MY STRONGNEST
.
.
.
CAST :
PARK JUNGSOO
LEE DONGHAE
AND
OTHER CAST
.
.
.
Semua tokoh milik kepunyaan diri mereka masing-masing
Saya cuman minjem doang
Tapi ini cerita punya saya hasil dari pikiran yang seberapa ini..
.
.
.
Saya balik lagi dengan cerita yang gak kalah menariknya *emg ada yang menarik.
No bash !
Jangan baca kalau gak suka
Walau ceritanya jelek minta sarannya ya reader tapi yang membangun.
Dan maaf kalo ceritnya gak bisa menguras emosi para reader ^^
.
Disini anggep aja Leeteuk & Heechul seumuran
Kibum & Kyuhyun seumuran dibawah Leeteuk
Donghae yang paling muda
Ati-ati banyak typo(s) bertebaran
And then …
Happy Reading ^^
.
.
.
Waktu terus bergulir tanpa ada yang bisa menghentikkannya. Walaupun ada yang bisa menghentikkannya mungkin hanya ada dalam dunia kartun. Benar?
Mungkin ketika waktu berlalu sangat cepat pun tak ada lagi yang bisa dilakukan. Hanya berharap semua dapat menjadi yang terbaik. Pastinya masa lalu akan terus membayangi. Susah untuk melepaskan masa lalu, karena tanpanya lah masa depan mungkin tak kan pernah ada apa-apanya.
Masa lalu, masa lalu, masa lalu. Sebagian orang mendapatkan masa lalu yang sangat bahagia, hingga diartikan menjadi kenangan yang indah. Dan tidak memungkiri juga bahwa ada yang kelam. Bukan berarti tidak indah, melainkan agar kita dapat merubahnya menjadi kenangan yang indah. Bukan lantas melupakan masa lalu yang buruk itu.
Kehidupan harus terus berjalan seiring waktu yang terbuang. Menyianyiakannya hanya akan menjadikan seseorang itu sama halnya dengan seorang penegecut. Salah atau tidak nya kata-kata itu hanya tergantung bagaimana orang-orang menanggapinya tersebut.
.
.
.
Sepasang kaki melangkah dengan pasti saat melewati bandara. Berjalan dengan senyum yang selalu mengembang. Bisa dikatakan bahagia eoh? Namun siapa yang tahu?
Berjalan dalam kerumunan orang-orang yang juga berlalu lalang dibandara. Semua mata tertuju padanya, seolah-olah terpesona akan senyum yang selalu dia tampilkan.
Menunggu sekian menit untuk taksi yang akan membawanya ketempat yang sangat dia rindukan. Rumahnya !
Didalam taksipun dia selalu mengingat masa kecilnya. Berharap saat dia tiba nanti kebahagiaan lah yang akan dia temui. Berkumpul kembali dengan saudara yang tidak dia temui sekian lamanya. Senyumannya pun memudar saat mengenang dia harus berpisah dengan sang saudara.
"beogoshipeo", gumamnya pada seseoarang yang sangat dia rindukan.
Sejam menempuh perjalan dari bandara menuju rumah ini. Rumah yang mempunyai banyak kenangan didalamnya. Kenangan indah maupun yang buruk, selalu terbayang dipikirannya.
Melihat rumahnya yang masih terawat sampai sekarang. Tak ada yang berubah sedikitpun, masih sama dengan yang dahulu.
Ceklek~
Pagar rumah itu terbuka menampilkan pintu lusuh yang masih terawat sampai sekarang. Rumahnya saat dulu. Dan diapun melihat wanita paruh baya, yang sudah semakin tua termakan usia. Ahjummah nya. Ahjummah yang selalu membantunya.
"Song ahjummah", panggilnya dengan suara yang bergetar. Menandakan dia akan menangis.
Wanita yang dipanggilpun hanya melihat dengan tatapan rindu. Rindu melihat seseorang yang sudah dianggap anak akhirnya kembali juga. Walaupun tak akan tinggal lagi bersama yang penting anaknya telah pulang.
"Teuki ah", Song ahjummah memeluk Leeteuk dengan sangat erat. Menumpahkan seluruh rindu yang sangat dalam.
"beogoshipeo", ujar keduanya. Dan mencoba untuk tidak menangis. Berusaha tegar untuk meyemangati satu sama lain.
"dia belum pulang?", tanya Leeteuk pada Song ahjummah yang akan menangis.
"belum. Tapi dia pasti kembali", jawab Song ahjummah yang sudah menumpahkan air matanya. Sedih? Sangat! Saat kau harus menunggu seseorang yang sangat kau cintai dalam hidupmu.
"ne, dia pasti datang", ujar Leeteuk. Diapun melihat-lihat rumahnya yang sudah lama tak ditempati tapi masih terawat karena adanya Song ahjummah.
Saat dia melihat gambar lusuh yang masih dipajang dilemari tua tersebut. Leeteuk meneteskan air matanya. Bersedih memikirkan nasib sang dongsaeng yang sendirian diluar sana. Bukan berarti selama ini, Leeteuk tak mencari dongsaengnya. Semua cara dia sudah lakukan untuk mencari sang dongsaeng. Namun semua hasilnya nihil.
Kalau saja . kalau saja dan kalau saja. Itulah kata-kata penyesalan Leeteuk sampai sekarang. Kalau saja dia mengajak Donghae mencari makan mungkin keduanya masih tinggal bersama. Memulai kehidupan baru yang sangat indah.
"mian Hae ah. Mianhae", tangis Leetuk sambil mengusap poto sang dongsaeng. Hanya menangis yang dia bisa lakukan sampai sekarang. Karena belum bisa menemukan sang dongsaeng.
"sssttt uljima ne Teuki. Hae akan kembali", ujar Song ahjummah menenangkan. Walau dihatinya ahjummah itupun menangis. Meratapi nasib anaknya yang lain diluar sana. Tidur dimanakah dia? Apakah sudah makan hari ini? Atau apa yang dikerjakan? Bersama orang baikkah? Bahagia? Atau yang lainnya.
.
.
.
Brak~
Prank~~
"YA! Kau tak punya mata eoh?", maki seseorang pada pelayan yang menabraknya. Orang tersebut mendorong pelayan itu hingga jatuh
"mianhae tuan", ucapnya pada orang tersebut.
"Hah ! kau pikir dengan meminta maaf baju ku akan bersih lagi", makinya lagi pada pelayan tersebut. Semua pengunjung yang disana hanya memperhatikkan tanpa ada yang menolong. Mungkin hanya tatapan iba dan meremehkan yang diberikan.
"aku akan mengganti biaya binatu nya tuan", ucap pelayan tersebut.
"kau pikir baju ini tidak akan rusak. Kau lihat tidak nodanya. Ini akan sulit hilang. Panggil managermu!", ujar orang tersebut.
Seseorang yang lain membantu pelayan tersebut berdiri dan menatap orang itu marah.
"apa yang kau lakukan tuan?", ucapnya marah.
"kau siapa?". Ucap orang tersebut angkuh tanpa memandang lawan bicaranya
"aku pemilik tempat ini dan orang yang dorong itu adikku", jelas nya. Orang yang tadi pun hanya bisa berdiri kaku. Dan tidak bisa berbicara lagi, dan wajahnya pun cukup pucat. Melihat siapa yang ada dhadapannya. Lee Sungmin. Putra pemilik restoran bintang lima yang tersebar diseluruh Asia.
"dan apa kau bilang tadi? Adikku tak punya mata? Dia memang buta. Puas kau. Aku akan membayar untuk bajumu itu", jelas Sungmin dan membawa pelayan tersebut masuk untuk menenangkan dirinya.
Pelayan tersebut hanya bisa terdiam saat dibawa Sungmin keruangannya. Sungmin tau bahwa dongsaeng nya akan shock.
"sudah kau harus tenang ne", ucap Sungmin sambil mengusap punggung sang dongsaeng dengan sayang.
"mian hyung", ujarnya.
"YA! Lee Donghae. Jangan pasang wajah seperti itu lagi, kau semakin jelek tahu", canda Sungmin pada Donghae.
"hyung", rengek Donghae yang sudah kembali seperti semula.
Hahahhahaha.
Tawa renyah Sungmin terdengar dan membuat yang ditertawakan –Donghae- memajukan bibirnya. Sungmin yang melihat gelagat sang dongsaeng yang akan merajuk menghentikkan tawanya.
Sungmin bawa wajah Donghae untuk melihat wajahnya. Namun saat melihat mata teduh Donghae, hanya kekelaman yang dilihatnya. Tak ada pancaran cahaya dari mata teduh itu. Kosong dan mungkin hitam.
Dia tahu apa yang terjadi pada Donghae yang sudah dia anggap seperti dongsaengnya. Karena dirinya. Maka dari itu, dia berjanji pada diri sendiri untuk selalu menjaga Donghae dalam keadaan apapun itu.
"hyung", panggil Donghae membuat Sungmin berhenti melamun.
"ne Hae", Sungmin memandang Donghae menunggu untuk apa yang akan dia bicarakan.
"seharusnya kau tak membantuku. Bukankah aku sama seperti yang lain, sebagai pelayan disini. Nanti apa kata pegawai yang lain? Pasti hyung akan dibilang pilih kasih", jelas Donghae menatap lurus kearah Sungmin.
"Ya kau itu memang dongsaengku. Jangan mengelaknya arra", tegas Sungmin untuk kesekian kalinya. Pasalnya, Donghae tak ingin dibeda-bedakan. Padahal Sungmin sudah menganggapnya dongsaeng sendiri.
"minnie hyung tak boleh merasa bersalah lagi. Sudah beberapa tahun berlalu. Jadi hyung jangan mengasihani aku lagi", jelas Donghae.
"tapi aku benar-benar menyayangimu. Kau itu dongsaengku. Kau tak sayang dengan hyung", lirih Sungmin.
"bukan maksudku", Donghae pun menjadi tak enak bila Sungmin sudah bersedih. Dia juga tak bisa melihat Sungmin bersedih.
"sudah lupakan, yang penting kau tetap dongsaeng ku", yakin Sungmin.
Donghae pun hanya bisa tersenyum mendengar hyungnya yang merawatnya sekarang tengah tersenyum. Walaupun Donghae tak bisa melihatnya, tapi dia yakin Sungmin nya sangat menyayangi nya.
.
.
.
"Eomma aku pulang !", ucap Leeteuk pada sosok eomma Kim. Wanita paruh baya yang tetap cantik itu menatap penuh haru pada Leeteuk. Anaknya, yang sudah sekian lama merantau kini pulang. Alangkah bahagia eomma Kim saat ini.
"eomma", panggil Leeteuk lagi karena sedari tadi eomma Kim hanya memandanginya.
"Teuki", ucap eomma Kim sambil memeluk erat Leeteuk. Merasakan kehangatan sang anak yang sudah lama tak dijumpainya lagi. Tanpa terasapun air mata menetes dari mata indah sang eomma Kim.
"eomma. Beogoshipeo", ucap Leetuk sambil merasakan pelukan eomma Kim yang selalu hangat itu.
Setelah melepas rindu dengan saling berpelukan, eomma Kim menyuruh Leeteuk untuk masuk menemui sang appa. Alangkah bahagia nya pasti keluarganya saat ini, akan berkumpul dengan keluarga yang lengkap.
"lihat siapa yang datang?", ucap eomma Kim antusias kepada seluruh keluarganya yang sedang bersantai.
"Teuki", panggil appa Kim.
"hyung", panggil Kibum.
"YA Kim! Kenapa kau baru pulang eoh", ujar Heechul.
Leeteuk yang mendengar namanya dipanggil pun merasa senang. Masih ada yang menunggu nya disini. Walaupun tak ada Donghae disini, dia cukup terobati dengan keberadaan keluarga Kim yang selalu menyayanginya.
"apa kau tuli eoh?", ujar Heechul lagi dan memeluk pelukan hangat yang mereka lakukan merasakan betapa rindunya tak pernah bertemu sekian lamanya.
"kalian baikkan?", tanya Leeteuk yang nyatanya sudah tak bisa lagi membendung air matanya. Menangis rindu terhadap orang-orang yang sangat menyayanginya.
Setelah berbincang-bincang dan melepas rindu dengan keluarga Kim. Eomma Kim menyuruh Leeteuk untuk beristirahat. Dan dengan terpaksa juga little Kim yang lain merasa sangat sedih karena belum cukup untuk meluapkan rasa rindu mereka.
Disinilah sekarang Leeteuk kamarnya. Kamar yang waktu itu disiapkan Keluarga Kim untuk dirinya dan dongsaeng. Tapi hanya ada dia dikamar ini. Sendiri tanpa Donghae dan itu membuatnya sangat sakit.
"Hae, kau dimana?", isak Leeteuk untuk kesekian kalinya hari ini.
"apa kau marah pada hyung karena meninggalkan mu waktu itu? kalau Hae marah dengan hyung, datang dan marahi hyungmu ini. Jangan bersembunyi Hae", isak Leeteuk semakin lirih. Betapa dia sangat merindukan sang dongsaeng yang tidak tahu dimana keberadaannya.
"bukankah waktu itu Hae ingin tidur dikasur yang empuk? Sekarang kamar kita ada kasur yang sangat empuk. Pulanglah Hae", tangis Leeteuk semakin pecah. Tanpa disadarinya eomma Kim mendengar semua yang dikatakan Leeteuk dan membuatnya ikut menangis merasa bersalah. Karena dia jugalah Donghae berpisang dengan Leeteuk.
Hiks hiks hiks
Menangis dan hanya menangis yang bisa dilakukan Leeteuk sekarang. dia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Segala cara sudah dilakukan untuk mencari Donghae nya. Namun sampai sekarang tak kunjung ditemukan.
"Hae hiks hiks. Teuki hyung sangat merindukan mu Hae", ucap Leeteuk pada angin yang mungkin saja akan membawaka salamnya untuk sang dongsaeng disana.
.
.
.
"YA bodoh cepat!", teriak Kibum pada Kyuhyun.
"kau yang bodoh Kim. Seenaknya saja mengaatai aku yang jenius ini", kesal Kyuhyun pada Kibum.
"Ya Cho Kim ! apa kalian akan terus seperti itu? kia harus segera mencari Donghae lagi", ucap Heechul yang sudah sangat kesal. Pasalnya kedua sepupu itu tak pernah bisa mau bekerja sama sedikitpun.
Ya, begitulah hari-hari ketiga saudara itu. Setelash semua pekerjaan mereka selesai, mereka akan pergi bersama untuk mencari Donghae. Walaupun kenyataan nya mereka tak pernah bisa menemukan Donghae tapi mereka tak pernah beputus asa.
Yang hanya ada dalam pikiran mereka adalah segera menemui Donghae dan mereka semua akan bahagia tentunya.
Mencari kesana kemari untuk menemukan Donghaenya. Tapi akan sulit bukan? Bukankah mereka tak tahu wajah Donghae yang sudah dewasa. Tapi toh, apa peduli mereka bila ada hati yang berbicara. Hati mereka akan menunjukkan bahwa mereka menemukan Donghae.
Setelah lelah mencari yang seperti biasa dengan hasil yang sangat nihil. Mereka pun beristirahat. Memasuki sebuah restoran yang sangat terkenal. Walaupun baru pertama mereka mengunjunginya. Karena restoran ini adalah anak cabang dari restoran terkenal milik keluarga Lee.
"tuan ingin memesan apa?", ucap suara sang pelayan.
Deg
Deg
Jantung Kibum dan Heechul berdetak kencang setelah mendengar suara tersebut. Dan memandangi pelayan yang ada didepannya tersebut. Tapi betapa herannya meraka karena sang pelayan tak melihat kearah mereka.
"kau tak bisa melihat?", tanya Kyuhyun gamblang.
"ya Cho, jaga ucapanmu", bisik Heechul yang masih bisa didengar oleh Donghae.
"ne tuan. Maaf kalau itu mengganggu. Saya akan panggilkan yang lain", ucap Donghae. Tapi sebelum Donghae pergi Heechu sudah bersuara lagi.
"ah bukan begitu. Serahkan menunya", ucap Heechul sambil mengambil menu yang ada ditangan Donghae.
Sibuk-sibuknya Heechul dan Kyuhyun memilih menu. Kibum yang sudah dangat penasaran dengan pelayan tersebut masih menatapnya. Ada yang mengganjal dipikiran Kibum saat ini. Pelayan ini mirip dengan seseorang dan serasa dia merindukan sosok yang ada dihadapannya kini.
"kau tidak mau memesan Kim?", tanya Kyuhyun bingung karena sedari tadi memandangi pelayan yang buta ini.
"aku sama saja denganmu", ucap Kibum yang sudah kembali kedunianya.
"nah ini sudah aku tuliskan apa yang ingin kami pesan", ucap Heechul dan memberikan memo yang berisi pesanan mereka pada Donghae.
Setelah sejam mereka disana dan menghabisakn makananya. Mereka pun bergegas pergi dan melanjutkan pencariannya. Tapi tidak dengan Kibum yang masih sangat penasaran dengan pelayan yang buta itu. Ada perasaan yang mengganjal saat melihat matanya yang teduh tersebut.
"kau kenapa Kibum? Sedari tadi kau melamun", tanya Heechul.
"bukan apa apa hyung, aku hanya lelah", ucap Kibum berbohong. Pasalnya dia tidak ingin memberi tahu apa yang dirasakan saat ini. Saat bertemu dengan pelayan tersebut mengingatkan dia pada Donghae. Tapi dia tidak boleh gegabah, dia juga tak ingin keluarganya berharap lebih tapi ternyata orang itu bukan Donghae.
"yasudah kita pulang saja. Kau memang sangat lelah Bummie", ucap Heechul akhirnya yang melihat tingkah aneh Kibum.
.
.
.
Hari minggu yang ditunggu tunggu bagi semua orang untuk beristirahat. Tapi tidak untuk Leeteuk karena pagi hari ini dia sudah harus pergi bersama eomma Kim. Berbelanja! Hei, dia itu namja, kenapa harus belanja segala. Salahkan saja dirinya yang tidak bisa menolak pesona sang eomma Kim.
"kkaja Teuki", ajak eomma Kim yang sudah siap.
"ne eomma", ujar Leeteuk lantas mengikuti sang eomma.
Sesampainya ditempat yang dituju, Leeteuk dan eomma Kim tak segan-segan membeli banyak perlengkapan. Hei, bukan Leeteuk tapi hanya eomma Kim. Dan Leeteuk hanya mengikutinya dari belakang.
Tidak berbeda jauh dengan Donghae yang pergi berbelanja ditemani oleh Sungmin. Kalian pastinya tau, kalau Sungmin tak akan membiarkan Donghae pergi sendiri. Padahal Donghae sudah selalu merengek. Salahkah Sungmin yang protektif. Dia hanya khawatir dengan Donghae yang sudah tinggal sendiri.
Mereka berdua berkeliling mencari bahan-bahan yang dibutuhkan untuk seminggu kedepan. Agar Donghae tak perlu lagi pergi belanja.
Deg
Deg
Jantung Donghae berdetak sangat cepat. Entah apa yang sedang dirasakannya saat ini. Tak berbeda jauh juga dengan Leeteuk saat berpas pasan dengan kedua namja tersebut membuatnya merasakan perasaan rindu yang sangat dalam.
"kenapa melamun?", tanya Sungmin yang merasakan kalau Donghae tidak berada dibelakangnya.
"aku hanya bingung hyung", jawab Donghae.
"yasudah kita cari yang lainnya lagi", ajak Sungmin yang menuntun Donghae untuk mengikutinya.
"Hae-ya", lirih Leeteuk yang melihat namja tersebut.
Entah kenapa saat melihat namja tersebut membuat Leeteuk merasa tenang. Tatapan mata itu, senyum nya mirip bahkan suara nya, seperti Donghaenya.
Dan tanpa sadar Leeteuk mengikuti Donghae dan Sungmin, meninggalkan eomma Kim yang bingung mencari keberadaan Leeteuk.
Leeteuk tahu perasaan ini. Perasaan saat dia bersama dengan sang dongsaeng. Apakah itu tandanya dia sudah menemukan Donghaenya? Leeteuk berharap dalam hati semoga itu benar, orang yang tengah diikutinya kini adalah Dongsaengnya.
"Hae, tunggu disini ne", ucap Sungmin pada Donghae yang didengar Leeteuk karena jarak mereka yang lumayan dekat. Hanya dihalangi satu kursi yang memanjang.
Leeteuk menatap namja yang sedang duduk itu dengan perasaan yang entah dia sendiri bingung. Apakah itu Donghae ku? Batin Leeteuk gelisah. Dia mau menghampiri nya tapi Leeteuk takut kalau itu hanya harapan kosong saja.
Donghae yang merasa kalau dirinya tengah diperhatikan, menengok kekanan dan kekirinya. Walaupun Donghae tak bisa melihat dia yakin kalau ada yang memperhatikannya sejak tadi. Bukankah perasaan orang yang buta lebih tajam?
Deg
Tatapan mata saat namja itu melihat-lihat dan tepat memandang lurus keara Leeteuk. Namun ada yang mengganjal dibenak Leeteuk kenapa namja itu hanya menatapnya saja.
"kenapa kau memperhatikan ku terus", tanya Donghae pada Leeteuk. Dan Leeteuk yang ditanyapun kaget pasalnya namja itu melihat kearah samping Leeteuk yang tentunya tak ada orang. Ada apa dengannya batin Leeteuk bingung.
"Yaa Lee Donghae. Mau kemana kau?", tanya Sungmin yang melihat Donghae akan pergi dari kursi yang didudukinya.
"aku hanya", Donghae pun bingung menjawab pertanyaan Sungmin.
"kkaja kita pulang", ajak Sungmin sambil menuntun Donghae.
Dan Leeteuk?
Leeteukpun kaget dengan apa yang tengah dia dengar. Orang itu memanggil 'Donghae'. Donghae nya kah? Leeteukpun hanya bisa terdiam memikirkan apa yang baru saja terjadi. Dongsaeng nya berada tepat dihadapannya. Leeteuk menemukannya.
"Teuki eomma mencarimu dari tadi. Dasar anak nakal", ucap eomma Kim yang membuat Leeteuk tersadar. Dan tanpa menjawab eomma Kim, Leeteuk berlari menyusul namja yang bernama Donghae tersebut. Bisa jadi kalau itu Donghaenya bukan? Dan dia pun tak menggubris teriakan eomma Kim tentunya.
.
.
.
"kkaja kita pulang", ajak Sungmin sambil menuntun Donghae untuk masuk kedalam mobil setelah membereskan barang-barang belanjaan. Sungmin memasangkan sabuk pengaman agar Donghae aman tentunya.
"hyung cepat. Aku sudah lelah", pinta Donghae pada Sungmin.
"ne ne", jawab Sungmin lalu berlari kecil kearah tempat pengemudi.
Mobil yang membawa Sungmin dan Donghae pun melaju meninggalkan tempat perbelanjaan tersebut.
"DONGHAE YA", teriak Leeteuk yang melihat mobil yang membawa Donghae melaju.
"hyung, seperti ada yang memanggilku", ucap Donghae.
"hanya perasaan mu saja mungkin", jawab Sungmin.
"baiklah"
Mobil itupun melaju meninggalkan Leeteuk yang terduduk lemas karena tak bisa mengejar Donghae.
.
.
.
Tebeceh
Sungguh sungguh saya merasa ceritanya makin aneh saja..
Dan merasakan seperti sinetron *korban sinetron* *plak*
Tapi baiklah sudah terlanjur dibuat wkwk..
Makasih ne yang udah mau meREVIEW dichap kemaren *kecup satu satu*
adanoe - - MasitaELF – xxx – Cutefish – arumfishy - Safa Fishy - Fishy Lover – Guest – Elfishy – nnaglow - Kim Haemi
di REVIEW lagi ne
dan bagi yang udah sempetin baca boleh REVIEW nya dong *pasangbadaeyes*
and then
gamsaHAE ~~
