KITTY SUHO 4

Pairing :Krisho

Genre : romance, Yaoi, Humor

Length : 4 of?

DEPO LDH

"Ck...Kau lagi"

"Apanya yang kau lagi? Aku kesini berbaik hati mau memberikan bekal yang dibuatkan Lay untukmu, kalau aku jahat pasti makanan ini akan kumakan sendiri" Kris hanya mendengus kesal masih dengan Suho yang berada di sampingnya "Ini" akhirnya Xiumin menyerahkan kotak bekal buatan Lay pada Kris kemudian pergi begitu saja.

"Wu Yi Fan Kris..."Kris menoleh pada Suho yang memanggilnya dengan amat lirih "Kenapa aku merasa tak senang melihat kau menerima bekal buatan namja bernama Lay itu?"

...

Kris tersenyum, meramgkul Suho agar mendekat padanya.

"Kalau kau tak suka, kenapa tak pernah bilang?"

"Bukankah aku orang yang jahat? Seharusnya aku senang melihatmu punya banyak teman, tapi sekarang aku malah tidak suka" Suho sekarang memiliki wajah yang begitu terlihat menderita, rasa tidak sukanya terhadap apa yang dilakukan Lay pada Kris, malah membuatnya bersedih.

"Kau bukan orang yang jahat Kim Joonmyeon" meskipun Kris tersenyum untuk menghibur, Suho tetap saja memasang wajah menderita "Baiklah, lebih baik kita makan bekal buatan Lay sama-sama nanti sewaktu istirahat"

"Baiklah...tapi kau jangan bilang pada Lay kalau kau membaginya denganku" Suho sudah tersenyum, senyum jahil lebih tepatnya. Kris mendengus melihat kelakuan orang disebelahnya yang mudah sekali berubah suasana hatinya.

...

"Suhooooo...Suhooo" Sehuun berteriak terlalu kencang dan bersemangat, yang namanya dipanggil tadinya masih sibuk dengan buku yang harus dimasukkan ke dalam tas, tapi sekarang pekerjaanya berhenti karena teriakan Sehuun yang sudah berada di depan pintu kelasnya.

"Suara cempreng begitu kenapa harus berteriak kencang sekali"Kris mengeluh tapi tanganya mengeluarkan sesuatu dari dalam laci.

Hampir saja Suho lupa kalau siang ini ia punya janji dengan Kris dan harus mengecewakan Sehuun yang sudah menunggunya di depan pintu bahkan sebelum songsaenim keluar dari kelas, terlihat dari rambutnya yang memiliki warna tak jelas dan tinggi badan yang mengalahi tinggi jendela.

"Mianhee...aku punya janji dengan orang di sebelahku" Suho merasa bersalah karena wajah Sehuun di tekuk agak jelek sebab bibirnya mengerucut ke depan

"Huh...dimana-mana kekasih lebih penting dari teman" Sehuun sebenanrnya hanya kesal dan perkataan yang ia lontarkan hanya sebuah candaan akibat kekesalan sejenak.

"Dia bukan kekasihku" Suho ikut memasang wajah tak senang

"Sudah pergi sana! Jangan mengganggu kami" Kris mengusir Sehuun dan mendorongnya keluar kelas "Kaiiii...cepat bawa peliharaanmu menjauh dari Suho! Kalau tidak aku tak akan lagi membiarkan Suho bermain dengan kalian" Kris tak sengaja melihat Kai di ujung kelas lain, kepalanya berputar-putar seperti mencari sesuatu, dan Kris yakin sesuatu itu bernama Oh Sehuun, makanya dia memanggil Kai dengan lantang, meski tak selantang Sehuun tadi.

"Ughhh...sekarang aku dikatai sebagai peliharaan...huh.." Kai belum sempat menghampiri Sehuun, tapi Sehuun sudah terlebih dahulu menghampirinya dan menarik Kai menjauh dari pasangan yang memiliki status tak jelas.

"Kurasa hari ini kau jahil sekali Wu Yi Fan Kris" ejekan Suho membuat Kris sedikit tak suka rupanya, karena dahinya terlihat sedikit mengkerut. "Tapi aku suka, setidaknya kau tak memasang ekspresi datar sedater tembok" Suho tertawa girang dan menarik kris menuju kantin mungkin.

"Kenapa kau ikut memakan bekal buatan Lay?" Xiumn berdiri menatap Suho yang tengah asyik makan dengan sebuah sendok yang masih diam di mulutnya. Kris melihat kedatangan Xiumin dengan sedikit jengah.

"Apa aku tak boleh memakannya? Padahal ini enaaaak sekali" Suho berkata 'enaaak' sambil memejakmkan matanya, tanda bahwa ia sangat menikmati bekal yang dibuat bukan untuk dirinya.

"Yaaa...aku tahu, masakan buatan Lay itu memang enak" Xiumin menyombongkan kemampuan sepupunya "Jadi kenapa Kau membaginya dengan orang lain" giliran Kris yang mendapat tatapan Tanya Xiumin

"Dia kan sudah memberikannya padaku, jadi mau kumakan dengan siapa saja bolehkan"

"Sini ikut makan juga, ternyata Lay membuat banyak sekali makanan" tanpa dosa Suho menarik Xiumin agar ikut duduk dan menyerahkan sebuah sendok yang tersedia di setiap meja kantin.

Mereka makan dengan tidak tenang, terutama Xiumin dan Suho yang ternyata sudah akrab begitu saja. Mungkin bawaan Suho yang kadang polos, heboh tak tahu tempat, mudah bergaul membuatnya mudah dekat dengan seseorang, bahkan pada orang yang membencinya sekalipun. Yah dalam kasus ini sebut saja Xiumin, ia sepertinya lupa niat awalnya mendatangi meja Kris dan Suho.

...

"Kau tak ingin main basket seperti biasanya?" Kris melihat wajah Suho yang suram, tadinya Suho pamitan untuk tidak pulang bersama karena harus bermain-main dengan trio Chanyeol, Sehuun dan Kai, tapi ternyata belum sempat Kris keluar kelas, Suho sudah kembali.

"Sehuun mengusirku" Kemudian Suho melirik Kris yang jauh lebih tinggi darinya "Ini salahmu"giliran Kris yang menatap Suho bingung "Kalau kau tak mengatai Sehuun sebagai peliharaan Kai, ia pasti tak akan mengusirku dan boleh ikut latihan seminggu lagi...arghhhh" Kris tak ikut prihatin sama sekali, ia hanya tersenyum dan menggandeng tangan Suho

"Ada baiknya kan kau tak main basket sepulang sekolah, kita sudah lama tak pulang bersama"

"Tapi kita tinggal satu rumah Wu Yi Fan Kris" meskipun mengeluh, Suho melepaskan gandengan tangan Kris dan berganti merangkul lengan Kris posesif sambil cemberut.

"Tapi kau sekarang terlalu sibuk dengan tiga trio Chanyeol, Kai dan Sehuun. mana ada kau memperhatikanku akhir-akhir ini"

"Tapi Kr-"

"Kriiiiiis" Oke...kali ini bukan Sehuun yang berteriak, melainkan Lay dengan seragam yang berbeda menunggu di depan gerbang karena Satpam tak membiarkan orang asing seenaknya masuk ke sekolah Elit ini.

"Kenapa dia rajin datang kemari?" Tak tahu pertanyaan itu ditujukan pada Siapa, tapi Suho malah menjawab dengan sekenanya.

"Tentu saja untuk mengajakmu pergi Tuan Wu Yi Fan Kris?"

"Dari mana kau tahu?" orang bodoh pasti sadar kalau Kris sedang berpikir keras bagaimana mungkin Suho mengetahui niat Lay.

"Ayo kita pergi main Kris" meskipun tahu Suho di sebelah Kris tapi Lay begitu lantang menyuarakan keinginanya. Astagaaa anak ini, tak sekalem wajahnya

"Aku tak bisa, aku harus pulang"

"Baiklah aku ikut ke rumahmu, aku ingin tahu rumahmu, apa masih yang dulu" berhasil...Suho cemberut parah, tapi sebisa mungkin ia menyembunyikan dirinya di belakang tubuh Kris yang jangkung, tak ingin Lay berpikiran yang tidak menynangkan tentang dirinya.

"Maaf Lay, aku harus pulang bersama Suho" Kris menarik-narik lengan Suho agar kembali beridiri di sampingnya, tapi si kecil itu tetap keukeh bersembunyi dengan tameng namja tinggi bermarga Wu itu.

Kris menghela nafas, lalu tersenyum "Aku rasa keadaan Suho kurang baik, kami harus pulang secepatnya. Pai...Pai Lay"

Padahal dulu ketika pertama bertemu, Suho biasa saja menghadapi Lay, bahkan ia dengsan santai membiarkan Kris keluar berdua dengan izin darinya. Tapi sekarang dengan pernyataan tadi pagi bahwa Suho tak senang Kris menerima bekal dari Lay, sepertinya menandakan suatu hal, hal yang akan sedikit demi sedikit di sadari oleh Kim Joonmyeon.

...

"Mianhee...Kris" Suho masih tak mau berjalan sejaajr dengan Kris, ia lebih memilih menggandeng lengan Kris dan bersembunyi di belakangnya "aku tahu tak seharusnya aku bersikap begitu pada Lay, dia tak mempunyai salah apapun, apalagi tadi aku sudah memakan bekal buatannya. Aku harus kembali untuk meminta maaf" Untung Kris menahannya sehingga Suho tak beranjak dari tempat

"Heeei...lebih baik kita pulang, kurasa bermain dengan Tiffany akan membuat suasana hatimu membaik"

"Benar...sudah lama aku tak bermain dengan Tiffany" mudahkan mengalihkan perhatian Suho. Untung Kris mengetahui titik kelemahan yang satu ini "Kajja kita harus pulang" Giliran Suho yang menarik Kris pulang

...

"Kriiiiis...cepat kami menunggumu" OK, yang dimaksud dengan kami adalah Suho dan Tiffany. Mereka sudah tidak sabaran untuk segera keluar ke lapangan basket dekat rumah, yah walaupun yang tidak sabaran hanya Suho saja, Tiffany diam aman tentram di pelukan majikannya.

Ternyata rencana Kris membujuk Suho agar bermain dengan Tiffany berujung tak bahagia untuk dirinya sendiri. Dengan wajah terpaksa, bosan, malas dan tak berdaya, Kris berpakaian sekenanya hanya dnegan kaos dan celana pendek. Owowowow...dan apa yang ada di tangannya sekarang? Kalian pasti tak akan percaya.

Seorang Kris akhirnya memegang bola baseket kembali, kutulis dengan tebal dan cetak miring 'BOLA BASKET' Kim Joonmyeon memang hebat bisa membuat Kris kembali bermain basket. Tapi apa benar Kris sukarela mau bermain?

Hihihi...sebanarnya Suho mengancam akan memasukkan Tiffany ke dalam kamar kalau Kris tak mau menemaninya bermain. Mau bagaimana lagi, yah Kris pasrah saja dari pada alerginya kambuh. Tapi ia tak menyangka bahwa Suho mengajaknya bermain basekt, Karena pada awalnya ia hanya mengatakan ingin mengajak bermian, setelah Kris setuju baru ia menyebutkan jenis permainannya.

"Kenapa tak main dengan Tiffany saja sih? Tahu begini lebih baik kau bermian di sekolah dengan Sehuun dkk" Kris mengeluh tapi ia tetap berjalan menghampiri Suho yang berlari di temapt karena senang melihat reaksi Kris.

"Kalau saja Tiffany bisa memegang bola sebesar itu pasti dari dulu aku akan mengajaknya bermain. Benarkan?" dan kalimat Tanya terakhir di tujukan pada Tiffanya yang menjawab hanya dengan sebuah suara'meong'

"Ck...sudahlah, aku memang tak akan pernah menang melawanmu. Dasar" Suho menunjukkan tanda peace dengan kedua jarinya, tersenyum lebar kemudian menarik Kris agar cepat keluar dari rumah.

"Ternyata kau sudah mengenal daerah ini" Suho hanya mengangguk. Memang tak butuh waktu lama untuk namja heboh seperti Suho dalam mengingat tempat-tempat yang memang sering ia kunjungi. Walaupun kompleks perumahan Kris baru beberapa bulan ia tinggali.

"Kyaaa...Ring basketnya sudah terlihat. Cepat-cepat sebelum anak-anak lain menguasai lapangannya"

Suho bersorak dalam hati, lapangan masih sepi dan tak terlihat anak-anak kompelks bertaburan di lapangan maupun di dekat lapangan. Biasanya sore seperi ini, mereka harus bergantian bermain basket karena banyak yang ingin memakainya tak terkecualai Suho Sehuun, Chanyeol dan Kai. Tapi sekarang lapangan sangat kosong, mungkin karena sore ini sedikit mendung dan akhirnya mereka malas untuk keluar.

Tiffany duduk diam ketika Suho meletakkanya di luar lapangan, bahkan yang sangat mengherankan Tiffany memperhatikan Suho yang sudah berlari di lapangan mendekati Kris.

"Ayo mulai"

Kris memgang bola pertama, yaaah...dengan sadar kita pasti tahu bahwa Kris akan dengan sangat mudah, bahkan terlalu mudah untuk melewati Suho yang mungkin hanya sebahunya. Tanpa ia sadari, Kris tersenum saat menggiring bola, sedikit-sedikit melirik Suho yang berusaha keras merebut bola darinya.

DUUUK

Bola pertama lolos melewati ring basket, angka pertama untuk Kris bukan untuk Suho. Permain kembali di mulai, Suho kali ini yang pertama memgang bola, baru beberpa langkah Kris dengan mudah merebut bola darinya. Seolah mengejek, Kris berdia diri dan memutar bola menggunakan jari telunjukknya...Ohhhh Suho kita mulai cemberut, dengan sekuat tenag ia menrjang Kris tapi malah.

DUUUK

Dengan jarak yang cukup jauh dari ring, Kris memasukkan bolanya menggunakan satu tangan. Kris sendiri heran, kenapa kemampuan bermain basketnya tak berubah dari dulu?, tetap hebat, ya..ya...Kris mulai mnyombongkan diri. Atau karena Suho yang menjadi lawan mainnya sehingga sangat mudah mengalahkan orang yang baru saja bermain basket, meskipun sudah lama Kris tak menyentuh sesuatu yang berhubungan dengan Basket.

"Waaaah hebat" Suho dan Kris menoleh. Beberapa namja yang sering bermain di kompleks perumahan sudah mulai bermunculan, meskipun hanya 3 orang sih "Maukah kau melawan Kami?" Suho tiba-tiba menelan ludah.

"Boleh saja sih...tapi aku tak ikut bermain, namja ini saja yang akan bermain dengan Kalian" dengan pede selangit, Suho menyodorkan Kris sebagai lawan mereka. Kris melirik Suho dengan tatapan 'Jangan mulai lagi Kim Joon myeon'

"Baiklah...kalau begitu kau satu Tim dengan Key, dan aku satu Tim dengan Taemin. Kenalkan aku Choi Minho" stelah berjabat tangan, Permainan langsung di mulai. Suho di bangku penonton sedang asyik memangku Tiffany, matanya terus bergerak mengikuti pergerakan Kris.

DUUUK

Bola pertama di masukkan oleh Minho, ternyata mereka bermain basket tidak sekedar iseng saja. Karena Kris masih merasa ini hanya untuk bersenang-senang, tapi tak tahunya Minho melawannya dengan sekuat tenaga, Key yang berjuang serius sendirian tentu tak bisa menyainggi kemampuan Minho yang hebat.

"Baiklah kali ini aku akan serius" ucap Kris dalam hati sambil emmegang bolanya erat-erat.

DUUUK

Tak butuh waktu lama untuk Kris memasukkan bola ke dalam Ring musuh. Minho malah tersenyum karena merasa Kris mulai serius.

Permainan sudah berjalan sekitar 15 menit, tapi tak ada yang menyerah. Hingga dengan indah Kris melakukan Slamdunk, hal yang sudah lama sekali tak dilakukannya.

"Kyaaaaaaaaa" Suho berteriak, berlari sekuat tenaga ke dalam lapangan, padahal permainan belum selesai dan dengan seenaknya ia memeluk Kris yang masih tertunduk mengelap Keringat di bawah Ring basket.

"Astagaaa...kau sungguh keren...kereeeen sekaliii...yeeeeeiy...Wu Yi Fan Kris sangat keren ketika melakukan slamdunk" Kris mengusap tengkuknya malu, tapi tangan satunya digunakan untuk balas memluk Suho yang sangat terlihat bahagia.

"Hatchiiii..."Kris bersin

"Astagaaa...aku lupa habis memluk Tiffany" Suho langsung menjauh dan mengibas-ngibaskan seluruh akainanya agar Kris merasa lebih baik, meskipun itu tak berefek karena Kris sudah terlanjur bersin-bersin.

"Biakah kita hentikan permainan ini, aku rasa Kris sedang tidak baik-baik saja" Suho membujuk para pemain mush Kris agar tak lagi melanjutkan permainan.

"Baik-"

BYUUUUUR

Hujan turun, ketiga namja tadi berpamitan dan langsung berlari pergi, mungkin untuk pulang ke rumah. Suho menarik Kris yang masih bersin-bersin di tengah lapangan. Matanya melirik sekitar, dan menemukan Tiffany sedang berteduh dibawah pohon, Suho mengikuti aksi kucing kesayangannya.

"Hatchiii...hatchiii"

"Mianhee...aku tadi terlalu senang" Kris hendak mengatakan sesuatu agar Suho tak lagi merasa bersalah, tapi tak tahunnya ia malah kembali bersin-bersin.

"Tapi aku senang karena Wu Yi Fan Kris mau bermain basket dan melakukan Slamdunk yang sangaaaaaaaat kereeeen di dunia" Kris tersenyum tapi langsung bersin lagi. Suho masih nyengir di tempat, dirinya begitu senang dan merasa bersalah di waktu yang bersamaan.

Hujan tak mau berhenti, malah semakin deras. Tiffany yang berada di bawah terus saja merapatkan diri pada kaki Suho. Ingin sekali ia menggendong kucing yang terlihat kedinginan itu, tapi ia sendiri tak mau mengambil resiko alergi Kris semakin parah.

Diam-diam Kris memperhatikan Suho yang mengusap-ngusap lengannya, tanda bahwa ia mulai kedinginan. Dengan siap menanggung resiko alerginya bertambah parah, Kris memeluk Suho dan membawa kepal Suho agar bersandar di dadanya.

"Apa sudah lumayan ha-Hatchiing...hangat?" Suho mendongak, tersenyum manis sekali ke arah Kris dan mulai mengeratkan pegangganya pada kaos depan milik Kris.

"Wu Yi Fan Kris sangat hangat" ucap Suho manja dan lebih menenggelamkan kepalnya di dada Kris "Kris..."Suho kembali memanggil, bersin-bersin Kris sudah tidak terlalu parah seperti tadi, entah karena apa.

"Apa mulai sekarang kau akan bermain basekt untuk seterusnya?" Kris diam, menunduk menatap Suho yang balik menatapnya dengan penuh harap.

"Aku tak tahu"Jawabnya singkat, Suho sedikit kecewa. Yaah...wajar saja sih.

"Mulai sekarang aku akan berdoa agar Kris mau bermain basket dan selalu memenuhi semua keinginan Kim " Kris agak terharu dengan ucapan Suho, tapi ia masih belum mau memikirkan bagaimana selanjutnya.

"Apa aku boleh menggendong Tiffany? Aku berjanji akan jauh-jauh darimu ketika menggendongnya. Lihat dia kasiahan sekali" yang memeasang Puppy eyes malah Suho bukan Tiffanya. Tapi Tiffany tak akan mungkin memasang puppy eyes jelas-jelas ia seekor kucing

"Boleh saja, tapi sebelumnya aku minta ini"

Kris mencium Suho singkat, lalu tersenyum menggoda. Eh...tak tahunya Suho sekarang yang menarik baju bagian depan Kris dan menciumnya hangat. Sedikit demi sedikit mereka mulai terhanyut karena Kris melingkarkan lengannya di pinggang Suho, sedangkan Suho tangannya beralih menarik leher Kris. Kegiatan mereka sedikit membuat Tiffany terabaikan, padahal tadinnya Suho ingin memanjakkan Tiffany, tak tahunya Kris yang dimanjakkan.

...

Keduanya kini sudah pulang dan saling bergantian kamar mandi. Kris takut Suho jatuh sakit, makanya giliran pertama di berikan pada namja mungil tersebut, sedangkan Kris lebih memilih melempar kaosnya ke dalam mesin cuci dan duduk tenang di dekat dapur.

Karena merasa handphonenya berbunyi, Kris mulai memasuki kamarnya dengan keadaan masih tak memakai baju atasan. Dilihat sejenak siapa yang menelepon, ughh..tak ada nama. Tapi Kris masih mengangkatnya juga.

"Hallo?"

"Kris...ini aku Lay" lihat wajah Kris! Terlihat sedikit terganggu karena entah dari mana Lay mengetahui nomper ponselnya.

"Ya...ada apa kau meneleponku?"

"Aku ingin mengajakmu keluar mala mini, bisakah?"

"Maaf aku sedikit lelah, karena menemani Suho bermain. Jadi aku tak bisa" untung Kris tak bisa melihat wajah tak suka dari Lay, kalau sampai tahu, mungkin Kris malah tak akan repct lagi pada Lay.

"Kenapa sih selalu Suho? Kata Xiumin kalian tak berpacaran, tapi kenapa kau selalu mementingkan Suho di atas segalanya?" Kris sekarang bisa mendengar Lay mulai merajuk, dan benar, Kris agak tak suka.

"Memang kami tak brpacaran" jeda sedikit ini membuat Lay agak sedikit was-was dengan kalimat yang akan di ucapkan Kris, ia sangat yakin bahwa ada lagi kalimat selanjutnya yang akan di ucapkan oleh namja bernama Kris Wu tadi "Tapi aku rasa sekarang aku mulai menyukainya"

Kalimat tersebut sukses membuat dua orang terkaget-kaget, yang satu Lay, tentu saja. Dan satu lagi Suho yang masih memgang kenop pintu karena baru selesai mandi, ia tak sengaja mendengar kalimat yang diucapkan Kris tepat dibagian terpentingnya.

"Wu Yi Fan Kris" Kris berbalik dan melihat Suho sedang menatapnya bingung.

"Apa yang kau katakan tadi benar?" Kris melempar ponselnya ke atas kasur tanpa mematikannya dan mendekati Suho. Mengangkatnya tinggi –tinggi ke dalam gendongannya, lalu.

"Kalau iya memangnya kenapa?" Kris tersenyum, jelas sekali bahwa ia menggoda Kim Joonmyeon yang dandananya masih acakacakan karena habis mandi.

SUDAH CUKUUUP PART 4 NYA. Saya mau tidur dulu soal y.

Atas doa kalian semua di chap 3, akhirnya saya LULUS dan sudah memiliki Gelar (Sarjana Ilmu Politik) Brawijaya. Yeeeei...ujian kemarin dapet A...padahal sebelumnya stress berat sampek ngepost FF g jelas(untuk yang satu itu saya minta maaf). Dan semua semua yang uda review saya ucapkan karena yang baca pasti suka KRISHO, jadi kita seirama #ceiilee bahasa gueh...