Hari ini, di balik semak-semak hutan dari kejauhan, dia menatapnya lagi. Menatapnya dengan senyuman dan perasaan yang cukup lega.
Gadis yang dia sukai dan teman-temannya yang dia hormati sekarang asyik bersenang-senang di hutan. Bermain air di sebuah danau kecil di tengah hutan. Mereka tidak perlu untuk merasa takut tersesat lagi sekarang. Karena mereka sudah merasa sangat sangat mengenal hutan ini semenjak mereka masuk ke dunianya.
"sudah beberapa hari ini kau mengawasinya, Juri… '' tiba-tiba seseorang berdiri di belakangnya. Suaranya cukup lembut.
''oh, Yang Mulia… '' Juri langsung berdiri dan menatap Reina. ''aku hanya ingin melihat perkembangan mereka. Itu saja…"
"mereka bisa menjaga diri mereka. Aku yakin."
"apa mereka menyadari keberadaan kita?"
"mungkin mereka tidak bisa melihat kita lagi sekarang. Namun mereka bisa merasakan keberadaan kita. Terutama Kate…"
"oh…"
"tapi lebih baik, kau jangan terlalu sering mengawasinya. Kau harus percaya padanya…"
"baik, Yang Mulia…"
"lagipula, daripada kita di hutan seperti ini, bagaimana kalau kau ikut ke istanaku? Aku mengadakan acara minum teh disana. Kau mau ikut?"
"acara minum teh bukanlah acara yang biasa kudatangi, Yang Mulia…" Juri tertawa kecil. "tapi kurasa aku ikut. Namun sebelumnya, bolehkah aku bertanya satu hal?"
"apa?"
"kenapa anda mengizinkan mereka pergi? Apa anda tidak rindu pada mereka?"
Reina hanya tersenyum manis dan menjawab, "karena mereka memang sudah harus pergi. Walaupun aku tidak berkehendak, tapi mereka tetap akan pergi. Walaupun kita sudah berpisah jauh juga, persahabatan kita akan terus terhubung dan keramahtamahanku tidak akan berhenti untuk menyambut mereka kalau mereka kembali lagi kesini lagi…"
"jadi menurut anda mereka akan kembali? Kapan?"
"in time, Juri… in time…" jawab Reina sambil memanggil griffin miliknya dan mengajak Juri ikut bersamanya.
