Konnichiwa, Minna-san! Saya Lisian Clyne The Night Fairy kembali untuk menghibur Reader tachi. Karena respon dari Reader tachi yang membahagiakan saya akan lanjutkan fic gaje ini ^^". Oh ya.. dari pada berlama-lama lebih baik langsung saja ya ^^ jadi mohon Review-nya agar saya bisa tahu apa kekurang maupun keanehan dalam fic ini. Saa.. dousoo! HAPPY READING! ^^

Rated : T

Genre :

Romance/Humor/Fantasy/Supernatural/Friendship/Mystery

Warning :

Crossover mode, OC,Shounen-ai, gaje, gak nyambung berlebihan

Ano... Don't like don't read! Sumimasen A"

Pair :

SasuNaru, Naruxxx, Sasuxxx

Ini pair crossover ya ^^"

Summary :

Aduh gimana ya... Langsung aja ya di baca ^^"

Disclamer :

Semua charaters di sini bukan milik saya *pundung di bawah meja OSIS (?)*

Song yang di pergunakan juga bukan *makin pundung (?)*

Story By :

Lisian Clyne The Night Fairy

The Song Street In Inside Jail of Darkness

Chapter 02 : Being battle with Devil Solider

Seminggu telah berlalu setelah ke datangan Lacus ke Perguruan Konoha, Naruto mulai mendapat ke untungan dari keberadaan* Lacus di kelasnya tapi dengan tanda petik.. reader mengertikan apa maksud saya (author pasang senyum tanpa dosa *plakk*). Ya, Reader tachi benar, tanda petik eh.. maksud tanda bintang itu *plakk* ^^" maksudnya ****************** (Reader : OI... KOK DI SENSOR?, Author : Soalnya kalau Sasuke tau bisa kebunuh saya eh.. Naruto-sama juga .lll).

Back to Story

Setiap kali ada mata pelajaran Naruto langsung saja menyeret coverboy (?) kita (?) (Author : KITA? LOE AJA KALIK GUE NGGAK *dipukulin fans girls Sasuke*author bonyok* T^T). Maksud saya Sasuke masuk ke kelompoknya (kalau ada tugas diskusi) si Sasuke sih EGP saat masuk kelompoknya Naruto tapi begitu Naruto meminta Lacus ikut juga maka sudah dapat di pastikan Sang Tuan Perfect.. INGAT... PERFECT!(Reader : Biasa aja kalik! Nggak usah pakai Bolt pula!) langsung terbelalak sampai mata onxy-nya mau lepas (?) dari tempatnya, itu pun terjadi saat makan siang di atas atap sekolah Lacus pun Naruto ajak ikut makan siang bareng (pasti sama Sasuke). Jadi kalau Naruto ada Sasuke selalu aja dapat 'sesuatu' yang menyulitkan (Author : Malang niyan nasib kamu Sasuke.. hiks.. :') , Sasuke : OI.. APA-APAAN SENYUMAN MU ITU? *ngamuk mode*).

Ruang Musik jam pelajaran terakhir -

"Hari ini penilaian musik classic jazz pop, maju berdasar undian! Dari tiga kotak ini ada nomor yang sama dengan kata lain yang mendapatkan nomor yang sama sekelompok" kata Asuma-sensei (Reader : Sejak kapan dia bisa musik? *sweatdrop*) dengan begitu santai.

Sementara murid-muridnya~~ ^^"

"EEEEEEEE...?" dengan kata lain mereka tak setuju (kecuali Sasuke yang berpikir kesempatan lepas dari jerat jaring ke jailan ((hah? Emang ada ya jaring begituan? *plakk*)) si Dobe, sedangkan Lacus.. hanya ambil sisi positifnya aja maksudnya dia cuma happy-happy aja). Nah.. tapi bagi cewek-cewek ini kesempatan bisa sekelompok dengan Sir Super Keren Sasuke yang terkenal sampai keseluruh dimensi (?).

Di taman bunga belakang astrama lebih tepatnya dimana segel itu berada. Seseorang sedang mendekat kearah segel itu.

"Hmm.. jadi ini yang menyegel 'inkarnasi ku' " sebuah senyum sinis bertengger manis di wajah orang itu. Dia membacakan sebuah sesuatu (hah? Ayat kursi ya? *plakk*) sebuah mantra yang cukup untuk membuat retakan kecil di segel itu.

KREKK

Benar. Sebuah retakan kecil terbentuk di salah satu bagian segel itu dan lagi-lagi orang itu tersenyum sinis.

Sementara itu di sebuah tempat yang entah di mana-

Seseorang duduk di sebuah kuris yang begitu tinggi bagaikan kuris seorang raja. Ya, memang kuris itu kuris untuk seorang raja dan yang sedang duduk disana adalah...

King Evil Of Darkness

Dia menatap bosan apa yang ada di dunia fana cerah dan damai. Hingga sebuah interupsi terdengar.

"King Evil , Raja Kami Yang Indah" kata salah seorang kesatria kegelapan yang sedang menghadapnya.

"Apa mau mu?" balas nya datar.

"Sebuah retakan kecil terbentuk di segel Utara, Wahai Raja Kami Yang Indah" kesatria memberitakan hal yang cukup menarik.

'Hmm.. 'reinkarnasi ku' kau hebat bisa membuat celah kecil itu' batin King Evil dengan nada yang mungkin bisa di sebut bangga.

"Kalau begitu siapkan beberapa prajurit untuk keluar dan lakukan penyerangan skala kecil ke dunia fana" titah sang King Evil langsung di laksanakan tanpa banyak bicara.

Kembali ke dunia fana di tempat segel Utara, orang itu masih di tempat itu bersandar di sebuah pohon tua yang besar. Seakan tak puas melihat kerjanya, dia kembali berjalan mendekati segel itu.

Dia tangannya sudah ada sebilah pedang yang bilah pedangnya begitu bening bagaikan kaca tapi bukan kaca melain kan kristal yang di asah dengan begitu lihai oleh seorang pengerajin pedang, pedang indah yang bening dan setajam bukan melebihi ketajaman pedang lain. Di arahkannya pedang itu ke arah tangan kirinya.

TESS TESS

Bercak darah. Ya, darah segar keluar dari tangan kirinya. Senyuman itu kembali muncul, di teteskannya darah itu ke segel itu.

"ATAS NAMA DARAH KETURUNAN RAJA KEGELAPAN, BANGKITLAH BERSAMA KEABADIAN WAHAI PENGIKUTKU! " darah nya menguap ke langit membuat langit berubah menjadi mendung.

"Dengan begini akan lebih menarikkan, Angel... bukan My Princess of Light"

Back to Ruang Musik-

"Nee.. Teme, nasib mu sedang sialkan... he..he..he.." kata Naruto dengan cengiran khasnya.

"Cih.. Berisik kau, Dobe" Sasuke menanggapi dingin ejekkan Naruto, ya apa boleh di kata mungkin memang benar apa yang di katakan Naruto karena Sasuke kembali harus bersama Naruto dan Lacus untuk penilaian musik kali ini. Mungkin kalau saya jadi Sasuke saya akan berkata "Apes.. apes.. Apa si Dewa kesialan sedang menempel kepada ku? Nasib.. Nasib..." di tambah dengan nangis gaje gitu *di chidori Sasuke sampai gosong*

"..." Lacus Cuma mematap keluar jendela dengan tatapan serius. 'Segelnya retak? Bagaimana mungkin? Jangan-jangan... I-ini gawat' batin Lacus.

"Nah.. kelompok 7, silahkan maju" perintah Asuma-sensei, membuyarkan lamunan Lacus. Sasuke ambil posisi di piano, Naruto ambil posisi keyboard, dan Lacus sebagai vocalis.

"Yak, MULAI!"

Naruto dan Sasuke mulai memainkan musik, Lacus mendengarkan nada-nada itu secara seksama menanti saat untuk nya bernyanyi.

'Sekarang!'

Kahosoi hi ga

Kokoro no haji ni tomoru

Itsu no manika moe

Hirogaru netsujou, Watashi no chou

Fukisoku ni tobi mawari

Anata no te ni rinpun wo tsuketa

Semua orang tercengan, mana mungkin mereka tidak kaget sedari tadi Lacus, Sasuke dan Naruto hanya bercanda saja tanpa membahas lagu, nada, pembagian waktu yang di perlukan, temo lagu benar-benar permainan dewa yang begitu hebat. Sasuke dan Naruto masih sibuk dengan musik mereka, Lacus masih bernyanyi tanpa kesalahan sedikit pun. Sedangkan pikirannya melayang ke suatu tempat ya.. tempat Segel Utara. Lacus melihat keluar jendela lagi dan...

'A-apa-apaan itu? Kenapa langit jadi hitam pekat?' mata Lacus terbelalak lebar.

POKK POKK POKK POKK POKK POKK

Suara tepuk tangan dari seluruh siswa kelas satu Kejuruan Umum satu dan Asuma-sensei membuat Lacus melihat kearah kericuhan (?) itu.

"Hebat sekali kalian!" kata teman-teman mereka.

"Kerja bagus, Lacus-chan!" kata Naruto penuh semangat.

"Hai.. Arigato gozaimasu, Naruto-san" kata Lacus dengan senyum. Sasuke tersenyum tipis, tiba-tiba Lacus menghampirinya.

"Apa?" Sasuke mencoba untuk tidak salting sendiri.

"Permainan piano yang terdengar elegan dan indah sekali, Sasuke-san" puji Lacus plus senyum tulus.

"Hn.. Terima kasih, suaramu juga sama indahnya" Sasuke juga melakukan hal yang sama.

"Ara.. Arigato"

"Suit.. Suit.. " Naruto kembali menggoda Sasuke. Dan kembali ricuh seperti biasa.

Di luar kelas -

"Lagu pembuka yang indah untuk memulai pertarungan demi dunia fana ini" kata orang yang tadi ada di Segel tadi. Lacus melangkahkan kakinya kearah pintu keluar, dia merasakan ada seseorang di balik pintu itu dan menutuskan untuk membukanya.

"Iyakan, My Princess?"

JDERRRRR

Suara dan cahaya kilat membuat suasana ramai akan teriakan para siswi. Mata Lacus terbelalak melihat orang itu berdiri tepat di depannya. Seorang cowo bermata amethysh yang memasang senyum manis kepada Lacus di koridor yang gelap gulita.

"Ano... Anda siapa ya?" tanya Lacus dengan wajah sedikit pucat.

MATTA JIKAI... ^^

Pasukkan skala kecil kegelapan muncul di dunia fana? Siapa nama cowo yang ada di depan Lacus? Siapa dia sebenarnya? Pertarung yang mungkin tak ada akhirnya sudah di mulai? Bagaimana cara Lacus mengalahkan kegelapan? Ara... nanti kan jawabannya di chapter depan ya ^^. Please REVIEW, MINNA-SAN!

Author : HUE... *nangis gaje*

Reader : Kenapa kau nangis (mana gaje pula) ?

Author : Fic.. hiks..

Reader : Emang napa?

Author : KENAPA ENDDING NYA JADI HORROR GINI? HUAAA... *nangis guling-gulingan*

Reader : *gubrak*anime style* KAMI PIKIR APAAN? TERNYATA HAL NGGAK PENTING! *sewot*

Author : Hiks.. Review please *pundung*