KITTY SUHO 6
Pairing :Krisho
Genre : romance, Yaoi, Humor
Length : 6 of?
DEPO LDH
PERTANYAAN: seumapama aku bilang cerita ini akan saya hentikan cukup sampai disini saja bagaimana? Padahal ceritanya belum tamat, karena yang review makin hari makin dikit. Kira2 bagaimana perasaan kalian? TENAAAANG WOOOI...itu hanya pertanyaan. Aku nggak bakalan menghentikan ff ini kok, kan masih ada satu chap terakhir sesuai yang saya janjikan di chap 5. Dan tenang aja...review kalian itu tambah chapter makin banyak, bahkan berlipat 2-3 kali lipat dari chap pertama, jadi jangan anggap pertanyaanku itu karena hal ini. Aku hanya ingin sekedar bertanya, karena ada yg curhat denganku di PM mengenai hal ini...dan aku benar-benar hanya bisa jawab seadanya, jika kalian yang merasakan tolong ungkapkan gimana prasaan kalian? #ceiilee bahasa gueh.
REVIEW adalah sebuah penghargaan, jika banyak yang me-review berarti mereka sedang memberikan penghargaan ke saya. Jika tidak yah tidak apa-apa, wong penghargaan itu tidak bisa diberikan semua orang kepada saya...#itu menurut saya (depo sok bijak...mentang2 lulus ujian IC3)hahahah
Dan saya adalah orang yang tidak pernah mempermasalahkan tentang REVIEW sebagai sesuatu yang sangat
"Daddy..." dari kejauhan Baekie berteriak kencang dan berlari menuju Kris. Masih dari arah yang sama juga Lulu terlihat sedang bersemangat menarik Suho agar mendekat ke arah Daddy-nya
"K-Kris...mereka siapa?" itu suara Lay, ia jelas tak percaya dengan sesosok makhluk yang memanggil Kris dengan sebutan 'Daddy'
"Daddy...kami habis jalan-jalan" Begitu Baekie sudah dekat, Kris segera mengangkat si kecil itu ke dalam pelukannya, melepaskan peganggan Lay.
"Apa kau senang?" Kris hanya acting, ia berharap dengan begini Lay akan segera pergi. Sebagai jawaban Baeki mengangguk antusias
"Daddddy..."panggil Lulu pelan
"Ayo kita pulang!" Tangan yang tidak sedang menggendong Baekie digunakan untuk menarik jemari Suho "Maaf Lay...kami harus pulang. Kau bisakan pulang sendiri" karena tak ada respon Lay malah ditinggalkan begitu saja.
"Jadi...mereka sudah sejauh itu" ucap Lay lemas.
...
"Kenapa lemas begitu?" Kris sadar, semenjak mereka meninggalkan Lay tadi Suho tak mau angkat berbicara sama sekali. Ia hanya menggandeng Lulu dalam diam.
"Karena Daddy pergi berkencan dengan orang lain" Baekie yang cerewet dan ceria menjawab pertanyaan yang bukan di tujukan untuknya, mungkin untuk mewakili Suho karena ia merasa Mommy-nya sedang sedih.
"Kau belajar dari mana kata-kata seperti itu hei..?" kalau tak ingat Baekie masih kecil jelas Kris akan menjitak minimal menyentil dahi Baekie, tapi itu tentu tak akan dilakukannya atau kalau tidka ia yang akan mati di tangan Suho.
"Dari televisi Daddy...iya kan Lu?" Baekie melirik Lulu yang sedang berjalan menunduk, memperhatikan langkah demi langkah kakinya yang kecil.
"Daddy...kasihan Mommy...Daddy jangan pergi-pergi lagi dengan orang lain" Suho berhenti, menangkup Pipi Lulu kemudian mengecupnya, ia sempat berbisik 'terimakasih sayang'
"Jadi kau marah padaku karena pulang dengan Lay?" awalnya Suho tak mau menjawab, tapi karena Kris terus saja memojokkanya akhirnya dia pasrah dan mengangguk "Rupanya kau cemburu..."Kris berbisik pelan, sangat pelan hingga Baekie tak mampu mendengarnya. Suho melirik Kris sekilas dengan bibir masih cemberut, padahal dia di dalam hati sudah tak tahan melakukan aksi ngambek.
...
"Bagaimana bisa? Kalian baru tinggal bersama beberapa bulan tapi sudah punya anak sebesar ini" Oke...mereka sekarang ada di rumah orang tua Suho, yang membuat Appanya kaget adalah entah sejak kapan ia memiliki cucu yang sudah besar-besar.
"Appa...mereka bukan anak kami" Tuan Kim memandang Suho yang menggelayut di lengannya dengan sedikit tak percaya. Lalu itu anak siapa? Pikir tuan Kim yang pastinya tak bisa di jawab Kris ataupun Suho.
"Sayaaang...susu kalian sudah dataaaang" Baekie dan Lulu berlari sambil melompat-lompat kecil begitu mendengara susu yang dibuatkan oleh Nyonya Kim sudah datang. Meskipun yang melompat hanya Baekie, karena Lulu sendiri hanya berjalan pelan sambil menarik baju bagian belakang saudara kembarnya.
Semua yang ada di ruang tamu dengan hikmat memandangi dua anak kecil kembar yang minum susu dengan tidak sabar, karena mereka minum sambil berdiri. Salah satu diantara ke empat orang tersebut yaitu Suho, mendatangi Baeki dan Lulu, ia berjongkok dan membrsihkan sisa susu cokelat yang masih belepotan di bibir mereka, khas anak kecil. Dengan sedikit bujukan akhirnya mereka mau minum susu sambil duduk di apit Kris dan Suho.
Nyonya Kim dan Tuan Kim jelas takjub melihat prilaku anaknya yang dulu manja, seriang melakukan hal tak jelas kini berubah duaratus derajat, karena seratus delapan puluh derajat saja tak cukup bagi mereka. Mereka merasa Suho jadi lebih perhatian, tidak terlalu kekanak-kanakan, paling tidak tak seperti dulu lah.
Kris sendiri juga terlihat sedikit berbeda, ia tak sedingin dulu, setidaknya jika di depan Suho dan Kini bertambah sedikit perhatian semenjak kedatangan dua malaikat kembar tersebut. Yah walau sifat dingin Kris tak mungkin bisa di hilangkan begitu saja, setidaknya ada perubahanlah.
"Daddy...Susunya enak loh...Daddy mau?" Si ceria Baekie ternyata sadar jika dari tadi Kris memperhatikannya, ia mengira Daddy-nya menginginkan Susu yang tinggal setengha itu. tapi ketika Kris menggelangkan kepala Baekie malah tersenyum dan segera menengguk habis sisa susus-nya. Mungkin takut Kris berubah pikiran dan memintanya.
"Punya Lulu masih banyak...ini buat Daddy dan Mommy" Susu yang tinggal setengah itu disodorkan oleh Lulu kecil ke arah Suho dan Kris secara bergantian. Tapi keduanya sama-sama menggeleng, membuat Lulu berkaca-kaca "Halmonie...susunya tak ada yang mau...padahal ini enak...hiks" karena merasa ditolak oleh Daddy dan Mommy-nya, Lulu berganti merajuk pada Halmonie atau disini adalah Nyonya Kim.
"Ughh...jangan menangis sayang!" Nyonya Kim menghampiri Lulu dan menggendongnya, mengusap air mata yang sudah keluar entah sejak kapan "Bukannya mereka tak mau, tapi susu-nya memang buat kau sayang" Lulu menatap halmonie dadakannya dengan mata berbinar, meski masih ada sisa air mata di mata beningnya.
"Benarkah?...jadi Daddy dan Mommy tak mau karena susu-nya memang buat Lulu" sebelum menjawab Suho dan Kris saling pandang kemudian mengangguk secara bersamaan
"Sepertinya eommamu sudah jatuh hati pada cucu barunya. Jadi mau bagaimana lagi" Tuan Kim terlihat pasrah tapi tubuhnya mendekati Baekie dan mengangkatnya ke dalam gendongan "Bagaimana kalau kita bermain sebentar dan membiarkan Daddy dan Mommy-mu istirahat" Baekie langsung saja mengangguk dengan antusias mendengar ajakan Tuan Kim.
"Kalian dengar! Cucuku satu ini membiarkan kalian untuk istirahat, jadi naiklah ke atas" Suho sebenarnya juga ingin ikut bermain dengan Baekie dan Lulu, tapi ia melihat wajah Kris yang kelelahan akhirnya dia tak tega dan memilih untuk menemani Kris istirahat.
...
"Lelahnya" desahan Kris membuat Suho memperhatikan kekasihnya yang tengah merbehkan diri di ranjang "Kim Joonmyeon" kini baru ia mendekat dan duduk di atas ranjang yang sama. Mengelus rambut Kris dan menyingkirkan helaian-helaian poni yang menutupi dahi namja bermarga Wu tersebut
"Sebenarnya mereka anak siapa?" Suho mencari posisi yang nyaman, ia ingin ikut Kris merebahkan diri dan mendekat pada kekasihnya "Kita harus mengembalikannya, atau kalau tidak kita harus melapor pada polisi"
"Kumohon jangan bawa mereka ke kantor polisi Wu Yi Fan Kris...!mereka itu sangat lucu...dan imut-imut, sayang kalau ditelantarkan"
"Memangnya siapa yang mau menelantarkan mereka Kim Joonmyeon? Mungkin saja orang tua mereka sedang bingung mencari" Kris memposisikan dirinya menyamping hingga terlihatlah wajah Suho yang lagi-lagi cemberut.
"Kau tak ingat kalau Baekie pernah berkata 'Untuk sementara...aku tak tahu apa maksudnya tapi kita harus tinggal disini, dan memanggil kalian dengan 'Mommy dan Daddy'. Jadi pasti ada yang menyuruh mereka"
"Kalau kau sangat menyukai anak kecil, kenapa kita tak membuatnya sendiri?" Suho mendorong tubuh Kris hingga telentang sedangkan Suho sendiri sudah memposisikan dirinya dalam keadaan duduk.
"Seenaknya saja! Memangnya kau yang akan melahirkan?"
"Bodoh...laki-laki mana bisa hamil"
"Sudah tau, kenapa menyuruhku membuat anak seenaknya?" Kris tak tega melihat wajah Suho yang kembali menampakkan wajah kekanakan,padahal tadi saat bersama Baekie dan Lulu ia sedikit Nampak lebih dewasa. Akhirnya Kris menarik Suho agar kembali terjatuh di kasur, eummm lebih tepatnya jatuh di atas tubuhnya, dan dengan senang hati Kris menyambut posisi ini.
"Kris..." Suho memanggil Kris, sepertinya ia sedikit merajuk jika di lihat dari posisi tanganny yang sedang bermain didada kekasihnya, dan pipi yang menggembung.
"Heem?" menedengar respon Kris yang sepertinya tidak antusias, membuat Suho menghela nafas
"Kau tadi pulang bersama Lay" sepertinya ini agak serius "Memangnya kalian mau kemana?" Suho yang menunduk tak mungkin bisa melihat Kris yang sedang mengangkat ujung bibirnya.
"Aku tadi mau pulang, dia memaksa ikut. Tapi untung kami bertemu denganmu dan anak-anak"
"Apa kita tidak terlalu jahat pada Lay?, kita meninggalkannya di jalan sendirian tadi" Sifat Suho yang seperti ini cukup membuat Kris kagum. Padahal tadi ia dengan malu-malu mengatakan cemburu pada Lay, tapi belum sampai satu jam ia sudah mengkhawatirkan orang yang membuatnya cemburu.
"Jangan begitu, kalau kau memang tak suka dengan keberadaan Lay, bilang saja! Aku tak akan mendekatinya" Kris mengusap-usap pipi Suho yang Nampak putih bersih, ia benar-benar tak tahan sekarang.
Chu
Kris mengecup pelan bibir Suho yang sedari tadi begitu dekat dengan wajahnya. Ugh...kekasihnya memang terllau imut. Kenapa kau baru merasa sekarang Kris?
"Kenapa seenaknya saja kau menciummku?" Suho memprotes, tanganya bahkan digunakan untuk menutup mulut, mungkin agar Kris tak mencuri ciuman darinya lagi.
"Kau kan kekasihku, paling tidak aku bisa melakukanya setiap hari"
"Dasar otak mesum...aku baru tahu Wu Yi Fan Kris suka berpikiran mesum" Bukannya marah dikatakan mesum, Kris semakin menarik Suho agar semakin mendekat ke arahnya. Kemudian
BRUUK
Kris membalik posisi Suho yang tadi ada diatasnya menjadi di samping, dengan seenaknya ia mencari posisi yang nyaman, menaruh Kepalanya di leher Suho dan memluknya erat.
"Ayo kita tidur. Aku lelah" niatnya Suho sih ingin melepaskan diri, tapi pelukan Kris terlalu erat untuk tubuh kecilnya. Akhirnya ia hanya bisa menghela nafas dan menepuk-nepuk kepala Kris pelan agar cepat tertidur.
...
"Mommy...hiks...Mommy"
DUUUK...DUUUK
Jika itu sebuah tangisan, maka bisa dipastikan kalau itu suara Lulu. Hampir dua jam ia bermain dengan kakek dan neneknya, tapi entah kenapa dia malah menangis dan mengetuk pintu dimana Kris dan Suho sedang tertidur.
Kris tersadar dan menjauhkan tubuh Suho yang telah memeluknya ketika tidur, ternyata posisi mereka sudah berganti. Sebelum membukakan pintu, ia masih sempat mengecup pipi Suho sekilas dan baru beranjak beridiri.
CEKLEEEK
"Daddy...Daddy" Lulu kecil langsung saja memeluk kaki kanan Kris dan terisak disana, membuat celana Daddy-nya sedikit basah. Karena Kris tak mungkin berjongkok, ia menunduk dan mengangkat Lulu dengan satu tangan ke dalam gendongannya.
"Kenapa menangis? Eummm?" dari suaranya saja Kris terdengar masih sangat mengantuk, bahkan ia menatap Lulu dengan setengah terpejam. Meskipun begitu Lulu tetap mengalungkan lengannya di leher Kris.
"Baeki...Baekie meninggalkan Lulu...hiks...hiks..." Kris merasa aneh, tak mungkin Baekie meninggalkan Lulu sendirian. Bukannya tadi bermain dengan Nyonya Kim dan tuan Kim? Kenapa Lulu di tinggal sendirian?
"Memangnya Baekie pergi kemana?" Kris mengajak Lulu untuk mendekat ke arah ranjang, dimana Suho masih tertidur nyaman. Kris sedikit mengguncang badan Suho agar kekasihnya terbangun.
"Baekie mengabaikan Lulu...Baekie main sendiri dengan kakek"
"Apa Wu Yi Fan Kriiiis?eummmm" sepertinya Suho belum sadr kalau ada Lulu di sampingnya, hingga si kecil itu turun dari gendongan Kris dan berjongkok diatas kasur.
"Moomy...hiks..." sadar kalau ada seseorang yang menangis Suho segera terduduk, membuat kepalanya sedikit pusing. Ia membawa Lulu ke dalam pelukannya meskipun ia masih tak mau membuka mata.
"Jangan menangis Kris! Ssst" Kris tertegun, Lulu mendongak menatap Suho yang menggoyang-goyangkan badanya pelan. Jadi, Suho berpikir kalau yang menangis itu Kris?
"Hei..buka matamu, dan perhatikan siapa yang menangis!" suara itu akhirnya memaksa agar mata Suho terbuka, sepertinya suara Kris bukan berada tepat di pelukannya tapi agak jauh. Begitu terbuka
"Astaga Lu...Apa yang kau lakukan disini" Lulu jelas saja menangis lebih kencang, ternyata dari tadi siapa yang dianggap ada di peluk Mommy-nya.
"Daddy" Lulu kecil mencoba melepaskan pelukan Suho, dan ingin memeluk Daddy-nya. Ia sakit hati karena tidak dianggap
"Sekarang lihat apa yang kau lakukan" dengan tidak rela Suho membiarkan kekasihnya menarik Lulu kecil dan membiarkanya teracuhkan. Ia merasa bersalah sekarang, Lulu yang tadinya mau merengek pada Mommy-nya tapi sekarang malah marah padanya.
"Maafkan Mommy sayang" Lulu menenggelamkan kepalanya di dada Kris, Suho mendekatinya dan ikut mengelus surai lembut Lulu, ia ingin ikut dalam pelukan keluarga ini.
"Arghhhh...APPAAAA" ketiganya menengok ke arah pintu, padahal disana tak ada orang yang berteriak, yaitu Baekie. Lulu sekarang sedikit memberontak dan ingin turun begitu mendengar saudaranya meneriakkan kata 'papa'. Ketiganya sekarang keluar dari kamar dan mencari sumber suara Baekie yang sepertinya ada di kamar sebelah.
Kris dan Suho berdiri saja di depan pintu kamar sebelah, lebih tepatnya kamar kakak laki-lakinya yaitu Kim Siwon yang sudah pergi dari rumah sejak 7 tahun yang lalu. Mereka hanya memandangi Lulu dan Baekie yang menatap kagum potret foto 'Papa'nya yang terpajang dengan figura besar di kamar.
"Baekie...jangan berlari! Kakek capek" begitu sampai di lantai dua, tuan Kim sudah Nampak terengah bercampur bingung. Wajar...salahkan Suho dan Kris yang berdiri di depan pintu tanpa ada keinginan untuk masuk ke dalam.
"Appppppa..." teriakan Baekie
"Apppa" teriakan Lulu
Dua ank kecil yang tadi hanya memandangi foto Siwon dengan kagum, kini sudah berusaha melompat-lompat dengan semangat, ingin mencapai figura yang tentu saja tertancap di dinding dan akan sangat sulit bagi mereka untuk di raih.
"Eomma" Lulu beralih mendekati sebuah figura kecil yang ada di atas meja, dimana foto siwon dan mungkin orang yang di panggil 'Eomma' oleh Lulu..."Baekieee...ini eomma" Suho yang sudah saaaaaangat amat penasaran mendatangi Baekie dan mengangkatnya ke dalam pelukan. Ia belum berani mendekati Lulu, takut si kecil itu tak mau dengannya. Kris yang sadar Suho sedang menjauhi Lulu akhirnya mendekat pada si cengeng dan juga mengangkatnya ke atas pundak malah. Baekie merasa takjub dengan posisi saudaranya tapi ia segera dialihkan perhatiannya karena perkataan Mommy-nya.
"Jadi...jelaskan pada Mommy siapa yang kau panggil Appa dan eomma" Baekie menatap Suho dengan senyum merekah, tak tahu bahwa semua yang ada di dalam ruangan menantikan jawaban si ceria.
"Apppa...Siwon Appa" jawabnya polos memamrkan deretan giginya yang cukup bersih sambil menunjuk pada foto besar Siwon "Dan itu...Donghae Eomma" kali ini ia beralih menunjuk figura kecil yang tadi di dekati Lulu
"Jadi ternyata kalian keponakan kami...Yeeeeeeiy...Kriiiis" Kris memandangi Suho yang berteriak heboh disampingnya, Baekie malah cekikikan karena senang tubuhnya digoyang-goyangkan Mommy-nya.
"Daddy...Mommy menyeramkan" Kris melirik Lulu yang masih berada dia tasnya, bibirnya melengkung ke atas karena ucapan si cengeng.
"Mommy-mu memang menyeramkan dari dulu" sebenarnya Suho mendengar ucapan Kris tapi ia membiarkannya, karena ia sendiri terlalu sibuk dan senang di waktu yang bersamaan.
"Tunggu! Jangan mengabaikan Appa" semuanya melirik pada tuan Kim yang sepertinya sedikit merajuk. Memangnya ia masih boleh merajuk di umur setua itu. tap pada akhirnya Suho mendekat dan menggandeng Appa-nya.
"Sebaiknya kita duduk di bawah saja sambil membicarakan masalah ini" Tuan Kim mengangguk dan berjalan mendahului semua orang
"Masalah ini" Baekie tiba-tiba berteriak sambil melonjak-lonjakkan tubuhnya yang kecil di pelukan Suho "Mommy...memangnya masalah itu apa? Apakah sebuah permainan?" Baekie masih melonjak-lonjak senang meski tak tahu apa yang ia tanyakan.
...
"Jadi...?" nyonya Kim sangat bingung. Matanya terus beralih dari Suaminya yang tiba-tiba terdiam memandangi Lulu dan Baekie dan bergantian memandangi Suho yang terus saja bercanda dengan Baekie di pangkuannya.
"Baekie dan Lulu itu keponakanku, dan dia cucu eomma dan Appa...bukan begitu Baekie sayaaang" Baekie mengangguk senang meski tak tahu apa yang ucapkan Suho. "Dia anak Siwon Hyung eomma"
"Astagaaa...benarkah?" nampaknya Nyonya Kim terlampau senang, terlihat dari gerakannya yang mendekati Lulu dan mengangkatnya dari pangkuan Kris. "Kau cucuku..." berkali-kali Lulu mendapat serangan ciuman dari neneknya, tapi ia Nampak senang karena raut wajahnya mengatakan begitu "Apakah dengan Donghae?"
"Tentu saja Eomma...memangnya Siwon Hyung menikah dengan siapa lagi hingga memilih pergi dari rumah?" Suho sedikit kesal pada eommanya karena hal begini saja masih perlu ditanyakan. Ia mengalihkan tatapanya ke k sengaja menatap Appanya yang dari tadi agak menjadi pendiam
"Appa...kenapa diam saja? Tak suka kalau Baekie dan Lulu ternyata keluarga kita?" Appa-nya menggeleng dan wajahnya berubah geram.
"Bukannya tak senang. Appa ingin sekali memarahi Hyungmu karena tega meninggalkan anaknya padamu"
"Memangnya kenapa kalau mereka ditinggalkan denganku...ap tidak boleh?"
"Kau itu kan ceroboh...masak Siwon lupa dan tega melakukkanya pada Baekie dan Lulu" Suho langsung saja memanyunkan bibirnya, Kris yang mendengar teriakan protes tuan Kim hanya bisa tersenyum, mengelus kepala kekasihnya agar tak kesal lagi "Untung ada Kris yang menjaga mereka, Appa sedikit tenang"
"Apanya yang beruntung? Waktu itu Kris hampir meng-umppthhh" cepat-cepat Kris membungkam mulut Suho yang nampaknya kembali cerewet. Kris tak mau dipandang tak baik oleh calon ayah mertuanya jika tahu Kris sempat tak membolehkan Lulu dan Baekie untuk tinggal bersama. Jadi ia memandang Suho dengan tatapan memohon, yang dibalas Suho dengan putaran di bola matanya, menandakan bahwa ia akan diam dan tutup mulut mengenai masalah itu.
"Kemarilah sayang...Kakek ingin memeluk kalian" Baekie seakan ingin berlomba dengan Lulu , ingin cepat-cepat menerjang kakek 'kandung' mereka.
...
Mereka berempat dalam perjalanan pulang, Kris menggandeng Lulu, Lulu menggandeng Baekie dan Baekie menggandeng Suho. Terlihat memenuhi jalan memang, tapi disaat yang bersamaan juga terlihat seperti sebuah keluarga bahagia.
Tuan Kim memaksa mereka untuk menginap saja di rumah, atau paling tidak meninggalkan Lulu dan Baekie disana. Tapi Suho menolak dengan alasan belum memberi makan pada Tiffany, oh...kucing itu memang tak pernah terlupakan di hati Suho. Sedangkan Baekie dan Lulu tak mau menginap disana kalau Daddy dan Mommy-nya tidak. Jadi malam-malam begini mereka pulang dengan berjalan kaki, tadi sempat naik bis tapi turun sudah turun di halte dekat rumah.
"Mommy...apa itu Tiffany?" Baekie mendekati Suho yang tengah menghampiri Tiffany di teras rumah. Kucing itu Nampak kasihan karena terkunci di luar selama majikannya pergi.
"Iya...Baekie...Kau mau menggendongnya?" dengan antusias Baekie mengangguk dan membawa Tiffany ke dalam genodnganya. Terlihat menggemaskan ketika ia melakukannya. Ingin sekali Suho mengabadikan Moment lucu ini, tapi sayang Baterainya Handphonenya habis.
Semuanya masuk ke dalam rumah, Suho menggandeng Lulu dan Baekie agar mencuci tangan terlebih dahulu, memaksa Baekie melepaskan Tiffany sejenak. Ah...padahal Suho sendiri jarang melakukan hal tersebut jika baru keluar, tapi kali ini mungkin berbeda karena ada dua makhluk kecil menggemaskan.
Setelah Baekie mencuci tangan, ia berlari penuh semangat menghampiri Tiffany dan membawanya ke sofa. Cuci tangan yang ia lakukan sepertinya sia-sia saja. Lulu medekati saudaranya, ikut mengelus Tiffany yang ada di pangkuan Baekie.
"Kau mau menggendongnya?" Tanya Baekie kecil pada Lulu, dan saudara kembarnya hanya mengangguk sambil tangannya terulur untuk menjangkau Tiffany.
Suho menyalakan Televisi dan ikut duduk di sofa menemani dua keponakannya yang terlihat capek atau mengantuk. Kris tentu saja tak terlihat di sekiar sana, bisa-bisa alerginya kumat karena berada di dekat Tiffany.
"Mommy...orang itu sedang apa kenapa melompat-lompat?" Suho memprhatikan layar Televisi untuk mendapatkan jawaban. Ternyata disana sedang ditayangkan pertandingan Basket NBA "Wuaaah...hebaaaat..orangnya bisa melompat setinggi itu" Baekie terlihat senang melihat seorang pemain basket ketika melakukan Dunk, bahkan ia ikut melompat-lompat berusaha agar lompatannya bisa setinggi pemain basket di televisi.
"Mereka sedang bermain Basket Baekie...dan Daddy-mu bisa melakukan hal seperti tadi" Mata Baekhyun seketika berbinar terang, ia sampai menggenggam kedua tangannya karena terlalu bersemangat mengetahui Daddy-nya bisa melakukan hal yang dilihatnya di Televisi.
"Apa Daddy juga hebat? Lulu ingin melihatnya" Lulu sesekali menatap layar televisi, sedangkan jemari tangannya digunakan untuk mengelus Tiffany.
"Daddy saaaangat hebat sayang...tapi Daddy sudah tak mau melakukannya. Kadang mau kalau dipaksa" Yahh..kenapa muka Suho terlihat cemberut ketika mengatakan hal tersebut, padahal ini di depan Baekie dan Lulu, jadi terlihat sama-sama kekanak-kanakkannya.
"Membicarakanku?" Kris hanya berdiri di depan pintu kamar tanpa ingin mendekat begitu tahu Tiffany masih berada bersama mereka.
"Daddy...Dadddy..." Baekie berlari menghampiri Kris, ia melompat-lompat senang, tangannya menggapai-gapai di atas seperti minta di gendong, tapi tidak. Ia hanya menirukan apa yang di lihatnya di Televisi "Kata Mommy, Daddy bisa melakukan hal seperti itu" Baekie menunjuk tepat pada saat layar Televisi menampilkan seorang pemain melakukan Dunk.
"Itu...Daddy sudah tak bisa melakukannya Baekie" Suho melirik Kris tajam. Bagaimana bisa? Kemarin saja ia msih bisa bermain basket. Bahkan menunjukkan Dunk andalannya, tapi kenapa sekarang ia berkata lain?.
Wajah si kecil Baekie berubah cemberut, ia memegangi kaki Kris erat-erat "Baekie ingin melihat Daddy melakukan hal itu...tapi Daddy tak mau" yaaaah...Baekie kecil mulai merajuk dan Kris mulai bersin-bersin. Ingat! Tadi Baekie memeluk Tiffany dan sekarang ia memeluk kaki Kris.
"Lulu juga ingin melihat Daddy melakukan itu...Ya kan Mommy?" Suho mengangguk dan menatap Kris seperti memohon. Tapi lagi-lagi dijawab dengan suara bersin.
"Kemari sayaaang...Daddy ingin istirahat, mungkin lain kali kalian bisa melihat Daddy bermain basket" Baekie mulai melepaskan pelukkannya dan duduk di pangkuan Suho. Kris jadi merasa bersalah, tapi mau apalagi, ia sudah tak ingin bermain basket, hanya saja kemarin memang ia sedang di paksa Suho.
...
"Kriiis...kumohon tolong gantikan Sehun!" JKai benar-benar memohon pada Kris di pagi saat bel masuk sekolah belum berbunyi. Kasihan sekali tampang Kai saat ini, ia terlihat memohon dengan sungguh-sungguh.
"Kenapa harus aku? Aku bukan Tim Basket lagi"
"Tapi Sehun cedera dan tak mungkin bermain sore ini, pemain yang cukup baik hanya tinggal Sehun, dan sekarang ia tak masuk" Kris masih terlihat biasa saja, tapi dari roman-romannya ia akan menolak permintaan Kai
"Sudahlah Kai! Kalau mantan kapten basket kita tak mau yasudah, jangan dipaksa. Kalau ia memang masih menyukai basket dan menghargai kita sebagai mantan satu tim, maka ia akan melakukannya, tapi sepertinya ia tak mau dipaksa" Kai menatap Chanyeol dan menunduk lemas. Ia berbalik, berjalan menjauh dari tempat Kris berdiri, diikuti Chanyeol di belakangnya.
"Kenapa kau setega itu pada mereka? Huh?" Suho tiba-tiba muncul yang tadi sudah masuk ke kelas tapi sekarang sudah ada disini bersama Kris "Kalau kau tak mau membantu, lebih baik aku saja yang menggantikan Sehun" Kris hanya bisa menutup mata sebentar, menyandarkan kepala di tembok sambil memikirkan sesuatu. Ia tak ingin mengejar Suho atau menghentikkan langkah kekasihnya itu, ia masih bingung dengan apa yang akan dilakukannya setelah ini.
...
Lapangan mulai penuh karena hari sudah sore, itu berarti pertandingan basket hari ini akan dimulai. Kalian tahu? Ternyata Suho tak bermain-main dengan ucapannya, ia sekarang sedang berada di tepi lapangan melakukan pemanasan dengan seragam tim basket sekolah.
Dan kalian harus tahu, kalau ternyata lawan mereka adalah anak-anak yang tempo hari bermain basket dengan Kris di lapangan kompleks. Iya...mereka itu Minho, Taemin dan Key...astagaaa...lawan yang sulit sepertinya.
Kris sendiri tak berada di dekat lapangan basket, melainkan di lantai dua dan mengamati keadaan lapangan dari atas, ia benar-benar tak mau terlihat di sekitar pertandingan. Pikirannya kacau, entah apa yang ada di kepalanya. Ia sebenarnya tak tega melihat Suho yang menggantikan Sehun. Kris saaangat tahu bahwa kemampuan basket Suho masih sangat dasar, bahkan bisa dikatakan bodoh malah, tapi kekasihnya itu tetap nekat.
Ia juga masih bisa melihat Sehun yang merasa Khawatir di bangku pemain dengan kaki berbalut perban serta tongkat di sampingnya. Tapi ia hanya melihat tanpa ingin mendekat...ya...hanya melihat dan mengamati.
SELESAAAAAAI
Chap 6 selesai, masih ada Chap 7 kok. Dan di chap depan, asli udah tamat nih cerita. Apa yang kalian baca di atas tentang 'PERTANYAAN' saya, diabaikan atau dibaca terus dibuang ke tong edan juga nggak papa. Itu hanya pertanyyan, di jawab boleh nggak dijawab juga boleh tidak mengurangi nilai ujian kok. Hah?
