COMPLICATED LOVE
Author ::: namkimwoogyu
Cast ::: B.A.P Member
Disclaimer ::: B.A.P milik Tuhan, TS Entertainment, orang tua mereka masing-masing dan milik para BABYz
WARNING! YAOI FANFICTION
TYPO DIMANA-MANA
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
.
Chapter 4
Author pov
"Hari ini juga ia tidak masuk sekolah, teman-teman yang lain juga tidak tau kemana perginya"
"jinjja? hmm.. gomawo sunggyu-ah"
"ne~"
Seminggu setelah kejadian itu, Daehyun seperti menghilang. Setiap hari Youngjae mencarinya tetapi tidak ada yang tau dimana ia berada. Youngjae merasa ada sesuatu yang terjadi setelah hari dimana Daehyun masuk ke rumahnya dengan cara yang tidak biasa.
"Youngjae-ah!"
"eo? Jongup-ah!"
"Ya, mengapa wajahmu kusut seperti itu? Merindukan ku? Atau merindukan pangeran mu itu" Jongup sengaja menggoda Youngjae dengan tujuan sedikit menghiburnya
"Pangeran? Siapa kau maksud hah? Jangan bercanda"
"Ya. Jangan membohongiku Yoo Youngjae. Siapa lagi kalau bukan Jung Daehyun"
"Bisakah kau berhenti menyebut namanya. Telingaku terasa sakit mendengar namanya"
"Dan bisakah kau berhenti mencarinya. Ini sudah seminggu"
"Aku punya alasan khusus"
"Khusus atau kau mencoba mendekatinya?"
"Moon pabo!"
"Yoo jelek!"
"Youngjae-ah!"
Youngjae dan Jongup menoleh bersamaan ketika nama Youngjae dipanggil seseorang. Rupanya Sunggyu – teman sekelas Daehyun yang memanggil Youngjae.
"Ada apa Sunggyu-ah?"
"Aku sudah mengetahui dimana keberadaan Daehyun"
"Jinjja? Eodiseo?"
"Seoul hospital"
"EH?!"
.
.
.
.
Daehyun pov
"Mengapa kau tidak ke sekolah eo? Aku bukan anak kecil yang harus dijaga"
"Kau memang bukan anak kecil hyung. Tapi sifatmu yang kekanakan"
"YA! Jung Zelo!"
"Kau berisik Jung Daehyun"
"Sopanlah sedikit bocah. Aku ini hyungmu!"
"Aku tidak memiliki hyung jelek sepertimu"
"Bocah tengik!"
Inilah aku sekarang terbaring lemah diatas sebuah ranjang kecil disalah satu rumah sakit ternama di Korea. Mengapa aku bisa disini? Itu semua karena seminggu lalu, karena terburu-buru melarikan diri dari sosok monster – Yongguk itu aku mengalami kecelakaan. Aku bersyukur masih bisa hidup sampai hari ini, aku benar-benar merindukan Youngjae. 'Chagiya, bagaimana kabarmu? Bogoshipeo'
.
.
"Daehyun-ah. Mianhae ini semua salahku. Harusnya ini tidak terjadi padamu" samar-samar aku mendengar suara lembut yang tidak asing ditelinga. Perlahan-lahan aku mencoba membuka mata dan terlihat Youngjae sedang menangis sambil memegang erat tanganku. Terasa hangat.
"Jae-ah"
"Daehyun? Kau sudah sadar?" Yongjae berteriak kemudian memelukku dengan erat. Haruskah aku terus di rumah sakit agar bisa terus merasakan pelukan ini? (semacam modus/?)
"Hyung aku..." tiba-tiba saja Zelo datang dengan membawa sebuah bungkusan yang aku yakini adalah makanan
Author pov
"Zelo?" Youngjae terkejut melihat kedatangan Zelo yang juga seminggu ini tidak terlihat keberadaannya.
"ah, Youngjae-hyung. Annyeonghaseyo" Zelo yang juga terkejut menyapa Youngjae dengan gugup dan senyum yang sedikit dipaksakan. Ia merasa tidak siap bertemu dengan Youngjae pada situasi seperti ini.
"sepertinya Zelo akan menemanimu. Aku pergi dulu, ah ini handphonemu yang tertinggal dirumahku. Sekali lagi aku minta maaf Daehyun-ssi. Annyeong" Youngjae langsung berlari dengan cepat meninggalkan Daehyun dan Zelo. Daehyun berusaha ingin mengejar Youngjae namun Zelo menahannya. "Kau masih sakit hyung. Beristirahatlah mungkin Youngjae-hyung sedang terburu-buru" Zelo sebenarnya tidak mengerti mengapa Youngjae seperti itu setelah melihatnya, "baiklah."
.
.
-Youngjae house-
"aku pulang"
"dari mana saja.." BLAM. Perkataan Himchan terhenti ketika Youngjae membanting pintu kamarnya dengan kuat seperti ingin menghancurkan pintu tersebut.
"mungkin ia sedang lelah biarkan saja."
"baiklah. Kajja kita makan."
.
.
"Youngjae-ah. Boleh aku masuk"
"masuklah hyung, pintunya tidak dikunci"
"apa sesuatu terjadi padamu? Ceritakan pada hyung"
"gwaenchana Youngguk-hyung"
"kau tidak bisa membohongiku Yoo Youngjae. Aku sudah mengenalmu sejak dua tahun lalu"
"dua tahun bukan berarti kau mengerti apa yang aku rasakan hyung, hanya aku yang tau perasaanku sendiri! Jika hyung hanya ingin mengatakan ini sebaiknya hyung keluar!" ini pertama kalinya Yongguk melihat Youngjae seperti ini, ia pun langsung memeluk Youngjae dengan erat. Ia ingin memberikan ketenangan pada Youngjae, membuat ia merasa lebih baik dari pada terus memendam seluruh perasaannya sendirian. Dari luar ternyata Himchan melihat apa yang terjadi diantara Yongguk dan Youngjae, wajahnya terlukis raut kesedihan dan penyesalan. Ia bergumam sambil menatap kedua orang didalam kamar itu, 'apakah aku telah menyakiti kalian berdua?'
.
.
.
-esoknya-
sarapan pagi dirumah Youngjae kali ini sedikit berbeda hanya terdengar suara sendok dan piring yang melantunkan lagu one shot/?
selama sarapan Himchan tidak mengeluarkan sepatah kata pun sejak tadi, Yongguk diam seperti biasanya tapi sebenarnya ia sedari tadi memikirkan apa yang membuat Himchan tidak berisik seperti biasa. Youngjae hanya memakan seperempat dari sarapannya , tanpa mempedulikan kedua orang tersebut Youngjae berjalan keluar untuk menuju ke sekolah. Himchan hanya dapat memandang bahu Youngjae yang berjalan menjauhi tempat ia berada, Yongguk yang sepertinya telah mengetahui apa yang membuat Himchan menjadi pendiam seperti ini. Yongguk bangkit dari tempat ia duduk dan bergumam 'mianhae' kepada Himchan, Yongguk bergumam sangat pelan tetapi Himchan masih dapat mendengar perkataan Yongguk tersebut. Kemudian setetes air mata mulai membasahi pipi Himchan dan ia mulai terisak.
-TS High School-
"Youngjae-ah!" sebuah suara memanggil Youngjae yang sedang berjalan dengan lesu dengan tampang tidak ada semangat hidup/plak, tanpa menoleh Youngjae pun sudah tau siapa yang memanggilnya. Siapa lagi kalau bukan Moon Jongup, sahabatnya yang memiliki gigi kelinci.
"Yoo Youngjae~ Yongjae-ah~ Youngjae kkakkung~" Jongup terus memanggil Youngjae tetapi tidak dipedulikan, merasa diabaikan Jongup pun menghadang jalan Youngjae.
"minggir. Aku tidak sedang ingin bercanda." Youngjae mendorong perlahan bahu Jongup agar ia minggir dan Youngjae segera sampai ke kelas.
"aku ingin membicarakan sesuatu Youngjae-ah" nada suara Jongup berubah menjadi serius, Youngjae sedikit bingung sejak kapan seorang Moon Jongup bisa seserius ini saat bicara padanya. Youngjae menatap dengan tatapan seolah berkata, apa yang ingin kau katakan?
Jongup mulai berbicara "mungkin ini terlalu mendadak, aku pun sebenarnya masih ragu. Tapi jika aku tetap disini aku tidak tau bagaimana aku akan menjalani hidupku." Youngjae bingung kemana arah pembicaraan Jongup.
"tapi kalau tidak ku katakan sekarang sepertinya kita tidak akan pernah bertemu lagi dan aku tidak akan bisa mengucapkan hal ini. Kita sudah bersahabat sejak kecil, suka dan duka kita terus lalui bersama hingga umur kita yang sekarang ini. Aku tau kamu sedang mengalami banyak hal yang membuatmu tertekan, maaf akhir-akhir ini aku tidak bisa selalu menjaga atau menghiburmu mungkin apa yang aku sampaikan hanya akan membuatmu tambah bersedih. Youngjae-ah, mianhae. Aku akan pindah ke Jepang." Youngjae tidak percaya apa yang baru saja Jongup katakan. Ia tidak siap sangat tidak siap kehilangan sahabat yang ia anggap saudaranya sendiri, ini terlalu mendadak.
"Aku tidak bisa terus berada di Korea. Bukan karena aku tidak ingin melindungimu lagi Jae, tapi aku ingin mengubah hidupku. Aku tidak ingin terus berada disini dan mengejar cinta seorang yang bahkan tidak pernah menganggapku ada. Aku ingin berubah menjadi seorang Moon Jongup yang membanggakan orang tua ku dan juga sahabat yang bisa dibanggakan olehmu, mian jika aku meninggalkanmu disaat seperti ini, tetapi ini jalan terbaik untuk mengubah segalanya." Jongup kemudian memeluk Youngjae dengan sangat erat, ia juga tidak rela berpisah dengan sahabatnya ini. Youngjae mulai terisak, ia tidak menyangkah segalanya berjalan begitu cepat dan menyakitkan, kini orang satu-satunya yang ia percaya akan meninggalkannya sendirian. Dalam pelukan itu mereka saling menyalurkan perasaan kasih sayang dan juga rasa takut yang mereka alami sekarang. Beberapa menit kemudian Jongup melepaskan pelukan mereka, ia menatap Youngjae yang masih terisak sambil tersenyum lalu ia mencium kening Youngjae beberapa menit.
"Ini hadiah terakhir dariku untuk orang yang telah menyayangiku lebih dari apapun yang ia miliki sahabat yang selalu mencintaiku dan menjagaku hingga sekarang ini. Gomawo Yoo Youngjae" tangisan Youngjae semakin menjadi, Jongup kembali memeluk Youngjae berusaha menenangkannya. Tidak jauh dari tempat mereka berpelukan dua orang sedang memandang mereka dengan tatapan sedih dan kecewa. Dua orang itu adalah Jung bersaudara, Jung Daehyun dan Jung Zelo.
.
.
.
To Be Continued
Author minta maaf karena telat update dan juga cerita yang tidak memuaskan. Maafkan author jika updatenya kelamaan author sedang UTS dan juga otak author yang sudah buntu =_=
Terima kasih bagi kalian yang masih setia menunggu kelanjutan ff abal ini ;;-;;
Reviews reply
matokeke :: author juga ga rela buat crack pair. Maafkan author jika ff ini kurang greget ._.
maya22 :: maaf jika ffnya kurang panjang. Authornya miskin imajinasi T.T
jang :: thanks sarannya chingu ^^ emang setelah author baca ff jadi rada bingung sendiri apa yang ditulis ._.
banghimdaisuki :: thanks sarannya chingu ^^ sarannya sangat membantu
MaknaeChanChan :: thankseu eonni akhirnya kau membaca ff abal ini ;;-;;
Daejun :: Maaf updatenya kelamaan. Author bingung mau ngelanjutin FF ini jadi gimana. Maaf jika chapter kali ini mengecewakan T.T
Terima kasih sekali lagi untuk kalian yang sudah mau membaca, mereview dan menunggu kelanjutan FF T.T
Annyeong~~ =3=
