DISCLAIMER
Baca disclaimer di chap 1, saya males ngetiknya-_-
WARNING : TYPO(s), gaje, aneh, dll (haruskah saya ngetik warning yang sama di tiap chapter-_-)
Don't like, Don't read
No Bash, No Flame, No Plagiarism
Happy reading~^^
.-.-.-.
All in Normal POV
"Jadi kau juga NAMJA?!" tanya Jongin, sedikit meninggikan suaranya. Wajah Kyungsoo memucat, ia tidak menyangka jati dirinya akan terungkap secepat ini. Ia sangat bingung sekarang. Ia tidak tau bagaimana cara menjelaskan 'hal yang sebenarnya' pada Jongin. Jongin terus menatap Kyungsoo dengan kaget bercampur heran. Kyungsoo berkeringat dingin. Perlahan, ia berjalan menuju ranjangnya dan duduk di atasnya. Ia sedikit menundukkan wajahnya, bukan karena ia tidak berani menatap Jongin, ia hanya sedang memikirkan penjelasan yang masuk akal untuk ia katakan pada Jongin.
'Aarrghh... apa yang harus kukatakan padanya?! Berpikir Kyungsoo... berpikir!' pikir Kyungsoo. Ia sedikit mengernyitkan dahinya. Tiba-tiba, sebuah ide cemerlang terlintas di otaknya. Ia pun mengangkat wajahnya, lalu ia berdiri di atas kasurnya, mengepalkan jemari tangan kirinya dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Tidak lupa, ia juga menekuk tangan kanannya lalu memegang pinggangnya sendiri, berkacak pinggang. Ia bergaya seperti superman. Lalu ia berteriak dengan mata berbinar-binar.
"YEEEESSSSSS!" teriaknya. Ia terlihat begitu senang. Sementara itu, Jongin hanya terbengong-bengong sembari mengerjap-erjapkan matanya ketika melihat tingkah Kyungsoo yang sungguh aneh. Bagaimana tidak? Tadi Kyungsoo terlihat begitu pundung, tapi sekarang Kyungsoo terlihat sangat senang, sampai-sampai ia berdiri di atas ranjangnya sendiri dan bergaya seperti superman.
"A-apa yang... kau lakukan?" tanya Jongin, masih cengo dengan tingkah Kyungsoo. Dalam sekejap, kesenangan Kyungsoo menghilang ketika ia menyadari sesuatu. Ia mematung seketika dengan gaya superman-nya.
'SHIT! MATILAH KAU DO KYUNGSOO! Habis sudah image-mu yang selalu terlihat elegan dan dewasa... SHIT! AKU MALUUUUUUUUUUU!' batinnya. Ia buru-buru kembali duduk di ranjangnya dan menundukkan wajahnya yang sudah semerah kepiting rebus. Ia mati-matian menahan rasa malunya. Keadaan pun menjadi sunyi seketika. Kyungsoo diam karena malu—ia masih berusaha mempertahankan harga dirinya yang terinjak-injak oleh dirinya sendiri(?). Sedangkan Jongin terdiam karena ia masih agak tidak percaya melihat adegan komikal yang dilakukan Kyungsoo tadi. Namun, 5 detik kemudian...
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA... KAU INI IDIOT ATAU APA SIH?! HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA... ADUH PERUTKU MELILIT...HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH... eh? Eh? GYAAAAAAAAAAAAA!"
GUBRAAAK
Kyungsoo menatap Jongin dengan tatapan horor. Ia baru saja menendang Jongin hingga Jongin terjatuh dari ranjangnya dengan cukup keras. Kyungsoo sangat kesal ketika melihat Jongin menertawakannya begitu keras, bahkan tadi Jongin sampai berguling-guling di ranjangnya sambil terus tertawa, karena itu, Kyungsoo dengan sangat amat tega menendang Jongin dengan keras hingga ia terjatuh. Dan sekarang Jongin sedang mengeluh kesakitan. Kyungsoo tidak meninggalkan Jongin begitu saja, ia pun melompat turun dari ranjang Jongin, lalu ia menginjak perut Jongin sembari melipat kedua tangan di dada. Ia tersenyum 'penuh makna' pada Jongin. Keringat dingin mulai bercucuran saat Jongin merasakan aura gelap dari Kyungsoo.
"Kau masih belum puas tertawa hmm?" tanya Kyungsoo, masih dengan senyum 'penuh makna'-nya. Jongin menggeleng pelan. Jujur saja, Kyungsoo terlihat mengerikan sekarang. Kyungsoo tersenyum puas, lalu ia mengangkat kakinya dari perut Jongin dan kembali berdiri seperti biasa. Ia tersenyum sangat manis pada Jongin.
Kyungsoo berjalan menuju ranjangnya dan kembali duduk di atasnya. Jongin perlahan-lahan berdiri sambil sesekali mengeluh kesakitan. Jongin duduk di atas ranjangnya sambil memegangin punggungnya yang terasa sakit akibat terjatuh dari ranjang. Kyungsoo menatap Jongin dengan tajam. Yang ditatap hanya tersenyum bodoh. Kyungsoo menghela nafas.
"Jadii... kau mau penjelasan atau tidak?" tanya Kyungsoo. Jongin mengangguk, ia kembali menatap Kyungsoo dengan serius.
"Jadi begini... aku adalah putra tunggal pemilik sebuah perusahaan yang cukup terkenal, oleh karena itu, aku sering sekali hampir diculik oleh orang-orang yang ingin menjatuhkan perusahaan ayahku... oleh karena itu, aku disekolahkan di asrama putri ini oleh ayahku dan aku pun menyamar menjadi yeoja agar aku bisa bersekolah disini.. tentu saja kepala sekolah tau siapa aku sebenarnya, dan beberapa guru juga mengetahuinya. Alasan aku disekolahkan disini adalah, dengan aku yang menyamar menjadi yeoja, orang-orang yang ingin menculikku akan sulit menemukanku karena aku telah menyamar menjadi yeoja... singkatnya sih begitu.. kalau kau tidak mengerti itu tidak masalah, lagipula memang seharusnya kau tidak mengerti..." jelas Kyungsoo. Jongin mengangguk dan terlihat sedang berpikir.
"Pertanyaanku adalah... apa yang akan terjadi kalau aku membeberkan jati dirimu yang sebenarnya?" tanya Jongin. "Apa kau akan mendapat masalah?" lanjutnya. Kyungsoo tersenyum meremehkan.
"Justru kau yang akan mendapat masalah.." jawabnya. Jongin menatap Kyungsoo bingung, meminta penjelasan. "Yah... keluargaku punya koneksi yang cukup berbahaya dengan sekolah ini, jadi kalau ada masalah yang terjadi padaku dan masalah itu berkaitan dengan seseorang, maka orang itu akan mendapat masalah..."
Jongin terdiam. Kyungsoo menatap Jongin sebentar, kemudian ia bangkit dari duduknya dan berjalan pergi. Jongin masih terdiam, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu. 'Apa yang harus kulakukan agar aku dapat menaklukannya? Aku tidak boleh gagal dalam misi ini... Kyungsoo terlihat tidak mudah ditipu... dia orang yang sangat berhati-hati... dan alasan yang tadi dia berikan itu... aku tidak begitu mempercayainya... pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan... aku harus mengetahui dirinya yang sebenarnya, secepatnya...' batin Jongin.
Tiba-tiba, Jongin kembali mendapat ide cemerlang. Ia pun berjalan menuju dapur kecil yang berada di kamar itu, mengikuti Kyungsoo. Lalu, ia berdiri tepat di belakang Kyungsoo dan menepuk bahunya pelan. Kyungsoo sontak menolehkan kepalanya ke belakang.
"Apa lagi sih?" tanya Kyungsoo dengan ketus. Jongin tersenyum bodoh.
"Kau galak sekali, tuan putri" kata Jongin, mengabaikan pertanyaan Kyungsoo. Kyungsoo menatap Jongin dengan tatapan horor.
"Aku ini namja! Jangan panggil aku tuan putri!" kata Kyungsoo dengan ketus. Jongin secara tiba-tiba berjongkok sembari menundukkan kepalanya, terlihat seperti orang yang susah buang air besar. Kyungsoo, mau tak mau, tertawa melihatnya. Jongin mendongakkan kepalanya, menatap Kyungsoo bingung.
"Apa sih yang kau lakukan? Hahaha... lucu sekali..." tanya Kyungsoo sembari terus tertawa.
"Aku? Aku hanya sedang berpose sebagai seorang pelayan, tuan putri" jawab Jongin. Kyungsoo kembali tertawa mendengarnya.
"Hahaha... mana ada pelayan yang berjongkok seperti orang yang susah buang air besar di depan majikannya? Hahaha... dasar aneh!" kata Kyungsoo. Jongin kemudian memegang jemari Kyungsoo dengan lembut.
"Aneh pun tidak masalah... asalkan aku bisa menjadi pelayanmu, tuan putri" kata Jongin. Kyungsoo menatap Jongin bingung.
"Pelayan? Memangnya kau mau menjadi pelayanku?" tanya Kyungsoo. Jongin mengangguk sebagai jawaban. Kyungsoo pun berpikir sebentar. 'Hmm... kurasa anak ini bisa kumanfaatkan... lagipula, tidak ada salahnya bukan jika aku memiliki seorang pelayan?' batin Kyungsoo. Ia pun tersenyum manis pada Jongin.
"Tentu saja kau boleh menjadi pelayanku. Lagipula seorang tuan muda sepertiku memang seharusnya memiliki pelayan, kan? Tapi ingat, jangan pernah memanggilku tuan putri lagi! Mengerti, pelayan?" kata Kyungsoo lagi. Jongin mengangguk pertanda ia mengerti. Diam-diam, ia menyeringai. 'Fuh... rencanaku berhasil! Haha... tidak kusangka akan semudah ini...' batin Jongin. Jongin pun kembali berdiri, ia masih memegang jemari Kyungsoo.
"Jadi, apa yang harus kulakukan sebagai pelayan barumu, tuan muda?" tanya Jongin. Kyungsoo terlihat berpikir sebentar.
"Emm... biasanya pelayan di rumahku memasak makan malam, jadi kurasa kau harus memasak makan malam sekarang, karena sebentar lagi hari akan malam" kata Kyungsoo. Jongin ber-sweatdrop-ria sembari tersenyum bodoh.
"Anu... ituu... err tuan muda... aku tidak bisa memasak... jadi... yah, begitulah" jawab Jongin. Kyungsoo menatap Jongin sembari sesekali mengerjap-erjapkan matanya dengan imut.
"Yah... sudah kuduga sih kalau kau tidak bisa memasak..." kata Kyungsoo.
GUBRAK
'Kalau kau sudah menduganya untuk apa kau menyuruhku memasak, bodoh?!' Batin Jongin.
"Yah, kalau begitu kau membuat peraturan saja! Biasanya pelayan di rumahku selalu membuat peraturan berbeda setiap harinya, tapi ada beberapa peraturan yang harus dilakukan setiap hari, seperti tidak boleh tidur terlalu larut, pola makan harus teratur, dan sebagainya..." lanjut Kyungsoo.
"Hmm... peraturan ya... baiklah, peraturan untuk hari ini hanya satu, tidak boleh tidur lewat dari pukul 9 malam!" kata Jongin dengan tegas.
"Eh? Tapi... tapi, hari ini aku ingin menonton film di tv sampai jam 12 malam..." kata Kyungsoo.
"Tidak ada tapi-tapian! Peraturan harus dijalankan, tuan muda" kata Jongin. Kyungsoo menggerutu kesal.
"Menyebalkan!" umpat Kyungsoo. Lalu, ia berjalan menuju ranjangnya dan duduk di atasnya, lalu ia mengambil boneka pororo raksasanya dan memeluknya dengan wajah cemberut yang terlihat sangat menggemaskan. Ia lalu mengatakan "TV, power on! Channel 10". Televisi itu pun menyala dan berpindah saluran ke channel 10 yang sedang menyajikan film animasi favorit Kyungsoo, yaitu Pororo.
Jongin diam-diam tertawa melihat tingkah Kyungsoo yang seperti anak kecil. Jongin juga mendengar Kyungsoo menyenandungkan lagu 'pororo' dengan suara yang dibuat-buat. Jongin tertawa geli mendengarnya. Ia memperhatikan wajah Kyungsoo yang tadinya cemberut perlahan-lahan kembali menjadi ceria akibat menonton pororo. Jongin pun tersenyum dibuatnya.
'Namja itu manis juga... eh? Eh?! Apa yang kupikirkan?! Tidak, aku tidak boleh menyukainya... tidak boleh... berpikirlah dengan jernih Kim Jongin!' batinnya. Jongin kembali menatap Kyungsoo yang sedang tertawa kecil karena menonton pororo. Perasaan aneh berdesir dalam dirinya. 'Sial! Anak itu memang manis... tidak, aku tidak boleh menyukainya... aku masih normal dan akan selamanya begitu...' batinnya lagi.
Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha mengusir pemikiran anehnya itu. Kyungsoo yang melihatnya hanya menatap Jongin dengan tatapan bingung. Tapi, ia tidak begitu memedulikannya. Ia kembali menonton pororo.
Jongin berjalan menuju ranjang Kyungsoo dan duduk di sebelahnya. Kyungsoo kembali memasang wajah cemberutnya, sepertinya ia masih kesal. Ia pun bergeser sedikit, duduk sedikit berjauhan dengan Jongin. Jongin—dengan sangat sengaja—bergeser mendekati Kyungsoo. Kyungsoo pun kembali bergeser menjauh, lalu Jongin kembali bergeser mendekati Kyungsoo, begitu seterusnya sampai Kyungsoo telah sampai di pinggir ranjangnya sehingga ia tidak dapat bergeser menjauh lagi. Kyungsoo mem-pout-kan bibirnya.
"Heii... semarah itukah kau padaku?" tanya Jongin. Kyungsoo semakin cemberut.
"Sudah tau masih bertanya" jawab Kyungsoo dingin.
"Oh ayolah... ini hanya masalah sepele... jangan kekanakan..." balas Jongin, menyindir Kyungsoo, yang membuat wajah Kyungsoo semakin kusut.
"Memang kenapa kalau aku kekanakan, hah?!" sahut Kyungsoo, mulai tersulut emosi karena Jongin menyebutnya kekanakan. Jongin menghela nafas. Ia berpikir. 'Haah... apa yang harus kulakukan agar anak ini tidak ngambek lagi?' pikir Jongin. Tiba-tiba ide 'cemerlang' kembali menghinggapi otaknya. Sepertinya Jongin punya banyak sekali ide 'cemerlang'.
Jongin mendekati Kyungsoo dan menyentuh dagunya. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo. Ia menatap bola mata indah Kyungsoo sebentar. Setelah itu, ia mendekatkan bibirnya ke telinga Kyungsoo dan berbisik seduktif.
"Kalau kau tidak memaafkanku, kau akan kumakan sekarang juga, sayang" Memang kalimat itu lebih terdengar seperti ancaman, tapi itu dapat membuat Kyungsoo diam seketika. Kyungsoo langsung mendorong tubuh Jongin menjauh, lalu ia turun dari ranjangnya berjalan mundur, menjauh. Kyungsoo menatap Jongin dengan tatapan yang seolah mengatakan 'jangan berani mendekat'. Jongin menyeringai. Kyungsoo yang sedang ketakutan itu terlihat sangat manis dimatanya.
Jongin pun ikut turun dari ranjang Kyungsoo dan berjalan mendekati Kyungsoo.
"H-hei... kita ini sama-sama namja kan... jadi... yah..." kata Kyungsoo sembari terus menjaga jarak dengan Jongin.
"Memang kenapa kalau kita sama-sama namja? Lagipula kau tau, kau itu sangat imut, Kyung..." kata Jongin sembari terus mendekati Kyungsoo. Kyungsoo bergidik ngeri mendengar penuturan Jongin. Ia terus berjalan mundur.
"Haha... kau bercanda kan?" tanya Kyungsoo. Jongin menggeleng sembari terus mendekati Kyungsoo.
"Aku serius.. kalau kau tidak memaafkanku, aku akan memakanmu sekarang juga" jawab Jongin. Kyungsoo semakin merasakan aura gelap yang semakin mendekatinya.
"B-baiklah! Aku memaafkanmu! Sekarang mundur kau!" kata Kyungsoo, bersiaga karena Jongin semakin dekat. Jongin lantas berhenti mendekatinya, lalu ia tersenyum.
"Begitu dong, tuan muda" kata Jongin. Kyungsoo menghela nafas lega. 'Dia benar-benar serigala! Dia sangat berbahaya, aku harus sangat berhati-hati... aaarrggh... aku bisa gila jika setiap hari hal seperti ini terjadi...' batin Kyungsoo.
"Baiklah, aku mau memasak makan malam dulu, sudah sana, jangan ganggu aku" kata Kyungsoo sembari berjalan menuju dapur kecilnya dan mulai memasak makan malam.
—Malamnya—
Kyungsoo sudah selesai menyantap makan malamnya, begitu pula Jongin. Saat ini mereka sedang menonton film kartun Spongebob Squarepants, lebih tepatnya Kyungsoo yang menonton, Jongin hanya memperhatikan Kyungsoo sembari sesekali menggodanya.
"Yak! Tidak seharusnya pelayan bersikap seperti ini pada majikannya!" kata Kyungsoo karena ia merasa risih karena Jongin terus menggodanya.
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Jongin.
"Aiish... pokoknya kau jangan menggangguku!" kata Kyungsoo sembari terus menonton Spongebob. Sesekali Kyungsoo menggerutu kesal. 'Gara-gara anak ini, aku tidak bisa melakukan kesenangan malam ini... padahal target baruku terlihat menyenangkan...' batin Kyungsoo. Kesenangan macam apa yang ia maksud? Entahlah.
Kyungsoo terus menonton Spongebob sampai habis. Lalu, ia melihat jam digital yang terletak di meja belajarnya. Pukul 20.30, berarti masih tersisa waktu 30 menit sebelum ia harus tidur. Ia pun menggonta-ganti saluran televisinya, tapi tidak ada acara televisi yang menarik perhatiannya, jadi ia pun mematikan televisinya dan merebahkan tubuhnya di ranjangnya.
Jongin pun turun dari ranjang Kyungsoo dan berpindah ke ranjangnya sendiri.
"Hei, tadi kau bilang ada film yang ingin kau tonton di televisi sampai jam 12... film apa itu?" tanya Jongin.
DEG
'Mati kau Do Kyungsoo! Kau tidak memikirkan film apa itu! Argh, ternyata sulit juga berbohong pada anak ini!' batin Kyungsoo.
"Aaa... ituu... sudahlah, tidak usah dipikirkan... aku sudah tidak tertarik untuk menontonnya lagi..." jawab Kyungsoo. Jongin tentu saja tidak mempercayai perkataan Kyungsoo, tapi ia memutuskan untuk tidak memedulikannya.
"Baiklah, sudah jam 9 malam, kau harus tidur sekarang, atau tidak kau akan mendapatkan hukuman" kata Jongin. Kyungsoo buru-buru memejamkan matanya, berusaha untuk tidur. Ia sedikit banyak, takut dengan hukuman macam apa yang akan diberikan Jongin.
Tapi, walaupun ia telah berusaha keras untuk tidur, tetap saja ia tidak bisa tidur.
"Aku tau kau belum tidur, Kyung" kata Jongin. Jongin turun dari ranjangnya dan berjalan menuju ranjang Kyungsoo. Kyungsoo menutup wajahnya dengan selimut, jujur saja, ia takut. Jongin pun naik ke ranjang Kyungsoo dan memosisikan tubuhya di atas tubuh Kyungsoo, lalu ia menumpukan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri kepala Kyungsoo agar tubuhnya tidak menindih tubuh mungil Kyungsoo. Ia lalu menyingkap selimut yang dipakai Kyungsoo untuk menutupi wajahnya.
"Karena kau melanggar peraturan, mari kita jalankan hukumanmu, Do Kyungsoo" kata Jongin sembari menyeringai. Sepertinya Jongin sudah lupa dengan tekadnya yang ingin menjadi 'normal' selamanya. Kyungsoo sontak membulatkan kedua matanya yang sudah bulat itu.
"M-mwo?! ANDWAEEEEEEEEEEEEE!"
.-.-.-.
TBC or End?
Akhirnya chapter 3 selesai juga
Saya ngebut bikin chapter ini, jadi maaf kalo jelek-_-
Tapi seenggaknya chapter ini lebih panjang dari chapter sebelumnya..
Ini balesan review kalian!
.-.-.-.
loveHEENJABUJA : haha, Jongin mana bisa sehari tanpa mesum? xD yap, misinya memang berhubungan dengan kyungsoo. Oke, ini udh lebih panjang kok.. Ini udah dilanjut, gomawo udh review^^
chris1004 : haha, ini ff yaoi kok... sip, ini udh dilanjut, gomawo udh review^^
yixingcom : iya, Kyungsoo juga namja, hehe mian, soalnya saya lebih suka yaoi daripada gs.. gomawo udah review^^
Kim Hyunshi : eh? keren? waah... gomawo^^ author jadi makin semangat ngelanjutinnya... ini udh di lanjut, gomawo udn review^^
OhSooYeol : haha.. mereka emg gitu(?) alasan mereka ada di asrama putri nanti ada penjelasannya di chapter" selanjutnya kok.. gomawo udh review^^
ArraHyeri2 : seru? gomawo^^ saya jadi makin semangat ngelanjutinnya.. saya dapet kalimat itu dari temen saya haha xD tujuan mereka nyamar nanti ada penjelasannya di chapter" selanjutnya... gomawo udh review^^
Crayson : justru karena mukanya nggak mendukung, makanya dia saya pake jadi cast 'cewe' disini... saya juga suka ngakak ngebayanginnya xD oh saya lebih imut dari anda xDDD #dibuangkelaut iyap, mereka sama" namja, sebenernya yang punya misi itu cuma Jongin, kalo Kyungsoo gak punya misi apa" ... sip ini udh dilanjut, gomawo udh review^^
Chan Nuriza : mereka emang selalu kompak haha xD (author sok tau-_-) yang punya misi itu cuma Jongin, Kyungsoo gak punya misi apa-apa... ini udh lanjut, gomawo udh review^^
KaiSoo Fujoshi SNH : lucu? Haha gomawo^^ saya jadi makin semangat ngelanjutinnya... haha, tdnya saya mau bikin ini jd gs, tapi kurang dpt feelnya, jadi saya bikin jadi yaoi.. iya, ini ada misterinya *ngomong gaya detektip* xD ini udh dilanjut, gomawo udh review^^
KaiSooLovers : ini udh dilanjut, yang mata-mata itu jongin doang, kyungsoo bukan mata-mata... gomawo ud review^^
Lyncth : keren? Gomawo^^ saya jadi makin semangat ngelanjutinnya... haha, kyungsoo emang misterius banget disini, gomawo udh review^^
JongInyah : haha gomawo^^ jongin pake sejenis pita suara itu, tp kalo kyungsoo nggak... gomawo udh review^^
Brigitta Bukan Brigittiw : iya, kyungsoo juga namja. Tujuan kyungsoo sama jongin nyamar bakal dijelasi di chapter" selanjutnya... saya juga suka ngakak ngebayangin jongin jadi yeoja xD serem! Gomawo udh review^^
alexander. : haha... gomawo^^ ini udh dilanjut... gomawo udh review^^
Dobaek : keren? Gomawo^^ saya jadi makin semangat ngelanjutinnya... ini udh dilanjut, gomawo udh review^^
t.a : iya, kyungsoo jg namja... kyungsoo kalo nyamar jadi yeoja kan keliatan imut :3 ini udh dilanjut, gomawo udh review^^
syafasalsabila67 : haha, saya juga suka ngakak sendiri ngebayangin jongin jd yeoja xD kalo kyungsoo kan cocok gitu, imut :3 hmm... iya... bisa jadi! (Dikira indonesia pintar-_-) yang punya misi itu jongin doang, kyungsoo gak punya misi apapun... gpp kok, saya justru seneng ada yg ngereview panjang"... sip, ini udh dilanjut, gomawo udh review^^
.-.-.-.
Author gak mau banyak cincong disini'-'
Mind to review?
