The Maou's Diary
.
Disclaimer : Kyou Kara Maou belongs to Tomo Takabayashi and Temari Matsumoto
.
Warning: Bad story, disgusting, tedious, typo(s)
.
Rabu, 24 Agustus.
Aaah~ yokatta^^ akhirnya aku kembali ke sini.
Setelah melewati hari-hari yang melelahkan di Shin Makoku, akhirnya aku bisa sedikit beristirahat di rumah. Uwaaa~ rasanya aku rindu sekali dengan kamarku, poster Baseball besar, dan masakan ibu. Aku rindu rumah!
Dan.. ah, apa aku mulai menulis buku harian lagi?
Sepertinya begitu..
Hah, baiklah.. kita mulai lagi.
Hai, Kau—siapapun itu. Sepertinya kau harus kembali menjadi tempat penampungan ocehanku haha..
Baiklah..
Hm..
Begini.. aku... ah! POKOKNYA AKU BINGUNG SEKALI! KEPALAKU SAKIT!
Kau ingat kan saat aku menulis tentang Wolfram beberapa hari lalu? Yah, hal itu masih saja menggangguku!
Setelah berhari-hari ku biarkan sikapnya begitu, bukannya membaik, malah semakin aneh! Dan sekarang ia tidak pernah lagi memanggilku 'Henna-choko'
Kau tau? Panggilannya jadi formal. Ah, mengerikan kalau ku bayangkan..
Aku yakin kau tidak akan pernah percaya kalau Wolfram sekarang mulai memanggilku Heika.
Ya. Panggilan kehormatanku. Dan sekarang ia memanggilku begitu. Ada apa sih dengan dia sebetulnya?!
Sudah begitu, dia seperti menjauhiku. Ah, tidak! Dia tetap mengikutiku kemanapun aku pergi dan selalu berdiri di barisan depan ketika ada yang membahayakan keselamatanku. Tapi..
Ah, tidak. Bukan itu yang ku harapkan! Sikapnya benar-benar menggelikan!
Dia tidak pernah lagi marah ketika aku berbicara dengan orang lain. Dia juga tidak pernah mau tahu urusan pribadiku lagi. Dia seperti menjaga jarak. Dia seakan memposisikan dirinya bukan sebagai tunanganku lagi.
Ah, ah! Apa yang aku pikirkan?! Kenapa aku mengeluhkan hal itu?
Baiklah, lupakan soal tunangan. Aku hanya ingin menuliskan keanehan sikapnya akhir-akhir ini.
Pertama. Dia tidak lagi memanggilku Henna-Choko.
Hm.. baiklah, bisa ditolelrir. Mungkin saja ia mulai belajar menjaga sikapnya.
Kedua. Dia memanggilku Heika.
Hm.. itu juga bukan masalah serius.
Ketiga. Dia tidak pernah lagi marah-marah.
Ah, sepertinya itu sebuah kemajuan.
Keempat. Dia selalu berjalan di belakangku. Bukan di depan atau samping.
Err—baiklah.. itu agak aneh..
Kelima. Dia tidak tidur satu kamar denganku lagi.
Etto—apa itu pertanda?
Pertanda kalau..
Aku akan punya kamar sendiri! HAHA!
Ups! Lupakan! Kembali fokus, Shibuya Yuuri!
Keenam. Dia selalu menghilang secara misterius—
Ah, tapi Wolfram itu prajurit. Bisa saja ia ada urusan mendadak dan..
—dalam jangka waktu yang lama. Ya. Bisa lima atau tujuh hari.
.. hah. Mungkin aku bisa tanyakan Konrad tentang hal itu.
Ketujuh. Dia tidak pernah lagi tersenyum. Bahkan ketika Greta menunjukkan sesuatu yang mengharukan.
Kedelapan. Sikapnya makin dingin.
Kesembilan. Dia jadi sedikit bicara.
Kesepuluh. Dia selalu hilang fokus.
Ah, entahlah.. mungkin saja ia sedang memikirkan sesuatu yang sangat serius! Tapi—
Hei! Aku ini Raja! Bisakah dia atau siapapun rakyatku untuk tidak menyembunyikan apapun dariku?!
Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sekarang segalanya jadi aneh.
Mungkin aku harus segera selesaikan masalah ini. Ya. Aku harus bertindak.
Harus.
-TSUZUKU-
