Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Rated : T semi M for language

Genre : Romance, Humor

Warning : Gaje, OOC, AU, Typo(s), dll

Don't Like Don't Read! ^^

Happy reading minna-san ! ^^

~Kinouye presents…

LOVE AND PHOTOGRAPH

Chapter 2

Sakura POV

Ah, ada untungnya juga photo shoot mulai jam 3 sore nanti. Aku bisa membeli dulu udon di kedai Bibi Anko. Hmm.. sepertinya enak di tengah gerimis seperti ini. Sesekali kupandangi orang-orang diluar jendela sambil menunggu udonnya diantar. Ada sepasang kekasih *sepertinya* yang bersenda gurau di sela gerimis, anak kecil yang digenggam erat oleh ibunya, juga seorang pria yang menyebrangkan nenek tua dan menyebrangkan anak-anak SD di tengah gerimis. Bukan, dia bukan polisi lalu lintas. Sepertinya dia kebetulan lewat jalan itu dan melihat mereka yang ingin menyebrang. Lalu, dia tersenyum, tulus, sayangnya Aku tidak bisa melihat jelas siapa pria itu. Ah, Chicken Butt itu benar ! aku harus memeriksakan mata minusku ini. Sepertinya minus ku bertambah. Kami-sama, betapa beruntungnya gadis yang menjadi pacarnya. Andai saja itu aku…Sepertinya dia orang baik.

Ah, akhirnya udonku dataaaaang ! Gotcha ! *slurrrppp !* oisshiii ! seperti biasa bibi membuatkan udon spesialnya. Dengan ekstra udang dan kerang. Surga dunia di tengah dingin yang menyapa. Aku harap photo shoot kali ini berjalan lancar meski gerimis mewarnai.

~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~

"Bibi, udon ekstra tomatnya satu" ujar seorang pria berambut aneh yang belakangnya mencuat ke atas seperti err.. pantat ayam.

"Ah nak Sasuke, kemana saja? Baik, silahkan ditunggu" ujar bibi Anko.

Sasuke hanya tersenyum dan ber-hn ria. Dia melihat sekeliling dan sepertinya semua penuh. Hanya satu kursi yang tersisa, itu pun dia harus berbagi meja dengan orang lain. Pink? Sepertinya aku pernah melihat rambut aneh itu…, batin Sasuke.

"Silahkan nak, maaf ya hanya ini kursi yang tersisa. Sakura-chan, tidak apa kan jika kau berbagi meja dengan orang lain?" ujar bibi Anko.

"Ne, daijoubu Bibi, laagi pula hah haah ini khan khedai mu" ujar Sakura sambil melahap udonnya.

"Kochi-kochi, Sasuke-kun" Anko memanggil Sasuke yang masih mencari-cari meja kosong, lalu meletakkan udon ekstra tomat itu.

"Hn" ujarnya sambil menuju ke sana. Apa boleh buat, akhirnya Uchiha bungsu ini harus berbagi meja dengan orang yang tak dikenal.

" Itcadhakhimasuuu~" Sakura mengucapkan selamat makan kepada orang di depannya tanpa mengalihkan pandangan dari udon sambil memakannya dengan lahap.

"Hn. Itadakimasu, PINKY !" Sasuke tersenyum tipis melihat gadis aneh di depannya yang makan lahap seperti orang kelaparan berminggu-minggu. Tunggu, sejak kapan Uchiha Sasuke tersenyum?

Sepertinya, aku kenal suara ini..dan pinky…, batin Sakura.

"KHAAUUU !" masih dengan udon di mulut dan sedikit ingus keluar karena udon pedas tak lupa dengan mata melotot dan..

KLIK ! Sasuke memotret Sakura dengan pose yang err.. menyedihkan? menyeramkan? menjijikan? atau lucu?

"Hn.." hanya itu kata yang keluar dari mulut Sasuke sebelum dia memakan udon ekstra tomatnya. Innocent face, cool face, seperti tidak terjadi apa-apa. *watados sekaleeeee~ alias wajah tanpa dosa*

"Chicken Butt ! awas kauuuu !" teriakan Sakura ternyata menyebabkan semua mata pelanggan kedai Bibi Anko menuju ke arahnya.

"Sumimasen, hehe sumimasen" akhirnya Sakura membungkuk da meminta maaf karena telah membuat mereka kaget dan terganggu dengan teriakan 8 oktafnya *ngaco*.

"Jangan harap kau bisa selamat Chicken butt, aku akan membalasmu!" ujar Sakura sedikit berbisik terhadap Sasuke sebelum dia pergi. Karena kesal, Sakura sampai lupa tidak membayar udonnya.

Pinky, Pinky..menarik, batin Sasuke.

~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~

Seorang gadis berambut buble gum berlari menembus gerimis. Ya, siang ini sepertinya tidak berpihak pada gadis itu. Photo shoot pertamanya sepertinya akan mengalami sedikit kendala. Tunggu, photo shoot? Mungkin kalian berpikir bahwa dia adalah seorang model cantik, berbakat dan terkenal. Berbody langsing seperti gitar dan dambaan semua pria. Dengan mata emerald yang menambah pesona cantiknya. Silahkan kalian berspekulasi sebebas-bebasnya. Sayangnya….

"Sakura-chaaaaan ! heyyyyy ! cepat kemariiii !" pria berwajah baby face itu melambai-lambaikan tangannya, berharap sang asisten segera menghampirinya. Wait? asisten?

"Aaaa… gomen ne Sasori-kun.. apa aa.. a. aku ter-lam-bat? Eh?" sang asisten,Haruno Sakura yang tak ketinggalan dengan cengiran khas gadis pendek, berambut buble gum, berkacamata minus, dengan kepangan rambut yang err.. acak-acakan (as always) itu menghampiri boss-nya.

"Hmm.. Sayangnya 2 menit Sakura-chan!" dengan geram dan tangan dilipat di dada, Sasori, sang fotografer menatap asisten buble gum-nya itu. Yang merasa dipandangi, Sakura, hanya bisa menahan nafas dan menunduk dalam-dalam.

Sepertinya, aku akan dipecat lagi di hari pertamaku kerja. Kami-sama, batin Sakura. Sesekali, terdengar nafas yang tercekat di kerongkongannya.

Kami-sama….

~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~

Dalam keheningan yang mencekam *lebay*, Sasori mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura. Sedikit membungkuk, karena tinggi Sakura hanya sebatas dadanya. Perasaan Sakura semakin kacau. Dia tidak mau ciuman pertamanya di rebut boss-nya sendiri dan….

"Hahaha haaa" Sasori tertawa lepas. Beberapa orang yang lalu lalang di Konoha Park siang itu hanya menatap heran melihat Sasori. Untungnya, staff yang lain belum menampakan batang hidungnya.

Setelah tawanya reda, Sasori berkata "Sakura, kau tidak terlambat !" .

"Na.. na ni? Nande? Aaa tapi kau bilang !" sambil menunjuk-nunjuk dada boss-nya yang bidang itu Sakura semakin heran.

"Aku kan hanya bilang 2 menit, dan aku tidak bohong Saku-chan. Kau datang dua menit lebih awal dari waktu yang kuperintahkan" Sasori kemudian tersenyum. Entahlah, menggoda asisten barunya merupakan hal yang menarik baginya, kini.

" Aaaaa.. Kaaau ! awas kau Sasori-kuuuun !" Sakura berusaha memukul Sasori, namun Sasori berhasil menghindar.

Tak lama, terdengar suara baritone di belakang Sakura, "Ck! Sasori, kau seperti anak kecil saja".

Sepertinya, suara baritone ini tak asing di telinga Sakura. Ketika Sakura berbalik..

"KAU !" Sakura hanya bisa melotot tak percaya.

"Hn, halo PINKY ! ", ujar pria baritone itu menyeringai.

"Aaaaa.. Sasu-kun, kau ini. Kenapa? Kau iri ya? tumben sekali kau datang tepat waktu?" Sasori menghampiri pria bersuara baritone itu sambil memeluknya. Sakura semakin bingung, dan sepertinya kali ini Tuhan tidak mendengar doanya karena hari ini dia harus bertemu Tuan Chicken Butt, lagi.

"Lepaskan baka ! aku masih normal ! jangan peluk aku seperti ini !" Tuan Chicken Butt itu melepaskan pelukan Sasori, lebih tepatnya, menendang Sasori.

"Sasori-kun, siapa Chicken Butt ini? Ya Tuhan kenpa aku bertemu dengannya lagi" Sakura hanya bisa menunduk lesu.

Ck, kun? Sasori-kun? Siapa si Pinky ini, batin Sasuke.

Dan Sasuke? Hanya diam meski dia juga penasaran dengan si Pinky di depannya. Tunggu, penasaran? Sejak kapan seorang Uchiha penasaran dengan gadis pendek, aneh, berkacamata, berambut buble gum, dan SATU-SATUNYA GADIS YANG PERNAH DIA TEMUI DENGAN GAYA MAKAN YANG SANGAT TIDAK ANGGUN?

"Ah iya, aku hampir lupa Sakura-chan" ujar Sasori tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Hn.. ternyata namanya Sakura. Tunggu, chan? Sebenarnya siapa si Pinky ini? Kenapa Sasori sampai memanggilnya seperti itu?, batin Sasuke lagi.

"Dia.._"

"Woooiiii ! Temeeeee ! Kau kemana saja? Aku merindukanmu !" seorang pria berkepala duren dengan suara cemprengnya berteriak dan langsung memeluk Sasuke.

"Ck, diamlah Dobe! Suaramu memekakkan telinga, jangan mempermalukanku di depan umum! Kau dan Sasori sama saja. Memelukku seperti anak kecil, cih" Sasuke kembali melepas dengan paksa pelukan *menendang tepatnya* pria yang memanggilnya Teme, siapa lagi kalau bukan Naruto si kepala duren?

"Kau ini Teme, masih seperti dulu. Aaa ada Sakura-chan juga! Ahahaaa!" Naruto mengandalkan cengirannya ketika melihat saudara jauhnya berada di sana.

BUGH !

"Baka ! kenapa kau mengerjaiku Naruto-bakaa!" Sakura mengeluarkan jurus bela dirinya *Shanaroooo*. Naruto hanya meringis, sepertinya dia sudah terbiasa menerima pukulan Sakura yang sangat jauuuuuuh dari kata tidak sakit. Ya, Naruto adalah saudara Sakura yang bekerja sebagai Art-design di redaksi majalah DREAM HIGH.

"Sudah.. sudah Sakura, Naruto, dan Sasuke.. oke! Ah sepertinya Kau dan Sasuke sudah saling kenal, huh?" Sasori menambahkan.

"Na-ni !" ujar Sakura dan Sasuke bersamaan sambil menatap tajam ke arah Sasori.

"Sasuke, ini Haruno Sakura, asisten baruku. Dan Sakura, ini Uchiha Sasuke... model untuk photo shoot hari ini dan mungkin HARI-HARI BERIKUTNYA ! "

"NA.. NIIIIII ?"

~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~

TO BE CONTINUE

Gimana ? gimana?

Aduh gomen banget ya kalau ceritanya ga seru, namanya juga belajar

Makasih yang udah ripiu, juga silent readers *kalau ada* *miris* walaupun ga ripiu, I appreciated that *tapi tetep ngarep ripiu, ripiu is better * hehe

Sankyuu ya buat Mugi-chan yang udah ripiu, ini udah apdet ko hehe. Salam kenal Mugi~

Mohon bimbingannya yaa para senpai, gomen kalo alurnya kecepetandan banyak bgt typo.

So, MIND TO REVIEW ?