MY STRONGNEST
.
.
.
CAST :
PARK JUNGSOO
LEE DONGHAE
AND
OTHER CAST
.
.
.
Semua tokoh milik kepunyaan diri mereka masing-masing
Saya cuman minjem doang
Tapi ini cerita punya saya hasil dari pikiran yang seberapa ini..
.
.
.
Saya balik lagi dengan cerita yang gak kalah menariknya *emg ada yang menarik.
No bash !
Jangan baca kalau gak suka
Walau ceritanya jelek minta sarannya ya reader tapi yang membangun.
Disini anggep aja Leeteuk & Heechul seumuran
Kibum & Kyuhyun seumuran dibawah Leeteuk
Donghae yang paling muda
Ati-ati banyak typo(s) bertebaran
And then …
Happy Reading ^^
.
.
.
Sehari sudah Leeteuk sudah sadar dari komanya. Keluarga Kim pun masih menunggu kedua kakak beradik tersebut. Dan pastinya Donghae lah saat ini yang sangat bahagi bukan? Semenjak Leeteuk bangun, Donghae nambah tak ingin berada jauh disampin Leeteuk.
Donghae selalu menunggu Leeteuk dirumah sakit itu. Bahkan saat Leeteuk ingin kekamar mandi pun Donghae selalu mengikutinya. Hahah benar-benar kekanakan eoh?
Tapi itulah Donghae, selalu berdekatan dengan Leeteuk kemanapun pergi. Tapi toh bukan masalah buat Leeteuk karena keduanya saling menyayangi bukan.
Namun semua kebahagiaan yang dirasakan belum sempurna. Leeteuk yang merasa kalau dia dan Donghae akan dipisahkan menjadi enggan untuk bertatapan dengan keluarga Kim. Keluarga yang membantunya.
Hanya dengan Donghae, dia mampu kembali keadaan seperti sedia kala. Tapi saat bersama keluarga Kim maupun Cho dia menjadi sangat sangat pendiam.
Bukankah dia tahu kalau kedua keluarga tersebut ingin memisahkan mereka eoh? Leeteuk tak mau itu semua terjadi. Pokoknya apapun yang terjadi dan keadaan bagaimanapun mereka harus selalu bersama.
"Hae, senang dengan mereka semua?", tanya Leeteuk pada Donghae saat mereka sedang berdua.
"Hae cuka hyung. Meleka cemua baik bukan? Eomma dan appa Kim menjaga hyung bukan?", jelas Donghae dengan suara khas nya tersebut.
Leeteukpun hanya bisa tersenyum mendengar penuturan Donghae tersebut. Benar sekali bahwa keluarga tersebut sangat menyayangi mereka.
"kalau disuruh memilih. Hae mau ikut hyung atau eomma dan appa kim eoh?", tanya Leeteuk.
"Hae cayang hyung. Kemana hyung pelgi, Hae akan ikut", jawab Donghae antusias.
"gomawo ne. Hyung sayang Dongsaeng kecil ini", ucap Leeteuk sambil mengacak rambut Donghae.
Dan setelah itu, hanya tawa bahagia lah yang terdengar dalam ruang rawat Leeteuk tersebut. Bahagia bukan mendengar tawa mereka yang sangat bebas.
Apakah mereka harus dipisahkan? Apa jadinya bila mereka tak bersama? Pastinya akan menjadi sangat sulit bukan? Pikir seseorang yang sejak tadi sudah mendengar kedua hyung dan dongsaeng tersebut.
Dengan langkah yang gontai dia pergi tanpa memikirkan niat awalnya untuk menjenguk Leeteuk. Siapakah orang itu?
.
.
.
"hyung kkaja !", teriak Kibum pada Heechul.
"kau tak sabaran sekali eoh!", kesal Heechul pada sang dongsaeng
"sudah sudah, appa sudah menunggu kita", lerai sang eomma pada keduanya yang tidak mau akur tersebut.
Pusing bukan memikirkan Kibum dan Heechul yang selalu bertengkar. Walaupun dalam keadaan wajar-wajar saja. Tapi itu membuat eomma Kim menjadi frustasi sekali.
Hanya bila bersama Donghae mereka terlihat seperti hyung dan dongsaeng sesungguhnya. Perubahan besar yang terjadi pada keluarga Kim saat bertemu dengan Leeteuk dan Donghae. Walaupun dengan keadaan eomma Kim dan Heechul menabrak Leeteuk.
Tak menyurutkan mereka untuk selalu bersyukur bisa bertemu dengan kedua namja kecil tersebut. Inilah alasannya, alasan dimana eomma dan appa Kim ingin sekali merawat Leeteuk dan Donghae.
Mungkin dengan adanya kedua orang tersebut bisa menjadikan keluarga mereka lebih hangat lagi. Namun satu yang menjadi ganjalan, Keluarga Cho juga ingin merawat mereka. Bukan mereka berdua melainkan hanya salah satu dari keduanya. Egoiskah?
Haruskah mereka memisahkan Leeteuk dan Donghae? Tak kah melihat bahwa mereka sunggu-sungguh tak mungkin bisa dipisahkan.
"eomma kkaja", teriak Kibum dari dalam mobil.
"kenapa jadi eomma yang lambat sih", gerutu Heechul.
Pasalnya bukankah eomma nya yang menyuruh untuk lekas berangkat, tapi mengapa jadi mereka yang menunggu sang eomma. Ckck anak kurang ajar.
"ne ne ne kalian cerewet sekali", ucap eomma Kim pura-pura kesal.
"aaaiiissshh istri dan anak-anak ku ini jadi aneh semua", appa Kim hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah ajaib istri dan anaknya. Bahagia bukan keluarga ini? Semuanya berkat Leeteuk dan Donghae tentunya.
.
.
.
Sejak sejam yang lalu, ruangan rawat yang tengah diisi oleh Leeteuk menjadi sangat ramai. Lihat saja, Heechul dan Kibum yang selalu mengganggu Donghae. Membuat Donghae harus menggerutu setiap saat karena ulah little Kim tersebut.
Betapa hangatnya suasana diruangan tersebut bukan? Tapi tidak dengan satu orang yang ada didalamnya yaitu Leeteuk. Dia masih enggan untuk berbicara terlalu jauh dengan keluarga Kim ini. Tentu saja dia masih memikirkan pembicaraan eomma Kim dan eomma Cho waktu itu.
Dia memang ingin membahagiakan sang dongsaeng . Seperti sekarang ini, Donghae tengah tertawa dengan sangat bahagia. Leeteuk ingin selalu membuat Donghae seperti ini, tapi haruskah mereka dipisahkan?
Leeteuk tidak ingin itu semua terjadi. Donghae adalah dongsaengnya dan yang berhak tinggal bersamanya. Bukan mereka yang baru mengenal keduanya.
Eomma Kim yang melihat Leeteuk tengah terdiam memandangi Donghae pun sempat bingung. Pasalnya, Leeteuk tak seperti Donghae yang langsung akrab dengan mereka. Tapi Leeteuk seolah menjaga jarak dari keluarganya. Bukankah memang itu yang Leeteuk tengah lakukan?
"Teuki, kenapa hanya diam eoh?", tanya eomma Kim membuat Leeteuk tersadar dari pikirannya sendiri.
"aku hanya sedikit lelah", jawab Leeteuk sekenanya. Leeteuk cukup kaget dengan pertanyaan eomma Kim yang tiba-tiba itu.
"ya, kalian berdua juga ajak Teuki bermain. Jangan mengganggu Hae terus", ucap sang appa.
"Teuki takkan merengek kalau aku bermain dengannya", jawab Heechul.
"aaaiiisshhh anak-anak ini", kesal sang appa yang hanya mendapat senyuman dari Leeteuk..
.
.
.
"aku lapar eomma", adu Heechul.
"yasudah kalian pergi saja dulu kekantin. Nanti eomma menyusul setelah Teuki selesai makan", ucap eomma Kim kembali melanjutkan menyuapi Leeteuk. Seperti eomma yang perhatiankah?
"yasudah kalau begitu, kkaja Bummie , Hae", ajak Heechul pada kedua dongsaengnya. Jangan kaget, karena memang Heechul sudah menganggap Leeteuk dan Donghae sebagai saudaranya.
"anniyo, Hae mau menjaga Teuki hyung", Donghae tetap duduk diranjang Leeteuk memperhatikan sang hyung.
"kau juga harus makan Hae", bujuk Kibum.
"anni", kekeh Donghae. Dan semuanya hanya menghembuskan nafas lelahnya, susah memang kalau harus membujuk si keras kepala Donghae. Dan satu-satunya yang bisa membujuk Donghae hanya sang hyungnya.
"Teuki bantu eomma ne", bisik eomma Kim pada Leeteuk. Yang hanya anggukan sebagai jawaban dari Leeteeuk.
"Hae, ikut dengan hyundeul ne. Hae juga harus makan ne", bujuk Leeteuk. Dan tentunya langsung dijawab anggukan oleh Donghae.
Setelahnya, kesemua anak-anak itu pergi kekantin untuk mengisi perut mereka yang lapar.
"aku sudah kenyang eomma", ucap Leeteuk sambil menghentikkan tangan eomma Kim yang tengah menyuapinya.
"ini minumnya", eomma Kim menyodorkan minum untuk Leeteuk.
"Donghae selalu menurutimu", ucap eomma Kim memecahkan keheningan setelah selesai makan.
"ne begitulah. Kami memang sudah terbiasa bersama semenjak orang tua kami pergi", ucap Leeteuk.
"dan kami tak mungkin bisa dipisahkan. Karena aku tak akan melepaskan Donghae begitu saja", ucap Leetuk lagi.
"maksudmu?", bingung eomma Kim mendengar omongan Leeteuk tersebut.
"aku tahu kalian ingin memisahkan kami bukan. Walaupun kalian pastinya akan memenuhi kebutuhan kami. Tapi aku tidak akan pernah menyetujuinya", ucap Leeteuk lalu merebahkan dirinya untuk tidur.
"kau hanya salah paham Teuki, eomma tak akan memisahkan kalian", gusar eomma Kim.
"aku lelah eomma", ujar Leeteuk pada eomma Kim. Dan membuat eomma Kim terdiam. Tak mampu untuk berbicara lagi.
Apakah Leeteuk mendengar pembicaraan bersama dengan eomma Kyuhyun? Itulah yang sekarang berada dalam benak eomma Kim.
"kalian akan tetap bersama", bisik eomma Kim di telinga Leeteuk. Tapi Leeteuk masih tak mau bergeming sedikitpun. Biarkan saja apa yang bakal terjadi padanya nanti.
.
.
.
"eonni kumohon", pinta eomma Cho pada eomma Kim. Ya, tetap seperti biasanya. Eomma Cho selalu meminta untuk mengijinkan Donghae atau Leeteuk yang akan diasuhnya. Walaupun dia tahu kalau keduanya tak mungkin bisa dipisahkan. Toh apa salahnya berharap eoh?
"tak bisa saengi, kita tak berhak memisahkan mereka", jelas eomma Kim.
"hanya beberapa tahun eonni, saat kami kembali kekorea lagi mereka bisa bersama bukan", kekeh eomma Cho.
"jangan egois! Pikirkan juga perasaan mereka. Kalau kau mau kenapa kau tak bawa saja keduanya eoh?", tantang eomma Kim.
"aku ingin. Tapi aku tak bisa", jawab eomma Cho.
"wae?
"aku juga memikirkan perasaanmu eonni. Kau sudah sangat menyayangi mereka bukan. Akupun sama. bukankah lebih adil kalau kita berbagi",ujar eomma Cho.
"kau gila saengi. Pikirkan perasaan mereka kalau kau mengambil salah satu dari mereka", nasehat eomma Kim pada eomma Cho.
"ini hanya masalah waktu. Mereka masih bergantung satu sama lain. Dan mungkin saat dewasa nanti mereka tak memikirkan itu lagi", jelas eomma Cho.
"aku lelah dan tunggulah anak-anak disini", eomma Kim akhirnya pergi memasuki kamarnya karena sudah sangat lelah dengan keegoisan saengnya tersebut itu.
.
.
.
Seminggu sudah semenjak Leeteuk tersadar dan dirawat dirumah sakit. Membuatnya sudah merasa ssangat sehat tapi keluarga Kim tak mengijinkannya untuk pulang, menunggu dokter memperbolehkannya untuk pulang.
Dan kekagetannya bertambah saat appa Kim bilang kalau mereka akan tinggal bersama keluarga Kim. Bukankah berarti dirinya dan Donghae akan benar-benar dipisahkan.
Leeteuk belum siap dengan semua itu, selama ini mereka berdua selalu bersama. Mana mungkin mereka harus dipisahkan karena alasan konyol kedua keluarga tersebut. Hei, ini hidup mereka dan hanya mereka yang bisa mengaturnya bukan?
Setelah berfikir panjang Leeteuk memutuskan untuk meninggalkan semua kebahagian yang sementara ini. Ya, dia akui semenjak dirawat dia merasa mendapatkan keluarga yang selalu menjaga dan memperhatikannya dan sang dongsaeng.
Tapi juga, mereka tak perlu terus bergantung pada keluarga tersebut kan. Walaupun keluarga Kim tak pernah mempersalahkannya. Namun membuat Leeteuk menjadi lebih gusar.
"Hae, kkaja kita pulang", ajak Leeteuk pada Donghae.
"jinjja?, tanya Donghae.
"ne. kkaja !", Leeteuk pun menggendong Donghae untuk pergi dari rumah sakit ini.
Mengendap-endap yang dilakukan Leeteuk untuk dapat pergi dari tempat ini. Bukannya dia takut, tapi inilah jalan satu-satunya dia bisa selalu bersama dongsaengnya. Tak apa kalau harus hidup seperti dulu lagi. Bukan masalah.
Dengan langkah pasti setelah berhasil keluar dari rumah sakit tersebut. Membawa sang dongsaeng dalam gendongannya.
"hyung, kenapa tak pamit dengan yang lainnya", tanya Donghae. Leeteuk yang mengerti siapa yang ditanyakan Donghae hanya bisa mengeratkan gendongannya pada sang dongsaeng.
"hyung", panggil Donghae karena hyungnya tak menjawab.
"kita tak bisa merepotkan mereka lagi ne", ucap Leeteuk akhirnya. Dan Donghae hanya diam setelah mendengar sang hyung berkata seperti itu.
'gomawo dan mianhe' lirih Leeteuk sambil sesekali melihat kearah rumah sakit tersebut.
.
.
.
"mereka tak ada diruang rawatnya", ucap panik eomma Kim. Jelas saja ketika mereka datang ingin menjemput Leeteuk dan Donghae, mereka tak berada di ruang tersebut.
"mungkin mereka sedang berjalan-jalan", ujar appa Kim menenangkan.
"bukankah mereka tahu kalau akan pulang?", ucap eomma Cho yang juga ada disana.
"eomma baju Donghae sudah tak ada", ucap Kibum gusar.
Dan memang betul, baju-baju yang kemarin masih berada dalam tempatnya pun sudah tak ada. Membuat eomma Kim menjadi sangat resah. Keduanya pergi meninggalkan mereka. Bukankah mereka sudah janji akan menjadi keluarga, tetapi kenapa jadi seperti ini?
Tangis eomma Kim pun pecah mengetahui bahwa kedua orang yang sudah dianggapnya anakk pergi meninggalkannya. Tanpa pamit dan tanpa pesan sedikitpun.
"sssttt tenanglah yeobo, mungkin mereka sudah ada dirumahnya yang lama", ucap appa Kim.
"anni mereka pasti pergi", tolak eomma Kim. Dan yang dilakukan oleh appa Kim hanya menenangkan istrinya yang sedang histeris.
"ini semua karenamu. Kalau saja Leeteuk tak mendengar pembicaraan kita. Mungkin Leeteuk dan Donghae sudah kami bawa pulang", marah eomma Kim pada eomma Cho.
Hanya tangisan lah yang kini memenuhi ruang rawat yang dulu ditempati Leeteuk. Semua nya tak lagi tahu apa yang akan mereka lakukan seolah hanya bisa terdiam dengan pikiran masing-masing.
"kkaja kita susul mereka kerumah yang lama", ajak appa Kim pada semua orang yang ada disitu. Mereka semuapun pergi kerumah lama nya Leeteuk dan Donghae.
.
.
.
Tok
Tok
Tok
Ketukan pintu berkali-kali tak juga membuat yang tinggal didalamnya membuka pintunya. Atau karena tak ingin atau memang yang sedang dicari memang tak berada disitu. Entahlah?
Tanpa menyerah sedikitpun, eomma Kim menghampiri rumah Song ahjummah. Orang yang selalu menjaga Leeteuk dan Donghae.
"omo? Nyonya Kim", Song ahjummah terkejut melihat siapa yang datang ketempatnya.
"anneyeong nyonya Song", sapa ramah appa Kim.
"apakah Leetuk dan Donghae ada disini?", tanya eomma Kim to the poin.
"anni. Bukankah Leeteuk masih dirumah sakit?", tanya Song ahjummah.
"mereka sudah pergi, dan kami kira mereka ada disini", ucap appa Kim.
Tangisan eomma Kim pun kembali pecah saat mengetahui kalau keduanya tak ada dirumah lamanya. Kemana kah mereka sekarang?
Dan eomma dan appa Kim hanya bisa pulang dengan perasaan yang sangat kecewa. Tak bisa menemukan Leeteuk dan Donghae.
.
.
.
Langkah kaki nya sudah mulai terlihat lelah. Karena semenjak siang tadi mereka terus berjalan tanpa arah. Kenapa tak kembali kerumah? Karena Leeteukpun tahu kalau keluarga Kim akan menemukan mereka kalau disana.
Dan sekarangpun hari sudah menunjukkan malam. Sangat berbahaya untuk anak seumuran mereka jika tetap berkeliaran dijalan bukan.
"hyung, Hae lapar", ucap Donghae yang menghentikkan langkahnya.
Bukan kah Leeteuk juga tahu kalau sedari tadi dia dan Donghae belum mengisi perutnya walau dengan segelas air. Karena dia juga tak punya uang untuk hany membeli sekedar air minum untuk sang dongsaeng.
"Hae tunggu disini eoh. Jangan kemana-mana. Tunggu sampai hyung datang. Arra?", peringat Leeteuk pada Donghae dan menyuruh Donghae untuk duduk dibangku dekat semak-semak tersebut.
"hyung, Hae takut", rengek Donghae.
"ssstt hyung akan kembali. Bukankah Hae lapar eoh?", ucap Leeteuk dan akhirnyapun Donghae melepas sang hyung untuk mencari makanan.
Sudah sejam Donghae menunggu disini dan nyatanya sang hyung tak kunjung datang. Donghae pun menjadi gusar dan takut.
Takut terjadi sesuatu pada sang hyung dan dia tak mau lagi itu terjadi. Dengan keberaniannya dan tak pedulikan kalau dia melanggar janji dengan sang hyung. Donghae berjalan mencari sang hyung digelapnya malam tersebut.
Melihat kekanan dan kekiri siapa tahu bisa menemukan siluet sang hyung. Namun tanpa disadarinya saat dia akan menyebrang jalan sebuah mobil berjalan kencang tanpa melihat Donghae yang tengah menyebrang.
CKIT~~
BRAAKKK~~
.
.
.
Tebeceh !
Hah akhirnya selesai juga chapter ini . gimana-gimana? Saya merasa kayak jadi sinetron *mianhae*
Gomawo ne yang udah repiuw dicahpter kemaren
Nih Guest - MasitaELF - Elfishy – Cutefish – xxx – arumfishy – Guest - geelovekorea - Fishiie LophehaeUKE - Fishy Lover - Safa Fishy - Kim Haemi - lee kyula - tiaraputri16
Di RIPIUW lagi ne *pasangfishyeyes*
Dan juga yang sempet baca RIPIUW juga ne. Buat asupan saya ngelanjutin ni cerita *maksa*
Dan GamsaHAE *bowbrengbangikan*
