MOMMY

Main Cast : YunJae

Other Cast : Heojun and other.

Genre : Romance, family.

Rate : T

-BoysLove, AU, OOC, OC, Miss, Typo-

:: Segala milik mereka adalah anugrah yang dititipkan Tuhan, Heojun, milik imaginasi Amazora ::

PART 02

Jaejoong menatap tajam Yunho dengan ekspresi manis, tentu saja tak membuat Yunho gentar sama sekali. Heojun tengah mencuci tangannya diantar sekretaris Kim, membuat ia dan Jaejoong bisa saling menatap bayangan mereka melalu biasan retina yang dimiliki orang dihadapan mereka.

Jaejoong menyimpan kemarahannya, padahal hanya hal kecil penyebabnya. Ck~

"Aish, sudahlah." Yunho berinisiatif menghentikannya. Jika tidak, ia tak tahu pria dihadapannya akan memandang lurus padanya untuk berapa lama. "Bawa pulang anakmu." lanjutnya setelah mengusap rambut Jaejoong.

"Tuan, dia anakmu!" teriak Jaejoong tak mau kalah. Kekesalan masih merasukinya.

Yunho yang baru saja beranjak ke kursinya berbalik, awalnya hendak memberi pengertian lagi kepada Jaejoong. Hanya saja, yang terjadi adalah mata kecilnya sedikit melebar. Dan dengan susah payah memberi isyarat pada Jaejoong dengan menggerakkan bola matanya, menunjuk arah pintu.

"N-ne, dia anakku." Jaejoong menundukkan kepalanya dalam-dalam, merasa bersalah atas kecerobohannya.

Heojun, dengan tatapan penasaran menghampiri mereka. Dan menarik-narik celana yang dikenakan Jaejoong.

"Mommy dan papa bertengkar lagi?" tanyanya polos. Jaejoong menciptakan senyuman dengan arti kebingungan pada bibir penuhnya. Sedangkan Yunho, tak berhenti mengutuki Jaejoong dalam hatinya. Sesuatu yang tak berwujud bernama kekesalan itu memilih majikan baru eh?

"Aniyo sayang, papa dan mommy sedang berebut Junnie." Yunho mengangkat Junnie dan ia biarkan putranya duduk dekat dengan Jaejoong.

"Berebut Junnie?" masih dengan tatapan polos, Junnie bertanya. Tangannya memainkan tissue yang digunakannya untuk mengeringkan tangan.

"Um," Jaejoong mengangguk. "Habis Junnie sangat tampan dan pintar. Mommy tentu bangga dan ingin memiliki Junnie sendirian. Hehehe~" Jaejoong turut masuk dalam skenario yang diciptakan Yunho.

"Ne, dan papa tak boleh memiliki Junnie. Mommy jahat sekali kan?" Yunho mengadu dengan membuat mimik wajah lesu, membuat Jaejoong dan Junnie terbahak.

"Pappa, mommy. Kim-ahjushi mengatakan bahwa Junnie sangat tampan." bangga Junnie.

"Mommy juga mengatakannya tadi." sela Jaejoong jengah. Rasanya, tak lebih dari lima menit ia juga mengatakannya. Ia melirik Yunho dan berpikir ayah dan anak dihadapannya mempunyai sifat yang sama. Memang buah takkan jatuh jauh dari pohonnya.

"Hehe~ ada mata mommy pada Junnie, ada bibir mommy juga. Tapi, beberapa hal lainnya, Junnie dapat dari papa. Itu berarti Junnie anak papa dan mommy. Semua orang mengetahuinya."

Jaejoong mengangguk setuju. Ia menurunkan Junnie dari sofa, mengandengnya, dan beranjak.

"Ayo pulang. Sudah waktunya papa bekerja lagi."

"Ung~" Junnie menghampiri Yunho. Bermaksud untuk pamit. Yunho tersenyum dan mengusap rambut halus milik Junnie. Kekesalan yang melanda antara ia dan Jaejoong menghilang karena Junnie. Oh, thanks God.

-YJ-

Changmin sedikit kikuk mendapati tatapan lurus yang seolah menusuknya. Mata istrinya itu tak berhenti menjadikannya objek sejak ia membawa masuk koper miliknya dan istrinya.

"Apa?" tanya Changmin gusar. Ia tak tahan lagi. Tatapan istrinya membuatnya seolah menjadi orang yang paling jahat.

"Kenapa kita berada dikamar yang sama?"

"Kyu―"

"Kenapa kita―?" ucapan Kyu, Kyuhyun tersela sebuah kecupan dari Changmin.

"Istirahatlah, biar ku bereskan pakaian kita." Changmin mengusap helaian halus milik Kyuhyun. Khyuhyun mengangguk kaku. Sentuhan lembut dibibirnya membuatnya tak bisa berkata. Ia sungguh menyukainya. Dan sejujurnya, selalu mengharapkannya.

Ia beranjak pada satu-satunya kamar di apartment yang disiapkan Changmin untuk mereka. Awalnya langkah biasa, karena ia mencoba bersikap senormal mungkin dihadapan Changmin. Namun, ia tak selamanya pintar berakting. Ia terburu melangkah dan mentup pintu kamarnya, eh~ kamar mereka.

Kyuhyun menatap pantulan dirinya dicermin dan membiarkan bobot tubuhnya menjadi beban kedua telapak tangannya.

Perlahan, ia menyentuh bibirnya. Ia tak percaya Changmin menyentuhnya. Ya, walau hanya sentuhan kecil.

"Kakak," Kyuhyun menyentuh bias wajahya dalam cermin. Tepat dibibirnya, "dia menyentuhku." lalu menatap kosong pada sekitarnya. "Apa artinya dia mulai membuka hatinya padaku? Kakak, apa aku bersalah berbuat begini egois?" sendu, Kyuhyun berkata, bertanya pada udara kosong disekitarnya.

-Flashback-

"Kyu~" Changmin melambaikan tangannya begitu melihat Kyuhyun diruang tamu rumahnya. Senyum lebarnya tak pernah luntur. Pria itu tetap mempesona Kyuhyun.

"Um, h-hai Min." sedikit gugup Kyuhyun menanggapi Changmin. Tanpa disadarinya, Changmin menyadari kegugupannya. Changmin mengerti mengapa Kyuhyun seperti itu. Dengan mudahnya Kyuhyun menangis karena penolakan tak langsung darinya sesungguhnya bukanlah Kyuhyun yang biasanya. Ia hanya sampai pb batas kesabaran yang ditariknya. Ya, Changmin jelas mengerti itu.

"Kau membawa yang ku minta?" tanya Changmin seraya menepuk pelan kepala Kyuhyun. Dan dengan sikap yang terlihat manja, Kyuhyun mengangguk. Changmin semakin menyesal menyadari itu. Hal itu terlihat dari kesenduan yang menyapa mata Changmin walau hanya untuk beberapa detik.

"Lets see!" Changmin menarik Kyuhyun dari sana.

...

Lagi, Changmin tertawa karena hal konyol yang terlihat di layar televisinya. Hanya saja, mengapa ia merasa suara tawa itu tunggal? Kyuhyun tak ikut tertawa? Padahal, bukankah dvd yang ia minta untuk Kyuhyun bawa adalah dvd yang berisi tayangan lucu yang biasanya membuat Kyuhyun tertawa.

Lelah bergelut dengan kebingungan, Changmin mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun. Wajah pucat itu terlihat lebih pucat. Matanya menatap kosong pada tayangan didepannya. Lagi, ada perasaan bersalah menelusup kedalam diri Changmin.

Perlahan, Changmin mengulurkan tangannya menyentuh helaian Kyuhyun. Kyuhyun tersentak, ruhnya yang tadi berkelana seolah kembali.

"Mi-Min?" heran Kyuhyun. Changmin hanya menatapnya dengan tatapan yang tak ia mengerti artinya. Tangan Changmin beralih pada pipi putih milik Kyuhyun. Tak peduli kegugupan mulai menerpa sahabatnya itu. Ia menyentuh ujung bibirnya dan menariknya keatas. Membuat simpul senyum pada wajah manis Kyuhyun. Terkesan dipaksakan, tapi ia merindukan senyuman Kyuhyun.

"Kyu, mari kita menikah." dalam keadaan bingung, Kyuhyun mendapatkan kebingungan lainnya. Ia mengerutkan dahinya, tak mengerti.

"Eh?" hanya satu kata yang mampu ia ucapkan. Ia ingin merasa senang. Tapi, kebingungan mendominasi pikirannya. Changmin pasti bergurau. Changmin mengajaknya menikah? Ia pasti bermimpi huh.

-end of flashback-

Kyuhyun melihat jari-jari tangan kirinya, sebuah cincin melingkar disana. Sekarang, ia memiliki Changmin sepenuhnya. Entah bagaimana pernikahan itu terjadi, Kyuhyun tetap tak mengerti. Hanya saja, Kyuhyun mencoba memahami, Changmin takkan pernah memberinya cinta. Hal itu, amat mustahil.

-YJ-

"Papa pulaaang!" Yunho berteriak lantang disambut derapan langkah kecil yang mengarah padanya. Ia meletakkan tas kerjanya diatas sofa yang pertama dilewatinya.

"Papa~" Senyumnya mengembang mengetahui putranya begitu antusias menyambut kepulangannya. Putra kecilnya tengah berlari mengarah padanya dan segera memeluknya. Dibelakang Heojun, ia melihat Jaejoong sedang memperhatikan mereka berdua. Biasanya, pria itu akan mengambil alih tasnya. Tapi kali ini Jaejoong hanya memperhatikan dari jarak lebih dari empat meter. Itupun tak lagi disertai tatapan tajam yang biasanya. Pria itu, masihkah merasa bersalah? Jika benar, ini akan sangat menguntungkan Yunho.

"Papa ayo, mommy disana. Beri kecupan kepada mommy." Heojun menunjuk-nunjuk tempat Jaejoong berada. Yunho menatapnya sesaat, ia melihat Jaejoong tengah salang tingkah disana. "Cepaaat, memang papa tidak mau mendapat kecupan Junnie?" Junnie memukul pelan dadanya.

Yah, ini adalah tradisi pulang kantornya. Mengecup Jaejoong jika ingin Junnie-nya mengecupnya. Bukan sebuah beban yang Yunho rasakan. Heojun memberinya banyak keberuntungan. Tuhan memberi Heojun dihidupnya sebagai simbol kebahagiaan yang takkan pernah habis.

Dengan Heojun dalam dekapannya, Yunho menjejakan kakinya perlahan. Tatapannya mengarah lurus pada pria didepannya. Ada aura berbeda disaat suasana seperti ini.

Ia mengecup pelan pucuk kepala Jaejoong disusul kecupan pelan Heojun dipipinya. Ia bahagia sekarang, sungguh.

-YJ-

Layar besar dihadapan Yunho menggelap ketika salah satu tombol remote pengontrolnya tertekan. Ia memutuskan mematikan televisi begitu lelah setelah menyusuri beberapa chanel dan tak mendapati siaran yang menurutnya bagus.

Ia mengedarkan pandangannya pada ruangan yang terasa teramat sepi karena tak ada lagi Heojun yang aktif. Ia berdiri, memutuskan untuk melihat putranya dan Jaejoong yang pergi kekamar Heojun beberapa puluh menit yang lalu.

Ia beranjak pada pintu bercat putih. Perlahan ia membuka pintu tersebut dan melihat Heojun tengah tertidur nyaman dalam dekapan Jaejoong. Tak ayal lagi, senyumnya mengembang. Putranya akan tumbuh baik jika begini.

Jaejoong berhenti mengusap punggung Heojun begitu menyadari ada Yunho disana, memperhatikannya. Ia beranjak, membenarkan posisi selimut yang akan mengantikan pelukannya pada Heojun semalaman ini.

"Tuan, kau mau tidur disini?" tanyanya begitu menghampiri Yunho. Yunho menatapnya galak, lalu menarik tangannya menuju kamar lain. Kamar tidur miliknya.

-YJ-

Insomnia, bisakah Kyuhyun menyebut keadaannya sekarang seperti itu? Tapi, jika memang gejalanya adalah tak bisa tidur, mungkin ia memang insomnia. Ragu, ia melirik tubuh Changmin yang sedang beristirahat. Rasanya, hampir empat tahun ia tidur disamping Changmin tanpa merasa apapun―kecuali dimalam pertama mereka. Tapi, mengapa di Jepang ia merasa sedikit kikuk? Apa karena ini Jepang? Apa karena udara di Jepang? Rasanya sedikit mustahil.

"Hhh~ aku ingin tidur." gumamnya. Ia menelusupkan kepalanya kebawah bantal. Mencoba mencari kegelapan yang mungkin bisa membawanya pada kelelapan. Ditengah bergulatnya pikirannya, ia merasakan kehangatan. Selimut dan dekapan tangang yang ia tahu berasal dari Changmin membuatnya nyaman. Sebuah senyum manis menghiasi wajahnya dan tak lama, ia terlelap.

-YJ-

"Kau, melakukan kesalahan lagi Jaejoong-ah~" Yunho mengintimidasi Jaejoong. Ia mengunci Jaejoong diantara tubuhnya dan dinding.

"Y-ya, gomen tuan. Tolong maafkan saya." Jaejoong menundukkan kepalanya.

"Kau tahu kan kunci perjanjian kita?" tanya Yunho. "Kau mau melanggarnya?" Yunho menatap Jaejoong dalam, ia mendekatkan wajahnya perlahan.

"Tidak! Tapi, semua ini karena kau menyebalkan!" Jaejoong menghentak, melawan. Pertahanan lemah Yunho tentu hilang.

"Menyebalkan?" Yunho menyeringai, berbalik dengan kata hatinya yang membenarkan Jaejoong.

"Ye, kau menyebalkan." bibir merah itu sedikit dibuat maju.

"Jadi, aku yang salah?" tantang Yunho.

"Ya."

"Lalu, memanggilku 'tuan' didepan Junnie itu salahku?"

"Ya."

"Ohhh~" Yunho menggumam. Ia mengangguk-angguk seolah menyetujui pendapat Jaejoong. Kepalan tangannya menutupi seringai Yunho. Jaejoong, kau kena.

"Eh?" Jaejoong menunduk, berpikir ulang. "Itu salahku tuan." lanjutnya.

"So?"

"Maaf." Jaejoong menunduk lebih dalam. Yunho menatapnya, tangannya terulur menyentuh pucuk kepala Jaejoong, mengusapnya penuh kasih.

"Jangan kau ulangi. Kumohon, biarkan Junnie tetap pada kebahagiaannya." pintanya dengan suara pelan. Jaejoong menatap Yunho menyadari ada perubahan dari nada yang keluar dari pita suara Yunho. Di bias pengantar cahaya milik Yunho, Jaejoong melihat kesungguhan. Mau tak mau, membuat Jaejoong mengangguk pelan, mencoba mengerti. "Pintar." lanjut Yunho sebelum mengecup Jaejoong tepat dibibirnya dan lalu meninggalkannya.

Aura sendu menghilang, drastis berubah pada hawa-hawa yang sedikit errr~ panas?

"Sial." ups, kata yang kasar keluar dari pria bermata besar itu. Terlihat bara kemarahan pada mata besarnya. Lagi, Yunho mencuri bibirnya, dan ia tak menyadari hal itu akan terjadi. Argh!

-YJ-

"Tambahkan sedikit garam lagi." pria itu menaburkan garam pada masakannya. Setelah mengaduknya sebentar, ia mengambil sendok dan mengambil isi dari pancinya. Tangan lihai miliknya, pengetahuan yang tersimpan dalam memorinya, kecintaannya pada masakan membuat makanan dihadapannya tak perlu lagi diragukan kelezatannya. Dan lihatlah tingkahnya, menganggukkan kepalanya disertai senyuman lebar, makanan buatannya kali ini pun pasti akan membuat Junnie candu.

Sekali lagi, ia mengambil sesendok miso dan terburu memasukannya kedalam mulut. Karenanya, tak semua kuah miso masuk ke mulutnya. Sedikit kuah miso mengalir keluar. Refleks, ia segera mengusap bibirnya.

Ia terdiam begitu jari telunjuknya tepat menyentuh bibirnya. Dan senyuman mulai terlukis di wajahnya. Tak sengaja ingatan ketika Yunho mengecupnya melintas. Ah~ ia harus melupakannya. Sentuhan intim itu tak berarti apa-apa untuk Jung Yunho. Jadi, tak berguna jika ia mengingat hal tersebut.

Jaejoong melirik jam dinding dan melihat bahwa waktu hampir menunjukkan jam makan siang. Kelas Junnie akan mengadakan jalan-jalan ke taman setelah jam makan siang. Jadi, ia harus cepat mengantarkan bentounya.

Meski tak ingin, secara tak sadar Jaejoong membuat dua bentou. Apa ia harus pergi mengantar bentou kedua juga?

"Ck." ia berdecak menyadari kebodohannya. Mau tak mau, ia tak mau masakannya terbuang. Jadi, ia akan mengantarkan satu untuk Junnie dan satu lagi untuk ayahnya.

-YJ-

Yunho menyimpan filenya menyadari sebentar lagi tiba waktu makan siang. Ia bisa melanjutkan pekerjaannya nanti. Ia ingin mengistirahatkan dulu pikirannya. Ia beranjak keluar dari ruangannya. Begitu membuka pintu, ia melihat sekretarisnya sibuk dengan keyboard dihadapannya. Ia beranjak mendekati meja sekretarisnya dan duduk tepat dihadapan sekretarisnya setelah menarik satu kursi yang tak jauh darinya.

"Sibuk sekali." tegurnya. Ia duduk dan bertompang dagu. Ia menatap sekretarisnya, membuat ekspresi seolah tertarik pada apa yang dikerjakan sekretarisnya.

"E-eh boss?" sekretarisnya sedikit gelagapan karena teguran mendadak dari Yunho.

"Simpan dulu pekerjaanmu. Sekarang waktunya makan siang." tambah Yunho, mengabaikan kekagetan sekretarisnya.

"Kau harusnya senang mempunyai sekretaris sepertiku. Aku tak peduli makan siangku karena melanjutkan pekerjaan. Kau harus membayarku untuk ini." canda sekretarisnya.

"Tidak mau, aku tak mau membayarmu." Yunho menggerakkan tangannya.

"Pelitnyaaa, huh." sekretaris Yunho memasang wajah kesal.

"Ya, ya. Everything for you. Semua akan kulakukan untukmu. Karena kau sekretaris kesayanganku." Yunho menangkup pipi sekretarisnya. Tak ayal lagi, gurat merah lembut muncul pada kedua pipi sekretarisnya.

"B-boss, nanti akan ada kesalahpahaman lagi jika begini. Jangan berkata sembarangan."

"Aku serius. Aku bangga padamu. Aku menyayangimu. Karena kau telah menemukan dan membawa istriku kembali Kibum-ah. Aku sayang padamu." Yunho mengusap pipi sekretarisnya tanpa menyadari sepasang mata memperhatikannya. Dan, terasa ada sedikit kilatan rasa cemburu yang melintas.

"Playboy!" geram sang pemilik mata.

-TBC-

Heyooo! Masih ada yang nunggu part dua? Maaf lama yah *bow* mood dan keadaan lagi kurang mendukung -3-

Ah ya, semakin dilihat, si bebek imut yah. Apalagi di mv lama. Dan, denger dia disesuatukan (?) oleh stasiun tv juga liat vidio Xiah yang dibully emak, bapak, suami ama ponakannya, Hime jadi gx tega bikin dia antagonis. Hueee T^T
padahal dia masih ada peran. Nanti mogok-mogok dah nulisnya. Su imuuut sih

Dan oh, Hime baru ngeh. Hime ada silent readers kah? Viewers fict Hime banyak wehehe ^o^ jadi mikir kesana deh. Kalo ada, ayo kenalan *kicked*

Reviewsnya banyak. Hohoho Gx dipungkiri, Hime senang dapet reviews. Makasih banyak yaaaa~ ini balasan buat kalian

Cho Pinkyu
iya, ini kulanjut~^^ makasih reviewnya.

Cho hyuka
Gomawo, Hime pasti lanjut, tapi gx yakin bisa cepet. Hehe~^^ makasih reviewnya.

Kakaichi
Hehe, benerkan? Ung~ Hime usahain update disini juga. Gomawo semangatnya~^^ makasih reviewnya.

js-ie
Waaah, dah punya jawaban ya? Siip~^^ makasih reviewnya.

Babycuttie
Jangan jadi hantu tapi yah *slaped* siiip~^^ makasih reviewnya.

Reysa J
Benar gx yaaa? Baca terus yuk. Supaya kamu gx bingung lagi. Nanti ada jawabannya kok. Ini udah update yaaa~^^ makasih reviewnya.

Kasiy yunjae
Hahaha, ff chappie pertama Hime memang bikin bingung. Kebiasaan jelek noh. Nama fbku ada di bio, kalo ndak salah, udah aku add~^^ makasih reviewnya.

blackwhite28
Yunjaeee!
Syukurlah kalo begitu. Iya tbc. Baca lagi yaaa~^^ makasih reviewnya.

Julie Namikaze
Ndak papa kok. Hime usahain yah~^^ makasih reviewnya.

Momo Dwi94 Casshiper
Iyaaaah, hehe. Gpp kok, makasih malah~^^ makasih reviewnya.

QueenDeeBeauty
Yang mana aja boleh kok. Hehehe, makasih. Iya, alurnya cepet kan? Aku coba perjelas di ff ini kok. Aku ndak bisa bikin ence u.u jadi yah begitu hasilnya~^^ makasih reviewnya.

Mitsuki Hana
Eng, bisa dibilang begitu. Baca terus yah~^^ makasih reviewnya.

Zira
Wehehe, iya. Tapi, Hime usaha update disini juga~^^ makasih reviewnya.

Boenita
Eum, sip~^^ makasih reviewnya.

gery miku
Oke, diusahakan~^^ makasih reviewnya.

irengiovanny
Baca terus ya. Chap ini udah gx bingung lagi kah?~^^ makasih reviewnya.

Sicca nicky
Yep, tapi beda ff beda problem kan? Tapi, alurnya nyambung kok~^^ makasih reviewnya.

meirah.1111
Kan supaya menarik, hoho. Hime suka pujeel. Ayo main bareng~^^ makasih reviewnya.

yjs
ayo baca, baca, baca *maunya*~^^ makasih reviewnya.

redKrystal
Makasih ya, *loncat* yep, Hime lanjut~^^ makasih reviewnya.

Evil Thieves
Yep, lanjut~^^ makasih reviewnya.

desi2121
hehe, rahasia. Supaya penasalan kamunya xp Fb ada di bio. Intip deh~^^ makasih reviewnya.

Iyah, lanjutan lol. Nikahin Mommy? Agak ragu ih. Papa Jung kan punya istri *kicked* hehe~^^ makasih reviewnya.

Someone
Hmm, bingung ya? Satu kalimat buat kamu, baca terus yah. Hohoho~^^ makasih reviewnya.

Chan Nuriza
Part dua tiba! Ayo baca biar tambah bingung *duagh*~^^ makasih reviewnya.

Aoi Ko Mamoru
kkk~ baca nyo. Perlahan, nanti juga terjawab.
Nyo, nyo, Hime gx mau apdet cepet weeeks~ xpp ~^^ makasih reviewnya.

Kim Shippo
Bingung? Baca part dua deh. Nambah bingung pasti~^^ makasih reviewnya.

Guest
Kan supaya gx boring -3- sini Hime garukin~^^ makasih reviewnya.

mrshelmet
Hehehe, tak bikin misteri supaya pada penasaran. Karena kata pacarku, ideku pasaran u.u iya gx sih~^^ makasih reviewnya.

lucifer84
yosh, u rite!
Karena ini sekuelnya, itulah misterinya. Hehe~^^ makasih reviewnya.

Alin2709
Makasih *hug* semangat~^^ makasih reviewnya.

narunaru
Makasih dan makasih, ini apdet ~^^ makasih reviewnya.

guest
update, update, gogo!~^^ makasih reviewnya.

Sycarp
No! Baca dulu buat aku, tokoh utama mati, tamat cerita. So, follow the story *learn english* ~^^ makasih reviewnya.

Cax
Oh God. Hime gapapa xD Masukan diterima. Ikutin terus yah~^^ makasih reviewnya.

bbb
Ini ff YunJae, dan Hime pikir Jae hanya satu. Walau ff ini AU ~^^ makasih reviewnya.

gdtop
Sekarang apdetnya. Ayo baca~^^ makasih reviewnya.

dreani
Wehehe, serasa samting(?) wrong ya? Baca terus, nanti kamu pasti tau alasan mommy jadi begitu.

Haku Miura

Hehehe, ya, kamu bener kok. Ada unsur itu(?)nya di ff ini. Aku Changkyu shipper lho~ rela gx ya, Changmin Nikah ama yang laiiin *pose mikir* hehehe~^^ makasih reviewnya.

Akhir kata, makasih ya. Yang udah baca, yang udah review. Itu tanda support buat Hime. Yang berkenan support Hime lagi. Yuk rnr~ see ya at part 3