Naruto belongs to Masashi Kishimoto
STORY : BELONGS TO ME ^^
Rated : T
Genre : Romance-comedy, a lil bit Hurt.
Warning : Gaje, OOC, AU, Typo(s), dll
Don't Like Don't Read! ^^
Happy reading minna-san ! ^^
~Kinouye presents…
LOVE AND PHOTOGRAPH
Chapter 4
Mungkin, kalian tahu, pernah merasakan, mengalami, apa itu di tinggalkan oleh orang yang kalian sayangi, bukan? Bagaimana rasanya? Seperti ribuan jarum yang menancap tajam? Atau ribuan pedang menghunus tepat ke jantungmu hingga tak lagi berdetak?
Tolong, beri tahu aku apa itu kehilangan…
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Sakura, gadis berambut buble gum itu masih terisak. Tangisnya tak kunjung reda. Samar-samar suara 7 oktaf-nya tak lagi terdengar. Sepi. Ya, itu yang dia rasakan meski ribuan orang berada di sekelilingnya. Suara music khas taman bermain pun seperti hilang ditelan bumi. Yang terdengar oleh Sakura hanya kidung kebisuan. Semua tenggelam dalam luka. Kalian tahu apa itu luka? Perih. Sakit. Dan kini, luka lama itu kembali menganga.
"Baka," hanya kata itu yang terucap di bibir manis Sakura yang masih larut dalam tangisnya. Satu jam sudah, dia terduduk, memeluk lutut, di mana orang-orang yang melewatinya menatap heran. Satu jam sudah, Sasuke meninggalkannya di taman hiburan ini. Namun, entah kenapa, Sakura enggan beranjak dari tempatnya sekarang. Berharap sekali lagi tak salah, bukan? Hari ini, Sakura mencoba menggantungkan harapannya, lagi.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Terdengar langkah tergesa dari dua orang laki-laki. Entah apa yang berada di pikiran mereka berdua. Yang satu menatap lurus sambil tetap bejalan, yang satunya lagi sesekali terlihat melirik agak takut ke lelaki di sampingnya. Tak ada pembicaraan atau sedikitpun kata yang keluar dari bibir mereka. Hanya tenggelam dalam pikiran masing-masing. Hingga akhirnya mereka sampai tujuan. Yang satu tersenyum, namun yang satunya hanya diam dengan ekspresi yang sulit diartikan.
Mereka menghampiri gadis buble gum itu, Sakura. Ketika mendengar suara langkah yang mendekatinya, Sakura hanya diam. Menyembunyikan rasa takutnya yang luar biasa.
"Siapa kalian?" tanya Sakura dengan suara yang hampir tak terdengar. "A… aku tidak apa-apa," tanpa mengubah posisinya, dengan tangan memeluk lutut dan kepala menunduk, sebisa mungkin Sakura menyuruh mereka pergi secara halus.
Sebuah tangan terlulur, lalu perlahan mengelus rambut buble gum-nya. Lalu, sebuah tangan lagi memegang bajunya.
"Sakura-nee… kau tidak apa-apa, kan?" siapa lagi, kalau bukan Ken, bocah lucu yang dia tolong sejam lalu.
Deg! Ken!...batin Sakura.
Kemudian, Sakura mengangkat kepalanya perlahan dan tersenyum. Harapan itu masih ada!
"Baka… cepat berdiri!" lelaki yang satu lagi, berambut biru dongker, siapa lagi kalau bukan Sasuke? Ya, Sasuke. Berdiri sambil menopang tangannya di dada.
Tangis Sakura kembali pecah, kali ini bukan tangis kesepian, tapi tangis bahagia. Sakura memeluk Ken sebentar lalu, dia berdiri dan menatap Sasuke dengan tangis yang kian membuncah.
"Kau kemana saja baka! Kenapa lama sekali? A-aku pikir kau meninggalkanku…" tanya Sakura. Sedangkan sasuke hanya berhn-ria. Orang-orang semakin heran dengan keadaan Sakura. Lalu, tanpa babibu, Sasuke menariknya ke dalam pelukannya, erat. Sasuke hanya diam, sesekali dia beranikan diri mengelus kembali rambut Sakura, karena Sasuke tidak tahu bagaimana menenangkan seorang wanita yang menangis. Kalian tahu kan? Meskipun Sasuke jenius, berbakat, kaya, dan digilai banyak wanita, Sasuke payah sekali dalam soal wanita. Tapi, entah mengapa ada perasaan ingin melindungi ketika melihat Sakura menangis seperti ini.
Orang-orang yang melihat mereka, kini memandang bukan dengan tatapan heran. Tetapi mereka tersenyum.
"Wah, pengantin baru ya? Anaknya lucu sekali seperti ibunya!" itu hanya sebagian dari tanggapan orang-orang yang lewat di depan mereka. Ken hanya tersenyum geli. Sedangkan Sasuke dan Sakura? Sasuke dengan buru-buru melepaskan pelukannya. Tunggu, sejak kapan Uchiha salting? Sakura yang tersadar dengan posisinya barusan, buru-buru memalingkan muka.
"Sakura nee, ayo senyum kan udah ada pacarnya!" dengan polosnya ken tersenyum lebar hingga gigi ompongnya keliahatan. Sasuke hanya terbatuk dan memberikan death glare-nya seolah berkata i-ni ga-ra-ga-ra kau Pin-ky ba-ka! pada Sakura.
"Ken sayang, ini bukan pacar kakak, ini err… hanya teman, ya, teman kerja! Begitu…" jawab Sakura sambil mencoba tersenyum dan kemudian memberikan death glare-nya yang sekan berkata di-a ha-nya a-nak ke-cil Chi-ken Butt ba-ka! pada Sasuke. Kalau ini di manga atu anime, terlihat kilatan listrik yang sangat berbahaya diantara mereka.
"Oh ya Ken, kenapa kamu belum pulang? Bagaimana kalian bisa menemukanku bersamaan?" tanya Sakura yang baru saja berhenti menangis.
"Aku di sini bersama Bibi Sumiko, dan nanti sore Tou-chan akan menjemputku!" jawab ken sambil sesekali memakan kembang gulanya. Sasuke kembali melipat tangannya di dada lalu berpura-pura (?) sibuk dengan iPadnya.
"Kalau soal kenapa aku bisa ke sini bersama Sasuke nii… itu…," akhirnya meluncurlah kata-kata dari Ken.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Ken pergi meninggalkan Sakura sendirian yang masih menangis. Jujur saja, Ken yang notabene hanya anak kecil tidak tahu harus melakukan apa. Meminta bantuaan babby sitter-nya, Sumiko, pun percuma. Ketika Sakura menggumankan kata 'SASUKE' Ken berinisiatif untuk mencari orang yang mungkin bisa menghentikan tangis Sakura. Lalu, Ken pergi ke tempat Sakura duduk tadi, kursi kayu di dekat wahana bianglala. Di sana pun, Ken tak menemukan orang yang mungkin bernama Sasuke.
Lalu Ken berhenti di sebuah kedai es krim. Di sana antrian sangat panjang. Tak lama, seorang pria berambut biru dongker menghampirinya, dan kemudian memberikan satu es krim yang dibawanya.
"Arigatou, nii-chan!" seru Ken senang. Ketika dia melihat kaos yang pria tadi kenakan, HAPPY LAND, HAPPY COUPLE. Ken ingat satu hal.
"A-apa nii-chan ke sini bersama seorang gadis?" tanya Ken sambil menjilan ice cone-nya.
Sasuke hanya mengernyitkan alis, bingung. Lalu, dia pun mengangguk.
"Apa rambut pacar kakak berwarna pink?" tanya Ken lagi. Pacar? Pink? Sasuke semakin bingung, gaya anak ini seperti polisi saja. Tapi akhirnya, Sasuke pun ber-hn lagi.
"Apa kakak bernama, Sasuke?" Sasuke semakin bingung karena semua yang dia tanyakan benar. Lalu, mengobati rasa bingungnya, Sasuke-pun bertanya dan akhirnya Ken menceritakan keadaan Sakura yang menangis.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Sakura tersenyum mendengar penuturan Ken. Bukan hanya karena Ken yang lucu, namun karena harapannya kali ini terkabul. Ada Ken, dan Sasuke yang menemukan Sakura di saat bayangan kelam menghatuinya. Ada Sasuke, yang menjemputnya dari rongrongan sepi. Ya, Sasuke, orang yang dia benci? Apa benar, orang yang Sakura benci? Sayangnya, yang mungkin mereka tidak ketahui, jarak antara cinta dan benci itu sangat tipis….
"Sakura-nee, Sasuke-nii, ayo sekarang temani Ken main," rengek Ken yang memegangi ujung t-shirt mereka berdua. Sakura melirik Sasuke yang masih sibuk dengan iPad-nya, dengan isyarat meminta Sasuke untuk menuruti keinginan Ken.
"Hn," akhirnya Sasuke menyetujuinya. Tapi, yang masih mengganjal di benak Sasuke adalah penyebab Sakura menangis. Well, Sakura bukan anak kecil lagi. Kenapa gadis seceria Sakura bisa menangis di tengah keramaian seperti ini?
"Horeee…!" Ken berteriak senang. "Sakura-nee, Sasuke-nii, ayo kita naik itu!" Ken menunjuk wahana halilintar.
Glek! Sasuke menelan ludah. Sebenarnya, Sasuke paling benci dengan wahana itu. Saat masih kecil, bersama Itachi dia naik wahana halilintar, namun terjadi sedikit kerusakan sehingga menaikinya hingga 3 jam tanpa henti.
Dengan terpaksa, Sasuke mengikuti keinginan Ken. Tak ada alasan untuk mengelak, karena dia tahu kalau Sakura akan mengolok-oloknya jika dia tidak ikut.
Sakura dan Ken terlihat senang dan gembira. Mereka semua berteriak, kecuali Sasuke. Sepertinya, Sasuke masih trauma dengan kejadian masa kecilnya. Memang, kali ini dewi fortuna tidak berpihak padanya. Masih dihinggapi trauma masa kecilnya, Sasuke harus duduk di samping om-om maskulin pula, yang sesekali melirik dan mencolek lengan Sasuke. Kami-sama!
Setelah itu mereka turun. Ken dan Sakura terlihat baik-baik saja, terlihat sangat baik malah. Mereka tertawa gembira. Sebelumnya, Ken meminta mereka untuk menaiki wahana itu sekali lagi, namun keduanya menolak. Lalu, Ken pamit kepada keduanya karena tou-san-nya sudah menjemputnya. Sedangkan Sasuke? Kami-sama! Bagaimana dengan pangeran kita ini?
"Ka-kau, tidak apa Chicken Butt?" tanya Sakura sedikit khawatir. Sasuke terlihat sangat pucat. Masih dengan wajah stoic-nya, dia berjalan menuju toilet. Sakura mengikutinya dari belakang sambil tersenyum geli.
"Uchiha Sasuke, kau baik-baik saja kaaan?"
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Mentari mulai kembali ke peraduannya. Pasangan Happy Land, Happy Couple itu masih terdiam satu sama lain. Sesekali, Sakura memandang laki-laki yang sedang menyetir di sampingnya. Sasuke tetap bergeming. Sepertinya dia masih kesal dengan insiden di taman bermain. Sakura terlihat gelisah karena sampai saat ini Sasuke tidak menghiraukannya.
"Err… Sasuke, aaa kau ini kenapa diam terus sih? Aku kan sudah minta maaf! Dasar bocah busuk! Kau seperti anak kecil saja!" Sakura meremas kaosnya kesal. Tanpa Sakura sadari, Sasuke menyeringai tipis. Sepertinya dia berhasil membuat nona merah muda di sampingnya ini kesal. Hal yang paling Sasuke sukai.
Ckiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit!
"Baka! Kenapa kau berhenti mendadak! Kau mau membunuhku ya? Bagaimana kalau aku ini jantungan! Cih! Kau benar benar ya!" Sakura kembali mengumpat terhadap kelakuan bocah Uchiha yang sulit dimengerti ini. Sasuke menoleh dan menatap Sakura tajam.
"Diamlah, aku sedang menyetir. Bisakah kau simpan ocehanmu, Sakura?" dengan wajah stoic-nya Sasuke kembali menyetir. Sakura sempat kaget dengan respon Sasuke barusan. Wajah stoic, suara baritone, intonasi… lembut?
Baru kali ini Sasuke tidak membalas ajakan perang Sakura. Justru, dengan itu Sakura kini benar-benar diam. Ya, mungkin bocah Uchiha itu kelelahan karena seharian menemaniku di taman bermain, batin Sakura.
"Gomen ne…" ujar Sakura dengan suara yang hampir tidak terdengar. Namun, Sasuke masih bisa mendengarnya. Sakura menundukkan wajahnya karena merasa bersalah. Sasuke menoleh dan tersenyum tipis. Entah kenapa, dia merasa nyaman ketika bersama gadis buble gum ini.
Malam mulai tiba. Sepertinya, Sakura lupa dengan janjinya dengan Hinata sore tadi. Dia terlanjur larut dengan pikirannya setelah semua yang dia alami hari ini, bersama Sasuke. Sebenarnya, dia juga heran kenapa Sasuke menemaninya di taman bermain, padahal sebelumnya Sasuke bilang akan mengunjungi kakaknya, Itachi.
Hingga kemudian, di perjalanan ke Konoha, lamborghin hitam Sasuke berhenti di tepi jalan. Sakura kembali bingung. Selalu ada saja ulah Sasuke yang membuat Sakura mengernyitkan alis. Tiba-tiba saja, Sasuke mendekatkan wajahnya perlahan ke arah Sakura. Sakura hanya bisa diam, membeku.
Cklek!
"Turun, Pinky!" ternyata Sasuke membuka safe belt Sakura. Tanpa Sakura sadari, pipinya memerah dan memanas.
"Aaa… iya!" Sakura terlonjak kaget. Sasuke menyeringai. Lalu, dia pun ikut turun dari Lamborghini-nya. Sakura merutuki dirinya sendiri karena kebodohannya. Bisa-bisanya dia menuruti kata-kata Sasuke.
"Baka! Sakura baka!" Sakura memukul-mukul kepalanya sendiri sambil menghentak-hentakkan kakinya ke tanah. Kali ini, dia memang sangat terlihat bodoh di depan Sasuke.
Sasuke menarik tangan Sakura dengan cepat. Sakura menolak tapi tenaganya kalah kuat dengan bocah Uchiha ini. Sakura menggertakkan giginya sebal. Ternyata, Sasuke mengajaknya *denganpaksa* ke sebuah padang rumput di tepi danau. Sasuke melepaskan genggamannya, lalu duduk. Ketika Sakura hendak memprotes ulahnya lagi, Sasuke menarik tangan Sakura agar dia duduk di sampingnya.
"Ck! Aku mau pulang! Ayolah Chicken Butt!" ketika Sakura akan beranjak, Sasuke menahannya. Tatapan itu… Onyx yang membuat emerald Sakura terperangkap. Sakura kemudian terpaksa menuruti bocah Uchiha itu.
"Diamlah, aku ingin di sini sejenak, onegaii…" tanpa mengalihkan pandangannya dari langit malam yang penuh bintang, Sasuke memohon kepada Sakura. Tunggu, memohon? Sakura menoleh pria di sampingnya. Lalu, kembali memeluk kedua lututnya, lalu duduk bersila dan ikut memandangi langit malam. Ponsel Sasuke terus saja berbunyi, tapi Sasuke tidak mengangkatnya, malah mematikan ponsel androidnya. Tiba-tiba, Sasuke merebahkan kepalanya di pangkuan Sakura.
"Chi-,"
"Sst… biarlah seperti ini, sebentar saja Pinky," Sasuke memejamkan matanya. Sakura kaget, tapi melihat wajah kelelahan dari raut muka Sasuke, Sakura mengurungkan niatnya untuk menolak.
"Sasuke…" Sakura mengguman lalu kembali menatap langit. Dari kejauhan, dua sejoli yang memakai kaos HAPPY LAND, HAPPY COUPLE itu terlihat serasi. Sepertinya, mereka tidak sadar kalau mereka masih mengenakan kaos couple, padahal itu hanya hadiah sekaligus syarat bagi couple di taman bermain yang mereka kunjungi.
Keindahan malam lengkap dengan pantulan cahaya bulan di tengah danau. Perfecto! Sayangnya, DSLR Sakura tertinggal di dalam mobil. Entah kenapa, Sakura tak sedikitpun tergerak untuk mengabadikan landscape di depannya. Padahal, Sakura selalu berprinsip untuk tidak ketinggalan mengabadikan setiap moment dengan DSLR-nya. Mungkin, moment kali ini –bersama Sasuke- lebih berarti baginya. Lalu, mata Sakura pun ikut terpejam.
Di tengah keheningan tersebut, tiba-tiba…
Kruyuk…
Karena mendengar suara aneh itu, Sasuke terbangun. Cih! Mengganggu saja, batin Sasuke.
"A-aku lapar…" Sakura memegang perutnya sambil meringis. Lalu Sasuke kembali menarik tangan Sakura *hobby bgt sih* sambil beranjak. Untung saja, di tepi jalan ada sebuah kedai takoyaki. Mata Sakura terlihat berbinar-binar saking senangnya. Sasuke hanya mendecih kesal, moment berharganya harus terganggu oleh suara aneh dari perut Sakura. Sedangkan, si pedagang terlihat senang karena kedainya penuh pelanggan. Dengan semangat, Sakura berteriak memesan takoyaki.
"Paman, aku pesan dua puluh tusuk yaa!"
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
To: Sasuke, Naruto, Sakura, Hinata, Kiba, Tenten, Neji
Besok harap kumpul jam 07.00 di depan kantor. Akan ada photo shoot mendadak sekitar tiga hari di pantai Akira. Ku harap kalian datang tepat waktu. Matta ashita minna! ^^
"Beres! Kurasa akan ada hal menarik di sana! Aaa… Aku sudah tidak sabar," guman Sasori sambil memeluk hp-nya dengan sangat OOC.
Di saat yang sama di tempat lain….
"Hmm, pantai Akira ya. Apa bocah buble gum itu juga ikut?" seringai terbentuk di bibir tipisnya. Sambil berusaha menutup mata, tanpa sadar dia mengguman, Sakura…
"Pantai? Yaiks! Akhirnya ada project di sana! Aku bisa makan sea food sepuasnya. Tapi, apa bocah Uchiha itu akan ikut?" tanpa dia sadari, bayangan Sasuke mulai memenuhi pikirannya. Sasuke…
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Mentari menggeliat dari tidurnya. Sinarnya menghangatkan siapa saja yang bangun lebih awal di pagi yang cerah. Burung-burung pun tak ketinggalan menyanyikan nada indah. Kecuali, dua insan ciptaan-Nya yang sepertinya tak tergugah untuk bangun dari mimpi mereka. Di tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, mereka malah menarik ujung selimut yang menutupi tubuhnya. Siapa lagi kalau bukan putra bungsu Uchiha dan putri bungsu Haruno? Ya, mereka sepertinya terlalu enggan untuk bangun pagi. Kemarin, mereka menghabiskan waktu seharian. Padahal, hari ini ada photo shoot di pantai Akira yang menanti mereka.
Hinata-chan calling...
"Hallo… ada apa Hinata?" tanya Sakura sambil menguap
"Sakura! Kau di mana? Cepat ke sini, apa kau lupa hari ini ada photo shoot di pantai Akira, semua sudah kumpul di kantor," ujar Hinata di ujung telepon.
Loading… 68% "Apaaa! Kami-sama! Iya aku ke sana!" ujar Sakura sambil buru-buru ke kamar mandi. Dengan mengenakan jeans belel selutut dan t-shirt over size berwarna stripes putih-pink yang hampir menutupi jeans-nya, Sakura memacu sepedanya dengan cepat. Untung saja dia sudah menyiapkan semua keperluannya semalam.
Sementara itu di apartemen Sasuke….
Naruto-dobe calling….
"Hallo Dobe, kau menggang-
"Temeee! Bangun baka! Kau lupa ada photo shoot di pantai Akira? Cepat! Semua sudah kumpul!" Neruto berteriak karena sahabat karibnya, Sasuke ternyata baru bangun.
"Apaaa? Oke aku ke sana!" seperti halnya Sakura, Sasuke dengan cepat mandi dan memakai pakaian sekenanya. Memakai denim-nya dipadu dengan t-shirt putih polos dan converse blue jeans. Meskipun sering bangun kesiangan, Sasuke sudah mempersiapkan semuanya. Perfecto!
Masih dengan Lamborghini hitamnya, Sasuke memacunya dengan cepat. Di perjalanan, dia melihat wanita berambut pink yang memacu sepedanya dengan cepat juga. Pink?
"Pinky! Cepat naik!" Sasuke menghentikan mobilnya di pinggir Sakura.
"Bagaimana sepedaku? Kami-sama kita terlambat satu jam Chicken Butt," sambil melihat jam di tangan kirinya, Sakura terlihat kebingungan. Lalu, Sasuke turun dan menghampiri Sakura.
"Baka! Titipkan saja di kedai udon Bibi Anko! Ah, kau ini," tanpa babibu Sasuke mengangkat Sakura dari sepedanya dan menggendongnya ke dalam Lamborghini-nya. Sakura terlihat protes dengan meninju dada Sasuke berharap dia menurunkannya. Tentu saja itu tidak berhasil, dan malah mengundang perhatian banyak orang. Tanpa menghiraukan orang-orang di sekitarnya, Sasuke menitipkan sepeda Sakura ke kedai udon Bibi Anko.
Sasuke menyetir mobilnya dengan cepat, sampai-sampai Sakura berteriak ketakutan. Sasuke hanya tersenyum geli, hal ini dianggapnya hiburan tersendiri. Mau bagaimana lagi, mereka telat satu jam! Apalagi lokasi photo shoot yang lumayan jauh dari Konoha.
Tiba-tiba, ponsel mereka berbunyi bersamaan.
From: Sasori
Sasu-kun, Saku-chan, kami berangkat duluan yaa! Sampai ketemu di Akira Beach ^^
"Cih, mereka meninggalkan kita rupanya!" Sasuke mendecih kesal.
Deg! Berarti, aku akan berangkat bersama Chicken Butt? Kami-sama, semoga tidak terjadi apa-apa, batin Sakura.
"A-apa? kau tahu jalannya kan?" tanya Sakura gelagapan.
"Hn. Cepat kencangkan sabuk pengamanmu kalau kau masih ingin makan 'takoyaki'!" ujar Sasuke dengan menekankan kata 'takoyaki' sambil menambah kecepatan mobilnya. Seringai kecil terbentuk di bibirnya. Mengdengar kata takoyaki, Sakura blushing, teringat dengan kejadian semalam. Lalu, Sakura mendecih kesal dan menatap Sasuke dengan death glare-nya.
Sepanjang perjalanan, tak ada sedikitpun kata terucap dari bibir mereka. Sakura mendengarkan musik iPod-nya, sedangkan Sasuke focus menyetir sambil sesekali menoleh ke arah gadis di sampingnya. Tak lama, Sakura pun tertidur.
Cih! Bisa-bisanya dia tidur! Haruno Sakura…, batin Sasuke sambil tersenyum.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
"Sasori-kun, apa tidak apa-apa kalau Teme dan Sakura-chan kita tinggalkan?" tanya Naruto sambil mengunyah cemilan. Hinata hanya tersenyum.
"Entahlah, tapi aku yakin mereka tidak keberatan," jawab Sasori terkekeh sambil menyetir. Naruto pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil berfikir apa maksud Sasori.
"Jadi, Sasori-nii sengaja umm meninggalkan mereka berdua?" tanya Hinata kemudian. Naruto yang baru sadar dan terpikir langsung menyeringai.
"BINGO! Kau benar Hinata-chan! Apa kalian tidak melihat perubahan dari Sasuke? Dia yang biasanya diam dan dingin, sekarang mulai mencair perlahan sejak Sakura bekerja di DREAM HIGH," ujar Sasori kepada mereka.
"Wohoooo! Sepertinya Teme menyukai Sakura-chan, eh apa Sakura juga menyukai Teme Hinata-chan?" giliran Naruto yang bertanya pada Hinata.
"Mereka pasangan serasi ya, tapi aku tidak tahu Naruto-kun. Dia kemarin tidak jadi datang ke apartemenku. Padahal aku sudah membuatkan makanan kesukaannya," ujar Hinata terlihat sedih.
"Wah, kau suka masak Hinata-chan? Lain kali aku datang ke apartemenmu yaa," ujar Naruto sambil memasang puppy eyes-nya. Hinata hanya tersenyum malu dan menganggukan kepalanya tanda setuju.
"Hmm… sepertinya akan ada pasangan baru nih," goda Sasori.
"Aaa… kau iri ya Sasori," goda Naruto kemudian. Hinata tersenyum, dia memang tidak menampik kalau dia memang sedikit terpesona dengan pria duren yang duduk di sampingnya.
"Oh iya, Itachi juga bilang padaku kemarin Sasuke tidak datang mengunjunginya. Biasanya, tiap hari libur Sasuke pasti menyempatkan datang," Sasori menambahkan.
Kemudian, mereka bertiga sibuk berspekulasi dengan pikirannya masing-masing.
"Apa kemarin mereka berkencan?" ujar mereka bertiga berteriak bersamaan.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
To be continued…
Hallo minna! Kinouye kembali dengan fict abalnya di chapter 4!
*Mugi-chan: ini Kinouye apdet new chap. Gimana gimana Mugi?
*SSF: arigatou, ini baru apdet ^^
*Kazushi Kudo Hatake: Sankyuu… suka photography juga? Aaa ayo hunting bareng ke Konoha :P
*Honami Michiyo: Iya makasih ya Michi-san. nabrak bajunya? Baju siapa? Sasu? Saku? Saso? Hina? boleh membela diri dulu? :P gini, kalo soal itu kan udah biasa di dunia fashion. Justru kalo warnanya sama semua kan ga mungkin juga. oke deh nanti aku usahain lagi ya biar readers ngebayanginnya enak ^^ makasih banyak yaa atas sarannya^^
*Thia Nokoru: ini udah apdet ^^
*michimaki airi: aaa michi ga login ya? Sankyuuu *bighug* tapi masih banyak kekurangannya, gomen kalo soal Ken aku inget sama temen cyberspace-ku, namanya Kensuke. Orangnya baik bgt, caring.
Welcome to Indonesia Michi oiya sekarang tinggal dimana? Teach me nihongo, sensei… *sembahsujud* :P
*uchiruno: sankyuu… udah ko, fict-nya keren2 ^^
Gomen ya kalo masih banyak typo. Makasih buat yang udah baca^^
gimana? Masih gaje? Jangan bosen buat baca sama review ya… ditunggu banget saran dan kritik yang membangun hihi~
Ga bosen-bosen buat para silent readers, cepet tobat ya dengan cara meninggalkan jejak kalian di review ^^
