KITTY SUHO 3
Pairing :Krisho
Genre : romance, Yaoi, Humor
Length : 3 of?
DEPO LDH
"Ayo Wu Yi Fan Kris kita harus cepat pulang! Aku tadi pagi lupa membuka kandang Tiffany, ia pasti stress di dalam kandang seharian"
Mereka berdua sudah bersiap-siap menuju parkiran, tapi seseorang memanggil Kris dengan suara lantang
"Kriiiiis..."panggil namja yang memakai seragam sekolah berbeda denganya "Astaga...aku tak tahu kalau kau sekolah disini" ucap namja ber-name tag Lay saat sudah berada di hadapan Kris dan Suho
"i-itu"
"Apa kalian masih ingin berbincang-bincang?" belum sempat Kris menanggapi, Suho sudah kembali berbicara "Kau nanti bisa menemuiku di rumah, aku khawatir dengan Tiffany...pai..pai...Wu Yi Fan Kris dan...errrr...temanya Kris juga"
"Dia kekasihmu?" Tanya namja bernama Lay tadi setelah Suho sudah menjauh dengan jalan yang masih sedikit terseok
"Errr...yah begitulah"
...
Kris masuk ke dalam rumah, hari sudah agak sore dan sudah 3 jam lewat semenjak Suho pulang meninggalkanya. Wajah lelah jelas saja terlihat di wajahnya yang tampan, tapi disana tak terdeteksi raut wajah bahagia, susah, atau mungkin Galau, hanya ekpresi sok coolnya yang ia tunjukkan.
Begitu masuk dan mendekat ke meja makan Kris bisa melihat seseorang menatapnya dengan tajam.
"Kenapa kau cemberut begitu" ucapnya santai, tangannya mengambil sebotol minuman dan ia tengguk begitu saja
"Kau itu lamaaaaaaaaaaaaaaaaaa sekali Wu Yi Fan Kris" Suho semakin cemberut karena Kris hanya menanggapi kekesalanya dengan sikap biasa saja "Aku sudah sangaaaaat lapar"
"Kenapa kau tak makan saja"
"Kau bodoh!" Kris menoleh tak terima dikatai bodoh begitu saja oleh Suho "Hari ini jadwalmu memasak, dan bahkan tak ada sebutir telurpun di kulkas jika aku ingin makan duluan"
"Astaga! Baiklah...ayo pergi keluar" Kris menarik Suho agar berdiri dari posisinya sekarang
"Keluar kemana? Aku itu ingin makan bukan ingin jalan-jalan"
"ishhh...disini siapa yang bodoh?" Kris benar-benar lelah sekarang menghadapi kepolosan Suho atau lebih tepatnya kebodohan Suho "Aku mengajakmu keluar untuk makan"
"Oh begitu" setelah paham, Suho hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Kris yang tadinya merasa sedikit kesal, kini malah menarik pipi Suho kuat-kuat karena kegiatan yang dilakukan barusan merupakan hal yang imut menurut Kris.
Mereka makan di sebuah kedai yang tak jauh dari rumah Kris. Entah karena lapar atau rakus, Suho benar-benar makan banyak malam ini, yang ada di benaknya yang terpenting adalah makan, urusan bayar membayar biarkan Kris yang menanggung.
"sudah kenyang?" Suho mengangguk, berdiri sambil mengelus perutnya yang kalau dilihat tetap saja rata, tapi Suho merasa perutnya benar-benar buncit seperti Tiffany yang sedang hamil. Padahal Tiffany itu masih anak kucing, mana mungkin bisa hamil, kecuali dia terkena pergaulan bebas.
Kris memimpin di depan, sedangkan Suho ogah-ogahan berjalan karena kekenyangan. Sedikit-sedikit mengeluh tak akan makan lagi hingga satu minggu ke depan.
"Wu Yi Fan Kris...aku kekenyangan" Suho berjongkok di trotoar, memasang puppy eyes dan memandang Kris, Berharap namja nan tampan itu mau menggendongnya.
"Siapa suruh kau makan sebanyak itu" Suho ngambek tak mau meneruskan perjalan meskipun Kris sudah melangkah lagi di depan. Karena tak merasa ada orang yang mengikutinya di belakang maka Kris menoleh, mendapati Suho yang masih berjongkok sambil menggerak-gerakkan tanganya di trotoar seolah menggambar sesuatu. Ah...sebenarnya dia hanya merajuk
Kris berbalik, mendekati Suho dan ikut berjongkok di hadapanya.
"Jangan duduk disitu, nanti kau dikira orang gila" seperti tak menghiraukan ucapan Kris, Suho hanya menggerak-gerakkan tangannya di trotoar, membuat ujung telunjuknya sedikit merah "Sudah jangan marah! Kugendong sampai rumah"
Senyum Suho langsung terkembang seperti sebuah layar kapal, dengan semangat ia naik di punggung Kris, melingkarkan tanganya di leher yang bukan miliknya. Kris hanya menarik bibirnya sekilas karena merasa gampang sekali membujuk Suho.
"Wu Yi Fan Kris..."panggil Suho pelan "Namja yang bertemu dengan kita disekolah tadi siapa?"
Kris Sedikit menengok ke belakang untuk melihat wajah Suho sebelum menjawab "Dia temanku dulu, memangnya kenapa?"
"Tidak...dia manis"
"Kau menyukainya?"
"Tentu saja tidak, kau bodoh Wu Yi Fan Kris"
"Ya...Ya...dan Kau namja paling pintar yang menamai kucing jantan dengan nama Tiffany" karena kesal, Suho menarik pipi Kris hingga namja yang tak biasa bersikap heboh itu berteriak kesakitan.
"Rasakan itu! Jangan mempermainkanku" Suho berkicau sepanjang jalan pulang, Kris hanya menanggapi dengan "heeem" "Ya" "terus?"
...
"Kriiiiiis" seseorang berteriak sangat kencang, lebih kencang dari teriakan Suho. Setelah berteriak ia berlari menghampiri Kris dan Suho yang sedang berjalan di lorong.
"Ada perlu apa?" Suho yang tak mengenal namja yang diketahui dari name tag nya bernama Xiumin, hanya bisa memandang interkasi Keduanya sambil sesekali memandang Xiumin bergantian dengan Kris.
"Lay bilang ia ingin pergi denganmu sepulang sekolah"
"Untuk apa? Hei...dan mengapa dia menitip pesan padamu?"
"Kau ini...aku kan sepupunya. Dia tak memberitahuku ada urusan apa denganmu, yang terpenting dia menunggumu di taman sepulang sekolah" belum sempat Kris bertanya lagi, Xiumin sudah berlari kabur kekelasnya
"Taman? Taman itu ada banyak. Taman yang mana?" Kris hanya bisa menyuarakan di dalam hati, Karena orang yang di tanyainya sudah melesat pergi.
Kris memandang Suho yang ada di sebelahnya, Suho ikut balik memandang.
"Kenapa melihatku?"
"Sepulang sekolah nanti-"
"Pergi saja! Aku juga ada latihan basket dengan Chanyeol, Sehuun, dan Kai" jawab Suho santai. Kris benar-benar heran, kenapa Suho membiarkanya pergi begitu saja dnegan Lay, apa dia tidak cemburu?.
"Kau tak mencegahku" Kris tak betah untuk memendam rasa penasaranya
"Untuk apa? Memangnya kau tak ingin bertemu dengan teman lamamu itu?"
...
Kris hendak pergi meninggalkan Suho di kelas, ia pulang sendiri kali ini. Tapi baru sampai pintu ia sudah kembali ke depan mejanya yang juga meja Suho.
"Ingat! Kakimu masih belum sembuh, jangan sampai aku melihatmu ikut bermain basket" Sebelum pergi, Kris mengusak rambut Suho hingga berantakan
"Kau tak akan melihatku bermain basket" jawab Suho sebelum Kris benar-benar jauh "karena kau sedang pergi, dan aku bisa bermain sepuasnya" tambahnya pelan, bahkan sangat pelan.
Chanyeol, Sehuun dan Kai sudah menunggu di lapangan basket. Suho meletakkan tasnya di bangku, mendekati mereka bertiga dengan riang.
"Ayo aku ikut main"
"JANGAAAAAN" teriak Chanyeol, Kai dan Sehuun bersamaan
"Waaaaae?"
"Kami akan mati di tangan Kris kalau membiarkanmu ikut bermain basket" Chanyeol memeragakan gerakan memotong Leher saat mengucapkan 'mati di tangan Kris'
"Tenang saja! Kris sedang pergi jauuuh dengan seseorang bernama Lay" berbeda dengan raut wajah Suho yang bahagia, Kai dan Sehuun malah memasang wajah tertegun.
"Apa benar kau kekasih Kris?" Tanya Sehuun
"Memangnya kenapa sih?"
"Kau tak cemburu melihat Kris keluar dengan Lay?" Suho menggelngkan kepala masih dengan senyum "Kali ini aku percaya kalau kau memang bukan kekasih Kris" sekarang tak hanya Suho yang melihat ke arah Sehuun, tapi Chanyeol juga karena ia mulai penasaran. Kai hanya melihat pada basket ditanganya, sepertinya ia bosan atau lebih tepatnya sudah mengetahui hal yang akan di ceritakan Sehuun.
"Kris kan pernah menyukai Lay saat Junior high school"
"Oh ternyata begitu..."Semua menoleh pada Suho yang menanggapi ucapan Sehuun dengan santai "Makanya tadi Kris betanya 'Kau tak mencegahku' ternyata karena ini" Seperti seorang detektif Suho mengangguk-anggukkan kepalanya dengan tenang sambil menopang salah satu tanganya di dagu "Lalu kapan kita bermain basket?"
Kai yang tadinya bosan kini menatap takjub pada Suho yang memasang wajah tanpa dosa karena dengan santai ia mengajak bermain basket setelah mendapat berita yang cukup heboh bagi hubungan Kris dan Suho.
"Dia baik-baik saja kan?" Sehuun bertanya pada Kai yang hanya diam memandang Suho di lapangan tengah memasukkan bola dalam ring.
Suho berlarian pulang ke rumah mengingat hari ternyata sudah cukup gelap, ia terlalu senang bermain hingga melupakan waktu, melupakan peringatan Kris dan tentunya melupakan Kris sendiri yang entah sudah berada di rumah atau belum.
Ia benar-benar bernafas lega karena menemukan rumah masih dalam keadaan gelap, tapi Tiffany sudah menunggu tepat diatas alas kaki depan pintu. Suho melihatnya hanya tersenyum dan menggendong Tiffany masuk, meletakkan tasnya di kursi, menaruh Tiffany di kandang dan memberi kucing erjenis kelamin namja itu sebuah makanan.
Melihat Tiffany yang dengan nikmat makan, tak terasa Suho mengelus perutnya sendiri, melihat kulkas yang masih kosong seperti kemarin. Akhirnya ia memutuskan berbelanja di swalayan terdekat untuk membeli bahan makan seadanya, ia benar-benar tak sanggup bila menunggu Kris pulang.
Suho membeli sedikit camilan untuk menahan lapar selama ia memasak, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam tapi Kris tak juga menampakkan batang hidungnya, bahkan wanginya saja tak tercium.
Begitu masakanya selesai, Suho memakanya sendirian, tapi ia merasa ada yang kurang saat duduk di meja sendiri, mungkin karena tak ada Kris di hadapnya. Kris biasanya selalu mengomel karena Suho pilih-pilih makanan, mengomel karena sisa makanan Suho akan berceceran di meja dan di sekitar bibirnya.
Rasanya sepi dan tak enak, maka dari itu Suho meletakkan sendoknya di meja dan merebahkan dirinya di Sofa. Ia lupa untuk mengganti baju, mungkin terlalu serius merasakan kesunyian. Suho itu penakut parah, selama hidupnya ia tak pernah menonton film horror apalagi sekarang...ia merasa berada dalam sebuah scene film horror murahan dimana sang pemeran utama berada di rumah sendirian, angin berhembus lewat jendela tak tertutup, suara mengeong Tiffany juga merupakan efek tambahan belum lagi suara pohon yang begoyang cukup terdengar sampai di telinga Suho karena rumah begitu sepi.
CEKLEK
"Araaghhhhhh" begitu suara pintu terbuka sampai di telinganya Suho otomatis berteriak sejadi-jadinya, membuat orang yang baru saja masuk sampai berjingkat kaget.
"Kenapa kau berteriak?"
"Kriiiiiiiis"Suho memekikkan nama Kris begitu namja tampan itu terjangkau oleh pandangan matanya "Aku akan memaafkanmu karena pulang telat, tapi kau harus menemaniku tidur secepatnya!" bagi Kris ini bukan ancaman, apalagi penawaran yang buruk, ini malah terdengar sangat menyenangkan. Tidur cepat, tak aka nada Suho yang minta ini minta itu karena badanya sudah lelah.
"Baiklah" Kris mengangkat Suho dan membawanya masuk ke dalam kamar. Begitu Kris hendak masuk ke dalam kamar mandi, Suho otomatis berteriak
"Jangan mandi lama-lama! Atau kau buka sedikit pintu kamar mandinya!" Kris mendelik mendengar permintaan Suho yang cukup tak masuk di akal
"Kau ingin melihatku mandi?" Astagaaa...Kris malah menggoda Suho
"Tentu tidaaak...untuk apa melihat tubuh jelekmu itu, aku hanya takut" Kris mendekat dan menyentuh dahi Suho
"Kau tadi tertimpuk bola Sehuun?" Suho menggelengkan kepala sambil menjauhkan tangan Kris yang masih ditempelkan di dahinya.
"Cepat mandi dan ayo tidur"
"Kau juga sebelum tidur jangan lupa ganti baju Kim Joonmyeon" Suho melihat pada pakaianya, ia ternyata masih memakai seragam
Kris sudah selesai dengan kegiatan mandinya, dan sekarang ia ikut merebahkan diri di samping Suho yang merangkul guling dengan asyik.
"Kau tadi habis berkencan dimana?" Tanya Suho, badanya berbalik untuk menatap Kris. Kira-kira ekspresi apa yang akan di tunjukkan Kris padanya.
"Memangnya tadi itu bisa dikatakan berkencan? Kami hanya duduk di taman" untuk urusan percintaan, Kris tak kalah bodoh dengan Suho jadi perbincangan mereka sungguh-sungguh tak mengena satu sama lain.
"Bukankah kau dulu menyukainya?"
"Sejak kapan kau mulai tetarik dengan kehidupanku?"
"Kalau aku bertanya, jangan balik bertanya lagi!" Suho memukul dahi Kris dengan kepalan tangannya "Aku itu tahu dari mulut manja Sehuun, jadi jangan berfikir yang macam-macam"
Begitu suasana mulai sedikit hening karena tak ada seorangpun yang berbicara, perut Suho malah mengeluarkan bunyi orang kelaparan.
"Kau belum makan?" Tanya Kris
"Aku tadi mau makan, tapi ternyata rasanya menyedihkan makan sendiri di meja makan, padahal aku sudah masak enak"
"Kajja...kita makan, aku juga lapar"
Kalian tahu? Kris sebenarnya berbohong. Ia sudah makan dengan Lay di taman, tapi ia tak tega melihat Suho kelaparan hanya karena merasa tak senang makan sendirian, betapa jahat dirinya, batin Kris.
Kris menarik Suho agar segera bangun dan menuju meja makan. Suho duduk di pangkuan Kris yang ternyata minta disuapi...ughh...terlihat sangat romantis.
"Enak sekali masakanmu" Suho senang mendengarnya, tangannya kembali menyuapi Kris dengan satu sendok penuh nasi dan sayuran.
"Wu Yi Fan Kris" Kris memperhatikan wajah Suho yang masih dalam pangkuannya, mereka sudah selesai makan tapi tak ada yang ingin beranjak dari posisi ini "Tadi Sehuun bertanya lagi, apa benar aku ini kekasihmu?" wajah Suho merajuk seperti anak kecil, sebelum Kris menarik dagu Suho untuk menghadapnya, dalam otaknya terlintas
"Aku akan membunuhmu Oh Sehuun" untung hanya dalam benak Kris
"Lagi-lagi masalah itu. Jangan pedulikan omongan Sehuun dan yang lainnya. Kau mengerti!" Suho menangguk patuh dan menaru kepalanya di bahu Kris
"Ayo kita tidur Wu Yi Fan Kris! Aku sudah kenyang" dan Kris menggendong Suho hingga masuk ke dalam kamar.
...
Keesokan harinya, Suho dan Kris berangkat bersama seperti biasa, entah kenapa semenjak kaki Suho sakit, Kris selalu menggunakan motornya ke sekolah, padahal dulu saja Suho merayu-rayu sampai mereka marahan Kris tetap tak mengabulkanya.
Usul punya usul...ternyata setelah hari pertama naik motor, Kris benar-benar merasa senang karena selama dalam perjalanan Suho memeluk pinggangnya erat. Dasar Kris mencari kesempatan.
"Kriiiiis" lagi-lagi namja bernama Xiumin itu datang menghampiri Kris dengan sebuah benda di tangannya
"Ck...Kau lagi"
"Apanya yang kau lagi? Aku kesini berbaik hati mau memberikan bekalyang dibuatkan Lay untukmu, kalau aku jahat pasti makanan ini akan kumakan sendiri" Kris hanya mendengus kesal masih dengan Suho yang berada di sampingnya "Ini" akhirnya Xiumin menyerahkan kotak bekal buatan Lay pada Kris kemudian pergi begitu saja.
"Wu Yi Fan Kris..."Kris menoleh pada Suho yang memanggilnya dengan amat lirih "Kenapa aku merasa tak senang melihat kau menerima bekal buatan namja bernama Lay itu?"
UDAH DULU YAH CHAP INI
Saya lanjutkan di chap 4. Untuk balesan review belom bisa ngetik, ini update juga kilat gara2 saya mau mintak doanya buat UJIAN SKRIPSI hari kemis besooook. Saya streees akuuuut, maka sebagai hiburan saya buat chap ini dan mempersembahkan pada kalian, maaaf ini pendeeeek tralalala
