Sekai de ichiban taisetsuna hito wa anata…..

Rated : T in this chap

Cast : Uchiha Sasuke x Uzumaki Naruto,

Hyuuga Neji x Sabaku no Gaara,

Shikamaru Nara x Inuzuka Kiba,

Hatake Kakashi x Umino Iruka

Uchiha Sasuk x ….

Sabaku no Gaara x…..

Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Drama,Hurt/Comfort, dll maybe

Warning: Shounen Ai, BL, Yaoi, Slash, Non-Canon, AU, OOC sangat,OC, Smut, Song fic, Badfic, Many Typo (s) maybe, and Secret?….

"Mengapa kau melindungi ku selama ini,

kau mungkin telah tersakiti karena aku.

Bermain dengan mu dan terganggu olehmu

Sungguh, aku kejam kepadamu

Tapi aku tidak pernah menyukaimu

Aku tidak bisa membayangkan hidup tanpamu

Aku mencintaimu, bodoh

Aku ingin bersamamu

Aku hanya ingin mengirim kata-kata ini kepada mu dengan jujur dari hatiku"

CHAPTER 2

"Hhaa, membosankan.." ungkap seorang pemuda berambut panjang sepinggang berwarna coklat tersebut yang tak lain adalah Hyuuga Neji, putra sulung dari orang terkaya kedua di kota konoha. Pemuda yang kini tengah bersandar pada sebuah sofa di ruangan pribadi milik mereka-masih ada empat orang terkaya lainnya selain dia- orang terkaya di Konoha. Tentunya bersama dengan teman temannya yang lain juga.

"Apanya? Aku rasa hanya kau seorang yang merasa bosan," sahut seorang pemuda berambut merah bata dengan lingkaran hitam disekitar matanya yang membuat wajah berparas putih tersebut nampak manis sekaligus tampan, ya putra bungsu dari orang terkaya dengan peringkat ketiga di konoha, pemuda yang bernama lengkap, Sabaku No Gaara.

"Tsk mendokusei na omae wa," siapa lagi kalau bukan si rusa yang mengeluarkan jurus ampuh berupa satu kata "mendokusei" dalam setiap tanggapannya. Pemegang kategori terkaya di peringkat ke empat di konoha yaitu, Shikamaru Nara.

"Ma, ma, ma…. Aku punya berita untuk kalian, mau tahu?" ucap seseorang yang tiba tiba datang dari arah pintu masuk ruangan yang terlihat mewah dan luas itu, seorang yang selalu membawa buku kecil berjudul "bagaimana cara berekspresi" itu mendekati ketiga orang yang tengah bersantai di ruangan tersebut. Pemuda bernama Danzo Sai ini adalah orang terkaya di urutan kelima di Konoha.

"Memang berita apa yang kau bawa kemari bocah?" Tanya Neji sedikit penasaran, masih mendudukkan dirinya dengan santai disofa itu.

"Khukhukhu… Kalau kalian tahu, aku rasa kalian akan sedikit kaget" ucapnya lagi masih setia memegang sang buku tercinta.

"Sudahlah, berita apa yang akan kau ceritakan pada kami Sai? " ungkap Gaara tak kalah penasaran dengan berita bawaan sang teman yang selalu tersenyum tanpa henti itu.

"Berita tentang 'Dia'." ujarnya dengan penekanan kata 'dia' diakhir kalimat.

"APAA?" kaget ketiga pemuda yang tengah bersantai tersebut tentu saja minus Shikamaru.

"Apa maksudmu tentang 'dia?' Apakah dia akan kembali? Kapan? " antusias sang pemuda berambut panjang.

"Hahaha, R.A.H.A.S.I.A….Hm, kalau kalian ingin tahu aku ingin hadiah dari kalian, bagaimana?" sahut Sai masih dengan wajah tersenyumnya itu.

"Ck, sudah kuduga, kali ini apa yang akan kau inginkan ha?" balas Gaara dugaannya tepat.

"My, my, my, Bagaimana kalau ruangan di sebelah laboratorium di lantai 3 milikmu itu Gaara chan?" ujarnya memandang kearah Gaara.

"Ck, jangan panggil aku dengan sebutan itu muka hantu, dan untuk apa kau menginginkan ruangan itu ha?" ujar Gaara yang rupanya sedikit kesal.

"Xuxuxu, tentu saja untuk sesuatu yang berguna untukku nanti hahaha, Jadi bagaimana?"

"Sudahlah Gaara, berikan saja, mungkin informasi ini akan sangat menarik untuk kita,"bujuk Neji

"Ok, ok. Kau boleh mengambil ruangan itu, besok akan aku berikan kuncinya padamu. Lalu apa informasinya"

"Kesini, dekatkan kuping kalian, karena aku tidak mau informasi ini sampai terbongkar," ucap Sai sambil memberikan gesture agar teman temannya mendekat padanya.

"….." hening sejenak

"Kapan?" Tanya Gaara pada Sai setelah acara pembeberan informasi yang authorpun tak tahu hehhehe

"Hmm, kurasa nanti sore" jawab Sai dengan santai

"APPUUAAAA?" teriak Gaara dan Neji ooc..

"Dasar kenapa tidak bilang dari tadi hah? Kau taukan kalau kita telat maka 'dia' pasti akan menenggelamkan kita di laut antartika, dasar bodoh kau Danzo Saiiii!" teriak Gaara ooc, seketika berlari menuju pintu keluar dengan tergesa gesa.

"Hhoaaahhmmm,, mendokusei.." ucap Shikamaru yang sejak tadi hanya heran melihat tingkah ooc kedua temannya itu.

"Ayoo bangun Shika, kau juga harus ikut!" ucap Neji yang langsung saja menarik Shikamaru mengejar Gaara diikuti oleh Sai dibelakang mereka.

"Aku tak tanggung kalau 'dia' ngamuk seperti waktu itu Sai, ini semua gara gara dirimu, dasar bodoh, bodoh, bodoh!" umpat Gaara tak henti-hentinya pada Sai sambil berlari menuju tempat parkir, menuju ke mobilnya, dan berharap waktu takkan cepat berlalu.

"Ya,ya, maaf" ucap Sai dengan wajah tersenyum tanpa dosanya pada Gaara.

zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

"PRAANGGG!" terdengar suara pecahan barang dari dalam kamar di salah satu manor orang terkaya nomor satu di Konoha, yaitu manor milik keluarga Uchiha. Ya siapa lagi yang tidak kenal akan keluarga terkaya yang menempati peringkat nomor satu di kota Konoha ini. Keluarga yang didalamnya menyimpan banyak sekali misteri.

"PRAANGGG! BRUKKK!BRAKK!PRANGGG!" terdengar lagi suara dentingan logam yang beradu dengan kerasnya tembok ataupun mungkin lantai yang ada didalam kamar salah satu putra keluarga Uchiha. Bukan stress, gila, psikopat atau yang lainnya yang dimiliki oleh putra bungsu keluarga ini. Namun karena kekesalan yang tiba-tiba memuncak, dan hanya dengan melampiaskan pada benda-benda yang berada di sekelilingnyalah yang dapat setidaknya meredam beberapa persentase kemarahan sang pemuda.

TOK TOK TOK

"Tu..tuan muda… apakah anda baik-baik saja?" Tanya salah seorang maid yang bekerja di mansion itu.

"…." hening tak ada sahutan sama sekali dari sang tuan yang berada dalam kamar tersebut.

"Tuan muda, bisakah anda buka pintunya? Biarkan kami masuk tuan. Kami takut terjadi apa-apa pada tuan," kata maid itu lagi berusaha untuk mengubah jalan pikiran tuannya yang kini entah akan bertindak nekad didalam kamar itu yang bisa membahayakan nyawanya.

"Benar tuan, tolong buka pintunya tuan, kami takut terjadi apa-apa dengan tuan, ji..jika tuan be-"

"Pergi!" bisik sebuah suara baritone yang terdengar merdu mengalun dari dalam kamar tersebut.

"A..apa yang tuan katakan? Sa..saya tidak mendengar yang tu..tuan muda.. uc-"

"Aku bilang PERGI KALIAN!" untuk yang kedua kalinya ucapan sang maid dipotong oleh suara si tuan muda.

"Ta,.. tapi tuan? An.. di dalam masih…"

'PLUK' sebuah tangan di bahu menghentikan ucapan sang maid.

"Biar aku saja yang mengatasinya" kata seorang pemuda yang tiba tiba datang mengagetkan sang maid.

"Aah, Gaara sama, ta.. tapi?" ujap sang maid

"Sudah, kalian boleh pergi," ucap si pemuda berambut merah bata itu sambil menyuruh maid-maid itu pergi dari sana.

"Hhaa..haa..hhaa… Gila kau, teganya meninggalkan kami di belakang, hampir saja nyawaku melayang, gara-gara kau nyetir seperti setan kesurupan." ucap Neji yang kini tengah menyandarkan beban tubuhnya pada pintu berornamen naga didekat Gaara.

"Salahkan si Sai, dia yang telat memberikan kita informasi yang terlalu terlambat, dan juga aku tarik kembali hadiah yang kujanjikan padamu Sai.. ingat itu…" kesal Gaara pada sahabatnya yang tak henti-hentinya tersenyum dari orok sampai sekarang, mungkin(?).

"Tsk.. sudahlah, lebih baik kita tenangkan dulu singa yang berada didalam kamar ini." terang Shikamaru pada teman-temannya yang lain. Mengingatkan mereka tujuan sebenarnya berada dengan kilat di manor milik keluarga Uchiha ini, dari sekolah yang berjarak cukup jauh dari .

"Ok, ok. Sebaiknya kita cepat kalau tidak,, kasian barang-barang berharga didalam" ucap Sai dengan nada berusaha terlihat serius.

"Gaara cepat buka pintunya" ucap Neji tak kalah sabar.

"Tsk, tunggu dulu, tidakkah kau lihat aku sedang berusaha! " ucap Gaara yang masih kesal pada teman-temanya.

"…"

"…."

'CKLEK, KLIK'

"Yatta! Terbuka juga, ayo masuk." hela Gaara yang akhirnya pintu bercat putih besar itupun terbuka setelah usahanya yang terbilang cukup unik.

"Hhoi, kau dimana? Kami sudah datang" ucap gaara sambil melangkah memasuki kamar yang bernuansa biru tosca, disertai ornament dan barang barang antik yang berukiran naga emas. Gelap…..

Rruangan yang kini dimasuki keempat pemuda itu gelap, tak ada cahaya yang menerebos masuk, dan juga dilantai tedapat beberapa barang-barang yang terbilang cukup mahal rusak begitu saja dan berserakan menjadi serpihan-serpihan kecil. Sedangkan pelaku perusakan kini tak tampak batang hidungnya.

"Hho..hhoi… jangan bercanda, kau membuat kami agak sedikit takut." ujap neji seraya berjalan di belakang Sai.

"….." hening tak ada sahutan ataupun balasan dari sosok yang kini tengah mereka cari tersebut.

"Untuk apa kalian datang!" bentak seorang pemuda yang berdiri di dekat korden di samping jendela. Penampilan pemuda yang pastinya adalah si tuan muda yang kini terlihat berantakan, tiga buah kancing kemeja yang berwarna merah marun itu terbuka, celana kain berwarna hitam itu pun kini kusut, rambut yang tadinya rapi kini berantakan tak tentu mengarah kemana, wajah yang seharusnya tampan dan berkilau kini kusut dan penuh dengan amarah, mata yang seindah malam kini berubah warna menjadi semerah darah…

"Ck mendokuse,, tenangkanlah dulu dirimu Sasuke." ucap shikamaru dengan tenang menyadari situasi yang ada dihadapannya kini, pastinya akan memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya, melihat kondisi dari si tuan muda bernama Uchiha Sasuke yang berdiri tegak dihadapan mereka membelakangi sinar matahari.

"Benar Sasuke, tenangkanlah dirimu dulu, sebaiknya kita bicarakan dulu hal 'itu' bersama" ucap Sai kemudian.

"Tak ada lagi yang perlu dibicarakan, terutama pada orang- orang seperti kalian!" serunya tak terima perkataan dari dua orang temannya itu.

'PLAK!' tiba-tiba Gaara menampar wajah tampan milik Sasuke.

"Apa yang kau pikir kan hah?! Hentikan bersikap memuakkan seperti itu! Kau pikir kami ini siapa hah?! Kami temanmu Sasuke, kami yang selama ini menemanimu,. Lupakah dirimu hah! Brengsek!" teriak Gaara menahan amarah yang sejak tadi ditahannya keluar, terlebih kali ini memuncak melihat sikap yang diperlihatkan oleh sosok didepannya ini.

"Kami hanya ingin membantumu Sasuke, sebagai teman. Kau tahu kita adalah teman sejak kecil, sudah 16 tahun kita berteman, tapi kau tetap menganggap kami orang asing HAH!" bentaknya lagi.

"…." hening, sosok didepannya hanya memandang kearahnya tajam, tak mengeluarkan sepatah katapun. Menatap Gaara dengan mata yang berkilat-kilat merah.

"Sudahlah Gaara hilangkan emosimu, cukup satu orang saja yang emosi disini, jangan kau tambah lagi beban kita." ujar Shikamaru menenangkan Gaara yang masih terlihat sedikit emosi.

"Dan kau Sasuke, kami akan meninggalkanmu saat ini, aku harap kau tenangkan dirimu dan kapanpun kau bisa menceritakan semuanya pada kami, walaupun secara garis besarnya kami sudah tahu apa yang merisaukanmu. Tapi lebih bagus lagi kalau kau yang langsung memberitahukannya pada kami." ujarnya menatap lurus kearah sosok pemuda tampan itu.

"…" hening tak ada yang bersuara setelah ucapan shikamaru itu.

"Ayo kita pergi dulu, biarkan dia sendiri." ucap Shikamaru dengan gesture mengajak temannya yang lain untuk meninggalkan kamar itu.

"Aku harap kau mau berbagi dengan kami Sasuke. Istirahatlah. Kami pergi dulu." ungkap Gaara yang telah meredam emosinya.

"…."

"….."

'Kalian salah, tak akan ada yang bisa aku bagi pada kalian, tak akan bisa…' bisik sasuke setelah kepergian teman-temannya dari ruangan itu.

zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

" u.. aru.. Naru… Naruto…"

"Umnn? Ah, Iruka jisan, apakah kita sudah sampai?"

"Ya, didepan sana tempat tinggal kita yang baru, sekarang ayo kita siap-siap turun, jangan lupa bangunkan Kiba juga."

"Un."

Sebuah mobil limousine berwarna hitam yang didalamnya terdapat tiga orang pemuda manis, yang satu berambut jabrik berwarna pirang cerah, yang satu berambut coklat rapi, dan yang satu berambut coklat gelap dan diikat tinggi kebelakang. Ketiga pemuda ini telah sampai di tempat tujuan mereka.

"Nee, jisan, yakin kita akan tinggal disini?" tanya salah seorang pemuda yang selalu setia dengan bersama anjing putihnya Akamaru, Kiba.

"Tentu, disinilah kita akan tinggal Kiba, apa ada masalah dengan tempat ini?" balas Iruka yang kini matanya teralih menatap sesosok pemuda manis berambut coklat susu disebelahnya.

"Ti..tidak jisan, tapi aku rasa ini agak, ah bukan, malah sangat berlebihan," ungkapnya masih dengan pandangan kagum memandangi apa yang terlihat di depannya.

"Nee, Naru, bagaimana denganmu heh?" kini pertanyaan tersebut dialihkan kepada sahabatnya yang sejak tadi tiba-tiba saja diam tak bersuara.

"…"

"Naru? Hhoi? Kau tidak apa-apa?" merasa heran dengan tingkah sahabatnya yang tiba-tiba berubah jadi anak pendiam.

"Ehheehe? Aah… aku lupa, karena terlalu mengagumi apa yang ada didepanku kini Kiba, kau tahu, dalam seumur hidup baru pertamakali melihat yang namanya istana," sahutnya yang tiba-tiba telah sadar dari keadaan kekagumannya.

"Hhhoe.. sadar Naru… itu bukan istana bodoh! Itu hanya bangunan megah yang mirip istana, mana mungkin di Konoha ini ada istana, dasar bodoh!" balas kiba yang sedikit lebih mengerti dengan keadaan yang kini ada di depannya, tentunya dengan nada sedikit mengejek.

"Ehe, yang ada di depanku saat ini benar-benar mengagumkan Kiba, jangan salahkan otakku yang segera merespon dan mulutku yang mengatakan itu adalah istana." jawab naru yang tak mau disalahkan karena ucapannya yang terlalu menjurus ke hayalan.

"Ayo, jisan rasa kedatangan kita sudah ditunggu" ucap Iruka yang memecahkan keheningan yang terjadi sejenak.

"Un, iku zo" sahut kiba dan naru bersamaan.

::Tsuzuku::

Yuhuuuu…. ^^

Oh ya, ini remake dari fic pertama yang "Ku" buat….

Ceritanya tetep sama tapi mungkin lumayan banyak perubahan yang terjadi didalamnya, hehe…

yosshhh…

selamat mereview dan terimakasih sudah membaca fic ini. hehehe…

akhir kata

Jaa, nee…