MY STRONGNEST

.

.

.

CAST :

PARK JUNGSOO

LEE DONGHAE

AND

OTHER CAST

.

.

.

Semua tokoh milik kepunyaan diri mereka masing-masing

Saya cuman minjem doang

Tapi ini cerita punya saya hasil dari pikiran yang seberapa ini..

.

.

.

Saya balik lagi dengan cerita yang gak kalah menariknya *emg ada yang menarik.

No bash !

Jangan baca kalau gak suka
Walau ceritanya jelek minta sarannya ya reader tapi yang membangun.

Disini anggep aja Leeteuk & Heechul seumuran

Kibum & Kyuhyun seumuran dibawah Leeteuk

Donghae yang paling muda

Ati-ati banyak typo(s) bertebaran

And then …

Happy Reading ^^

.

.

.

Tak mudah memang kehidupan keras untuk dua orang namja kecil tanpa kedua orang tua. Tapi, tak menjadi hambatan buat Leeteuk menghidupi sang dongsaeng. Hanya saja dia selalu bersedih ketika melihat Donghae memandang anak-abak lainnya sedang memakai seragam sekolah.

Donghae ingin sekali bersekolah, Leeteuk tahu itu. Walaupun sang dongsaeng tak pernah mengatakannya. Tapi melihat tatapan matanya Donghae menginginkan seperti anak-anak lainnya.

Sebenarnyapun Leeteuk ingin bersekolah dan menyekolahkan sang dongsaeng. Tapi memang keadaan lah yang memaksakan mereka harus tetap bekerja.

Walaupun sekolah penting bagi sebagian orang dan menyayangkan keduanya tak bersekolah. Tapi toh merek bisa apa? Bisa makan pada hari ini saja mereka sudah bersyukur. Tak perlu muluk-muluk eoh?

Leeteuk sangat senang Donghae mengerti keadaan mereka mesti dia hanya bocah kecil. Hei, bocah seumurannya hanya bisa merengek sesuatu jika tak diberi. Beda dengan Donghae yang tak pernah meminta apapun itu dari Leeteuk.

"Hae, ireonna", bisik Leeteuk ditelinga Donghae. Donghae yang merasakan adanya suara-suara kemudian mengerjapkan matanya imut dan mengucek matanya dengan tangan. Sudah dua hari semenjak dia terjatuh tangannya sudah kembali seperti sedia kala. Dan Donghae pun semakin takut bila ada anak-anak orang kaya memandangnya.

"Teuki hyung", ucap Donghae parau khas bangun tidur sambil mendekati Leeteuk dan bermanja-manja dengannya.

"Hae, disini ne. Hyung bekerja dulu", ujar Leeteuk sambil mengelus rambut Donghae.

"aku ikut hyung. Bukankah aku harus menjual itu", tunjuk Donghae pada kue beras yang ada dalam keranjang.

"kkaja", ajak Leeteuk. Mereka pun mulai pergi kepasar untuk mencari uang seperti biasanya.

.

.

.

Donghae melihat kekanan dan kekiri, melihat anak-anak seusianya berjalan memasuki sekolahan. Menatap iri pada mereka yang bisa sekolah. Bukankah seharusnya dia menjadi salah satu murid TK itu. tapi Donghae hanya bisa berharap dan terus berharap.

"Hae, mau cepelti meleka", gumam Donghae yang terus memandangi anak-anak itu. Toh, Donghae hanya seorang anak kecil berumur 5 tahun yang ingin bersekolah dan bermain. Tapi, dia juga tak boleh egois bukan?

Untuk mencari makan saja, dia harus bangun pagi-pagi sekali untuk berjualan dan membantu sang hyung bekerja. Apakah dia harus membuat susah sang hyung? Tidak ! jawabannya. Hei, walaupun Donghae masih kecil dia sudah tahu kesusahan yang dia alami.

Donghae terus mengamati satu persatu anak-anak berseragam melewati pasar tempatnya berjualan. 'Hae tak boleh begini' gumamnya dalam hati.

"kue belas ! kue belas !", teriak Donghae kembali menjajakan dagangannya. Kembali kealam nyatanya bahwa memang dia tak bisa bersekolah.

Tanpa sepengetahuan sang dongsaeng Leeteuk memandang sendu Donghae yang melamun melihat anak-anak berseragam sekolah. Bukankah sang hyung tahu kalau dongsaengnya itu ingin sekali bersekolah? Apakah ini salahnya yang tak bisa mewujudkan impian sang dongsaeng?

Haruskah dia menyalahkan takdir yang membuat mereka seperti ini? Haruska dan haruskah? Hanya itu yang bisa Leeteuk pikirkan.

Tanpa membuang waktunya, Leeteuk kembali bekerja mengangkut barang-barang yang akan memberikan dia dan sang dongsaeng ssepiring nasi hari ini.

.

.

.

Dilain tempat dan waktu yang mungkin sama. Keluarga kecil beranggotakan 4 orang itu sedang menikmati sarapannya. Dengan hangat mereka berbincang untuk membicarakan apa yang akan dilakukan hari ini. Tapi tidak dengan namja yang lebih muda dari semuanya.

Panggil saja dia sibungsu keluarga Kim atau lebih jelasnya Kibum. Dia tetap diam saat semua keluarganya tengah berbincang. Tak seperti biasanya, Kibum tak bicara padahal kini sang appa yang baru pulang tak disapanya.

"Hei Bummie ! kau tak merindukan appa eoh", ucap Heechul yang membuat Kibum menatapnya datar.

"aku masih marah dengannmu", ujar Kibum cuek dan memilih melanjutkan makannya yang tertunda.

"hei hei hei. Kenapa kedua jagoan appa ini? Kalia bertengkar eoh?", lerai sang appa yang melihat aura-aura buruk dipagi hari ini.

"tanyakan saja padanya", tunjuk Kibum kearah Heechul.

"Bummie tak boleh bersikap seperti itu", tegur halus sang eomma dan membuat Kibum menundukkan kepalanya.

"itu akibatnya kau bergaul dengan orang-orang itu", ejek Heechul pada Kibum.

"memang nya ada yang sala eoh?", tanya Kibum dingin pada sang hyung. Dan kedua orang tua tersebut hanya memandang keduanya aneh. Pasalnya walaupun memang mereka tak akrab tapi tak pernah berbicara kasar seperti itu.

"apa yang kalian bicarakan ini?", suara tegas sang appa mengintrupsi adu tatapan kedua little Kim tersebut.

"appa tau? Bocah ini bergaul dengan anak-anak kumuh", adu Heechul.

"apa masalahmu eoh", jawab Kibum tak terima.

"kau membuatku malu, dengan berteman dengan mereka", kesal Heechul.

"sudah sudah jangan bertengkar. Kibum jaga sikapmu", ujar appa menatap Kibum. Dan Heechulpun bangga karena menurutnya dia tengah dibela. Tapi..

"dan kau Heechul. Jangan memandang orang seperti itu. arra?", dan senyum mengejekpun diberikan Kibum pada sang hyung yang terlihat cemberut karena ternyata sang appa bukan juga membelanya.

"sudah lekas makan dan berangkat. Kalian bisa terlambat nantinya", ujar sang eomma menghentikkan aura-aura pertengkaran tersebut.

Dan keluarga kecil Kim tersebut melanjutkan acara sarapan mereka yang tertunda karena pertengkaran kecil kedua little Kim tersebut.

.

.

.

"Hyuuuung !", teriak Donghae memanggil sang hyung. Tapi yang dipanggilpun tak kunjung datang. Apa hyungnya tak ada dirumah? Tapi dia tak melihat hyungnya keluar, bukankah dia sedari tadi diluar membantu Song ahjummah.

"Teuki hyung", panggilnya lagi dan sekarang dia berjalan keluar rumah. Karena sang hyung mungkin sedang ada diluar. Begitulah pikiran polos Donghae.

Dia berjalan menyusuri kompleks kumuh ini dengan memperhatikan jalannya. Siapa tahu sang hyung berpas pasan denganya. Tapi sampai dilluar kompleks tak menemukan sang hyung dimana pun.

"hyung kau dimana?", gumam Donghae. Dan Dongheapun memutuskan untuk menunggu sang hyung ditaman sambil menghilangkan lelah karena mencari hyungnya,

.

.

.

Satu orang anak mengendap-endap dibelakang sekolah. Mencari-cari jalan persembunyiannya ketika dia akan pergi dari sekolah. Ckckck anak itu mau membolos eoh?

"Kim Kibum sedang apakau?", Kibum menghentikan langkahnya yang sebentar lagi akan melewati jalan rahasianya.

"apa masalahmu", kesal Kibum setelah tahu siapa yang memanggilnya dengan keras. Hei, dia bisa ketahuan kalau akan membolos bukan.

"aaaiiis kau itu. aku ikut denganmu", usul Kyuhyun dan mendahului Kibum melewati jalan itu.

Kibum? Hanya memandang kesal Kyuhyun karena mengacaukan rencana membolosnya. Bukannya dia tidak mau membolos bersama Kyuhyun. Tapi nantinya Kyuhyun akan mengoceh ckck. Dengan langkah yang cukup berat untuk Kibum akhirnya mereka berdua bolos bersama.

.

.

.

"hei bocah !", panggil Kyuhyun yang melihat bocah kecil yang waktu itu. Sang bocah yang dipanggil menengok dan mulai memasang wajah takutnya.

Pletak~

"auuww. YA!", marah Kyuhyun pada Kibum yang telan menjitak kepalanya yang sangat berharga tersebut.

"kau menakutinya lagi bodoh", kesal Kibum karena melihat Donghae ketakutan melihat mereka.

"aku hanya ingin menyapanya", bela Kyuhyun dan menghampiri Donghae yang sudah takut tersebut.

"hei, jangan takut denganku. Seharusnya kau takut dengan dia", tunjuk Kyuhyun pada Kibum dan mendapatkan tatapan tajam dari Kibum.

Hihihihihihihihi

Tawa Donghae pecah melihat kedua orang tersebut. Dan membuat Kibum maupun Kyuhyun memandangi Donghae tak percaya. Secepat itukah dia berubah? Bukankah dia tadi takut dengan kami begitulah kira-kira pikiran Kibum dan Kyuhyun.

Donghae yang merasa diperhatikanpun mulai menghentikkan tawanya dan melihat bingung kearah keduanya.

"jangan takut pada kami", ucap Kibum memulai pembicaraan.

"Kim Kibum imnida. Panggil saja Kibum", Kibum memperkenalkan dirinya.

"aku Kyuhyun", ucap Kyuhyun.

"dan siapa namamu?", tanya Kibum pada Donghae yang hanya menatapnya dengan pandangan bingung.

"Ddo..donghae", gugup Donghae.

"nama yang lucu", ucap Kyuhyun. Dan kemudianpun mereka bermain bersama karena sudah cukup akrab satu sama lain.

Dan Kibum pun tahu kenapa alasan Donghae yang selalu takut melihat dia dan Kyuhyun. Karena Donghae takut dijahili.

.

.

.

Donghaepun berjalan dengan riang menuju rumahnya. Niat awalnya yang mencari Leeteukpun dia lupakan karena asyik bermain dengan kedua teman barunya. Mungkin dia akan dimarahi sang hyung karena meninggalkan rumah tanpa pamit.

Sampai didepan gerbang rumahnya Donghae sangat bingung karena melihat ada Song ahjummah disitu. Bahkan yang membuat nya lebih bingung Song ahjummah tengah menangis.

"ahjummah", panggil Donghae.

"yaampun Donghaeya. Kemana saja kau?", khawatir Song ahjummah dengan suara paraunya.

"ahjummah waeyo", tanpa menjawab pertanyaan Song ahjummah Donghae kembali bertanya lagi.

"ahjummah menunggumu. Hyungmu dirumah sakit", jelas Song ahjummah.

Donghae yang mendengar berita itupun membeku. Sang hyung sedang ada dirumah sakit. Bukankah itu tempat orang-orang sakit? Berarti hyungnya sedang sakit. Air mata meluncur bebas dipipi bulatnya. Membayangkan sang hyung yang tengah sakit itu.

"kkaja kita kesana", ajak Song ahjummah dan mulai menggendong Donghae yang tengah terisak tersebut.

"ssssstttt uljima Hae, Teuki hyung akan baik-baik saja", ujar Song ahjummah menenangkan Donghae.

.

.

.

"hiks hiks hiks hyung hiks hiks", tangisan Donghae terdengar diluar ruang operasi Leeteuk. Sudah semenjak dia dan Song ahjummah menginjakkan kakinya di rumah sakit tangisan Donghae tak berhenti malah semakin menjadi.

Donghae takut akan terjadi sesuatu yang sangat buruk dengan hyungnya. Kalau itu terjadi bukankah dia akan sendiri? Donghae tidak mau sendiri. Dia hanya mau dengan sang hyung. Pilu bukan keadaan Donghae sekarang ini? Kurasa sangat !

Tak jauh dari Donghae menangis, kedua orang lain nya terus merasa cemas. Mendengar tangisan Donghae yang cukup kencang membuat mereka merasa bersalah. Anggaplah kedua orang itu yang membawa Leeteuk kerumah sakit yang lebih tepatnya mereka lah sang penabarak.

"bagaimana ini eomma, aku takut dan kasian dengan mereka", ucap orang yang lebih kecil dari yang satunya.

"molla Chulie? Kita berdoa saja yang terbaik untuknya", jawab sang eomma ternyata pada Chulie atau Heechul. Mereka tentu khawatir bukan tengah menabrak seseorang sampai sebegitu parahnya.

Takut? Mungkin itu yang mereka rasakan. Bagaimana tidak? Saat kau pulang dengan saling bercanda didalam mobil tidak sengaja tak melihat jalan malah kau menabarak seseorang yang akan menyebrang. Bagaimana perasaan mu? Tentu sangat takut bukan.

"yeobo ! Chulie!", panggil suara berat yang baru saja datang bersama kedua anak kecil lainnya.

"yeobo/appa!", jawab eomma Kim dan Heechul berbarangan.

"kenapa bisa terjadi?", suara sang appa kim panik. Jelas saja sang istri dan anak menabrak seseorang sampai harus dioperasi. Bukankah parah?

"mianhae appa", jawab Heechul lesuh bahkan ada nada ketakutan disana.

"ssstt ini bukan sepenuhnya salahmu Chulie, bukankah eomma juga?", ujar eomma Kim menenangkan.

Saat keluarga Kim sedang menenangkan Heechul, mata Kibum terpengarah melihat bocah kecil yang menangis yang kita ketehau bernama Donghae. Dia pandangi Donghae yang tengah menangis di depan pintu ruang operasi tersebut.

"mianhae nyonya, kami akan bertanggung jawab terhadap anak anda", jelas appa Kim yang melihat kearah Donghae yang terus menangis.

"ne tuan. Saya hanya tetangga mereka", jelas Song ahjummah.

"lantas dimana kedua orang tuanya?", tanya appa Kim.

"mereka sudah meninggal", dan semua yang ada disitu menjadi shock. Membuat keluarga Kim menjadi merasa lebih bersalah.

"kami akan bertanggung jawab pada mereka", ujar appa Kim yang sudah kembali dari kegaketannya.

Kibumpun hanya mampu melihat kearah Donghae yang masih menangis memanggil sang hyung. Dia meratapi bagaimana nasib Donghae bila terjadi sesuatu pada hyungnya. Akankah dirinya sendiri? Jelas saja Kibum ah.

.

.

.

Operasi yang dilakukan Leeteukpun berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapu. Hanya tinggal menunggu Leeteuk sadar dan diapun sudah dibawah keruang rawatnnya. Donghae yang selalu menunggu sang hyung tanpa mau beranjak dari tempat sang hyung.

Katakanlah Donghae takut kalau tiba-tiba hyungnya pergi dari sisinya. Bukankah dia hanya anak kecil yang takut jika sang hyung akan meninggalkannya? Ya begitulah pikiran Donghae saat ini. Menjaga sang hyung tanpa mau pulang dari hari dimana sang hyung dibawa kerumah sakit.

Walaupun Song ahjummah sudah membujuknya tapi Donghae tetap kekeh dengan pendiriannya menunggu sang hyung. Dan inilah salah satu penyebab keluarga Kim selalu menunggu Donghae bersama.

Berganti tugas menjaga Leeteuk, mungkin salah satu tugas untuk menebus kesalahan mereka bukan. Tapi mereka melakukannya dengan ikhlas. Bahkan mereka tak segan-segan mengajak Donghae bercanda, ya walaupun hanya ditanggapi Donghae dengan senyuman biasa.

Heechulpun yang diawal pertama sangat anti pati Donghae maupun Leeteuk menjadi menyukai Donghae. Mungkin karena perasaan bersalahnya atau juga memang dia sudah menyukai Donghae. Entahlah?

Dan disiang hari inipun, bukan hanya keluarga Kim yang tengah berjaga namun juga mereka kedatangan tamu yaitu, keluarga Cho. Mereka sudah mendengar berita tentang kecelakaan dan kedua anak yang tak punya orang tua tersebut.

Tapi saat keluarga Cho datang, Heechul tengah membujuk Donghae untuk megikutinya kekantin untuk makan siang. Namun bukankah Donghae akan menolak jika berada jauh dari sang hyung.

"Hae mau disini menjaga Teuki hyung", kekeh Donghae saat Heechul mengajaknya.

"tapi kau harus makan Hae. Kau semakin kurus nantinya", jelas Heechul.

Reaksi Donghae? Tetap enggan beranjak darisitu. Dan membuat Heechul sedikit geram. Bukankah Heechul tak mau satu orangpun membantah nya dan sekarang si Donghae membantahnya ckck.

"kalau Hae sakit, nanti saat Teuki hyung sadar. Bukankah dia akan sedih euumm", jelas emma Kim pada Donghae. Dan sedikit membuat Donghae menuruti nya.

"tapi cebental caja ne hyung?", pinta Donghae pada Heechul. Yang tentu saja dijawab anggukan semangat dari semua yang ada disitu.

"kkaja!", ajak Heechul pada bocah-bocah yang ada disitu.

Setelah para anak pergi, tinggalah orang tua yang ada disitu. Seperti mereka kini tengah ada dalam kondisi yang serius.

"apa eonni memikirkan saranku kemarin?", ucap eomma Cho membuka pembicaraan. Yang lantas membuat eomma Kim menengok kearahnya.

"mereka tak akan mungkin berpisah. Kau lihat bukan, Donghae tidak mau meninggalkan Leeteuk semenitpun. Bagaimana kalau dia ikut denganmu", jelas eomma Kim.

"tapi eonni, kumohon ijinkan aku merawat salah satu dari mereka, mungkin Donghae", ucap eomma Cho memasang wajah sendunya.

"kita tidak bisa memisahkan mereka. Biarkan mereka tinggal bersama ku saja. Kau bisa datang kerumah kami"

"eonni. Kumohon aku hanya ingin Kyuhyun punya dongsaeng. Atau kau bisa mengijinkan aku membawa Teuki saja", ujar eomma Cho kekeh.

"sudahlah, jangan membicarakan ini lagi", ucap eomma Kim akhirnya.

Dan tanpa keduanya sadari, seseorang yang sedang tertidur tengah sadar dan mendengar semua yang tengah dibicarakan orang-orang dewasa tersebut.

.

.

. tebeceh !

Wah elap keringet..

Gimana gimana chapter ini? Berasa aneh kah? Saya sih merasa begitu ..

Saat nya balesan ripiu

tiaraputri16 :

haha rencana nya mah brothership doakan saja wkwk. Makasih ne sudah mereview review lagi ne. saya usahakan Donghae nya menderita hahah *ketawa epil*

Cutefish :

Pokoknya Donghae lebih kecil dari semua nya. Inii sudah dilanjut. Makasih ne sudah meriview . Review lagi ne

MasitaELF :

Iya si Chulie jahat banget hiks *nangis diketek bang ikan* , ini sudah lanjut. Makasih ne sudah meriview . Review lagi ne

Itsme :

Inii sudah dilanjut. Makasih ne sudah meriview . Review lagi ne

Xxx :

Ini sudah lanju kok . iya si Chulie jahat bget sama mas ikan. Makasih ne sudah meriview . Review lagi ne

Guest :

Hehe makasih ne sudah suka *bow bareng bang Donghae*. Inii sudah dilanjut. Makasih ne sudah meriview . Review lagi ne

Fishy Lover :

Hehe makasih ne sudah suka *bow bareng bang Donghae*. Inii sudah dilanjut. Makasih ne sudah meriview . Review lagi ne

Kyuwook:

Iya kasian mereka bedua :'( . Inii sudah dilanjut. Makasih ne sudah meriview . Review lagi ne

Fishiie LophehaeUKE :

Ayook kita siksa dia breng2 :D . doakan saja happy ending wkwk. Makasih ne sudah meriview . Review lagi ne

Arumfishy :

Pokonya Donghae lebih kecil dari mereka. . makasih ne sudah suka. Inii sudah dilanjut. Makasih ne sudah meriview . Review lagi ne

dan boleh dong minta hadiahnya buat saya yang udah menulis cerita ini dengan cara meREVIEW cerita ini. dimohon ya reader yang baik hati *pasangfishyeyes*

and then gomawo ne buat yang udah mau baca dan apalagi yang sudah mau ngasih REVIEW nya :)