KITTY SUHO 2

Pairing : Krisho

Genre : yaoi, romance

Length : chap 2

SEQUEL KITTY KITTY BABY

DEPO LDH

BRAAAK

Pintu ruang kesehatan terbuka dengan suara keras, maksudku di buka dengan keras. Semua mata menatap ke satu titik, objek yang sedari tadi menjadi pusat perhatian melangkah dengan suara pelan tapi mengintimidasi.

"Kalian bisa pergi dari sini sekarang" Suara berat milik Kris membuat ke-empat orang yang berada di dalam ruangan merinding seketika "Sudah cukup kalian menyeret Suho sampai disini"

Mau tak mau ketiga namja yang menyebabkan Suho hingga berada di ruang kesehatan akhirnya beranjak pergi.

"Mianhee"Chanyeol menggumam di iringi langkah Sehuun dan Kai di belakangnya

Tinggal Kris dan Suho yang ada di dalam ruangan. Ternyata Suho bisa mengeluarkan tatapan menusuk juga, tapi tatapanya di hadiahkan untuk Kris karena namja berwajah kesal itu telah mengusir teman-temanya.

"Aku membencimu" Kris kaget. tentu saja. Siapa yang tak kaget bila di hadiahi ucapan seperti itu "Kenapa kau mengusir mereka?"

"Mereka membuatmu begini"

"Bukan salah mereka, Aku sendiri yang jatuh"

"Oke...kau sendiri yang jatuh. tapi mulai sekarang jangan bermain lagi dengan mereka"

"Waaaae? Ughhh...aku benar-benar membencimu, pergi dari sini Tuan Kris Wu" memangnya sejak kapan Suho memanggil Kris dengan nama Kris Wu saja? Ia selalu memanggil nama Kris terlalu lengkap dengan panggilan 'Wu Yi Fan Kris'

Kris menghela nafas dan berbalik "Terserah Kau saja" dan meninggalkan Suho yang berselimutkan dari ujung kaki sampai ujung kepala.

Yang terjadi sebenarnya adalah, Suho bermain basket yang menjadi rutinitasnya akhir-akhir ini, dengan teman-teman yang dulu sempat menculiknya. Mereka bermain di lapangan Basket sekolah saat istirahat, Lalu seorang namja memberi kabar pada Kris jika kekasihnya jatuh di lapangan basket dan di bawa ke ruang kesehatan. Oh ayolaaaah...Kris pasti marah, dan memang benar.

Lutut Suho berdarah karena celana seragamnya ikut robek ketika terjatuh, bukan terkilir hanya mengeluarkan darah ketika lututnya bersentuhan dengan lantai basket yang keras.

...

Suho tak mengikuti sisa pelajaran setelah ia melakukan aksi marahnya pada Kris. Chanyeol, Kai dan Sehuun sebenarnya ingin menghampiri Suho tapi mereka benar-benar takut pada kekejaman namja yang dulu pernah menjadi kapten di tim basket mereka.

Suho pasrah berjalan sendiri menuju kelas, karena bel pulang sekolah sudah berbunyi dari setengah jam yang lalu. Ia sengaja memang pulang lebih telat, biar tak perlu melihat wajah Kris karena Kris bukanlah orang yang suka menunggu, dia lelaki dengan ketepatan waktu 100%.

Langkahnya berhenti tepat di depan pintu kelas, matanya memandang tajam pada orang yang masih berada di kelas. Suho benar-benar mengabaikan tatapan Kris yang di berikan untuknya, yang terpenting dia mengambil tas, pergi dan pulang sampai di rumah.

"Kita pulang bersama" Kris ikut berdiri, memaksa menggenggam salah satu tangan Suho

"Aku bisa sendiri" tapi Kris tak pernah menerima penolakan, ia tetap menggenggam tangan orang yang menumpang di rumahnya sejak beberapa bulan yang lalu.

...

Suasana meja makan terasa canggung, tak sehangat biasanya. Tak ada ucapan-ucapan mesra, tak ada kalimat menggoda yang di lontarkan satu sama lain, bahkan tak ada nada mengganggu yang akan meneriakkan nama 'Wu Yi Fan Kris'

"Kau masih marah padaku?" akhirnya ada juga yang membuka suara. Kris sadar kalau sikap kekanakan Suho lebih dominan, jadi ia harus benar-benar sabar dan mengalah

Oke...Suho sama sekali tak mau menjawab atau menanggapi ucapan Kris

"Terserah kau saja" lagi-lagi kalimat itu, membuat Suho menelungkupkan kepalanya di meja makan setelah kepergian Kris ke dalam kamar.

"Wu Yi Fan Kris Pabbbo" Gumam Suho sedih

Malam ini mereka tak tidur sekamar, Suho memilih tidur di sofa depan TV, membiarkan Kris menguasai kamar sendirian. Biasanya mereka akan bertengkar dan merebutkan siapa yang akan tidur di kamar yang pada akhirnya akan berujung dengan tisur berdua, tapi tidak kali ini.

Hari menunjukkan tengah malam, perlahan pintu kamar Kris terbuka dari dalam. Si pemilik kamar keluar, melangkahkan kakinya sepelan mungkin agar tak menimbulkan suara. Ia berjongkok menatap namja yang sedang tertidru di sofa dengan posisi kurang nyaman dan wajah yang terlihat muram meskipun tidur.

Tanganya terangkat untuk mengusap wajah putih mulus milik Suho, perlahan ia menyingkap selimut dan menggendong Suho masuk ke dalam kamarnya. Semarah apapun Kris pada Suho, tetap ia tak akan pernah tega membiarkan namja yang selalu heboh itu terlihat sedih.

"Aku tahu kalau aku jahat, tapi aku hanya mengkhawatirkanmu. Selamat malam Kim Jongmyeon" Kris ikut berbaring dan memeluk Suho dalam dekapanya.

...

Suho mendudukkan dirinya di kursi meja makan, saatnya untuk sarapan sebelum ke sekolah dengan Kris yang sudah duduk mendahuluinya, entah sejak kapan.

"berhentilah memasang tampang seperti itu aku tak suka" Suho tak jadi memasukkan roti ke dalam mulutnya, hanya memandang Kris dengan raut wajah entah bahagia atau bingung "Kemarilah!" kemarilah yang di maksud oleh Kris adalah agar Suho mendekat ke tempat dimana ia duduk.

Suho mendekat dengan kaki yang terasa sakit, dan Kris menariknya hingga Suho terduduk diatas pahanya.

"Jangan marah lagi! Dan maafkan aku"Suho yang tadinya menatap meja akhirnya berbalik dan menatap wajah Kris yang begitu tampan. Oh...dengan wajah setampan ini jelas saja kalau Suho luluh

"Aku merindukanmu" Suho melingkarkan tanganya di leher Kris, kepalanya bertumpu pada bahu Kris yang hangat

"Aku juga merindukanmu, merindukan Kim Jongmyeon yang mirip dengan Tiffany" Kris balas memeluk Suho yang masih ada di atas pangkuanya.

"Ayo kita berangkat! Nanti terlambat" Suho beranjak dari paha Kris yang nyaman, di ikuti Kris di belakangnya.

Kris menggenggam tangan Suho dan menariknya untuk mengikuti kemana kaki Kris melangkah. Mereka sedang tidak menuju pagar rumah tetapi ke arah gudang. Dan kalian bisa melihat wajah Suho yang benar-benar menampakkan binar takjub.

"Wu Yi Fan Kris...be-benarkah Ki-kita" Yeah...akhirnya Suho kembali memanggil Kris dengan sebutan kesayanganya, membuat si pemilik nama bisa bernafas lega karena keadaan kembali seperti semula.

Sebenarnya benda apa yang di lihat Suho hingga matanya berbinar terang dan mau memanggil Kris dengan nama Lengkapnya? Pasti kalian tahu

Itu benda yang sangat di inginkan Suho untuk di naiki ketika berangkat ke sekolah. Sepeda motor hitam milik Kris yang katanya si pemilik lupa bagaimana mengendarai.

"Benarkah kita akan-" Kris sudah mengangguk terlebih dulu sebelum Suho menyelsaikan kalimatnya "Jadi Kau sudah ingat bagaimana mengendarai benda ini?" kalau melihat ekspresi Suho kali ini orang pasti menyangka dia bodoh, dia tak ingin menggoda Kris dengan pertanyaanya, ia memang benar-benar bertanya tentang kemampuan Kris mengingat bagaimana mengendarai motor besar hitam keren ini.

"Tentu saja" Kris mengecup dahi Suho sekilas sebelum memakaikan helm ke atas kepala namja mungil tersebut

"Kenapa tiba-tiba ingin naik motor ini? Kemarin kau masih tak mau" Suho iseng bertanya setelah keduanya berada di atas motor dalam perjalanan ke sekolah, Suho memeluk Kris dari belakang dan Kris hanya tersenyum memfokuskan pandanganya ke depan

"Kakimu kan sakit" sayup-sayup Suho mendengar ucapan Kris dan malah semakin mengeratkan pelukanya

"Gommawo"

...

Saat istirahat berlangsung, di luar jendela terlihat tiga namja yang mencoba menyembunyikan diri tapi tetap saja terlihat karena postur tubuh yang menjulang. Tak perlu melihat wajah mereka agar Kris tahu siapa namja-namja tersebut, dari potongan rambut saja Kris tahu. Mereka Chanyeol, Kai dan Sehuun, namja-namja yang tak pernah lelah melakukan hal bodoh di mata Kris.

Kedatangan mereka bertiga sebenarnya ingin mengajak Suho ke lapangan basket, tapi karena kemarin sempat di ancam Kris ketika di ruang kesehatan akhirnya mereka takut untuk mengajak Suho lagi. Namun Sehuun dari tadi tetap memaksa katanya kalau taka da Suho rasanya aneh, padahal Suho hanya penggembira tak bisa bermain basket bahkan yang tingkat dasar.

"Kurasa ada yang mencarimu" Suho menoleh ke depan pintu kelas, tapi tak ada siapapun, Kris memegang kepala Suho dan memutarnya agar menghadap ke jendela

"Haiiii" Suho melambai heboh ke arah Jendela, Chanyeol Kai dan Sehuun berani memunculkan diri setelah Suho menyadari keberadaan mereka.

"Wu Yi Fan Kris...boleh yah..." Kris mengangguk, mengiyakan apapun keinginan Suho saat ini

"Tapi jangan ikut bermain, kau melihat saja dari bangku penonton"

"Baiklah" Suho mendekati teman-teman barunya dan disambut hangat oleh mereka. Chanyeol menoleh ke arah Kris sebelum benar-benar melangkah meninggalkan kelas yang bukan kelasnya.

...

"Kau harus cepat-cepat mandi, kau bau sekali Kim Jongmyeon" Suho hendak naik ke atas jok motor, tapi gerakanya terhenti karena ucapan Kris barusan

"Maksudmu apa?"

"Kau bau keringat. Astaga...kau kan sudah berjanji tak ikut bermain"

"Aku memang tak ikut bermain, mereka saja yang tiba-tiba memelukku setelah selesai" Kris benar-benar sekarang...tanganya di tautkan hingga terdengar bunyi KRETEEEK karena mendengar pengakuan Suho barusan. Pengakuan bahwa tiga namja yang menurut Kris bodoh, berani-berani memeluk Suho-nya.

"Lain kali jangan memeluk orang sembarangan!" Suho menatap Kris. Kris balik menatap Suho

"Sudah cepat pakai helm-mu, setelah sampai kau harus mandi yang bersih"

...

Kris bingung sekarang, apa benar tempat dimana ia berhenti sekarang adalah rumahnya? Ia sendiri tak yakin. Mana mungkin di rumahnya ada sebuah Limousin dan para penjaga berpakaian hitam-hitam seperti errr...seorang bodyguard.

"Aku rasa kita salah rumah" Kris menggumam karena masih tak percaya bahwa tempat ia berhenti memang rumahnya sendiri.

"Tidak mungkin" Kris menoleh ke belakang, dimana Suo sudah turun dari boncengan dan berjalan susah payah masuk ke dalam rumah

Kris merasa Suho mengetahui sesuatu tentang hal janggal ini.

"Eomaaa, apppaaaaa" teriakan Suho benar-benar terdengar sampai halamn rumah dimana Kris masih ada disana. Oh...Kris tahu sekarang, yang membuat rumahnya heboh ternyata kedatanagn keluarga Suho, satu keluarga sama semua.

Kris masuk dengan canggung, menatap keluarga Kim duduk dalam satu sofa di rumahnya.

"Apa dia pemilik rumah ini" Tanya Nyonya Kim. Kris mengangguk sekilas sambil tersenyum "Maafkan anakku, dia memang merepotkan"Suho cemberut tapi lenganya memeluk nyonya Kim sayang

"Dia tidak merepot, hanya terkadang suka heboh sendiri"

"Wu Yi Fan Kriiiiiis" Suho merajuk

Kris bersama keluarga Kim bertukar cerita hingga sore. Sekarang si jangkung itu tahu dari mana Suho mendapatkan sifat terlalu hiperaktifnya. Tentu bukan dari tuan Kim yang sangat menjaga wibawa.

"Mah...ini sudah malam, sebaiknya kita pulang...mereka butuh belajar dan istirahat" Suho kembali mengeratkan pelukanya di lengan tuan Kim, tak mau di tinggal pulang begitu saja.

"Appa jaga kesehatan ya..."pesan Suho

"Semenjak kau pergi dari rumah, rasanya Appa bertambah sehat" semua orang tertawa kecuali Suho "Kurasa kau harus memperhatikan tekanan darahmu mulai sekarang Kris" Tuan Kim menepuk pelan bahu Kris "Aku titip Jongmyeon"

Setelah keluarga Kim pergi dengan Limousin mewah beserta para rombongan, Kris dan Suho duduk berpelukan di atas Sofa. Entah kenapa Suho tiba-tiba merajuk setelah kepergian eomma dan Appanya.

"Kenapa tak ikut pulang saja kalau memang masih rindu?" Suho menjauhkan wajahnya dari sandaran dada Kris, menatap namja yang menurutnya sangat tampan itu dengan tatapan tak suka.

"Aku itu mengkhawatirkanmu" Kris tersenyum, tanganya menyingkap-nyingkap poni namja di hadapannya "Kalau aku pulang, Kau pasti merindukanku"

"Aku terharu" Suho memindahkan duduknya di atas pangkuan Kris, mengalungkan kedua tanganya di leher yang bukan miliknya

"Wu Yi Fan Kriiiiis...Ayo kita tidur, aku lelah" niatnya sih Kris ingin berdiri dari posisinya, tapi Suho tak mau beranjak pergi "Gendoooooong" rajuk si kecil itu

"Manja sekali" meskipun Kris protes, tapi ia tetap mengangkat Suho menuju kamarnya. Eummm...kamar mereka maksudku

...

"Ayo Wu Yi Fan Kris kita harus cepat pulang! Aku tadi pagi lupa membuka kandang Tiffany, ia pasti stress di dalam kandang seharian"

Mereka berdua sudah bersiap-siap menuju parkiran, tapi seseorang memanggil Kris dengan suara lantang

"Kriiiiis..."panggil namja yang memakai seragam sekolah berbeda denganya "Astaga...aku tak tahu kalau kau sekolah disini" ucap namja ber-name tag Lay saat sudah berada di hadapan Kris dan Suho

"i-itu"

"Apa kalian masih ingin berbincang-bincang?" belum sempat Kris menanggapi, Suho sudah kembali berbicara "Kau nanti bisa menemuiku di rumah, aku khawatir dengan Tiffany...pai..pai...Wu Yi Fan Kris dan...errrr...temanya Kris juga"

"Dia kekasihmu?" Tanya namja bernama Lay tadi setelah Suho sudah menjauh dengan jalan yang masih sedikit terseok

"Errr...yah begitulah"

PLIS INI AKU SAMBUNG KAPAN-KAPAN...HEHEHE

Pengen update secepetnya, tapi apa daya tangan saya hanya dua, otak saya Cuma satu dan bla...bla blaaa #curhatan tak penting

Thanks to

Fifahdina01 : lanjutt...lanjuuut...tenang sai, pasti ane lanjut tapi g bisa cepet2 hehehe

KrisHo's Aegya : iyah mereka cocok #tos dulu...saya memang menggilai mereka, abang Kris yg kece dan suho yang imut cimit2 kalo di sebelahin ma kris

Kris Fiance : iyah..ane juga nge-ship mereka pakek berat banget. Iyah tuh, padahal asyik kalo mereka sampek

Guest : iyah tuh abang suho ane bikin OOC, abisnya kalo dia anteng, adem ayem kan uda biasa, pengen sesuatu yang beda

Daevict024 : update kilatnya mungkin dua hari baru nyampek di ffn

yongchan : kagak ape2 belum baca yag kity2 baby, pokoknya ngerti aja ma nih cerita

AYUnhomin : terimakasih beibeh sudah mau menunggu kedatangan ff ini

HyeJi-Sani : Nih author y LOVING u. oke...aku sama temenku sellau heboh nungguin tuh ff. denger2 author satu ini lagi ulang tahun, jadi saya ucapkan selamat ulang tahu...makasih uda review

LevesqueXavier : yg keren saya apa ceritanya? Yg pasti krisho nya...kan?

Kim Mika : iyah ane juga suka karakter suho yg suka menyiksa kris, biar tahu tuh rasanya di ganggu guardianya exo satu itu

meyminimin : ane juga bingung nih, gimana buat part biar kris mau ngakuin suho itu pacar e...hadeeeh

Nurfadillah : saya gagal menjadi krisho shipper karena baru bikin ff krisho dikit bangeeeeet...#harus berjuang

Upit viole : jangan ambil suho seenaknya, ntar kris nyariiin #dikira tiffany?

Mitchikyu : saya g mau mutus nih ff di tengah2, takut kualat sam krisho

chairun : sesuju...saya juga suka cari ff krisho yg bagaikan jarum di tumpukan jerami petani yang baru panen

MoonGyuWon : untung bukan author y yg dibilang aneh

KrisHo WonKyu : mereka g ngapai2in di kamar mandi, wong suho mandi sendiri

RinAh1013 : jangan asal main culik ajah, bisa di lempar kris pakek tiffany loh kamu entar

Augesteca : dimanpun dan kapanpun suho emg terlalu polos