Naruto belongs to Masashi Kishimoto
STORY : BELONGS TO ME ^^
Rated : T
Genre : Romance-comedy, a lil bit Hurt.
Warning : Gaje, OOC, AU, Typo(s), miss typo(s) alur cepet/lambat dll
Happy reading minna-san ! ^^
~Kinouye presents…
LOVE AND PHOTOGRAPH
Chapter 6
Seseorang pernah bilang, jika kau ingin berubah, berjalanlah lurus ke depan.
Janganlah terus tenggelam dalam masa lalumu, karena itu telah berlalu.
Tapi, bagaimana jika masa lalumu menyeruak kembali di permukaan dan semua kepingan kelabu itu menghantuimu kembali?
Jawabannya, adalah….
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
"Oh! Dia sedang menemui Sai. Kau akan datang 'nanti malam' kan, Teme? Aku akan mengajak Hinata-chan," bisik Naruto sambil merangkul Sasuke. Sakura yang bingung dengan percakapan Naruto dan Sasuke hanya melengos tak peduli untuk menghampiri dan mengobrol dengan Hinata. Namun sebuah tangan menahannya.
"Tunggu, Pinky! Ikut aku!"
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
SAKURA POV
Lagi-lagi, sikap bocah Uchiha ini membuatku muak. Memerintahku seenaknya untuk ikut bersamanya. Kalau karena tanpa iming-iming sea food gratis selama di Akira Beach, aku tidak mau menurutinya.
Jujur saja, pekerjaanku sebagai asisten photographer di kantor baruku saat ini memang agak berbeda. Para staff-nya sangat ramah. Oke, kecuali Si Chicken Butt di sampingku ini. Tapi, ada beberapa hal aneh yang mengusikku. Kadang, percakapan dan kelakuan mereka –para staff di DREAM HIGH- sulit ku mengerti. Sepertinya, mereka menyembunyikan sesuatu yang tidak aku ketahui.
Pertama, Naruto. Si baka yang merupakan saudara jauh sekaligus teman SMA-ku ini merupakan salah satu anak dari keluraga terpandang. Tapi, kok mau-maunya ya dia bekerja menjadi art design di redaksi majalah seperti ini? bisa saja kan dia meneruskan perusahaan orang tuanya?
Kedua, Sasori. Photo shoot? Asal kalian tahu saja, sampai saat ini, dia belum menghubungiku lagi mengenai photo shoot di Akira Beach ini. Dan sempat kulihat sekilas, tak ada sedikitpun property maupun alat-alat untuk persiapan photo shoot kali ini.
Bahkan, hingga kini, senja hampir datang, dan Sasori belum kelihatan batang hidungnya. Sebenarnya, apa yang terjadi?
Ketiga, Sasuke. Well, dia memang seorang model berbakat. Belakangan aku baru tahu kalo dia dulu sempat menjadi model untuk majalah VOGUE, untuk beberapa brand terkenal seperti Burberry dan Calvin Klein. Dan… Lamborghini? Itu hanya salah satu mobil yang biasanya dia kendarai. Dia bilang lamborghin hitam ini adalah mobil favoritnya, ketika aku bertanya mengapa dia sangat telaten merawat si hitam ini.
Ketika di taman bermain, dia sibuk dengan iPad-nya. Sesekali terdengar dia sibuk dengan ponselnya. Berbicara dengan bahasa formal dan kadang dengan menggunakan bahasa Inggris tingkat dewa. Meski aku sempat berusaha menguping, lagi-lagi percakapan yang tak ku mengerti. Saham, project baru, meeting, itu adalah kata-kata yang aku ingat karena seringnya dia membicarakan hal itu di telepon.
Tunggu, marga bocah ini… Uchiha? Terdengar familiar memang. Dulu, ya dulu. Sudah lama sekali. Aku sering mendengar 'orang jahat' itu mengucapkan Uchiha. Ah, sudahlah, aku benci jika mengingatnya lagi.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
"Kau kenapa Pinky? Tidak biasanya kau diam seperti itu?" tanya Sasuke melirikku sejenak.
"Aaa… jangan-jangan kau sedang memikirkanku ya?" Sasuke menyeringai sebelum aku menjawab pertanyaannya.
"Kenapa kau tahu? Ups!" tanpa sengaja aku mengatakan apa yang ada dipikiranku. Aku mengutuk diriku sendiri sambil menutup wajahku karena malu. Ah! Sakura no baka! kenapa aku bisa keceplosan seperti ini?
Bisa kudengar bocah Uchiha itu terkekeh geli. Mukyaaa! Pasti dia senang sekali dan akan menggodaku habis-habisan. Tunggu, menggoda? Apa yang aku pikirkan? Kami-sama, sepertinya otakku benar-benar sedang kacau hari ini.
"Cih! Jangan senang dulu, i-itu bukan berarti aku menyukaimu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah me-nyu-ka-i-mu Baka!" ujarku sambil memalingkan muka dan berpura-pura melihat ke arah kaca.
"Hm, apa kau yakin tidak menyukaiku? Sakura, jangan berpura-pura melihat ke kaca untuk menyembunyikan pipimu yang memerah, aku bisa melihatnya, Baka!" Sasuke kembali terkekeh.
"Pipiku memerah? Aaa i-ini pasti blush on yang aku oleskan tadi," alasan bodoh, Sakura.
"Hm… bukannya kau tak suka memakai make up? Alasanmu membuatmu semakin terlihat bodoh. Akui saja kalau kau menyukaiku, 'Sakura-chan'" Sasuke menyeringai dan sambil sesekali menatapku. Cih! Dia benar-benar menyebalkan!
"Aaa sudahlah! Turunkan aku di sini!" aku mencoba mengancamnya untuk mengakhiri perseturuan konyol ini. Tapi, apa benar pipiku memerah? Tunggu, kenapa dia tahu aku tidak suka memakai make up? Tanpa, sadar pipiku mulai memanas. Ah, sudahlah Sakura! Apa yang kau pikirkan?
"Apa kau yakin? Bukankah… dompetmu ketinggalan di rumah? baiklah kalau kau memaksa," ujarnya sambil memarkirkan mobil di tepi jalan.
Mukyaaa! Aku memukul-mukul kepalaku. Aku lupa hal itu. Apalagi, aku tidak tahu daerah pantai ini. Poor Sakura!
"Turun!" dia menatapku sambil menyeringai. Mengetuk-ngetukan kelima jarinya pada setir mobil menunggu apa yang akan kulakukan.
Aku hanya bisa menghela nafas panjang. Baiklah, kali ini akan kukorbankan harga diriku di hadapan bocah Uchiha ini.
"Err… Kutarik kembali kata-kataku, boleh 'kan Sasuke?" aku menunduk sambil sesekali menatapnya. Cih! Dia kembali dengan wajah stoic-nya.
…
"Bagaimana ya? Aku terlanjur berhenti, sekarang turun!" Sasuke melipat tangannya di dada.
"Aku mohon, jangan turunkan aku… aku akan menuruti kata-katamu asal jangan kau turunkan aku di sini, Sasuke…" kukatupkan kedua tanganku di dada sambil memohon kepadanya. Ah, Sakura…
"Hn, baiklah. Aku pegang kata-katamu," Sasuke kembali menghidupkan lalu melanjutkan menyetir mobilnya.
"Umm… arigatou. Sebenarnya kita mau ke mana?" aku mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Kita sampai, sekarang turunlah," Sasuke membuka safety belt dan kemudian turun dari lamborghininya. Aku pun hanya bisa mengikutinya. Kau tahu 'kan aku harus berhati-hati agar tidak didepak dari mobilnya. Hihihi….
"Salon?"
"Pakai ini!"
"Eh? Apa?"
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
End of Sakura POV
Sasuke melirik arloji yang melingkar di tangannya. Kemudian dia bertanya pada seorang wanita yang lewat, menanyakan apakah Sakura masih lama atau tidak. Tak lama, Sakura pun keluar dan berjalan ke arahnya.
Sasuke yang masih termenung sambil menatap ke jendela. Tanpa dia sadari, Sakura sudah berdiri di depannya.
"Err… Chicken Butt," Sakura menarik-narik tuxedo hitam yang dikenakan Sasuke. Sasuke menoleh ke atas dan terdiam tanpa kata. Matanya tak berkedip sedikitpun. Sakura mengenakan black mini dress dari Burberry tanpa lengan di atas lutut dengan sedikit ornament brookat hitam pada bagian dadanya. Tak lupa, heels keluaran terbaru dari Alexander Mc Queen yang senada dengan mini dress-nya.
Rambut buble gum pendeknya sedikit di blow, dengan riasan tipis pada wajah yang terkesan natural. Sedikit blush on, lipbalm warna nude pink, sangat natural.
"Sasuke?" Sakura menunduk dan mengibas-ngibaskan tanganya di depan wajah Sasuke.
"Eh? Sakura? K-kau sudah selesai? Ayo kita pergi!" Sasuke terhenyak dan segera menarik lengan Sakura.
Sakura hanya menunduk karena banyak orang yang memperhatikan mereka. Sesekali mereka berbisik-bisik. Siapa yang tidak tersihir dengan pesona Uchiha? Namun, yang membuat Sakura malu adalah saat orang yang melihat mereka berdua berbicara cukup keras, dan mengatakan kalau mereka pasangan serasi. Benarkah?
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Shimura Mansion, 07.00 pm
Sakura memutar kedua bola matanya kesal. Ah! Dia benci acara seperti ini. Dan dengan seenaknya, Sasuke menggandeng lengannya kali ini. Kalau bukan karena ancaman Sasuke tadi dan kebodohannya mengatakan akan menuruti kemauan Sasuke, dia tidak akan pernah mau datang ke pesta ini. 'Sepertinya nyaman sekali kalau aku tidur di ranjangku,' guman Sakura dalam hati sambil membayangkan kamar tidurnya.
"Sasuke, aku mau pulang," rengek Sakura. Sasuke hanya diam dengan wajah stoic-nya.
"Kita baru sampai, Baka! aku harap kau ingat janjimu," ujar Sasuke sambil menyeringai.
Mereka berjalan menuju Shimura Mansion, terlihat para teman-teman sekaligus staff DREAM HIGH sedang bercakap-cakap. Sakura mengernyitkan alis, dia semakin bertanya-tanya dengan adanya Itachi, Naruto, Hinata, Neji, Tenten, Kiba, Temari, Sasori, dan… siapa laki-laki berkulit putih yang bersama mereka?
"Temeee! Sakura-chaaan… Akhirnya kau data-"
"Hallo, Sai. Otanjoubi Omedetou. Sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana perkembangan sahammu di NYSE?" Sasuke menjabat tangan teman sekaligus rekan bisnisnya, Shimura Sai. Sedangkan, Naruto hanya memasang wajah kesal karena Sasuke mengabaikannya.
"Ya, begitulah. Lumayan stabil, siapa gadis cantik ini, hm?" Sai meraih lengan Sakura lalu mencium punggung tangan Sakura bak seorang bangsawan Inggris. Sakura hanya terbelalak dan Sasuke segera menarik tangannya dan death glare terbaiknya dia hadiahkan pada Sai.
"Tenang, Sasuke. aku tak akan merebut gadismu," ujar Sai sambil menekankan kata 'gadis' dan sontak membuat teman-teman mereka tersenyum. Malah Naruto tertawa melihat Sasuke yang tiba-tiba protektif kepada seorang gadis.
"Lihatlah Sasuke kita (?) dia sudah berubah sekarang," kata Sasori sambil tersenyum.
"Hn. Dia mulai dewasa, Sasori," kata Neji dan berhasil membuat Sasuke men-death glare lagi.
"Hoaamh. Kau pacaran dengannya, huh?" Shikamaru bertanya sambil menutup mulutnya yang menguap.
"Sakura-chan, kau benar-benar cantik malam ini," kata Hinata.
"Benar, aku sampai tidak mengenalimu, lho!" ujar Temari dan Tenten kemudian.
"Lagipula, aku sudah punya ga-,"
"Sai, maaf aku baru datang. Otanjoubi omedetou," seorang laki-laki berambut merah dengan tato 'Ai' di dahinya menjabat tangan Sai.
"Gaara? Gaara-kun!" Sakura berlari menghampiri Gaara. Sasuke hanya terdiam memasang wajah tidak suka.
"Sakura? Lama tidak bertemu. Kau semakin cantik saja," pria bernama Gaara itu memeluk Sakura. Sakura hanya tersenyum. Tanpa babibu Sasuke menarik Sakura ke sampingnya. Sasuke menatap Gaara tajam. Sai yang melihatnya langsung berusaha mencairkan suasana yang mencekam itu.
"Ini Gaara, EO party-ku kali ini," kata Sai memperkenalkan Gaara. Gaara membungkuk dan tersenyum.
"Konbanwa! Otanjoubi omedetou, Shimura-san. Aku sudah datang memenuhi un-da-ngan-mu!" tiba-tiba seorang gadis berambut pirang panjang menghampiri mereka dan memberikan selamat kepada Sai.
"Arigatou, teman-teman kuperkenalkan, ini gadisku, Yamanaka Ino," dengan tiba-tiba Sai memeluk pinggang Ino dan Ino hanya bisa terbelalak dan menggeram marah.
"I-ino? Apa benar itu kau?" Sakura berjalan mendekat dan…
"Sa-sakuraaa!" Ino memeluk Sakura erat. Keduanya hampir menangis karena bahagia. Sakura dan Ino adalah sahabat semasa kecil, dan keduanya terpisah saat Sakura pindah bersama ibunya.
"Hmm… baiklah, sepertinya ada reuni lain di sini. Kutunggu kalian di dalam, dan kau Ino-hime, jangan melirik laki-laki lain selain aku," ujar Sai sambil mencium pipi Ino sekilas sebelum pergi.
"K-kau!" Ino hendak melempar Sai dengan sepatunya tapi untungnya Sakura sempat mencegahnya. Ok, Ino memang sedikit barbar (?) meski dia seorang designer. Justru, itulah yang Sai sukai dari seorang Yamanaka Ino.
"Ino, apa kau benar pacarnya?" tanya Sakura penasaran.
"KAU CARI MATI, SAKURA?"
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Seorang gadis berambut merah turun dari sebuah mobil mewah. Dia berjalan angkuh seolah dialah gadis tercantik di sana. Memandang rendah kepada setiap tamu yang menurutnya dari kalangan yang 'lebih rendah' darinya. Terlihat dari pakaian dan barang yang di kenakannya, dia seorang socialite dengan gaya sangat glamour.
"Uchiha Sasuke, sudah lama tidak bertemu," gadis itu tersenyum saat berpapasan dengan Sasuke.
"Ah, Karin. Terima kasih telah memenuhi undanganku," ujar Sai sambil tersenyum.
"Sama-sama Sai. Aku senang bisa hadir di sini. Kenapa kau diam saja, Sasuke? apa kau tidak rindu padaku?" ujar gadis berambut mera yang bernama Karin. Sasuke hanya mendengus kesal.
"Hn. Lama tidak bertemu, Karin." Kata Sasuke sambil meminum segelas wine masih dengan wajah stoic-nya. Karin hanya tersenyum kecut.
"Kau masih sama seperti dulu, Sasuke-kun," Karin mengambil segelas wine dan meminumnya, memecah ketegangan di antara mereka.
"Asal kau tahu, Sasuke sudah berubah," ujar Sasori yang tiba-tiba datang menambahkan.
Sasuke hanya tersenyum kecut. Lalu, Sai melingkarkan tangannya di pundak Sasuke dan berkata, "Benar 'kan yang Sasori bilang, Sasuke?"
"Hn." Sasuke kembali meneguk wine-nya tanpa mengalihkan sorotan mata tajamnya pada Karin.
"Well, selamat kalau begitu. Aku permisi dulu," ujar Karin sambil meninggalkan mereka bertiga.
"Selamat menikmati pestanya, Karin," ujar Sai sambil melambaikan tangannya. Sasuke hanya terdiam, sedangkan Sai dan Sasori menyeringai. Lalu Sasori berkata, "Sepertinya aka nada hal yang menarik, bukan begitu Sai?"
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
Sakura membasuh mukanya pelan. Dia sudah merasa bosan tingkat dewa, ditambah dengan Ino yang terus saja mengoceh tentang kekesalannya pada Sai. Ah, bodohnya dia tidak menanyakan pada Sasori mengenai photoshoot yang kemarin dia jadwalkan, dan anehnya Sakura harus terdampar di pesta ini.
'Aku harus mencari Sasori dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi,' ujar Sakura dalam hati.
Sakura pun keluar dari kamar mandi dan mencari Sasori. 'Cih! Kenapa harus lewat air mancur sih?' rutuk Sakura dalam hati. Ya, Sakura sangat benci air mancur. Apapun bentuknya. Dengan melawan rasa takutnya, Sakura berjalan melewati air mancur itu. Karena Sakura terus menunduk, tanpa sadar dia berpapasan dengan gadis berambut merah tadi, Karin.
"Hallo, Haruno Sakura. Kita bertemu lagi, huh?" Karin menarik lengan Sakura dan menatapnya tajam sambil menyeringai. Beruntung bagi Karin, di sekitar air mancur itu tidak ada orang. 'Bermain-main sedikit dengannya sepertinya menyenangkan'
"K-kau! Lepaskan! Mau apa kau!" emerald Sakura balik menatap Karin. Tangannya mengepal keras. Giginya menggeretak kesal.
"Aku kira, kau dan ibumu sudah mati. Ternyata, kau masih bertahan,huh?" Karin kembali menyeringai.
"Jangan mengatakan apapun tentang ibuku dengan mulut kotormu itu, busuk!" nafas sakura memburu karena amarahnya sudah tidak bisa terbendung lagi.
PLAK!
Sakura menampar Karin hingga memerah. Karin tidak tinggal diam.
"Apa kau bilang? Busuk?" Karin menarik Sakura dan mendorongnya ke air mancur.
Air mancur. Ayah. Orang jahat. Menderita. Ibu. Sakit. Pergi. Sakura kembali teringat dengan bayangan masa lalunya. Semua berkelebat dan menyebabkan lukanya kembali menganga. Ditambah adanya Karin yang menambah lukanya semakin dalam. Menusuk. Sakit. Sakura berusaha bangkit, namun Karin kembali mendorongnya dan menenggelamkan kepala Sakura ke air.
'Ibu… Sasuke… tolong aku,'
Bayangan kelam di masa lalu kembali menyeruak di permukaan. Dan Sakura harus bertahan menghadapinya. Semua kan indah pada waktunya.
"HENTIKAN!" suara baritone itu sontak membuat Karin kaget.
PLAK!
"Apa yang kau lakukan, KARIN!" Sasuke menampar Karin dan menarik Sakura ke pelukannya. Dia buka tuxedo-nya, lalu di kenakannya pada Sakura yang basah kuyup dan menggigil kedinginan.
"Sasuke… k-kau! Kau tidak tahu apa yang kau laku-"
"Aku tahu!"
"Kau tidak mengenalnya! Dia gadis jalang dan miskin! Untuk apa kau me-"
"Aku mengenalnya!"
"A-apa? jangan campuri urusanku!"
"Semua hal yang menyangkut Sakura adalah urusanku!"
"A-apa maksudmu, Sasuke! dia gadis gi-"
"Dia gadisku!"
"Sasuke," Sakura mengguman pelan dan limbung hampir pingsan.
"Ya, ini aku. Bertahanlah Sakura," Sasuke menggendong Sakura, meninggalkan Karin yang mematung Tanpa mereka sadari, sesosok pria mengawasi mereka dari kejauhan.
~^v^v^v^v^v^~~^v^v^v^v^v^~
To be continued…
Akhirnya chap 6 apdet jugaaa
Bales review dulu deh yah :P
Yang punya account udah Inoy bales lewat PM
Mugi-chan: makasih mugiiiii Updated! Sai? Hmm… maunya gimana? :P
Nami: hehe makasih Gapapa, haha muncul tiba-tiba. Emang kemaren bertapa di mana? *plaak* Yosh! Ganbatte ne!
Meity-chan: sankyuu its ok! Lebih baik telat daripada ngga kan? Hehe gomen apdetnya ga kilat. Maklum inoy sibuk ospek, Hidup Mahasiswa! *ketauan uda tua* ah ko jadi curcol *Well, abaikan*
kitsune murasaki have a poker face: jangan marah dong *puppy eyes* humor? Honestly, susah bgt buat bikin humor. But I'll always tryin' review, telat dibales. Apdet, lama bgt? Gomeeeeen nasaaaiii *ditendang kitsu-chan*
Chini VAN: uda lama baca? Baru review? Teganya teganya teganya… 100x tapi makasih lho udah review hehe. Apdet kilat? Gomen yaaa apdetnya lama *plaaak
Ayhank malezZ Login nEch: ah ayhank mah pake males login segala =,= jadi gabisa PM deh =,= but its alrite, makasi uda baca sama review gomen yaa ga apdet kilat *dilempar kursi*
Well, ga mau banyak bacot ah ngantuk pisan udah jam 11 pm *ga nanya* :P
Sankyuu for all readers and reviewers, I'll be waitin' for your next review
MIND TO REVIEW?
