Naruto belongs to Masashi Kishimoto
STORY : BELONGS TO ME ^^
Rated : T
Genre : Romance
Warning : Gaje, OOC, AU, Typo(s), dll
Don't Like Don't Read! ^^
Happy reading minna-san ! ^^
~Kinouye presents…
LOVE AND PHOTOGRAPH
Chapter 3
Angin sore mulai berhembus, menyapa setiap orang yang berada di Konoha Park saat ini. Baik para staf photo shoot yang terlihat sibuk menyiapkan peralatan, juga orang-orang yang sekedar jalan-jalan menikmati indahnya sang mentari yang bersiap kembali ke punggung senja.
Ya, pemandangan senja memang indah. Tidak terkecuali dengan gadis bubble gum, Sakura, yang sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai asisten seorang photographer terkenal, Sasori. Sakura sangat terkagum-kagum dengan project boss-nya kali ini, sunset moment di Konoha Park. Sebenarya, Sakura sempat terlihat bad mood gara-gara pekerjaannya kali ini (dan seterusnya) akan bekerja sama dengan orang yang sangat dia benci! Siapa lagi kalau bukan… Uchiha Sasuke!. Dan parahnya lagi, Sasuke bukan seorang staf di kantor tempat kerjanya, tetapi seorang model yang otomatis akan sering berinteraksi meski dalam hal photography. Perfecto!
Pekerjaan tetaplah pekerjaan. Sakura telah berjanji pada dirinya sendiri untuk bekerja keras. Walau bagaimanapun, dia tak mau dipecat dari pekerjaannya kali ini. Harus membedakan dendam pribadi dengan masalah pekerjaan. Ya, dia harus professional, bukan kah dia harus menggapai impiannya untuk menjadi photographer terkenal? So, meski menjadi asisten photographer juga harus professional, bukan?
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
"Sakura, cepat ambilkan tripod*!" Sasori menyuruh Sakura sambil mengotak-atik kamera dslr-nya.
"Ini Sasori-kun, bagaimana dengan lighting-nya?. Umm… begini, aku rasa tidak perlu, eh?" tanya Sakura kemudian.
"Hm, kau benar. Cahaya senja sudah cukup bagus. Coba kau cek Sasuke, apa dia sudah siap? Aku rasa, sekarang moment yang sangat pas untuk shoot," ujar Sasori sambil memasang lensa datar**.
"Oke! I'll be right back!" dengan berlari kecil Sakura menghampiri Sasuke.
"Err… Chicken Butt, apa kau sudah siap sekarang? Sasori-kun menunggumu!" tanya Sakura setengah berteriak sambil memasang wajah masam.
Saat itu, Sasuke sedang bersiap memakai sebuah coat berwarna biru dongker. Lalu dia berbalik dan melirik Sakura sebentar, kemudian pergi menuju Sasori.
"Cih! Dasar Chicken butt! Bocah busuk seperti itu bisa-bisanya jadi model. Err… Kami-sama semoga aku bisa tahan dengan sikapnya," sambil mengatupkan kedua tangannya di dada layaknya orang yang sedang berdoa, Sakura hanya meringis melihat Sasuke yang sedang bercakap-cakap dengan Sasori. Sepertinya, photo shoot akan dimulai.
Dan dugaan Sakura benar, photo shoot dimulai. Lalu, Sakura menghampiri Sasori. Photo shoot kali ini berlatar suasana senja.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
SPLASH! SPLASH! SPLASH!
Sasuke berdiri, bersandar di sebuah bangku klasik bergaya Eropa. Dengan coat biru dongker selutut, shirt dengan stripes putih-biru yang sedikit keluar dari pants, pants chinos berwarna coklat muda dipadu dengan sepatu oxford leather berwarna coklat, serta beret yang senada dengan coat yang dipakainya. Sasuke menatap samping, ke arah matahari senja, dengan tangan di masukkan ke saku celananya. Kemudian duduk di bangku, hingga seterusnya berganti beberapa gaya. Tatapannya sangat sulit diartikan, setidaknya begitu yang dipikirkan Sakura. Sakura tidak bisa berhenti menatap orang yang sangat dia benci itu, tapi bukan tatapan benci, kesal, marah, ataupun tidak suka, tetapi tatapan kagum. Sayangnya, Sakura tidak menyadari hal itu.
Photo shoot berikutnya, Sasuke mengenakan shirt over-size abu muda, dengan sepatu converse berwarna merah, scraft berwarna biru muda yang melilit di lehernya, denim dan kali ini tanpa memakai hat tetapi sebuah kacamata kotak bertengger di hidung bangirnya. Kali ini Sasuke duduk di pinggir jalan setapak (ngaco bgt author), di pinggir-pinggirnya kertas-kertas berserakan. Sasuke sedikit menunduk, lalu kemudian berdiri dan sedikit loncat dengan merentangkan tangan ke arah matahari. Matanya terpejam. Lagi-lagi, Sakura hanya terbengong-bengong dengan talent hebat yang Sasuke miliki. Matanya, matanya seperti memiliki daya tarik tersendiri bagi Sakura.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Di tengah kebengongannya itu, seorang gadis bermata lavender menepuk Sakura dari belakang. Gadis itu sepertinya sangat feminine. Terlihat dari pakaiannya yang sangat jauuuh berbeda dengan Sakura. Hinata memakai floral dress putih selutut dengan high heels 7cm. Rambut ungunya dia gerai dengan bandana berwarna soft pink.
"Aaa… ha-hai, aku Hinata, Hyuga Hinata. Dari tadi aku lihat kau memandangi Sasuke, apa kau menyukainya nona?" Hinata, gadis berambut ungu sepinggang itu tersenyum kepada Sakura.
"Aaa… ano, aku tidak menyukainya kok Hinata-chan, jangan salah paham hehe. Namaku Sakura, Haruno Sakura, yoroshiku nee," Sakura membungkuk lalu tersenyum kepada gadis yang baru dikenalnya itu. Asyik, aku dapet teman baru, ujar sakura dalam hati.
"I-iya Sakura-chan, aku hanya bercanda kok. Tapi, sejak beberapa bulan lalu, bahkan sejak Sasuke-kun bekerja sebagai model di DREAM HIGH, banyak sekali wanita yang menyukai Sasuke-kun. Bahkan para pembaca DREAM HIGH-pun sampai membentuk SFC lho," lanjut Hinata kepada Sakura.
"Umm… Hinata-chan, SFC itu apa?" dengan polosnya Sakura bertanya kepada teman barunya itu.
"Sasuke Fans Club Sakura-chan, fans club ini bahkan mengalahkan fc-fc artis lain lho, padahal kan Sasuke hanya seorang model," Hinata tersenyum melihat kepolosan Sakura.
"Wakatta! Ck! Kurang kerjaan sekali mereka, apa istimewanya sih bocah Chicken Butt itu!" Sakura bersungut dengan menggembungkan pipi chubby-nya lalu membuka lollipop besar yang berada di tas postman coklat miliknya.
"Hihihi, Sakura-chan itu lucu ya, istimewanya Sasuke sampai membuat kau terkagum-kagum tanpa berkedip sedikitpun bukan?" Hinata tersenyum geli melihat Sakura yang kini kembali mengembungkan pipinya. Namun, ada sedikit semburat merah di pipi Sakura. Ada apa dengan Sakura?
"Aaa… Hinata-chan! Kau ini, aku sangat membencinya!" Sakura kemudian menggelitik Hinata dan Hinata hanya bisa terkekeh geli.
"Oh ya Hinata, kau bekerja di DREAM HIGH-kan? Umm.. maksudku, kau bekerja di bagian apa?" Sakura bertanya karena penasaran. Sempat terpikir Hinata adalah seorang model juga seperti Sasuke.
"Aku di bagian make-up dan wadrobe, mohon kerjasamanya ya," jawab Hinata.
"Hm… aku kira kau model, habis kau cantik sekali Hinata-chan. Hinata, mulai sekarang kita teman kan?" Sakura menjulurkan tangannya, lalu nyengir lebar.
"Hai!" dengan senyumnya yang sangat manis, Hinata menerima uluran tangan Sakura.
And guess what? Mereka menjelma menjadi teletubies *fool imagine* dan… berpelukaaan….
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
"Bodoh! Anak tak berguna!"
"Pergi saja kau!"
"Aku mohon, jangan usir aku dari sini…."
"Kaa-san…!"
"Jangan sakiti Kaa-san!"
"Aku benci Tou-san!"
Kami-sama… mimpi itu lagi, batin seorang gadis. Jarum jam menunjukan pukul 02.00 tepat. Gadis itu hanya memandang ke luar jendela, bulan purnama. Lalu dia duduk si sofa kecil dekat jendela, memeluk kedua lututnya. Dia menunduk dalam, entah kenapa hal ini sangat menyiksanya. Tak terpikir sedikitpun untuk kembali tidur dalam balik selimut hangatnya. Lalu, tatapannya pindah kea rah sebuah meja kecil yang terbuat dari kayu, sebuah foto keluarga. Tetapi, ada satu hal yang sangat ganjil. Foto itu tidak ututh seperti foto-foto keluarga kebanyakan. Ada sedikit sobekan, mungkin di bagian seorang ayah. Ya, hanya terlihat seorang wanita paruh baya yang sangat cantik, mengapit tangan gadis kecil di sampingnya. Keduanya tertawa lebar, si wanita menoleh ke arah orang sobekan. Ya, di sana sebelumnya ada orang. Siapa lagi kalau bukan seorang ayah?
Sebuah potret bahagia yang mungkin kini tak ada lagi….
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
"Ohayou minna!" gadis buble gum itu dengan ceria meyapa setiap orang yang di temuinya di kantor DREAM HIGH sambil tersenyum. Ya, dia harus semangat! Meski harus bertemu Chicken Butt!...
"Sakura-chan, kau terlihat sangat ceria pagi ini. Padahal, hari ini kan tak ada jadwal penting photo shoot," ujar Sasori di sela kesibukannya melihat hasil kemarin. Sasori terlihat imut sekaligus keren dengan polo shirt berwarna hitam dipadu dengan denim dan sepatu converse hijau.
"Aku kan harus tetap semangat, hehe… memangnya tidak ada tugas untukku kali ini? Kaau tidak, aku akan me_" Sakura menggembungkan pipinya dan terlihat akan beranjak pergi. Baru saja melangkahkan kakinya satu langkah Sasori keburu menjitak kepalanya.
"Eits, mau kemana kau! Kita harus mengerjakan editing photo yang kemarin! Duduk!" ujar Sasori sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Aw…! Baik! Baik! Tapi ga usah jitak-jitak segala dong," ujar Sakura bersungut dengan suara yang sekecil mungkin agar Sasori tak mendengarnya. Akhirnya, Sakura tidak jadi mengunjungi Hinata, dan sebagai gantinya dia harus menghabiskan waktu untuk ber-editing ria bersama boss-nya.
"Sasori-kun, Sasuke itu jadi model sejak kapan sih? Oh ya, sekarang dia kemana? Aku tidak meihatnya," tanya Sakura penasaran. Tangan menggerak-gerakn mouse sambil sesekali menatap Sasori di sebelahnya.
"Nande? Apa kau menyukainya Sakura? Dia selalu datang terlambat, kebisaan buruknya itu memang susah dihilangkan," sambil nyegir Sasori menggoda Sakura.
"Aku kan hanya bertanya, hanya ingin tahu saja! Tapi dia tidak dipecat, eh?" Sakura hanya menggembungkan pipi chubby-nya lagi dibalik rasa penasarannya yang sangat besar.
"Tidak, dia model berbakat. Kami sudah memakluminya. Apalagi, redaktur DREAM HIGH adalah Uchiha Itachi, kakak laki-laki Sasuke. Para staf di sini pun orang dekat. Aku, sahabat Itachi dari kecil. Kami berdua yang mendirikan DREAM HIGH. Naruto, sahabat Sasuke sejak di Paris. Dan masih banyak lagi," ujar Sasori kemudian.
Ck, bocah itu… terlambat saja dimaklumi!, batin Sakura.
Tak lama kemudian, terdengar suara langkah sepatu. Seorang pria *uuu… pria* menghampiri mereka.
"Sasuke!" Sakura dan dan Sasori melotot bersamaan. Mereka kaget karena orang yang mereka bicarakan tepat di belakang mereka. Mouse yang dipegang Sakura terlempar entah kemana.
"Hn," Sasuke hanya menjawab pendek. Sasori dan Sakura masih melotot dan menelan ludah.
"Baka! kalian seperti melihat hantu saja. Cih!"
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Seminggu sudah Sakura bekerja di DREAM HIGH. Meski baru seminggu, Sakura sangat bangga. Karena biasanya, empat sampai lima hari dia bisa bertahan. Kenapa? Tentu saja karena terlambat!. Dari awal masuk kerja saja dia terlambat hampir satu jam. Namun, kali ini tidak. Sakura berhasil mengubah kebiaasaan buruknya itu. Beruntung sekali, para rekan kerjanya di DREAM HIGH pun sangat baik. Baru saja sehari bekerja, Sakura sudah sangat akrab dengan mereka. Kecuali satu, Uchiha Sasuke!
Berhubung hari ini libur, Sakura memutuskan untuk jalan-jalan sekaligus hunting foto. Dengan membawa Nikon D1000-nya serta lensa vario* 17-18mm dia melangkahkan kakinya keluar apartemen kecilnya setelah sarapan sepiring honey pancake. Sakura memakai carrot pants berwarna biru muda dengan blouse pendek tanpa lengan berwarna putih dipadu dengan vest berwarna coklat muda dan flat shoes bertali berwarna biru dongker bergaya sporty. Rambut buble gum-nya tetap dia kepang berantakan. Kacamata besar minusnya tetap setia bertengger di hidungnya. Rencananya, Sakura akan pergi ke Shibuya District yang terletak sekitar 15 menit dari Konoha lalu pergi ke apartemen Hinata.
To: Hinata-chan
Ohayou! Nanti sore aku ke apartemenmu ya Hinata-chan!
Lalu, Sakura memasukkan ponsel touch screen-nya. Setelah menemukan kursi kosong, Sakura duduk. Setelah itu, Sakura mengeluarkan dslr-nya.
SPLASH! SPLASH! SPLASH!
Sakura memotret moment di kereta bawah tanah. Sakura terseenyum puas melihat hasil jepretannya. Seorang anak yang sedang berbicara kepada ibunya, sepasang kakek nenek yang saling bergenggam tangan, dan seorang pria berambut aneh berwarna biru dongker yang menatap ke luar jendela. Wait? Biru dongker? Uchiha!
Pandangan mereka bertemu. Onyx dan emerald. Lalu, keduanyapun memalingkan muka dengan sebal. Sasuke memakai kemeja dengan kotak-kotak kecil berwarna merah putih dan beberapa kancing atas yang dibiarkan terbuka, sehingga kaos putih di bagian dalamnya sedikit terlihat. Lengan kemejanya dia gulung sampai siku. Celana chinos coklat muda dengan sepatu converse boot berwarna hitam. Terkesan sporty namun tetap elegant.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Dan siapa sangka, keduanya memiliki tujuan yang sama, Shibuya District. Mereka kemudian turun dan menyebrang. Sasuke berjalan melewati Sakura. Dan ketika dia menoleh ke belakang, Sasuke menarik Sakura ke pelukannya.
"Baka! Kau ini! Sudah bosan hidup, huh?" tersadar dengan posisi mereka sekarang, Sasuke melepas pelukannya.
"A… ano, a-arigatou Sasuke," Sakura memegang dadanya kaget. Jantungnya berdetak sangat cepat. Sebelumya, Sakura sibuk dengan kameranya. Dasar ceroboh, Sakura tidak memperhatikan kalau waktu menyebrang sudah habis. Hampir saja, dia tertabrak. Kalau saja tidak ada Sasuke, mungkin….
"Hn, ini! Cepat berdiri baka! Jangan sampai orang berpikir aku yang membuatmu begini!" Sasuke memberikan sebotol minuman, sementara Sakura masih shock dan terduduk lemas.
"Ha-hai!, arigatou," Sakura berdiri dan menerima minuman yang diberikan Sasuke. Sebelum membuka botolya, Sakura menatap Sasuke.
"Hey! Kau tidak memasukan racun ke dalamnya kan?" tanya Sakura penuh selidik.
"Cih! Baka! Di saat seperti ini kau masih saja bersikap bodoh! Ya sudah, kalu tidak mau!" ujar Sasuke sambil mengambil kembali botol minuman dari tangan Sakura, tapi Sakura kembali mencegahnya.
Tak lama, sebuah mobil sport lamborghin hitam menghampiri mereka. Sakura hanya bisa melongo apalagi setelah Sakura tahu bahwa mobil mewah itu adalah milik Sasuke.
"Cepat masuk PINKY!" setelah bercakap sebentar dengan sopirnya, Sasuke menyuruh Sakura masuk ke dalam mobilnya. Sakura malah semakin bingung dan bengong.
"Baka!" tanpa persetujuan Sakura, Sasuke menarik Sakura ke dalam mobilnya. Supir Sasuke tadi keluar dan pergi dan cling! Menghilang! *fool imagine, again*. Sakura berada di jok depan bersama Sasuke.
"A… apa yang kau lakukan? Jangan bilang kau anggota sindikat penculikan gadis-gadis muda, imut dan polos sepertiku! dan sekarang kau akan menculikku! kyaa… tolooong!" Sakura menggedor-gedor jendela mobil yang sangat tidak mahal itu.
"Kau ini, di jual pun, tak ada yang mau membelimu! Baka! Diam saja, cepat pake safe beltmu!" Sasuke menjitak Sakura di sampingnya, sedangkan Sakura hanya meringis dan lagi-lagi menggedor jendela mobil. Dengan terpaksa, Sasuke memakaikan safe belt Sakura, saat itulah Sakura hanya diam Seribu bahasa. Entah kenapa jantungnya kini serasa berdetak dua kali lebih cepat. Saat wajah mereka berdekatan, meski hanya sejenak.
"Kau ingin hunting, bukan?" Sasuke bertanya sambil mengemudi mobilnya.
"Ya, ta-tapi, kenapa kau bersikap seperti ini? Kau tidak akan memculikku kan?" Sakura bertanya dengan polosnya.
"Hn. Dasar bodoh. Jangan salah paham, aku akan mengunjungi kakakku dan kurasa kau bisa sekalian ku antar. Di mana kau akan hunting photo?" Sasuke kembali bertanya.
"Tidak tahu. Err… STOOOP! Sasuke! BERHENTI!" Sakura berteriak kencang.
"BAKA! Kau bisa bicara pelan kan?" Sasuke mengerem mendadak mendengar teriakan Sakura.
"Hehehe… gomen. Sasuke, apa taman bermain itu baru dibuka?" tanya sakura penasaran. Sakura keluar dari mobil.
"Hn, kau mau kesana?" tanya Sasuke sambil ikut turun dari mobilnya. Sakura hanya mengangguk sambil nyengir.
"Cepat!" lalu Sasuke menarik tangan Sakura menuju SHIBUYA HAPPY LAND. Sakura lagi-lagi hanya bengong dengan sikap Sasuke yang aneh ini.
Di tempat pembelian tiket…
"Oji-san tiket untuk dua orang!" ujar Sasuke. Sementara itu, Sakura sibuk mengambil beberapa gambar dengan kameranya. Lalu, Sakura menghampirinya.
"Aaa.. kebetulan, hari ini ada tiket special untuk couple. Gratis satu tiket untuk pasangan anda yang cantik ini, nak!. Dan ini kaos hadiah untuk kalian berdua, peraturannya kalian harus memakainya selama di sini," penjaga tiket memberikan kembalian dan dua buah kaos pink bertuliskan HAPPY LAND, HAPPY COUPLE pada Sasuke sambil tersenyum.
"Bu-bukan! Kami bukan sepasang kekasih kok!" ujar Sakura membantah.
"Ck, sudahlah. Ayo pergi!" Sasuke menarik tangan Sakura dan dengan terpaksa mereka berdua memakai kaos itu.
SPLASH! SPLASH! SPLASH!
Sakura benar-benar senang hari ini. Dia sibuk dengan kameranya, sedangkan Sasuke? Sibuk dengan iPad-nya. Entah apa yang sedang dia kerjakan. Sesekali, terlihat Sasuke menelpon orang dengan bahasa yang sangat formal. Sakura heran, padahal Sasuke hanya seorang model, bukan?
Sakura lalu duduk di samping Sasuke. Di belakang mereka, bianglala berputar searah jarum jam. Sakura memandang Sasuke dengan rasa penasaran.
"Chicken butt, sedang apa kau? Eh bagaimana kalau kita berfoto? Aku ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan!" ujar Sakura tersenyum. Sasuke menoleh dan menyimpan iPad-nya.
"Hn," Sasuke mengangguk kecil, lalu mengambil kamera Sakura dengan cepat. Dan….
SPLASH!
"Aw! Sakit bodoh!" Sakura meringis kesakitan. "Kau ini mau berfoto atau mencekikku sih?" Sakura menggembungkan pipinya kesal.
Sasuke hanya tersenyum kecil melihat foto mereka. Foto itu terlihat lucu. Sasuke mengalungkan tangannya di leher Sakura dan menariknya lebih dekat sambil tertawa. Sedangkan Sakura, terlihat kaget dengan mata sedikit melotot ke arah Sasuke dan mulut terbuka karena tadi dia berteriak Chicken Butt. Tangan Sakura meninju kepala Sasuke tapi Sasuke menghindar.
"Nih. Jangan dihapus, itu karya seni yang sangat BERHARGA! Aku beli es krim dulu, kau tunggu di sini Pinky," ujar Sasuke sambil tersenyum, tulus. Sasuke lalu beranjak. Sakura hanya diam dan tanpa dia sadari dia memandangi punggung Sasuke yang perlahan pergi.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
"Uh! Balonku… huhu… huhuhu," seorang anak kecil 3 tahunan berlari mengejar balonnya yang terbang. Sakura yang melihatnya langsung menghampirinya.
"Kenapa? Mana balonmu?" tanya Sakura.
"Kakak, balonku…" ujar anak kecil yang bernama Ken itu sambil terisak. Lalu Sakura berlari mengejar balon berwarna pink itu. Di belakangnya, Ken menyemangati Sakura yang membantunya mengambilkan balonnya.
"Hap! Ini dia adek kecil, kau senang kan Ken?" kata Sakura. Sakura berjongkok sambil mengelus kepala Ken. Tanpa Sakura sadari, dia telah berlari lumayan jauh dari tempatnya tadi. Kali ini, Sakura berada di dekat air mancur.
"Arigatou nee-chan. Sakura nee-chan. Sakura nee sangat cantik. Aku suka!" kata Ken kemudian. Sakura hanya terseyum dan ketika dia menyadari di mana dia sekarang, Sakura terduduk lemas. Sakura buru-buru menelpon Sasuke namun hp-nya tidak aktif. Sakura hanya terduduk sambil sesekali menghapus air matanya yang menetes. Bayangan masa lalunya kembali menyeruak. Ken hanya bingung melihat Sakura yang menangis sambil memeluk kedua lututnya. Sakura hanya berharap Sasuke menghampirinya. Sesekali dia mengguman kata Sasuke, memanggil Sasuke. Orang-orang hanya melihatnya heran. Lalu Ken pun berlari entah kemana. Sakura hanya sendiri. Di tengah orang-orang yang tidak dikenalnya. Bahkan, Sasuke pun meninggalkannya….
Apa sebenarnya yang terjadi pada Sakura? Kenapa dia menangis? Lalu Sasuke meninggalkannya? Apa sebenarnya yang Sasuke rencanakan?
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
To be continued…
*Tripod, penyangga kamera yang memiliki tiga kaki.
** Lensa (50mm) kekuatan lensanya cukup tingi. Rancangan lensanya normal memang dibuat seperti layaknya pandangan mata kita.
Ohayou, konnichiwa, konbanwa minna!
Chap 3 bisa kuselesaikan juga akhirnya, lagi-lagi nekat dah publish fict nista ini hihi~ gimana cerita di chap 3 ini? Seru? Penasaran? Atau gaje?
Semua kritik dan saran saya terima, flame juga allowed kok^^
*Kazuma B'tomat : salam kenal juga ^^ makasih ya sarannya senpai, di chap ini aku berusaha buat ngilangin typo hihi
* Mugi-chan : ini udah panjang belum, makasih udah baca ya^^
* Yume ni Zephyr : salam kenal Yume-chan ^^ aaa aku juga suka bgt photography o tapi ga punya gadget yang memadai huhu *curcol* camdig aja kaga ada yang 500rb, apalagi DSLR err… kapan-kapan kita hunting ke Shibuya yuk! *mimpi*
Makasih buat yang udah baca, buat para silent readers juga. Ditunggu review nya ^^ jangan jadi silent readers terus yaa hihi~
MIND TO REVIEW? ^^
