MY STRONGNEST
.
.
.
CAST :
PARK JUNGSOO
LEE DONGHAE
AND
OTHER CAST
.
.
.
Semua tokoh milik kepunyaan diri mereka masing-masing
Saya cuman minjem doang
Tapi ini cerita punya saya hasil dari pikiran yang seberapa ini..
.
.
.
Saya balik lagi dengan cerita yang gak kalah menariknya *emg ada yang menarik.
No bash !
Jangan baca kalau gak suka
Walau ceritanya jelek minta sarannya ya reader tapi yang membangun.
Sepertinya akan end ini cerita, makanya alurnya aku buat cepet hehehe..
.
Disini anggep aja Leeteuk & Heechul seumuran
Kibum & Kyuhyun seumuran dibawah Leeteuk
Donghae yang paling muda
Ati-ati banyak typo(s) bertebaran
And then …
Happy Reading ^^
.
.
.
Bahagia? Tentu saja. Itulah yang saat ini tengah dirasakan oleh kedua saudara ini. Leeteuk dan Donghae. Mungkin bisa mereka katakan bahwa ini adalah hari yang benar-benar membahagiakan dari semua hari yang sudah mereka lewati.
Jelas saja, walaupun itu hari bahagia namun tak dijalani dengan bersama bukan bahagia namanya. Ingat, mereka bahagia bila bersama.
Senyuman manis yang selalu terpancar dari bibir keduanya tak pernah menghilang sejak tadi. Katakan mereka gila. Namun apa peduli mereka? Tak ada! Yang penting mereka bisa bersama.
Genggaman erat dari kedua tangan tersebut seperti nya enggan untuk berpisah walau sedetik saja. Takut akan hilang lagi eoh? Mungkin saja. Selama hampir berbelas tahunnya tak bersama. Apa kalian pikir akan ditinggalkan saja oleh keduanya. Tidak mungkin pastinya.
Mungkin saat ini yang dipikirkan mereka hanya ada bahagia mereka tanpa memikirkan yang lain lagi. Hanya berharap saja mungkin.
Namun tak dipungkiri Leeteuk bahwa masih ada yang mengganjal hatinya. Bukan mengganjal tentang Donghae tapi semua itu tentang Sungmin. Bagaimana seandainya dia tak bisa menerima semua ini? apakah dia yang harus kehilangan Donghae nya lagi?
Namun bolehkah Leeteuk sekali saja menjadi yang egois? Egois untuk mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan. Untuk Donghaenya, dongsaengnya.
"Teuki hyung", panggil Donghae memcahkan keheningan yang mereka ciptakan.
"ne Hae?", jawab Leeteuk yang tengah memandangi wajah Donghae. Manis pikir Leeteuk.
"benarkah ini?", tanya Donghae yang mungkin masih kurang percaya dengan semua kejadian ini. setelah sekian lama mencari, akhirnya bisa bertemu kembali.
"ne benar Hae. Apa Hae tak percaya ini Teuki hyung?", ucap Leeteuk yang masih memandang wajah sang dongsaeng.
"Hae percaya. Hanya saja", ujar Donghae.
"sssttt kita sudah bersama, jangan tanyakan apa-apa lagi ne", ucap Leeteuk.
Dan akhirnya ditaman itulah menjadi saksi mereka bertemu kembali. Melepaskan rindu yang dirasa. Menceritakan perjalanan hidup mereka yang harus terpisah. Kejadian-kejadian yang terjadi saat mereka bersama.
"jadi apa hyung bisa bertemu dengan Minnie hyungmu itu. Sepertinya kau lebih menyukainya", ucap Leeteuk yang diselingi dengan canda. Bukankah dia sudah tahu siapa Sungmin itu? Entahlah, hanya Leeteuk yang tahu.
"neee tentu saja. Aku memang lebih menyayanginya", balas Donghae.
"yasudah pergi saja dengannya", ucap Leeteuk.
"Hyuuuuung", rengek Donghae.
Dan Leeteuk tertawa dan semakin memeluk erat tubuh Donghae. Rindu dengan semuanya. Tak percaya kalau dia akan mendengar rengekan Donghae lagi. Seperti mimpi eoh?
Dan tawa bahagialah yang mereka berikan untuk satu sama lain.
.
.
.
"apakah kau akan meninggalkan hyung, Hae?", lirih Sungmin.
Dia tahu dan mungkin sangat sangat tahu. Bahwa mungkin Donghae akan kembali dengan sang hyung. Tapi haruskah secepat ini? Saat mereka benar-benar terikat satu sama lain.
"aaaarrrrggghhh!", jerit Sungmin.
Kecewa? Mungkin saja!
Adakah hal yang lebih menyakitkan dari ini? Detik-detik mungkin harus berpisah dengan Donghae? Katakan Sungmin egois. Apa pedulinya? Bukankah dia lebih lama merawat Donghae. Belasan tahun bersama. Lalu kenapa harus Leeteuk? Walaupun dia hyung kandung Donghae.
"dia dongsaengku", gumam Sungmin lirih.
Air mata yang tentu saja jarang keluar dari mata indahnya, sekarang meluncur bebas tanpa bisa dia bendung. Donghae begitu berharga baginya. Walaupun dia salah karena harus menyembunyikan Donghae.
Selama ini dia sembunyikan Donghae. Bukannya dia tak tahu kalau ada yang mencari Donghae. Dia sangat tahu. Tapi rasa egoislah lagi-lagi yang menang. Dia tutupi akses mengenai Donghae.
Berbohong pada Donghae kalau dia belum mengetahui dimana hyungnya. Padahal jelas-jelas dia sudah tahu. Bahkan lama semenjak perasaan bersalah yang menyelimutinya waktu itu.
Sungmin berfikir, Donghae adaleh pengganti sang dongsaeng nya Ryeowook. Mereka seumuran, mungkin juga sangat-sangat manja. Dan sangat membutuhkan Sungmin.
Hahahahahahaaa
Inilah yang mungkin hanya bisa Sungmin lakukan menertawakan kebodohannya selama ini. Seharusnya, waktu itu dia beritahu saja Donghae tentang hyungnya. Sebelum dia sangat-sangat menyayangi Donghaenya.
.
.
.
"jadi, Hae hanya tinggal berdua dengan Minnie hyung eeumm?", tanya Leeteuk.
"ne hyung. Minnie hyung sangat-sangat menyayangi Hae", ucap Donghae.
Mereka berdua pun memasuki rumah tempat tinggal Donghae dan Sungmin. Ada perasaan bersalah mungkin sekarang ini yang menyelimuti Leeteuk. Bukankah dia juga tahu betapa sangat sayang nya Sungmin pada Donghae nya.
"hyung tunggu sini", ujar Donghae.
"waeyo? Teuki hyung antar ne? nanti kalau Hae jatuh bagaimana?", ujar Leeteuk yang khawatir dengan Donghae.
"hyuuung. Aku tahu. Aku sudah mengingat semua tempat disini, aku sudah tinggal lama disini", ucap Donghae yang tak terima. Dan mungkin itu juga yang membuat Leeteuk terdiam. Merasa bersalah mungkin. Ya, benar kata Donghae. Mungkin dia sudah tinggal lama disini. Tapi dengan Leeteuk?
"mungkin Minni hyung sudah ada dirumah", gumam Dongha yang tentunya masih bisa didengar oleh Leeteuk.
Donghae pun memasuki rumah tersebut untuk mencari Sungmin. Dan meninggalkan Leeteuk yang dengan ekspresi yang sangat-sangat susah diartikan. Mungkin karena Donghae tak bisa melihat dengan jelas apa yang tengah dipikirkan Leeteuk sekarang.
Donghae memasuki ruangan yang sudah sangat dia hapal. Kamar tidurnya, kamar tidur dia dengan Sungmin. Donghae pun merasakan kalau memang benar Sungmin ada disana. Dari terdengar suara napas Sungmin. Tapi seperti Sungmin hyung nya tak dalam kondisi yang baik.
"Minnie hyung", panggil Donghae pelan. Takut mengganggu Sungmin. Namun tak ada suara Sungmin yang menyawut. Bukankah biasanya Sungmin akan langsung merespon.
"hyuung?", panggil Donghae lagi.
"ne Hae", jawab Sungmin akhirnya. Sungmin tak tahu apa yang akan dikatakan Donghae. Apakah dia akan bilang kalau dirinya akan pergi dengan hyung kandungnya? Entahlah? Pikiran Sungminpun kacau saat ini.
"ada yang ingin bertemu dengan hyung", ujar Donghae membuat Sungmin memperhatikan Donghae. Benarkah? Pikirnya.
"nugu?", tanya Sungmin pura-pura.
"temui saja hyung", jawab Donghae.
"baiklah. Kajja!", ucap Sungmin lalu menuntun Donghae untuk jalan bersama nya.
Tepat dugaan Sungmin. Saat dia sudah tiba dihalaman rumahnya. Dia melihat Leeteuk yang tengah tersenyum kearahnya. Apakah aku harus membalas nya? Pikir Sungmin.
Namun hanya wajah datar yang Sungmin berikan pada Leeteuk. Dan itu membuat Leeteuk memudarkan senyumnya.
"hyung", panggil Donghae.
"ne", jawab Sungmin dan Leeteuk bersamaan.
"hahahaha.", tawa renyah Donghae terdengar begitu riang. Dan membuat Leeteuk maupun Sungmin sangat-sangat senang. Hanya mendengar tawa Donghae yang begitu lepas sudah membaut keduanya bahagia tentu saja.
"maksud Hae, Minnie hyung. Itu dia Teuki hyung", ucap Donghae setelah sudah berhenti tertawa.
"Leeteuk-ssi", panggil Sungmin.
"ne Sungmin-ssi", jawab Leeteuk.
"YA! Kenapa hyung seperti canggung begitu", ucap Donghae yang kesal dengan kedua hyungnya itu.
"kami hanya baru bertemu Hae", ujar Leeteuk.
"kenapa tak menyuruh hyungmun masuk Hae", tanya Sungmin.
"tak apa Sungmin-ssi. Aku yang meminta disini saja", jawab Leeteuk.
Dan akhirnya, mereka mengobrol bersama. Tentunya hanya Donghae dengan Leeteuk dan Donghae dengan Sungmin. Leeteuk dan Sungmin? Mereka cukup mengerti dengan apa yang ada dalam pikiran mereka masing-masing.
.
.
.
Disini lah mereka. Leeteuk dan Sungmin. Setelah meminta izin Donghae untuk berbicara saja berdua. Ditempat yang tak ada orang lain selain mereka. Taman tempat bertemunya Leeteuk dan Donghae.
Sudah 30 menit setelah mereka sampai. Namun hanya suara-suara deru nafas mereka yang terdengar. Tak ada yang membuak pembicaraan sedikitpun. Canggung mungkin saja.
"Sungmin-ssi", ucap Leeteuk mencairkan suasana.
"ne", ucap Sungmin datar terkesan dingin.
"jadi..",
"aku tak akan menyerahkannya", potong Sungmin seakan tahu apa yang akan dikatakan Leeteuk.
"apa maksudmu?!", Leeteuk memandang wajah Sungmin dengan sama datarnya.
"kumohon Leeteuk-ssi. Jangan ambil Donghae dariku", ujar Sungmin sambil berlutut dihadapan Leeteuk. Leeteuk pun hanya bisa terdiam melihat apa yang tengah Sungmin lakukan padanya.
"kenapa kita tak coba merawatnya bersama? Pastinya Donghae akan bahagia tentunya. Bukankah ini yang dia inginkan?", jelas Leeteuk.
"dan secara perlahan dia akan melupakanku dan lebih memilih bersamamu", ketus Sungmin.
"Donghae bukan orang seperti itu", sangkal Leeteuk. Dia tak terima jika Donghae seperti itu. dongsaeng nya bukan orang seperti itu bukan? Dia tahu dongsaengnya.
"tahu apa kau? Aku yang belasan tahun tinggal bersama nya. Kami tumbuh bersama", ujar Sungmin.
Dan Leeteuk? Hanya bisa terdiam. Benar adanya. Dia hanya sebentar bersama dengan Donghae lantas orang yang ada didepannya ini sudah hidup lebih lama bersama dengan Donghae. Tapi bukannya Leeteuk mau berpisah dengan Donghae.
"buat apa kau mencarinya lagi? Kami sudah hidup bahagis berdua. Bukankah kau yang meninggalkan Donghae saat itu?", Sungmin pun menatap tajam Leeteuk yang hanya bisa menundukkan kepalanya.
"kau tak mengerti kami, Sungmin-ssi. Aku bukan meninggalkannya. Aku pergi untuk mencari makanan untuk kami makan saat itu", jelas Leeteuk.
"kau tak tahu bagaimana susah nya kami saat itu?" ucap Leeteuk yang telah menangis mengingat masa lalu yang sangat perih tersebut.
"dan kau pun tak pernah tahu bahwa aku akan selalu mempertahankan Donghae", ucap Sungmin dan meninggalkan tempat itu. Namun belum sempat Sungmin pergi dari taman tersebut.
Buaagh~
Leeteuk menarik Sungmin dan memberikan pukulan yang tidak terbilang pelan itu. Leeteuk hanya memukuli Sungmin dengan membabi buta. Emosi nya sudah tak bisa dia bendung lagi. Dia tak diizinkan untuk merawat Donghaenya.
Sungmin pun cukup pasrah menerima pukulan Leeteuk tanpa mau membalas seidikitpun. Padahal kalau dia bisa mungkin Leeteuk lah yang akan masuk rumah sakit karenanya.
Setelah puas memukul Sungmin, Leeteuk pun pergi meninggalkan Sungmin. Yang masih meringis menahan sakit. Tapi, sekali lagi Leeteuk sudah sangat tidak peduli.
"gomawo Leeteuk-ssi. Kuanggap itu adalah hadiah kau mau melepaskan Donghae untukku", ujar Sungmin.
"dalam mimpi mu Sungmin-ssi", ucap Leeteuk dingin dan meningglkan Sungmin yang tengah menahan rasa sakitnya.
Bukan rasa sakit karena tubuhnya yang terluka. Namun sakit karena dia akan berpisah dengan Donghaenya.
.
.
.
Donghae yang cemas menunggu kepulangan kedua hyung nya. Hanya bisa menunggu didepan halaman saja. Bukankah dia takut, akan terjadi sesuatu dengan keduanya.
"hyung", panggil Donghae yang mendengar gerbang tersebut terbuka.
"Hae? Kau belum tidur?", tanya Sungmin yang melihat Donghae masih berada diluar.
"aku menunggu kalian hyung", jawab Donghae. Dan Sungmin hanya bisa tersenyum getir mendengar semua itu. Kami? Atau hanya dia Hae? Pikir Sungmin.
"masuk Hae, diluar dingin", ajak Sungmin segera menuntun Donghae.
"Teuki hyung?", tanya Donghae.
"dia pulang Hae", jawab Sungmin. Dan membuat Donghae memudarkan senyumannya.
Sungmin yang melihat itupun menjadi resah. Sebesar itukah rasa sayangmun padanya Hae? Apa lebih besar dari rasa sayangku untukmu?
"Hae, apakah kau akan meninggalkan hyung?", tanya Sungmin pada Donghae saat keduanya sudah duduk dikasur mereka.
"anni. Kita akan selalu tinggal bersama hyung", ucap Donghae yang membuat Sungmin mengembangkan senyumnya.
"aku dan kedua hyung-hyungku", ucap Donghae lagi yang sangat antusias.
Dan tentunya jawaban Donghae membuat senyuman Sungmin langsung memudar dari wajahnya. Bukan bukan itu yang ingin didengar Sungmin. Harusnya Donghae mengetakan hanya ada aku dan Sungmin hyung.
"bagaimana jika hanya ada Donghae dan Sungmin hyung", tanya Sungmin memastikan.
"lalu Teuki hyung?" pertanyaan Donghae tersebut sudah sangat jelas dielinga Sungmin. Dan Sungmin tak terlalu bodoh untuk mengerti apa dari makna kata tersebut.
"jja tidurlah. Hyung nya bergurau saja. Kita tentunya akan selalu bersama ne", ucap Sungmin dan merebahkan tubuh Donghae. Dia selimuti tubuh Donghae dan menyanyikan lagu yang biasanya akan membuat Donghae cepat terlelap.
'apakah harus ada kita bertiga Hae?' batin Sungmin sedih.
.
.
.
Flashback Sungmin~
"hiks hiks hiks..huwaaa Wookie hiks hiks", tangisan pecah dari bibir anak kecil yang baru saja kehilangan sang dongsaeng. Didalam mobil itu hanya ada dia dan ahjussi nya. Ahjussi yang mendengar dan melihat Sungmin menangis hanya bisa menatap iba.
Sungmin kecil harus terpaksa kehilangan dongsaengnya karena perbuatannya. Tak menjaga sang dongasaeng dengan baik. Walaupun Sungmin masih kecil, dia mengerti apa yang tengah terjadi padanya.
"hiks ahjussi hiks Minnie mau bersama hiks Wookie hiks", ucap Sungmin yang masih menangis sambil menarik ujung jas ahjussi nya yang sedang menyetir.
"kita harus segera pulang, Minnie. Eomma dan appa Minni sudah sangat khawatir", tolak ahjussi itu secara halus. Pasalnya dia tak ingin Sungmin semakin menangis karena terus teringat sang dongsaeng.
"anni hiks! Minnie hiks ingin bertemu hiks dengan hiks Wookie", tangis Sungmin semakin kencang dan semakin menarik ujung jas tangan ahjussinya.
Ahjussi nya pun tak bisa berbuat apa-apa hanya penolakkan yang bisa dia berikan saat ini. dan terjadilah tarik menarik antara kedua nya. Sungmin yang terus menarik tangan ahjussi nya dan ahjussi itu tetap mempertahankan kemudi yang sudah sedikit oleng karena tarikan tangan Sungmin.
Dan tanpa kedua nya sadari dengan kecepatan mobil yang tidak dibilang pelan. Mereka melaju tanpa memperhatikan sekitar. Tengah ada seorang anak kecil yang sedang menyebrangi jalan tersebut hingga.
CKIIT~
BRAK~
Tubuh kecil itu terhempas akibat kerasnya terkena mobil yang melaju tersebut. Dan keduanya pun menjadi semakin panik. Karena kelalaian keduanya, mereka jadi menabrak seseorang.
"ahjussi", ucap Sungmin yang sudah sangat ketakutan.
"Minnie, tunggu disini ne. ahjussi yang akan melihatnya", ahjussi itu pun turun dan kembali masuk kedalam mobil membawa tubuh yang sudah bersimpah darah.
"hiks hiks ahjussi", tangis Sungmin pecah ketika melihat tubuh kecil tersebut yang sudah banyak darah.
"Minnie tenang ne. Kita akan membawa nya kerumah sakit", ucap ahjussi itu menenangkan dan segera bergegas menuju rumah sakit.
Dan tentunya Sungmin melihat seoarang anak kecil lainnya tengah berlari dan memanggil manggil nama seseorang. Lee Donghae.
Sesampainya mereka dirumah sakit. Ahjussi segera membawa tubuh kecil itu segera memasuk ruang ICU. Dia juga takut akan terjadi hal yang sangat buruk pada anak itu.
Setelah menunggu sekian lamanya. Akhirnya pintu ruangan operasi itu terbuka dan menampilkan dokter beserta suster yang membawa baju anak kecil tersebut.
Sungmin yang hanya bisa menangis karena takut mencoba menghalangi sang suster dan meminta baju tersebut. Suster yang sudah sangat kasihan dengan Sungmin yang daritadi terus menangis tersebut memberikannya.
"hiks Lee Donghae hiks", ucap Sungmin disela isakannya setelah melihat nama yang tertera dibaju tersebut.
Dan Sungmin yang masih kecil harus mendengar ahjussi nya berkata bahwa anak tersebut mengalami pendarahan otak yang menyebabkan syaraf-syaraf matanya tersebut putus. Dan bisa jadi mengalami kebutaan *sumpah ini saya ngarang*.
Dan ketika tahu Donghae benar-benar kehilangan penglihatannya. Saat itulah Sungmin berjanji untuk selalu menjaganya walau dalam kondisi apapun.
.
.
.
"jadi kau akan membiarkan Donghae tetap bersama dengan Sungmin-ssi itu!", ucap Heechul marah. Bagaimana tidak? Saat mereka sudah benar-benar bertemu dengan Donghae. Leeteuk datang dengan wajah penuh bersalahnya. Takut jika memisahkan Donghae dengan Sungmin. Alasan macam apa itu?
"jawab aku!", desak Heechul.
"hyung", lerai Kibum yang sedari tadi hanya bisa menjadi pendengar antara kedua hyung nya tersebut itu.
"aku juga ingin bersama Donghae, Chulie", ucap Leeteuk akhirnya.
"lantas kenapa tak membawa nya pulang", ucap Heechul yang masih sedikit kesal dengan Leeteuk.
"kau tidak tahu, bagaimana keadaannya", ujar Leeteuk yang kembali merenung.
"dan kau tak tahu bagaimana perasaan Donghae. Dia membutuhkan mu Teuki", jelas Heechul yang sudah mulai tenang.
"entahlah? Aku lelah. Aku akan tidur sebentar", Leeteuk pun segera meninggalkan Heechul dan Kibum yang tengah bingung memperhatikan tingkah Leeteuk. Sesusah itukah untuk bersama Donghae? Batin keduanya pilu.
.
.
.
"tak bisa kah kita tetap tinggal disini?", tanya Sungmin yang sedang membantu Donghae mengemas barang-barangnya.
"Minnie hyung, kita akan tinggal bersama bukan. Dan Hae ingin kita tinggal bersama di tempa Teuki hyung", jawab Donghae yang kini mulai meraba wajah Sungmin.
"tapi hyung ingin Hae tetap disini!", ucap Sungmin masih merasakan tangan Donghae yang membelai wajahnya.
"bukankah kita akan tinggal bersama? Dirumah Teuki hyung?", tanya Donghae yang bingung dengan ucapan Sungmin.
"kita tetap bahagia bukan hanya berdua. Minnie hyung dan Donghae tanpa ada yang lain", ujar Sungmin.
"tapi hyung",
"Hae tidak meyayangi hyung eoh? Hae ingin meninggalkan hyung setelah bertemu dengan Teuki hyungmu itu eoh?", ucap Sungmin yang sudah kehilangan kesabarannya.
Donghae yang merasa terkejut hanya bisa diam. Dia tak pernah mendengar Sungmin yang bebicara seperti ini. bukankah Sungmin juga sangat senang kalau dirinya bisa bertemu dengan sang hyung. Kenapa jadi seperti ini?
"hyung", panggil Donghae takut. Sungmin yang tersadar mendengar suara Donghae menjadi merasa bersalah. Bukan ini maksudnya. Dia hanya ingin Donghae tetap bersamanya. Salahkah dia?
"mian Hae.. mian. Hyung hanya takut Donghae melupakan hyung", ucap Sungmin sambil memeluk Donghae. Menenangkan Donghae yang sepertinya kaget.
"hyung", ucap Donghae sambil mencoba membawa wajah Sungmin kearah wajahnya.
"aku akan bersama hyung sampai kapanpun. Hae tidak akan meninggalkan hyung walaupun ada Teuki hyung. Hyung juga sudah menjadi bagian hidup Hae", jelas Donghae.
"disini, ada Teuki hyung dan Minnie hyung", ucap Donghae sambil membawa tangan Sungmin kedadanya tepat jantung nya berada.
Dan Sungmin hanya bisa menangis mendengar kata-kata Donghae. Apakah dia egois? Tidakkah dia diizinkan untuk berdua saja dengan Donghae?
'Mianhae Donghaeya', batin Sungmin lirih. Entah kata maaf yang ditujukan untuk Sungmin itu apa? Apakah dia sudah mengikhlaskan Donghae bersama hyung aslinya atau ada yang lain? Diapun tak tahu apa yang akan dia lakukan lagi.
.
.
.
Dilain tempat, dan mungkin waktu yang tidak bersamaan. Karena disini pagi telah menjelang. Walaupun banyak yang masih tertidur di jam-jam sekarang ini. Namun tak menyurutkan untuk dia atau kita panggil saja Leeteuk. Leeteuk sudah bersiap-siap akan menjemput Donghae.
Bukankah ini kabar yang sangat menggembirakan buatnya dan bahkan juga buat keluarga Kim tentunya. Leeteuk memutuskan memberitahu eomma dan appa Kim kalau dia sudah menemukan Donghae. Karena dia sudah yakin kalau Donghae akan tinggal kembali dengannya.
Maka dari itu sejak jam 6 pagi, Leeteuk sudah bersiap-siap untuk Donghaenya. Padahal mereka berjanji sekitar jam 9. Namun itulah Leeteuk dia tak ingin mengecewaka Donghae nya.
Bilang saja Leeteuk berlebihan. Namun dia tak peduli. Karena yang terpenting adalah sang dongsaeng.
Leeteuk tak menyangka kalau secepat itu Sungmin akan memperbolehkan Donghae untuk bersama lagi. Tentu kabar yang sangat menggembirakan bukan? Tentu saja!
Ternyata memang benar dugaan Leeteuk, Sungmin memang orang yang baik. Dia hanya tidak ingin berpisah dengan Donghae itu saja. Tapi Leeteuk bukannya tak akan tak mengizinkan mereka bertemu. Dia sangat-sangat mengizinkan itu.
Bukankah lebih indah jika bersama-sama. Dia, Donghae dan Sungmin tentunya. Akan lebih indah tentunya. Donghae akan senang mendapatkan kasih sayang yang sangat melimpah dari hyung-hyungnya tentu saja.
"kau bahagia sekali, Teuki", ejek Heechul yang sudah melihat Leeteuk terlihat rapih. Heechul juga senang mendapatka berita bahwa Donghae akan tinggal lagi bersama mereka.
"tentu saja, anak eomma akan berkumpul lagi. Bahkan bertambah", ucap eomma Kim bahagia. Apalagi mengingat bahwa ada Sungmin yang akan ikut tinggal bersama mereka.
"gomawo", ucap Leeteuk pada eomma Kim.
"kalian semua anak eomma", ujar eomma Kim sambil memeluk Leeteuk. Anak yang sangat dia banggakan.
"kau tidak berterima kasih padaku eoh?", sindir Heechul pada Leeteuk.
"kau juga Chulie. Gomawoyo", ucap Leeteuk dan memeluk Heechul.
"hahah kalian anak-anak eomma", eomma Kim memeluk keduanya dengan perasaan yang sangat senang.
"kajja kita sarapan. Dan segera menjemput Donghae. Eomma ingin cepat-cepat bertemu dengannya lagi", ajak eomma Kim pada kedua anaknya tersebut.
Akhirnya pagi itu keluarga Kim sarapan dengan perasaan yang sangat bahagia. Karena sebentar lagi mereka akan berkumpul lagi bersama-sama. mengulang kembali kebahagiaan yang dulu sempat tertunda.
.
.
.
Dengan langkah yang sangat pasti, Leeteuk keluar dari mobilnya. Menuju pagar yang menjulang tinggi. Tempat Donghaenya. Sebentar lagi mereka akan kembali bersama.
Senyum terus terkembang dari bibirnya. Memperlihatkan betapa bahagia nya dia saat ini. Tentu saja, dia akan bertemu dan membawa Donghae untuk tinggal bersama.
Leeteuk berjalan dengan langkah yang sangat gembira. Terus memperhatikan pagar dimana sang dongsaeng tengah menunggunya. Menunggu itu tinggal kembali bersama dengannya.
Saat sampai disana, Leeteuk mencoba membuka pagar yang tentu saja tidak dikunci. Entahlah? Atau memang perasaan Leetek saja yang bimbang. Kenapa pagar rumah Sungmin tak terkunci? Atau itu memang sengaja karena tahu bahwa dia akan datang.
Tanpa menunggu lagi, Leeteuk berjalan memasuki rumah mewah tersebut.
Tok
Tok
Tok
Leeteuk mengetuk pintu yang kini ada didepannya. Menunggu dengan sabar sampai sang dongsaeng membukakan pintunya. Menyambut dengan senyuman bahagia tentu saja.
Namun setelah berbelas menit Leeteuk menunggu. Tak ada satupun yang membuka pintu mewah tersebut. 'apakah ketukan ku tak terdengar' pikir Leeteuk.
Tok
Tok
Tok
Leeteuk mengetuk lagi pintu tersebut dan agak sedikit lebih keras. Mungkin saja orang didalam tak mendengar dia mengetuk pintu. Namun perasaannya kalut saat tak ada juga yang membuka pintu tersebut.
Ceklek~
Pintu tersebut terbuka saat Leeteuk membukanya. Tak dikunci?
Perasaan Leeteuk menjadi tak tenang. Dia mulai menerobos rumah mewah tersebut. Tak dipedulikan rasa sopannya karena dia belum diizinkan masuk. Tapi apa pedulinya?
"Hae! Donghae-ya!", teriak Leeteuk didalam rumah tersebut.
Leeteuk berlari menyusuri ruangan yang ada ditempat tersebut. Mencari keberadaan Donghae dan Leeteuk. Namun nihil! Tak ada satupun orang disana. Dan Leeteuk menjadi sangat-sangat kalut.
"Sungmin-ssi! Lee Sungmi!", teriak Leeteuk memanggil sang pemilik rumah. Namun tetap saja tak ada jawaban.
Hingga dia menemukan kamar yang tertutup rapih. Mungkin ini kamar Sungmin atau Donghae pikir Leeteuk.
Dan dia membuka pintu tersebut. Dan lagi-lagi tak ada orang disitu. Semuanya kosong. Tak ada apa-apa dirumah ini. apa Sungmin membohonginya? Apa Sungmin membawa Donghae? Apa Sungmin menipunya?
"apa maksudmu Lee Sungmin!?", teriak Leeteuk yang sudah sangat-sangat frustasi.
Sungmin membawa Donghae. Dan dia tidak tahu itu dimana? Apakah dia ditipu dengan ucapan manis Sungmin.
Tanpa membuang waktu percuma, Leeteuk segera pergi dari tempat itu. Mencari keberadaan Donghae. Tapi langkah nya terhenti saat melihat kertas yang berada dicermin meja rias tersebut.
Sampai dia baca isinya.
Kau pikir aku benar-benar akan membiarkanmu bersama dengan Donghae? Hanya dalam mimpimu saja Kim Jungsoo anni Lee Jungsoo ! Donghae hanya bahagia dengan ku tentunya, hyungnya Lee Sungmin.
Jaga dirimu baik-baik nde! Kami akan pergi! Mungkin selamanya !
Lee Sungmin.
"SIALAN KAU LEE SUNGMIN!", teriak Leeteuk marah dan meremas kertas yang ada ditangannya. Dia tak percaya bahwa dia akan ditipu oleh Sungmin.
"Kau akan mati, Lee Sungmin", ucap Leeteuk dengan suara datarnya.
Leeteuk pun pergi dengan perasaan yang sangat-sangat marah. Marah akan Sungmin yang sudah menipunya.
.
.
.
Tebeceeehhh!
Akhir nya chap ini seleseh ,
Makin gajeh kah? Sinetron kah?
Tapi yang penting saya sudah lanjutin, hehehehe..
Makasih banyak banyak dan buanyaaaaaak yang masih mau REVIEW ini cerita~
Yang faporit sama mollow juga jeongmaaal gomawo ne~
Dan bolehkah saya meminta para reder yang sudah membaca, untuk memberikan REVIEW nya *mumpung lagi bulan puasa loh* *buat baik banyak banyak*
And then
gamsaHAE~~~
