MOMMY
Main Cast : YunJae
Other Cast : Heojun and other.
Genre : Romance, family.
Rate : T
-BoysLove, AU, OOC, OC, Miss, Typo-
:: Segala milik mereka adalah anugrah yang dititipkan Tuhan, Heojun, milik imaginasi Amazora ::
PART 03
Kibum mengerutkan dahinya, mengisyaratkan kebingungan yang tengah melandanya. Bossnya bermimpi atau berhalusinasi eh?
"Istri? Kapan aku membawa kembali istrinya? Aku tak pernah membawa seorang perempuan padanya." ujarnya bingung.
...
Jaejoong menghentak-hentakkan kakinya. Tak perduli banyak karyawan Yunho memandangnya dengan tatapan aneh. Ia kesal sekarang. Benar-benar kesal sehingga ia berharap Yunho bisa berubah menjadi botol agar ia bisa meremasnya hingga hancur. Ia sungguh kesal, em~ apa benar hanya kesal? Atau kesal bergabung dengan rasa cemburu. Sehingga hatinya seolah terbakar. Tapi, bagaimana lagi. Untuknya, Yunho sangat menyebalkan. Apa ia tak berpikir kecupan itu sentuhan yang errr~ intim? Ia melakukannya padanya dan apa yang ia lakukan pada sekretarisnya tadi? Huh! Menyebalkan.
...
Mata musang Yunho berkedip-kedip polos. Ia menatap kotak berlapis kain tebal dihadapannya.
"Jaejoong tak sopan. Bagaimana bisa ia mengantarkan bentou dengan menaruhnya dilantai?" ucap Yunho dengan nada datar diiringi wajah datar mengingat apa yang ia dapatkan untuk makan siang hari ini. Bentou yang tergeletak persis didepan ruangannya. Padahal, ia tengah bersama Kibum tadi. Yang hanya berjarak tak lebih dari lima langkah dari tempatnya meletakkan kotak bentounya. Benar-benar tak sopan.
-YJ-
Jaejoong tengah menggigiti kuku jarinya ketika tepukan hangat terasa dikepalanya. Rasanya, itu tak mungkin Junnie. Junnie belum tumbuh setinggi itu untuk bisa menepuk kepalanya. Jadi, siapa yang berani menyentuh kepalanya huh?
"Siap―eh hyung?"
mendadak rasa kesal yang mendera Jaejoong menghilang terganti sebuah senyuman manis.
"Hi~" seorang pria tinggi, tegap, dan tampan dengan senyuman disertai lesung pipi yang membuatnya semakin tampan. Ia melambai-lambaikan tangannya meski berjarak dekat dengan pria itu. "Junnie belum keluar?" tanyanya.
Jaejoong menggelengkan kepalanya.
"Junnie mungkin akan pulang sore hari ini. Kelasnya mengadakan tour kecil hyung."
"Sou ka? Ah, Jae. Bagaimana keadaanmu? Kau mendapatkan ingatan?"
"Ingatan?" ahh~ Jaejoong hampir lupa. Dokter memvonisnya amnesia selelah suatu kejadian yang sampai saat ini belum bisa diingatnya. "Tidak hyung. Aku begitu menikmati hidupku sekarang. Aku lupa untuk mengingat jati diriku." ia menatap Siwon, Choi Siwon. Pria baik hati yang menolongnya. Ia dan kekasihnya merawat dirinya sampai keadaannya membaik. Untunglah, pria itu berasal dari Korea. Sehingga Jaejoong tak begitu kebingungan. Karena jujur saja, Jaejoong juga melupakan bagaimana ia bisa sampai di Jepang. Dan, karena Siwon dan kekasihnya Jaejoong bertemu dengan Yunho dan bekerja padanya. Dan yang paling penting, kini Jaejoong menikmati kehidupan 'amnesianya'.
"Yah, kau tak perlu memaksakan diri Jaejoong-ah. Yang terpenting, kau senang menjalaninya. Okay?" Siwon menepuk pelan kepala Jaejoong.
"Iya hyung." Jaejoong mengangguk. Ia mengabaikan senyuman hangat siwon. Ia mulai berpikir tentang ingatannya. Ia mulai memikirkan keluarganya. Bagaimana jika mereka mencarinya? Dan sebenarnya, apa penyebab ia kehilangan memorynya? Rasanya, ia tak amnesia karena kecelakaan. Ia tersadar dirumah milik Siwon, bukan dirumah sakit.
"Jaejoong-ah." Siwon menggerakkan tangannya didepan wajah Jaejoong. "Kau baik-baik saja?"
"Eh, ne hyung. Aku baik."
"Kau memikirkan sesuatu?"
"Ie, ie." Jaejoong menyilangkan tangannya.
"Hyung, aku harus pergi ke taman. Tak lama lagi, Junnie akan pulang."
"O, okay. Kuantar." tawar Siwon membuat Jaejoong membatu.
"Kau tak sibuk? Bukankah kau sibuk akhir-akhir ini?"
"Yap, kecuali hari ini. Ayo." Siwon menarik tangan Jaejoong kearah mobilnya.
-YJ-
Yunho memutuskan pulang cepat setelah mendapatkan bentou secara tak sopan dari Jaejoong. Ia menduga ada sesuatu yang terjadi pada mommy Junnie-nya itu. Meski ia mengetahui sifat Jaejoong, Jaejoong takkan pernah mengabaikan makanan buatannya seperti itu.
"Junnie-ya~" ia melantangkan suaranya berharap suara lucu Junnie balas melantangkan panggilan papa kepadanya. Tapi, tak ada. Beberapa kali ia memanggil Junnie tapi Junnie tak menjawabnya.
Beberapa kali ia memanggil Junnie tapi Junnie tak menjawabnya. Ia mulai perpikiran buruk. Ditambah dengan sikap Jaejoong pada bentounya. Ah~ Yunho mulai panik.
Baru saja Yunho mengambil kembali kunci mobil yan baru diletakkannya, ia mendengar deruman mobil. Ia berpikir itu taxi yang biasa mengantar Junnie dan Jaejoong pulang.
Ia melihat Junnie turun dari mobil tax―oh, tidak itu bukan mobil taxi. Mobil siapa yang mengantar putranya dan Jaejoong pulang?
"Hm~" air muka Yunho berubah seketika melihat wajah yang sudah sangat dikenalnya. "Choi Siwon."
"Papa~ papa sudah pulang?" sapa Junnie yang terlihat ceria walau ia terlihat lelah.
"Iya, Junnie dari mana em?" Yunho menggendong Junnie.
"Dari taman, Junnie bermain bersama Ayuri-sensei dan teman-teman." ucap Junnie ceria.
Yunho tersenyum demi membalas panggilan Heojun. Ia mengesampingkan keresahannya dan berlutut, mensejajarkan diri dengan Heojun agar ia mudah mendapat pelukannya nanti.
Tepat ketika ia mendapat pelukan hangat dari Heojun, ia melihat bayangan yang ia tahu milik Jaejoong mulai menapaki tempat yang dilalui Heojun untuk bisa sampai padanya. Ia mengusap punggung Heojun sebelum akhirnya melepaskan pelukannya.
"Junnie, pergilah mengganti pakaianmu. Simpan tasnya ditempat biasanya ya. " ucapnya, Heojun mengangguk dan beranjak menuju kamarnya bersamaan dengan pupil Yunho menerima refleksi cahaya yang menyebabkan dirinya dapat melihat Jaejoong secara utuh, dihadapannya.
Baru saja Yunho akan membahas cara ketidak sopanan Jaejoong memberinya bentou, namun sepertinya Yunho harus menelan kembali setiap kata yang ingin ia lontarkan karena lidahnya terlanjur kelu setelah mendapati Jaejoong menatapnya tajam. Bukan tatapan layaknya hari-hari sebelumnya. Ada sesuatu yang salah, sepertinya.
-YJ-
Mengendap-endap bagai pencuri yang tengah mengeksekusi korbannya. Ditengah malam pula, Kyuhyun merasa benar-benar seperti pencuri. Tapi, tubuhnya bagai candu akan kehangatan Changmin. Ia ingat, bagaimana pulasnya ia terlelap ketika tangan kokoh Changmin memeluknya. Dan, ia terbangun secara tiba-tiba saat merasakan kehilangan akan kehangatan tersebut.
Ia mencuri pandang tepat ke tengah ruangan. Disana, ia mendapati sosok pria yang ia nikahi beberapa tahun lalu. Sedang apa Changmin disana?
"―na~" samar Kyuhyun mendengar gumaman Changmin. Ish, ini sungguh membuat Kyuhyun penasaran. Jadi, ia berjingkat, kembali mengendap-ngendap. Bahkan ia sampai merangkak untuk tiba ketempat yang menurutnya strategis, tepat dibelakang sofa yang diduduki Changmin. Iapun membuka telinganya lebar-lebar.
"Kyu baik," kalimat pertama yang Kyuhyun dengar membuatnya tersenyum. Bahkan, Kyuhyun rasa, Changminpun tersenyum ketika mengucapkannya. "Aku memenuhi janjiku kan Nunna? Kyuhyun akan baik-baik saja denganku. Aku akan menjaganya sepenuh hati. Seperti aku akan menjaga Nunna." tapi, kalimat selanjutnya membuat mata Kyuhyun melebar. Wajah sumringahnya menghilang berganti suram. Pelan, Kyuhyun meninggalkan tempatnya, tanpa suara ia kembali ke kamarnya.
...
Changmin baru saja menutup pintu kamarnya ketika melihat Kyuhyun melilitkan syal dilehernya.
"Kukira kau sudah tidur, kau kedinginan?" Changmin mendekati Kyuhyun. Tangannya bergerak mengusap pipi Kyuhyun.
"Sangat." jawab Kyuhyun singkat, membuat Changmin menghentikan usapannya.
"Kyu, kau mau kemana? Sekarang sudah malam." tanya Changmin ketika melihat Kyuhyun melangkahkan kakinya. Kyuhyun berbalik menatap Changmin.
"Kau sungguh ingin mengetahuinya?" Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya. "Hm," Kyuhyun tersenyum sinis, "aku akan menemui orang yang bisa mencintaiku." ucapnya sebelum meneruskan langkahnya.
Changmin terlihat membatu, apa ini? Kyuhyun mencari orang lain disaat Changmin mulai membuka hatinya untuk pria itu? Hahaha, omong kosong!
-YJ-
Hari ini Yunho menghabiskan waktunya dengan membiarkan wajah bingung mendominasi harinya. Ia tak mengerti, ada apa dengan Jaejoong. Rasanya, Yunho sedang memegang kendali karena Jaejoong sedang merasa bersalah. Sekarang, mengapa Jaejoong malah memusuhinya?
"Boss~ sudah waktunya pulang." suara Kibum diawali dengan ketukan-ketukan pintu membuyarkan segala apa yang dipikirkannya.
"Ya, pulanglah lebih dulu." balasnya.
"Baiklah Boss, tapi~ kau juga, cepatlah pulang. Bukankah Junnie akan menunggumu?" tambah Kibum. Biasanya, cara ini akan berhasil. Yunho begitu menyayangi putranya, sehingga ia pasti akan mengesampingkan segala masalah untuk menghabiskan waktu bersama Heojun.
"Ya, aku tahu." sepertinya Kibum berhasil, Yunho membiarkan mejanya tetap berantakan dan hanya memasukan dua dokumen penting kedalam tasnya sebelum beranjak.
"Ayolah Boss, kembalikan semangatmu." ujar Kibum ketika lift membawanya dan Yunho kelantai dasar. "Heojun pasti akan bingung jika wajahmu seperti ini." tambahnya.
"Aku akan tersenyum padanya nanti." jawabnya singkat. Kibum hanya menatapnya beberapa detik karenanya.
"Aku jadi khawatir padamu. Padahal ada yang sedang menungguku." gumam Kibum.
"He? Pergilah. Jangan khawatirkan aku. Apa, pacarmu menjemputmu?" tebak Yunho.
"Ehehe~" Kibum tersipu.
"Benarkah? Aku sungguh ingin mengenalnya."
"Nanti saja ya Boss, kami tidak bisa berlama-lama. Ada tamu yang menunggu kami dirumah. Jaa ne~" Kibum berlari begitu pintu lift terbuka. Meninggalkan Yunho yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah sekretarisnya itu.
Kibum melambaikan tangannya begitu melihat sosok yang dicintainya berdiri disamping mobil tak berada jauh dihadapannya. Pria itu membukakan pintu untuknya sebelum ia ikut masuk dan duduk dibelakang stir.
"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Kibum.
"Aku tak bisa berkonsentrasi. Aku terus memikirkan anak itu." jawab kekasihnya setelah menghembuskan napas. "Sepertinya ada masalah yang menyakiti hatinya." ujarnya, matanya fokus pada jalan didepannya, membuat ia tak melihat wajah sendu Kibum.
"Kau memikirkan sesuatu?" Kibum mendengar kekasihnya bertanya setelah keheningan meliputi mereka beberapa saat.
"Aku cemburu." ucap Kibum pelan.
"Cemburu? Hahaha~ pada anak itu? Kau ini ada-ada saja." kekasihnya mengusap pelan rambut Kibum pelan dengan tatapan tetap mengarah pada jalanan.
"Iya, mungkin. Tapi, kau kan tak mungkin bisa lari dariku ya Hyung?" Kibum mengembangkan senyumnya.
"Hm?"
"Kau sangat, sangat mencintaiku. Hahaha~" Kibum tertawa diikuti tawa dari kekasihnya.
"Ya," ucap kekasihnya setelah mematikan mesin mobilnya. "Aishiteru~" ia mengecup Kibum sebelum beranjak turun.
Kibum menyentuh bibirnya dan beranjak turun menyusul kekasihnya yang kini tengah menunggunya didepan pintu rumah mereka.
Kibum tersenyum dan membuka pintu dan retinanya menerima cahaya yang menunjukkan bahwa anak itu menunggu mereka diruang tamu mereka.
"Kyu, kau baik?" Kibum melihat kekasihnya duduk didekat anak itu.
"Bicaralah Kyu," Kibum menambahkan.
"Siwon Hyung, aku menyerah. Changmin takkan mencintaiku. Hyung, biarkan aku denganmu." ujar Kyuhyun membuat mata Kibum melebar.
-TBC-
Part 3 dataaaang, eung! Happy read aja ya. Maaf gx bales review. Tapi, thank you buat review dan supportnya.
