkusan berisi makanan di atas meja kecil disana.
—
Accident | 3
—
"Haru—hari ini aku tidak ada latihan, mau pulang bersama?"
Yamamoto mendatangi Haru ketika jam pulang sekolah berbunyi. Mencoba untuk tidak mengatakan kalau ia melihat ciumannya dengan Gokudera. Yamamoto mengerti, baik Haru maupun Gokudera tidak mau apa yang terjadi diketahui oleh siapapun juga. Dan yang bisa ia lakukan adalah membuat mereka berdua kembali seperti dulu lagi.
"Hahi?"
"Sudah lama bukan kita tidak pulang bersama—bagaimana kalau kita pulang bersama hari ini?" Yamamoto mendekatkan wajahnya di depan Haru, sukses membuat wajahnya memerah dan mundur teratur, "kau juga ikut bukan—Gokudera?"
"Huh?" Gokudera melihat kearah Haru dan juga Yamamoto. Ketika tatapan Haru dan Gokudera bertemu, dengan segera mereka memalingkan wajah mereka masing-masing—menyembunyikan rona merah di wajahnya, "a—aku harus latihan untuk minggu depan..."
"Begitukah—bersama Haru?"
"Ha—Hahi? Tidak kok, Haru harus membantu ayah untuk membersihkan rumah—jadi, hari ini tidak latihan bersama Gokudera-kun," Haru menggeleng, dan mencari alasan untuk tidak bersama dengan Gokudera untuk beberapa hari ini.
"Sayang sekali, ya sudahlah—aku pulang sendiri saja hari ini," Yamamoto menghela nafas kecewa, mencoba untuk tetap tersenyum, "ya sudah, sampai besok kalian berdua!"
"Ya—Yamamoto-kun!" Haru mencoba untuk menghentikan Yamamoto, tetapi pemuda itu sudah terlanjur keluar dari kelas. Baik Gokudera dan juga Haru hanya bisa menatap kepergian Yamamoto tanpa bisa mengatakan apapun.
—
Accident | 3
—
Berjalan sendirian di sisi jalan, Yamamoto menyapa beberapa murid yang juga dalam perjalanan pulang. Masuk ke dalam lorong gelap yang merupakan jalan pintas menuju ke rumahnya—beberapa orang sudah berada di sana, mencoba mencegat Yamamoto yang akan pulang ke rumahnya.
"Eh, kenapa ini?"
Tanpa aba-aba dan juga perkataan apapun, salah satu dari mereka langsung menyerang Yamamoto dari belakang. Menghindar dari serangan orang itu, Yamamoto bergerak dan mencoba bertahan. Tidak mau menyerang dan melukai mereka semua.
"Hei, hei—ini tidak adil kalau menyerang bergerombol bukan?"
Pada akhirnya, daripada ia yang terkena serangan, Yamamoto menendang salah satu dari mereka hingga tersungkur. Menunduk, mencoba menghindari pukulan yang dilayangkan salah satu dari mereka—dengan segera menyikut perut orang yang memukulnya itu.
"Maa, bagaimana kalau kita hentikan saja?" Yamamoto menggaruk kepala belakangnya dan tertawa ringan. Tetapi, tiba-tiba rasa sakit langsung menjalar di dadanya, membuat keseimbangannya oleng. Nafasnya terasa sesak—tangannya meremas kemeja bagian dadanya.
"Ini gawat..." Pandangannya semakin kabur, membuatnya tidak berkonsentrasi. Salah satu dari pemuda yang ada disana menyerangnya dari samping, melukai tangannya. Memukul leher belakang Yamamoto, membuatnya pingsan dan tergeletak. Tidak sadarkan diri karena penyakitnya dan juga darah yang terus keluar dari tangannya.
—
Accident | 3
—
"Haru harus meminta maaf pada Yamamoto-kun," Haru yang seharusnya kembali ke rumahnya memutuskan untuk menemui Yamamoto. Berjalan cepat menuju ke lorong yang ada di dekat rumah Yamamoto, gelap—tetapi Haru tetap melanjutkan perjalanannya, "nah itu di—"
BUGH!
Tersandung sesuatu, Haru terjatuh dan memegang tangan dan lututnya.
"Hahi—sakitnya..."
Menatap apa yang membuatnya terjatuh, terkejut ketika melihat tubuh Yamamoto yang dipenuhi oleh darah dan juga wajahnya yang pucat. Mendekat, melihat keadaan Yamamoto—
"Ya—Yamamoto-kun!"
—
Accident | 3
—
"G!" Ugetsu, yang mendengar Haru menemukan Yamamoto dalam keadaan terluka parah dan dibawa ke rumah sakit langsung bergegas ke tempat yang dituju. Menghampiri G yang baru saja selesai mengobati Yamamoto dan juga memeriksanya kembali.
"Ugetsu..."
"Bagaimana keadaan Takeshi!"
"Untungnya Haru segera menemukannya," G menghela nafas panjang dan melonggarkan dasinya karena lelah menghentikan pendarahan Yamamoto. Masih tampak di beberapa sisi bajunya, darah yang mengering, "ia kehilangan banyak darah, luka di lengannya mengenai pembuluh darah—membuat darah yang keluar tidak sedikit..."
"Lalu bagaimana—"
"Penyakitnya juga kambuh, sekarang keadaannya cukup stabil—" menatap kearah jendela kamar dimana Haru menunggu di sebelah tempat tidur Yamamoto, tidak bergerak sama sekali, "—tetapi..."
—
Accident | 3
—
"Ini semua salah Haru—kalau Haru mau menemani Yamamoto-kun, Yamamoto-kun pasti tidak akan terluka—" matanya tampak sembab karena menangis, mencoba mengusap air matanya—Haru hanya bisa terisak dan menundukkan kepalanya.
"...ru? Haru...?"
Suara yang kecil dan lemah itu tampak samar terdengar oleh Haru. Tetapi ia masih terisak dan tidak menghiraukannya—sampai sebuah tangan bergerak perlahan dan mengusap air matanya.
"Maa, maa—Haru, ada apa dengan wajahmu..." Haru mendongak, melihat Yamamoto yang sadar dan tersenyum lebar sambil menatapnya.
"Ya—Yamamoto-kun!" Haru memeluk Yamamoto ketika ia sudah sadar—lupa kalau Yamamoto sedang terluka, "syukurlah kau sudah sadar—Haru sangat khawatir!"
"Ha—Haru, bisa lepaskan? Ta—tanganku sakit," Yamamoto tampak menyerengit kesakitan ketika luka di tangannya tertekan karena pelukan Haru. Menyadari itu, dengan cepat Haru melepaskannya dan melihat keadaan Yamamoto lagi.
"Oi Yamamoto!" Suara seseorang terdengar bersamaan dengan pintu yang terbuka—tampak Gokudera yang nafasnya terengah-engah sehabis berlari. Ia tampak cemas dan segera berjalan menghampiri kedua sahabatnya itu.
"Maa Gokudera-kun, ini rumah sakit jangan ribut—"
"Bagaimana bisa tenang—kudengar kau diserang, bagaimana bisa?" Gokudera berdiri di samping tempat tidur Yamamoto di sisi lain yang berhadapan dengan Haru.
...
"Entahlah—" mendengar jawaban santai yang khas dari Yamamoto membuat Haru dan Gokudera bersweatdrop ria dan menatapnya, "—semuanya gelap, dan aku tidak melihat apapun."
"Benarkah—" Haru menatap kearah Yamamoto sebelum menatap balik kearah Gokudera. Lagi-lagi mereka bertemu pandang—dan lagi-lagi mereka memalingkan wajah mereka masing-masing. Suasana canggung terasa disekitar mereka membuat Yamamoto hanya bisa terdiam dan menghela nafas panjang.
"Kalau kalian memiliki masalah—bukankah lebih baik jika dipecahkan bersama-sama?" Yamamoto menatap mereka berdua, yang langsung terkejut dan menatap Yamamoto, "aku akan membantu kalian—itu gunanya teman bukan?"
"Yamamoto-kun," Haru tampak menatapnya dengan tatapan sedih dan juga tidak enak. Sementara Yamamoto hanya tersenyum dan menghela nafas panjang ketika melihat Haru dan juga Goku yang terdiam satu sama lain.
"Kalau memang Haru menyukai Gokudera-kun, tidak perlu ragu bukan? Kalaupun tidak, apakah memang itu bisa membuat persahabatan kita berakhir?"
"Ka—kau mengetahuinya?" Gokudera tampak terkejut dan menunjuk kearah Yamamoto yang hanya tertawa lepas seperti biasanya sementara wajah Haru tampak memerah.
"Haha—harusnya kalian tahu kalau aku sering pergi ke ruang kesehatankan," Yamamoto hanya tertawa—Gokudera tampak kesal dan wajahnya memerah.
"Kau itu—!"
"Maa, maa—memang ada apa dengan itu, aku tidak akan mengejek ataupun marah kok. Hanya saja, kalau karena itu persahabatan kita selama 10 tahun jadi hancur, rasanya sedih juga..."
...
—
Accident | 3
—
"Sepertinya keadaanmu tampak baik," Ugetsu melihat adiknya yang sedang menonton TV di kamar rumah sakitnya setelah Gokudera dan Haru pergi dari kamarnya, "jangan membuatku khawatir dengan keadaanmu lagi—tiba-tiba mendengar kalau kau terluka, kakak sebodoh apapun akan menjadi khawatir..."
"Maaf aniki—aku sendiri juga tidak tahu kalau akan seperti ini akhirnya," mengambil minuman kaleng di samping tempat tidurnya, tiba-tiba genggamannya lepas dan minuman itu terjatuh begitu saja menghasilkan suara yang keras.
"Takeshi?" Ugetsu menoleh dan melihat Yamamoto yang hanya diam sambil menatap minuman kaleng yang jatuh itu. Dengan segera mengambil dan memberikannya pada Yamamoto, "kau tidak apa?"
"I—iya, terselip karena licin—" Yamamoto tampak tertawa dan mengambil minuman itu dari kakaknya, "lelahnya—aku ingin tidur..." Menguap pelan, Yamamoto dengan segera berbaring dan menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut. Ugetsu hanya diam dan menatapnya.
"Baiklah, aku akan menemuimu lagi besok, istirahatlah..." Ugetsu menepuk kepala Yamamoto dan beranjak keluar dari kamar itu.
BLAM!
...
Yamamoto bangkit dan duduk diatas tempat tidurnya. Melihat kearah tangannya yang ternyata bergetar, raut wajahnya berubah menjadi kesakitan dan ia susah untuk menggerakkan tangannya.
—
Accident | 3
—
Perjalanan pulang Gokudera dan Haru tampak sepi dengan tidak adanya yang memulai pembicaraan diantara mereka. Baik Gokudera maupun Haru masih merasa canggung dengan satu sama lain. Hingga sampai di rumah Haru, mereka berhenti.
"Ba—baiklah, terima kasih sudah mengantarku Gokudera-kun," Haru menundukkan kepalanya dan segera berjalan menuju kedalam rumahnya. Dengan segera Gokudera memegang tangannya dan menghentikan perempuan berambut cokelat itu.
"Tu—tunggu Haru," menoleh, Haru menatap Gokudera yang tidak menatapnya dan hanya menundukkan kepalanya, "a—aku minta maaf, karena sudah menciummu. Seharusnya aku menanyakan perasaanmu dulu," menatap mata Haru dengan mata hijau toscanya, "tetapi kau harus tahu kalau—a—aku menyukaimu sejak dulu..."
Haru bisa melihat wajah pucat Gokudera yang menjadi merah padam ketika mengatakan itu. Wajahnya juga pasti merah ketika mendengar pernyataan cinta dari Gokudera untuknya.
Terdapat jeda yang panjang ketika itu, membuat suasana disana lagi-lagi menjadi sepi dan hanya suara angin yang berhembus yang terdengar saat itu.
"Ha—Haru, menyayangi Gokudera-kun," Haru memberanikan diri untuk menjawabnya walaupun tidak bisa untuk menatap wajah Gokudera saat itu, "tetapi—Haru hanya menyayangimu sebagai seorang sahabat, tidak lebih dari itu..."
...
"Begitu ya—" melepaskan tangan Haru, Gokudera masih menundukkan kepalanya mendengar jawaban dari Haru itu.
"Te—tetapi, persahabatan Haru dan Gokudera masih bisa dilanjutkan bukan? Se—seperti kata Yamamoto—ow!" Gokudera memukul kepala Haru pelan tetapi cukup untuk membuat perempuan itu mengaduh.
"Tentu saja bodoh—berteman denganmu selama 10 tahun itu susah, mana mungkin aku akan memutuskannya begitu saja—dasar bakka onna!"
"Ha—hahi! Go—Gokudera-kun jahat, Ha—Haru tidak sesusah itu untuk dijadikan teman, Gokudera-kun saja yang susah bergaul!" Haru memegangi kepalanya yang dipukul, mengembungkan pipinya ketika Gokudera tertawa jahil.
"Ya sudah, jangan membolos latihan lagi besok—"
...
"Ya—sampai jumpa besok Gokudera-kun!" Haru tersenyum seperti biasa dan segera berjalan masuk kedalam rumahnya. Sementara Gokudera tampak menunggu Haru untuk masuk kedalam rumah dan segera berjalan menjauh dari sana. Senyumannya tampak memudar, dan ia menoleh kearah rumah Haru dengan tatapan sedih sebelum benar-benar berjalan menjauh.
"Tidak mungkin aku bisa kembali menganggapmu seperti sahabat biasa bukan—Haru..."
—
Accident | 3
—
"Haru, ayah dengan Yamamoto terluka parah?" Ayah Haru tampak menoleh dan menatap anaknya yang melewati ruangan keluarga saat itu.
"Iya, tetapi keadaannya sudah membaik ayah—Haru juga baru selesai menjenguk bersama Gokudera-kun," Haru menengok ayahnya sebelum beranjak dari tempatnya dan berjalan kembali ke kamar. Membuka ruangannya dan berjalan kearah meja belajarnya. Beberapa bingkai foto yang berisi foto mereka bertiga dan juga beberapa foto lain yang kebanyakan adalah foto Yamamoto.
Mengambil salah satu foto Yamamoto dan menatapnya sebentar dengan tatapan senang dan wajah yang sedikit bersemu merah.
"Syukurlah—kau tidak apa-apa, Takeshi-kun..."
—
Accident | End
—
